
Setelah melewati hampir tiga jam perjalanan, Riki, Arya dan Yudha sampai di desa tempat tinggal pak Bowo dan keluarganya.
Perjalanan mereka lebih lama hampir satu jam karena angkot yang mereka tumpangi mengalami pecah ban, sehingga sopir harus mengganti ban terlebih dahulu.
Untung ada ban serap di angkot itu sehingga mereka tidak perlu mencari tukang tambal ban karena saat pecah ban mereka berada dijalan yang sepi dan jauh dari rumah penduduk.
Saat tiba di desa tempat tinggal pak Bowo, Riki dan kedua temannya berhenti di sebuah kedai bakso sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pak Burhan.
Setelah membayar ongkos angkot, ketiganya berjalan kearah kedai bakso yang terlihat sepi, mungkin karena masih pagi dan belum ada pembeli.
" Selamat pagi, bang!? " kata Riki pada seorang pria yang sedang berdiri didekat gerobak bakso.
Ia tengah mengelap mangkok dan menyusun di bagian bawah gerobak.
Pemuda itu melihat ke arah Riki dan kedua temannya, memperhatikan mereka bertiga yang masing-masing. membawa tas ransel dipunggung mereka.
" Iya, selamat pagi, ada perlu apa, ya? " tanya penjual bakso itu pada Riki.
" Maaf bang, saya tanya rumah pak Bowo, katanya tidak jauh dari kedai bakso ini. " jawab Riki pada pemuda itu.
" Oh, mau tanya rumah pak Bowo, ya?
Itu rumah pak Bowo, rumah ketiga sebelah kanan dari sini.
Tapi kalau pagi pak Bowo tidak ada, karena sedang pergi ke laut bersama anaknya. "
Pemuda itu menunjukkan rumah pak Bowo pada Riki dan memberitahu jika pak Bowo tidak berada di rumah jika siang hari.
" Baiklah bang, terima kasih atas informasinya. " kata Riki sambil tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih pada pemuda yang sudah menunjukkan rumah pak Bowo.
Arya dan Yudha pun melakukan hal yang sama, tersenyum lalu membungkuk badan dan mengucapkan terima kasih pada pemuda itu.
Setelah mendapat alamat rumah pak Bowo, mereka bertiga melanjutkan langkah untuk menuju rumah pak Bowo.
Tiba didepan rumah pak Bowo, rumah tersebut terlihat sepi.
Pintu rumah terlihat tertutup rapat.
Riki mencoba mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
" Sepertinya rumah ini kosong, tidak ada orangnya. " kata Arya pada Riki.
" Tadi kan penjual bakso itu bilang jika pak Bowo dan anaknya pergi ke laut untuk mencari ikan. " kata Yudha mengingatkan.
" Tapikan ada istrinya, seharusnya istri pak Bowo dan Aa' Tomi ada di rumah, tidak mungkin mereka ikut ke laut. "
__ADS_1
Kata Riki yang merasa jika istri pak Bowo dan Tomi tidak mungkin ikut ke laut.
" Coba kita cari ke belakang rumah, kita bisa lewat samping rumah untuk pergi melihat kebelakang. " kata Arya menyarankan agar mereka mencari kebelakang rumah.
Karena jarak rumah yang tidak berdekatan, mereka bisa pergi kebagian belakang melalui samping rumah yang menjadi jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya.
Mereka berjalan melalui samping rumah untuk melihat keadaan bagian dibelakang rumah.
Tiba di bagian belakang mereka melihat lautan luas terbentang dihadapan mereka saat mereka.
Mereka melihat bagian belakang yang terlihat sepi, ada beberapa perahu yang tertambat dipinggir pantai.
Saat mereka mengedarkan pandangan,. mereka melihat seorang pemuda tengah duduk dibawah pohon ketapang.
Pemuda itu terlihat sedang mengerjakan sesuatu karena kedua tangannya terlihat terus bergerak.
" Ki, lihat! itu ada orang dibawah pohon ketapang, sebaiknya kita hampiri dan bertanya padanya. " kata Yudha pada Riki.
Mereka bertiga berjalan menghampiri pemuda yang sedang. duduk membelakangi mereka sehingga ia tidak tahu jika ada orang yang mendatanginya.
