DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 183 Bella Ada Hati Sama Tomi.


__ADS_3

Melihat ibunya tertawa, Bella merasa punya kesempatan untuk kembali bertanya pada ibunya mengenai apa yang akan dikatakan oleh ibunya tadi.


" Jadi, tadi ibu mau ngomong apa? " tanya Bella yang masih penasaran pada ibu.


" Mau ngomong yang mana? " tanya ibu pura-pura lupa.


Ibu merasa heran mengapa Bella begitu penasaran dengan apa yang ibu katakan.


" Itu, yang masalah ngeles tadi. " jawab Bella mengingatkan ibu.


Karena melihat Bella yang merasa penasaran, akhirnya ibu menjawab pertanyaan Bella.


" Ibu cuma mau bilang, kamu pinter ngeles kaya emak-emak yang kena tegur karena ngasih sen kanan tapi belok ke kiri. " jawab ibu.


Kali ini, gantian Bella yang tertawa.


Bella merasa apa yang dikatakan ibu ada benarnya.


" Iya ya, bu, emak-emak itu pintar ngeles kalau ditegur pengendara dibelakangnya saat hampir tertabrak karena si ibu kasih sen kanan tapi belok ke kiri. "


kata Bella setelah reda tertawanya.


" Nah itu, seharusnya orang yang marah pada si ibu, ini malah galakan ibunya dan balik memarahi orang. " kata ibu lagi.


" Nah itulah bu, kata orang the power of emak-emak. Emak-emak itu ga pernah salah, pak polisi aja bisa dilawan kalau pas kena tilang. "


Kata Bella pula.


" Kamu harus hati-hati saat bawa kendaraan, walaupun kita tinggal di desa tapi peraturan lalu lintas harus tetap diikuti, karena semua untuk menjaga keselamatan diri sendiri juga keselamatan orang lain. "


Kata ayah yang menasehati Bella agar selalu berhati-hati saat membawa kendaraan.


" Siap ayah, Bella akan patuhi peraturan lalu lintas. Bella ga akan kasih sen kiri tapi belok kanan. " kata Bella yang menggoda ayahnya.


Ayah hanya tersenyum mendengar kata-kata Bella.


" Lagi pada ngomongin apa sih, kok kayaknya seru banget, sampai-sampai suara tawa kalian membangunkan tidur aku dan menggagalkan mimpiku mendapatkan putri duyung. "


Roni yang baru bangun tidur menghampiri orang tua dan adiknya yang sedang mengobrol di teras rumah.


" Gayanya mau mendapatkan putri duyung, mendapatkan putri pak RT saja gagal. " kata Bella yang meledek kakaknya yang tidak berhasil mendekati anak pak RT di lingkungan mereka.


Roni duduk disamping Bella, lalu mencomot bakwan yang ada didepannya.


" Cuci muka dulu napa, bang? main comot aja. Orang bangun tidur itu biasakan cuci muka, baru makan. "


Kata Bella mengomeli abangnya.


" Abang kan cuma tidur siang, Bel? jadi ga perlu cuci muka.

__ADS_1


Cuci mukanya sama bakwan aja. "


Kata Roni yang tidak memperdulikan omelan Bella.


" Sekarang buatkan abang kopi ya? buat teman cuci muka. " kata Roni yang meminta Bella untuk membuatkan kopi.


" Cuci muka kok pakai kopi, ada-ada saja.


Nanti Bella buatkan, tapi Bella ganti baju dulu." kata Bella sambil masuk kedalam rumahnya.


" Tomi mana, Ron? " tanya ayah pada Roni, menanyakan keberadaan Tomi.


" Biasanya dia duduk dibawah pohon ketapang, yah. Tomi seperti sedang berusaha mengingat siapa dirinya. "


jawab Roni memberitahukan keberadaan Tomi pada ayahnya.


" Kasihan pemuda itu, sudah dua minggu ia ada disini tapi belum bisa mengingat siapa dirinya. "


Kata ayah yang merasa prihatin pada keadaan Tomi.


" Iya, yah. Roni juga memikirkan keadaan orang tua dan keluarganya yang pasti saat ini tengah mencari keberadaan Tomi. "


Roni berkata jika ia merasa kasihan pada keluarga Tomi yang pasti tengah berusaha mencari keberadaan Tomi.


" Terutama istri Tomi, pasti dia sangat kehilangan Tomi. " imbuh Roni lagi.


Bella yang tengah membawa kopi untuk abangnya seketika berhenti didekat pintu keluar.


Bella berdiri dibelakang pintu, ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh kakaknya.


Bella ingin tahu dari mana Roni tahu jika Tomi sudah menikah.


Jika ia keluar dan menghampiri mereka, kakaknya pasti tidak akan melanjutkan ceritanya, karena Roni tahu jika dirinya menyukai Tomi.


