
Setelah berbincang cukup lama dengan dokter Hermawan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan dokter Tomi, Riki dan Asti pun berpamitan pada dokter Hermawan untuk kembali ke hotel.
" Saya tetap berharap ada kabar baik yang nanti disampaikan oleh dokter Atalim setelah beliau tiba di sini. "
Kata Riki pada dokter Hermawan.
Riki berharap dokter Atalim memberi kabar baik saat nanti tiba dari pulau.
" Saya juga berharap demikian, mas. Riki! " kata dokter Hermawan yang memiliki harapan yang sama dengan Riki.
" Tolong segera hubungi kami dokter jika dokter Atalim dan dokter lainnya sudah sampai dari pulau. " kata Asti pula pada dokter Hermawan.
" Kami menginap di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit ini. " kata Asti lagi memberitahu pada dokter Hermawan jika mereka menginap di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit.
" Baik, mbak Asti! Kemungkinan dokter Atalim akan datang ke rumah sakit esok hari. Saya akan mengabari mbak Asti dan mas Riki jika besok dokter Atalim sudah berada di rumah sakit. "
Dokter Hermawan berjanji pada Asti dan Riki untuk memberitahu mereka jika dokter Atalim berada di rumah sakit.
" Jika begitu, kami permisi dulu dokter, kami akan kembali ke hotel.
Tolong hubungi ke nomor saya atau nomor teh Asti jika ada berita mengenai dokter Tomi. "
Riki berpamitan pada dokter Hermawan untuk kembali ke hotel.
Riki meminta dokter Hermawan menghubungi dia ataupun Asti ke nomor ponsel yang sudah Riki berikan pada dokter Hermawan jika ada berita mengenai Tomi.
" Baiklah mas Riki, mbak Asti.
Terima kasih atas kunjungannya, semoga nanti ada kabar baik mengenai dokter Tomi. Jika ada berita mengenai dokter Tomi, saya akan segera menghubungi mas Riki ataupun mbak Asti. "
Dokter Hermawan berkata bahwa ia akan menghubungi Riki ataupun Asti jika ada berita mengenai Tomi.
Riki dan Asti bangkit dari duduknya lalu berjabat tangan dengan dokter Hermawan dan langsung berpamitan lalu keluar meninggalkan ruangan dokter Hermawan.
Asti dan Riki memutuskan untuk pergi ke cafe untuk mencari makan siang, karena tidak lama lagi masuk jam makan siang.
Di cafe, Asti dan Riki memesan makanan untuk makan siang mereka sambil membicarakan langkah mereka selanjutnya.
" Jadi bagaimana teh? besok kita ke rumah sakit lagi untuk bertemu dengan dokter Atalim? "
__ADS_1
Tanya Riki disela mereka menunggu makanan yang mereka pesan.
" Iya, kita perlu kepastian mengenai mas Tomi. " jawab Asti.
" Mungkin tim dokter yang menjadi korban kecelakaan itu bisa menceritakan kejadian sebenarnya dan bisa memperkirakan dimana keberadaan mas Tomi.
Kita perlu kejelasan mengenai kejadian ini. "
Asti yakin jika mereka bisa mendapatkan titik terang mengenai keberadaan Tomi setelah mereka mendengar secara langsung kejadian yang menimpa Tomi dari teman-teman Tomi yang sama-sama mengalami kejadian itu.
" Iya teh, tidak puas rasanya jika hanya mendengar berita dari mulut ke mulut tanpa mendengar langsung dari sumber yang mengalami kejadian itu.
Setelah mendengar cerita mereka mungkin kita bisa mendapat petunjuk mengenai Aa' Tomi. "
Riki sependapat dengan Asti bahwa mereka ingin mendengar cerita mengenai kejadian itu dari tim dokter yang selamat yang malam ini akan sampai ke rumah sakit.
"Sebaiknya kita telepon orang tua kita untuk menyampaikan hasil pembicaraan kita dengan dokter Hermawan. " kata Riki yang mengatakan jika mereka harus menghubungi orang tua mereka untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan dokter Hermawan.
