DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 203 Berkumpul Dan Bersama Lagi.


__ADS_3

Siang ini, Tomi dan rombongannya sudah tiba di bandara Soetta.


Mereka keluar dari bandara dan sudah ditunggu oleh mamah dan papah Tomi juga ayah dan ibu Asti.


Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengan Tomi setelah Tomi bertugas ke Kendari dan kejadian hilangnya Tomi di lautan.


Saat melihat Tomi keluar dari ruang bandara, mamah langsung menghambur memeluk Tomi dan menangis dalam pelukan Tomi.


Mereka mencari tempat yang nyaman untuk melepaskan rasa haru dan juga rasa rindu setelah sekian lama tidak bertemu.


" Alhamdulillah Tomi, akhirnya kamu kembali nak, mamah sangat rindu pada Tomi. " mata mamah sambil memeluk dan mencium kening Tomi.


"Tomi juga rindu pada, mamah..! Maafkan Tomi jika membuat mamah jadi bersedih." kata Tomi sambil membalas pelukan mamah dan mencium punggung tangan mamah.


" Tidak nak, semuanya yang terjadi merupakan sebuah musibah dan mamah bersyukur Tomi sudah kembali." kata mamah yang masih memeluk Tomi dengan erat.


Setelah mamah melepaskan pelukannya, gantian papah yang memeluk Tomi.


Tomi dan papah saling berpelukan erat, menumpahkan rasa rindu dan rasa syukur mereka karena bisa bertemu kembali.


" Papah sehat aja, kan? maafkan Tomi pah karena sudah membuat papah dan semua keluarga panik." kata Tomi pada papah.


" Semua sudah berlalu Tomi, Alhamdulillah sekarang kita bisa berkumpul kembali. " kata papah sambil menepuk bahu Tomi.


Semua yang berada di sana merasa terharu dan bahagia dengan pertemuan itu.


Tomi menghampiri kedua orang tua Asti dan menyalami mereka.


" Maafkan Tomi ya pak, karena sudah merepotkan dan membuat panik semuanya. " kata Tomi pada ayah Asti sambil mencium punggung tangannya.


" Semua yang terjadi merupakan ujian buat kita semua, Alhamdulillah sekarang kita sudah berkumpul kembali. " kata ayah Asti saat meraka saling memeluk dengan rasa haru.


Saat bersalaman dengan ibu Asti, ibu hanya mengusap bahu Tomi saat Tomi menundukkan badan dan mencium punggung tangan ibu.


Tidak ada kata yang terucap hanya rasa syukur dan rasa haru yang tidak bisa diungkapkan.


" Papah, mamah, kenalkan ini pak Bowo dan keluarganya, orang yang telah menyelematkan Aa' Tomi. " kata Riki memperkenalkan pak Bowo dan keluarganya pada kedua orang tuanya.


" Terima kasih pak, bapak dan Toni sudah menyelamatkan Tomi, jika tidak bertemu dengan bapak, entah bagaimana nasib Tomi di tengah lautan." kata papah sambil memeluk pak Bowo.

__ADS_1


" Sudah kewajiban kita untuk saling menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Kebetulan saat itu Allah yang menggiring saya dan Roni untuk menemukan Tomi yang terapung di tengah lautan. " kata pak Bowo yang merasa malu karena dianggap berjasa telah menyelamatkan Tomi.


" Terima kasih ya Roni, sudah menolong dan menyelamatkan Tomi. "


tak lupa papah juga memeluk dan mengucapkan terima kasih pada Roni.


" Sama-sama om, kebetulan saja saya dan ayah yang menemukan Tomi. " kata Roni.


Mamah juga bersalaman dan memeluk bu Asnah dan Bella serta mengucapkan terimakasih pada mereka karena sudah merawat Tomi.


" Terima kasih ya bu, ibu dan Bella sudah merawat Tomi dengan baik sehingga Tomi bisa sembuh. " kata mamah sambil memeluk ibu Asnah.


" Sama-sama Bu, kebetulan saya dan keluarga saya yang dipercaya yang Kuasa untuk bertemu dengan Tomi dan merawatnya. " kata bua Asnah sambil tersenyum.


" Bella, terima kasih ya, sudah merawat Tomi dengan baik, kamu sudah cantik, baik lagi, mau merawat Tomi. " ucap mamah pada Bella sambil memeluknya.


" Sama-sama tante, Bella hanya membantu semampu Bella saja. " kata Bella merasa malu karena disanjung oleh mamah Tomi.


Pak Bowo dan keluarganya merasa bersyukur bisa bertemu dengan keluarga Tomi yang baik dan menerima mereka dengan tangan terbuka.


Begitu pula dengan kedua orang tua Asti yang bersikap ramah pada mereka.


