
Setelah mengobrol sebentar dengan Asti, Tomi memutuskan pembicaraan mereka melalui ponsel.
Tomi merasa lelah hari ini, ia baru tiba di Bandara Haluoleo Kendari setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang tiga jam dari bandara Soetta Tangerang.
Baru tiba bandara Haluoleo, Tomi diminta oleh dokter Atalim selaku direktur di rumah sakit yang akan menjadi tempat Tomi bertugas untuk segera datang kerumah sakit karena ada pasien yang membutuhkan penanganan.
Setelah menelepon dan memberi kabar pada Asti, Tomi juga memberi kabar pada keluarganya.
Karena merasa lelah, akhirnya Tomi tertidur di kamar hotel yang ditempatinya malam ini.
Tomi belum sempat melihat keadaan rumah yang disediakan pihak rumah sakit sebagai tempat tinggal sementara untuk Tomi, karena merasa lelah Tomi lebih memilih tidur di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit.
*
Sementara itu, setelah Tomi memutuskan sambungan teleponnya, Asti memilih keluar kamar untuk makan malam bersama ayah dan ibunya, ia merasa lapar karena sejak siang Asti tidak makan siang karena ketiduran hingga sore.
Dimeja makan, sudah ada ayah dan ibu yang menunggu Asti untuk ikut makan malam bersama.
Bi Sari sudah menyiapkan menu makan malam dan mereka sudah siap untuk makan malam.
" Gimana Asti, sudah ada kabar dari Tomi?" tanya ibu pada Asti sambil menikmati makan malam mereka.
" Alhamdulillah sudah bu, barusan mas Tomi menelepon dan mengabarkan jika mas Tomi sudah sampai di tujuan.
Mas Tomi juga langsung diminta menangani pasien yang mengalami kecelakaan, sehingga tadi siang mas Tomi tidak sempat memberi kabar pada Asti. "
Asti menjelaskan pada ibu keadaan Tomi yang sibuk di tempat tugasnya yang baru.
" Yang penting Tomi sudah sampai dengan selamat, dan sudah memberi kabar. Do'akan saja pekerjaannya disana lancar. "
Ayah meminta pada Asti untuk mendoakan kelancaran pekerjaan Tomi dan bersyukur karena Tomi sudah sampai dengan selamat ke tempat tugasnya.
" Iya Asti, kamu harus bisa mendukung pekerjaan calon suamimu, dari awal kamu memilih Tomi sebagai calon suami, tentunya kamu sudah tahu resiko jadi istri seorang dokter.
Kamu harus bersabar dan terus mendukung Tomi. "
Ibu memberikan nasihat pada Asti tentang pilihannya, karena Asti sudah tahu resiko menjadi istri seorang dokter.
" Iya, bu.! " jawab Asti singkat.
Asti hanya mendengarkan setiap nasehat yang disampaikan oleh kedua orang tuanya.
Asti bersyukur karena kedua orang tuanya mendukung pendamping hidup pilihannya, dan selalu memberi dukungan dan nasihat yang baik buat Asti.
Selesai makan malam, Asti membantu mbak Sari membersihkan dan membereskan meja makan.
Ayah dan ibunya sudah menuju ruang tengah untuk menonton televisi.
__ADS_1
" Sudah non, biar mbak aja yang membereskan meja makannya, non istirahat aja. "
Pinta mbak Sari pada Asti saat melihat Asti membereskan dan membersihkan meja makan.
" Sudah, mbak bersihkan aja peralatan makan dan masak yang masih kotor, biar Asti yang membereskan dan membersihkan meja makan. "
Asti meminta mbak Sari untuk menyelesaikan mencuci piring dan barang-barang yang kotor.
" Tapi kan non Asti capek, biar mbak selesaikan semuanya.
Lagian ini semua tugas mbak Sari. "
Kata mbak Sari pada Asti yang masih tetap membantu membersihkan meja makan.
" Tidak apa-apa mbak, biar semua cepat selesai, jadi mbak juga bisa cepat istirahat. "
Asti meminta mbak Sari menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera beristirahat.
Mbak Sari tidak lagi membantah kata-kata Asti, ia segera mengerjakan pekerjaan di dapur.