" Kamu tahu darimana jika Tomi punya istri? apa dia ada cerita sama kamu? apa Tomi bisa mengingat istrinya? " tanya ibu beruntun pada Roni.


Ibu sangat penasaran mengenai istri Tomi.


" Tidak, bukan Tomi yang mengatakan jika ia sudah punya istri.


Pada saat pertama Tomi dibawa kesini dalam keadaan demam, Tomi pernah menyebutkan nama Asti ketika ia mengigau dalam keadaan tidak sadar.


Tomi beberapa kali menyebutkan nama Asti, jadi Roni pikir bahwa Asti itu nama istri Tomi. "


Roni menceritakan pada ayah dan ibunya darimana ia tahu jika Tomi sudah memiliki istri.


Bella yang mendengarkan cerita Roni dari balik pintu merasa sakit dihatinya.


Tomi yang diam-diam dia sukai ternyata sudah punya istri.

__ADS_1


Setelah menenangkan perasaannya, Bella keluar membawa kopi untuk Roni.


Bella pura-pura tidak mendengar cerita Roni mengenai Asti, istri Tomi.


" Ini bang kopinya. " kata Bella yang menaruh kopi dihadapan Roni.


" Terima kasih, Bel. " kata Roni sambil mengambil kopi yang buatkan oleh Bella dan menyeruput kopi itu dengan. nikmat.


" Lalu apa yang akan kita lakukan pada Tomi? " tanya ayah pada Roni.


" Sebenarnya Roni ingin membawa Tomi ke Kabupaten dan melaporkannya ke Polsek disana. Siapa tahu, pihak polsek bisa membantu mencari tahu keberadaan keluarga Tomi. "


Kata Roni memberitahu rencananya pada ayah.


Mendengar Roni yang akan membawa Tomi ke Polsek, Bella tidak setuju karena Bella belum mau berpisah dengan Tomi.


Bella berusaha mencari alasan agar kakaknya tidak melaporkan Tomi ke Polsek agar dibantu mencarikan keberadaan keluarganya.


" Kalau menurut Bella, nanti saja bang Roni membawa bang Tomi ke Polsek, karena jarak dari sini ke Polsek sangat jauh. Bang Tomi belum sehat benar, takutnya bang Tomi kelelahan dijalan dan membuat dia sakit lagi. "


Bella berusaha mencari alasan agar Roni tidak membawa Tomi pergi.


" Kalau tidak kita tunggu bang Tomi. mengingat kembali siapa dirinya.


Jika dia sudah ingat, kita bisa mengantarkan bang Tomi pulang ke keluarganya.


Bukankah kata dokter bang Tomi cuma amnesia sementara, dia masih bisa sembuh dan mengingat dirinya lagi. "


Bella berusaha meyakinkan Roni agar tidak membawa Tomi ke Polsek dengan alasan menunggu hingga Tomi bisa mengingat siapa dirinya.


" Benar juga kata Bella, Ron, sebaiknya kita tunggu hingga Tomi benar-benar sehat, karena terlihat jika kesehatan Tomi belum pulih benar. " kata ibu yang membenarkan pendapat Bella.


" Tapi sampai kapan Tomi bisa mengingat siapa dirinya? Roni kasihan pada keluarganya yang pasti saat ini sedang mencarinya. "


Roni mengatakan jika ia merasa kasihan pada keluarga Tomi yang pasti saat ini sedang mencarinya.


" Kita tunggu hingga satu bulan, jika dalam satu bulan Tomi belum bisa mengingat siapa dirinya, kita bawa dia ke Polsek. Dalam waktu satu bulan pasti keadaan Tomi sudah lebih baik. "


Ayah mengatakan jika akan menunggu. hingga satu bulan untuk memulihkan kesehatan Tomi.


Setelah Tomi benar-benar pulih, mereka akan membawa Tomi melapor ke Polsek.


Roni akhirnya menyetujui usulan ayahnya karena ia juga memikirkan keadaan Tomi.


Pihak kepolisian tidak mungkin bisa langsung menemukan keluarga Tomi, pasti butuh proses.


Jika Tomi belum benar-benar pulih ditakutkan akan membuat Tomi sakit kembali karena kepikiran dengan keadaan dirinya sendiri.


Ada perasaan lega di hati Bella saat ayahnya menunda melaporkan Tomi hingga satu bulan.

__ADS_1


Bella yakin jika Tomi belum memiliki istri walaupun kakaknya mengatakan jika Tomi pernah menyebutkan nama seorang perempuan.


Bella akan mendekati Tomi selama Tomi masih berada dirumahnya dan akan membuat Tomi menyukai dirinya.


__ADS_2