" Itu benar, kita akan sampaikan jika kita masih menunggu kabar dari dokter Atalim. Setelah itu, kita akan tentukan langkah selanjutnya. " kata Asti yang menyetujui apa yang disampaikan oleh Riki.
Mereka memang perlu memberitahu kepada orang tua mereka apa yang mereka bicarakan dengan dokter Hermawan mengenai hilangnya Tomi.
Setelah mendapatkan kabar selanjutnya dari dokter Atalim dan dokter lainnya, mereka akan mengambil langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Selanjutnya mereka akan kembali ke hotel dan akan menghubungi orang tua masing-masing untuk mengabari mereka.
" Teh, apa ada tujuan lain setelah ini? " tanya Riki pada Asti.
" Tidak ada, mungkin hanya akan mampir ke minimarket untuk membeli beberapa kebutuhan dan cemilan.
Teteh tidak ingin kemana-mana, hanya ingin beristirahat di hotel. Jika Riki ada keperluan lain, silakan saja. "
Asti mengatakan jika ia tidak ingin kemana-mana dan hanya ingin beristirahat di hotel.
" Lihat nanti saja teh, Riki juga tidak ada tujuan lain. " kata Riki yang sama seperti Asti, tidak memiliki tujuan lain.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Asti dan Riki kembali ke hotel setelah terlebih dahulu membeli beberapa kebutuhan dan cemilan karena mereka tidak berniat untuk pergi kemanapun.
" Selamat beristirahat teh, teteh yang kuat ya? semoga kita akan mendapatkan kabar baik mengenai Aa' Tomi. "
__ADS_1
Tiba didepan pintu kamar mereka, Riki meminta agar Asti bisa menerima keadaan dan berharap bisa segera mendapatkan kabar mengenai Tomi.
" Iya, terima kasih Riki, Insya Allah teteh akan kuat karena teteh punya keyakinan bahwa mas Tomi selamat.
Kalau begitu teteh istirahat dulu. "
Asti. mengatakan pada Riki jika ia bisa melewati semua ini karena ia punya keyakinan jika Tomi selamat.
Akhirnya Asti dan Riki memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat.
Tiba di kamar, Asti menyimpan tas dan belanjaan yang ia bawa di atas meja, masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.
Sudah masuk waktu zuhur, dan Asti akan melaksanakan shalat zuhur.
Setelah shalat, Asti baru akan menghubungi kedua orang tuanya.
Selesai shalat, Asti berdoa dan memohon pertolongan pada Allah atas semua yang mereka hadapi saat ini.
" Ya Allah ya Rahman ya Rahim, kepada Engkau hamba memohon pertolongan.
Engkau yang maha pengasih lagi penyayang, beri hamba kekuatan dan kesabaran dalam menjalani semua ujian ini dan segera pertemukan hamba kembali dengan mas Tomi.
Ya Allah ya Aliim, Engkau Maha Mengetahui, berikan kepada kami petunjuk dimana mas Tomi berada saat ini, berikan keselamatan pada mas Tomi.
Ya Allah, ya Mujiib Engkau sebaik-baik tempat memohon, Engkau Maha mengabulkan setiap permohonan, maka hamba memohon pada Mu ya Allah, kabulkanlah permintaan hamba agar mas Tomi bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
Rabbanaa aatinaa fid dun yaa hasanatan waa fil aakhirati hasanatan wa qinaa adzaabannaar.
Aamiin.. "
Asti memohon pertolongan pada Rabb nya agar Tomi bisa ditemukan dalam keadaan selamat, serta meminta agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian.
Sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun yang luput dari ujian.
Masing-masing mendapatkan ujian sesuai dengan kemampuannya kerana Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan umatNya.
Asti sadar mungkin ini adalah ujian bagi dirinya dan Tomi, terpisah tanpa tahu dimana keberadaannya.
Hanya kepada Nya lah Asti memohon dan meminta agar Tomi bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.
__ADS_1
Asti menghapus air mata yang mengalir di pipinya, lalu merapikan kembali mukena dan sajadah yang baru ia kenakan.
Asti ingin memenangkan diri sejenak sebelum menelepon ayah dan ibunya agar mereka tidak mengkhawatirkan keadaannya.