Terkadang mbak Sari merasa tidak enak jika Asti ikut membantu pekerjaanmu, tapi Asti memang sedari kecil sudah diajarkan oleh ibunya untuk bisa mengerjakan pekerjaan rumah.
Menurut ibu, sehebat apapun seorang perempuan, ia tetap memiliki kodrat sebagai perempuan yang harus bisa mengurusi urusan rumah tangga.
Walaupun ia punya asisten rumah tangga, tapi suatu saat anak dan suaminya pasti ingin merasakan dan mencicipi masakan buatan istrinya dan ibunya.
Selesai membantu mbak Sari,
Asti pamit pada orang tuanya untuk langsung ke kamar.
Tiba dikamar, Asti melihat ponselnya yang berkedip, menandakan ada pesan yang masuk.
Asti memang sengaja men-silent ponselnya.
Diambilnya ponsel yang tergeletak diatas meja rias yang masih terlihat bergetar.
Dilihatnya notifikasi yang masuk di ponselnya yang ternyata dari geng bucin.
Ada juga pesan yang dikirim oleh Tomi.
Asti membuka dan membaca pesan dari Tomi.
📱" Selamat malam tawanan alien..
Selamat beristirahat, semoga mimpi indah malam ini. "
📱" Ara, mas istirahat dulu ya? Besok mas sudah mulai bertugas.
__ADS_1
Do'akan mas dipermudah dalam menjalankan tugas. "
📱" Ara.. Jaga selalu kesehatan, sabar ya menunggu mas kembali ke sisi Ara. "
Tomi mengirimkan pesan-pesan itu pada Asti.
Asti merasa terharu akan perhatian yang diberikan oleh Tomi.
📱" Selamat beristirahat mas, do'a Ara akan selalu menyertai setiap langkah kaki mas. Selamat bertugas dan sukses selalu buat mas. "
Asti membalas pesan dari Tomi, walau Asti tahu jika Tomi sudah beristirahat dan tidak akan membalas pesan yang dikirimkannya.
Setelah membalas pesan dari Tomi, Asti membuka pesan dari teman-temannya di geng bucin.
📱Fyth ~ " Hai... Miss jutek apa kabar..?? Baik-baik aja kan..?? "
Pesan dari Fyth yang menanyakan keadaan Asti.
📱Hatae~" Miss jutek.. Jangan bersedih ya.. Masih ada kami disini yang tetap setia menemani. "
Isi pesan Hatae pada Asti.
📱Maryam~" Miss.. Besok datang ke kampus kan? Selesai ngajar, kita nongkrong rame-rame yok di Cafe Ralove."
Maryam mengajak Asti dan teman-temannya untuk nongkrong di cafe Ralove.
📱Fyth~" Iya miss, besok kita nongkrong biar ga bete, kalau perlu untuk penghibur hati yang lara, masih ada geng bucin yang akan dengan senang hati menghibur miss jutek yang sedang dilanda kesepian. "
Fyth menyetujui ajakan Maryam untuk kumpul di cafe Ralove.
Asti menggulir pesan yang ada di ponselnya, ia merasa senang dengan perhatian yang diberikan oleh semua teman-temannya.
📱Asma~" Eh.. Hatae masih boleh berkeliaran ya? Memangnya ga dipingit, kan sudah mau dilamar sama bang Wangky? "
Asma menanyakan pada Hatae yang masih diajak kumpul bareng, sementara ia sudah mau dilamar oleh Wangky.
📱Hatae~" Asma.. Memangnya aku ayam berkeliaran? Lagian aku kan baru mau dilamar, bukan mau nikah, masih bisa dong kumpul bareng..?? "
Hatae melayangkan protes pada Asma karena mengatakan jika dia masih berkeliaran.
📱Indri~" Wkwkwk.. Hatae bukan ayam, tapi anak kucing. "
Indri menimpali kata-kata Hatae dan mengatakan jika Hatae anak kucing.
📱Indri~" Jangan marah ya Hatae, anak kucing itu kan selalu terlihat manis dan menggemaskan, begitu juga Hatae yang selalu terlihat manis. "
Indri membujuk Hatae agar tidak marah karena ia mengatakan Hatae anak kucing.
__ADS_1