Karena ketiganya berjalan di atas pasir,. jadi suara langkah mereka tidak terdengar oleh pemuda itu.
" Selamat pagi, bang!? bisa kami bertanya? " kata Arya pada pemuda yang masih membelakangi mereka.
Karena terlalu asik dengan pekerjaannya, pemuda tersebut sangat terkejut saat tiba-tiba ada yang menyapanya dari belakang.
Saat pemuda itu menoleh ke arah mereka, mereka bertiga tertegun.
Riki yang merasa seperti bermimpi melihat sosok pemuda yang ada dihadapannya.
Pemuda itu memang terlihat lebih kurus dan sedikit lebih hitam, mungkin karena ia tinggal di daerah pantai.
Walaupun ada perubahan pada tubuh pemuda yang ada dihadapannya, tapi Riki tetap mengenali siapa pemuda yang ada dihadapannya.
Riki menghambur memeluk pemuda itu dan ia tidak kuasa menahan tangisnya.
" Aa' Tomi, akhirnya Riki bisa menemukan Aa' Tomi. " kata Riki yang memeluk erat pemuda itu.
Ya, pemuda itu memang benar Tomi, orang yang mereka cari selama ini.
Tomi hanya berdiri mematung melihat pada Arya dan Yudha yang ada dihadapannya.
Ia tidak membalas pelukan Riki, tapi ia merasa ada perasaan bahagia saat ia dipeluk oleh Riki.
Tomi merasa mengenali suara Riki, juga dua pemuda yang ada dihadapannya, ia seperti mengenalnya tapi ia lupa dimana ia pernah mengenal mereka.
__ADS_1
Setelah puas memeluk Tomi, Riki melepaskan pelukannya.
Gantian Arya dan Yudha yang memeluk Tomi.
Terpancar rasa bahagia di wajah ketiganya. Tidak sia-sia mereka mencari Tomi selama satu minggu ini.
Pertemuan dengan pak Burhan membawa mereka bertemu kembali dengan Tomi.
" Siapa kalian, dan mengapa kalian mengenali saya? " tanya Tomi pada ketiganya saat mereka telah melerai pelukan pada Tomi.
Riki mengajak Tomi kembali duduk di bangkunya semula dan melihat apa yang tadi dikerjakan oleh Tomi.
Ada satu bingkai foto yang berhias kulit kerang dan keong yang sudah jadi dan satu bingkai yang setengah jadi.
Rupanya Tomi tengah membuat bingkai foto dan menghiasinya dengan kulit kerang dan keong yang cantik.
" Aa' Tomi, apa Aa' tidak mengenali Riki?" tanya Riki dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Ada perasaan sedih saat melihat keadaan Tomi juga perasaan haru dan bahagia karena sudah bertemu dengan Tomi.
" Maaf, saya tidak mengenal siapa kalian. " jawab Tomi sambil menggeleng.
" Ini Riki A' Tomi, Riki adik kakak satu-satunya. Yang ini mas Arya sepupu teteh Asti, calon istri A' Tomi, dan ini bang Yudha, teman baik Aa' Tomi. "
Riki menjelaskan satu persatu siapa mereka pada Tomi.
" Adik..?? " tanya Tomi pada Riki.
" Iya, A'.. Riki adik Aa' Tomi. Mamah sama papah pasti sangat bahagia jika tahu A' Tomi sudah bisa kami temukan. "
Kata Riki yang berusaha meyakinkan Tomi siapa dia sebenarnya.
Tomi berusaha mengingat siapa orang-orang yang barusan di sebutkan oleh Riki.
Tomi merasa mengenal nama Asti yang dikatakan sebagai calon istrinya.
Ia berusaha mengingat Riki yang katanya merupakan adiknya.
Tapi Tomi belum bisa mengingat apapun.
Dipandangi nya Riki yang duduk dihadapkan, terlihat jika ada kemiripan di wajah mereka.
Tomi lalu mengalihkan pandangannya pada Arya dan Yudha, dan mereka tersenyum pada Tomi.
Sangat sulit rasanya bagi Tomi untuk mengenali mereka bertiga.
__ADS_1
Apa benar pemuda yang bernama Riki itu adiknya? walaupun ia melihat ada kemiripan di wajah mereka, tapi Tomi masih merasa ragu karena sedikitpun ia tidak bisa mengenali Riki.