" Sebelum pulang, kita makan siang dulu nya, om..? kasihan perut sudah minta diisi. " kata Ary pada papah Tomi.


" Mas Arya ini, makan aja yang dipikirkan. " kata Maryam yang ikut menjemput ke bandara.


" Tapi memang betul, sebaiknya kita makan dulu untuk merayakan pertemuan kita dengan Tomi. " kata ayah Asti menyetujui ajakan Ary.


Akhirnya mereka berjalan menuju parkiran bandara dimana mobil mereka di parkirkan.


Papah membawa dua mobil dengan satu sopir agar mereka bisa pulang ber sama-sama.


Di mobil papah ada mamah dan pak Bowo beserta istrinya.


Di mobil ayah Asti ada ibu Asti, Bella, Roni dan Yudha.


Sedangkan di mobil satunya lagi ada pasangan Toni dan Asti serta Ary dan Maryam dengan sopir papah yang membawa mobil.


Mereka semua keluar dari area parkiran lalu menuju restoran yang sudah mereka sepakati bersama untuk makan siang.

__ADS_1


" Nak Yudha, terima kasih ya sudah bersedia membantu mencari keberadaan Tomi. " kata ayah pada Yudha yang duduk di bangku belakang bersama Roni.


" Sama-sama Pak, kebetulan saya mendapatkan izin cuti dengan alasan ingin mencari keluarga yang hilang, sehingga saya bisa membantu mencari Tomi. Hitung-hitung liburan dan jalan-jalan. " kata Yudha pada ayah Asti.


Benar, beruntung Ary juga bisa ambil cuti jadi bisa ikut membantu mencari Tomi, jika kalian tidak menemani kasihan Riki jika harus mencari sendirian. " kata lagi.


" Ga mungkin juga Riki mencari sendirian yah, pasti ada orang yang akan diutus papah nya untuk membantu Riki mencari Tomi. " kata ibu.


" Yah paling tidak, jika bersama Ary dan Yudha kan sudah mereka sudah saling dekat dan seperti keluarga, beda jika bersama anak buah papah Riki. " kata ayah pula.


Di mobil Tomi dan Asti, mereka duduk berpasangan, Asti dengan Tomi duduk D bangku tengah sedangkan Ary dan Maryam duduk di bangku belakang.


" Bagaimana pengalaman mencari mas Tomi, mas? pasti seru ya bisa melakukan perjalanan bertiga keliling pulau. " tanya Maryam pada Arya.


" Ya seri juga sih, kami berkeliling kampung untuk menanyakan keberadaan Tomi sambil membawa foto Tomi. Kai bertanya pada warga yang berpapasan di jalan atau mampir ke tempat-tempat yang ramai didatangi orang, seperti kedai makan atau warung kopi. " jawab Ary.


Lalu Ary menceritakan pengalamannya bersama Riki dan Yudha saat mencari Tomi hingga mereka bisa menemukan keberadaan Tomi.


" Jadi mas Tomi sekarang pintar membuat kerajinan tangan dari kulit kerang? " tanya Asti setelah mendengar cerita Ary saat menemukan Tomi.


" Alhamdulillah mas bisa membuat kerajinan tangan dari kulit kerang karena hanya itu yang bisa mas kerjakan untuk mengisi waktu. Mas bawa beberapa bingkai foto untuk foto-foto kita nanti. "


Tomi menceritakan kegiatannya selama tinggal di rumah pak Bowo setelah sebuah dari sakitnya.


" Untuk Maryam ada ga mas Tomi bingkai fotonya? " tanya Maryam setelah mendengar cerita Tomi.


" Suruh mas Ary yang buat, nanti minta diajarkan sama mas Tomi. " kata Asti menjawab pertanyaan Maryam.


" Pelit amat sih miss jutek, minta satu aja ga boleh. " kata Maryam pada Asti.


" Iya nih Asti, minta satu aja ga boleh, kan untuk bingkai foto mas Ary sama Maryam, nanti. " kata Ary menimpali kata-kata Maryam.


" Gimana mas, kasih ga buat mereka? " tanya Asti pada Tomi.


" Sepertinya tidak perlu, mas sengaja bawa untuk kenang-kenangan dan untuk menyimpan foto-foto pernikahan kita. " jawab Tomi yang sengaja menggoda Ary dan Maryam.


" Huh, dasar pelit, nanti kita beli aja yang bagus di toko kerajinan tangan, pasti. lebih bagus dari buatan Tomi. " kata Ary membalas godaan Tomi.


Didalam mobil mereka bercerita dan bercanda, menumpahkan rasa bahagia karena mereka bisa berkumpul dan bersama lagi, bisa bertemu dengan Tomi dan Tomi sudah bisa mengingat semuanya.

__ADS_1


__ADS_2