
" Saat itu diperkirakan satu jam sebelum kami tiba di pelabuhan yang akan kami tuju, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan tiba-tiba awan terlihat gelap sehingga tidak lama kemudian hujan pun turun dengan deras. "
Dokter Radit memulai kembali ceritanya.
" Karena gelombang yang begitu kuat, speedboat tidak bisa mempertahankan kestabilannya dan terombang-ambing diatas laut yang bergelombang.
Speedboat juga menurunkan kecepatannya karena tidak berani menentang gelombang yang kuat. "
" Melihat keadaan yang seperti itu, kru speedboat memberikan pelampung pada semua penumpang dan mengatakan jika pengemudi speedboat telah memberikan sinyal bahaya pada pengelola speedboat yang ada di kota. "
" Saya dan dokter Tomi duduk di pinggir speedboat dan kami memperhatikan keadaan semua penumpang yang sudah terlihat cemas, bahkan anak-anak dan para wanita sudah ada yang menangis. "
" Para orang tua yang membawa anak, memeluk anak mereka dengan erat, ada pula yang saling berpegangan tangan. "
" Saat itu kami hanya bisa pasrah dan berdoa memohon keselamatan pada yang kuasa. "
Dokter Radit kembali terdiam, sejenak ia menundukkan kepalanya dan berusaha mengumpulkan kekuatan untuk menceritakan kejadian itu pada mereka semua yang ada di ruangan itu.
" Saya dan juga dokter Tomi sudah merasa cemas. Kata dokter Tomi kami hanya bisa berdoa untuk keselamatan kami semua. "
" Kami semua sangat bahagia saat melihat kapal ferry yang akan memberikan bantuan sudah mulai terlihat mendekat pada kami. "
" Tapi sebelum kapal itu sampai, gelombang besar menghantam speedboat hingga speedboat menjadi miring dan semua penumpang jatuh kedalam laut. "
" Saya masih melihat dokter Tomi berenang menjauhi speedboat dan saya berusaha mendekati dokter Tomi.
Karena saat itu hanya dokter Tomi yang saya lihat dan yang paling dekat dengan saya. "
" Saat sudah hampir sampai kedekat dokter Tomi, tiba-tiba ombak menghempaskan tubuh kami sehingga membentur speedboat yang dalam posisi miring. "
Mendengar cerita dokter Radit, Asti tidak bisa menahan air matanya.
Ia tidak bisa membayangkan keadaan Tomi yang terbentur dengan body speedboat.
Asti terisak, tidak mampu menahan tangisnya.
Dokter Tyas yang duduk tidak jauh dari Asti, menggeser duduknya lalu memeluk Asti.
Dokter Siska memberikan tisu yang ada diatas meja pada Asti.
Sejenak mereka semua terdiam dan dokter Radit tidak melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
Melihat Asti menangis, dokter Siska dan suster Mirah juga menitikkan air mata.
Mereka tahu apa yang dirasakan Asti saat ini.
Dokter Tyas masih berusaha menenangkan Asti dengan memeluk dan mengusap punggung Asti.
Lalu dokter Tyas. memberikan air mineral pada Asti agar Asti merasa lega.
Setelah Asti terlihat tenang dan tidak lagi terdengar isakannya, Riki bertanya mengenai keadaan Tomi pada dokter Radit.
" Setelah itu, apa yang terjadi dengan kakak saya, dokter? " tanya Riki dengan suara serak.
Riki membayangkan keadaan kakaknya setelah terhempas dan terbentur pada speedboat.
" Saat itu,. samar-samar saya melihat dokter Tomi yang terombang-ambing diatas lautan.
Saya tidak tahu bagaimana keadaannya setelah terhempas ombak, karena saya sendiri merasa tubuh bagian kanan yang terhempas ke body speedboat seakan terasa remuk karena kuatnya hantaman itu. "
" Saya tidak bisa lagi melihat dokter Tomi karena kondisi saya yang setengah sadar karena banyak meminum air laut dan karena menahan rasa sakit di sekujur tubuh setelah terhempas. "
Dokter Radit mengatakan jika ia tidak bisa lagi melihat keberadaan dokter Tomi setelah terhempas ombak.
" Apakah penumpang lain juga tidak melihat keberadaan kakak saya saat dievakuasi ke atas kapal ferry? " tanya Riki lagi.
" Kami sudah bertanya pada para penumpang yang ada diatas kapal.
Saya tidak percaya jika dokter Tomi tidak ada disana, karena dari informasi yang saya dapat bahwa semua korban berhasil diselamatkan dan dinaikkan ke atas kapal fery. "
" Hingga kami turun dari kapal fery, kami tidak menemukan dokter Tomi. "
Kata dokter Radit dengan suara serak.
Dokter Radit betul-betul merasa kehilangan dokter Tomi, karena sejak pertama dokter Tomi bertugas di rumah sakit itu dokter Radit lah teman dekat dokter Tomi hingga dokter Radit juga yang membantu Tomi mengambil kopernya di hotel saat dokter Tomi akan pindah ke mess.
" Saya dan dokter Siska yang mencari dokter Tomi saat kami tiba di pelabuhan dan melaporkan pada tim SAR mengenai dokter Tomi yang tidak kami temukan keberadaannya. "
Dokter Tyas mengatakan jika ia dan dokter Siska yang melaporkan hilangnya dokter Tomi pada tim SAR.
" Saat itu tim SAR langsung merespon dan mencoba mencari keberadaan dokter Tomi. " kata dokter Tyas melanjutkan ceritanya.
" Sampai kami memutuskan untuk kembali ke sini, tim SAR belum menemukan dokter Tomi.
__ADS_1
Tim SAR sudah mencari disekitar tempat kejadian hingga menyisir sepanjang pantai di pulau itu tapi tidak ditemukan tanda-ganda
keberadaan dokter Tomi.
Tim SAR juga berusaha mencari kedalam pulau, berharap ada nelayan yang menemukan dokter Tomi dan membawa dokter Tomi pulang ke rumahnya. "
Dokter Atalim menjelaskan panjang lebar mengenai pencarian yang dilakukan oleh tim SAR tapi belum menemukan keberadaan dokter Tomi.
" Jadi kesimpulannya,. dokter Radit melihat dokter Tomi sebelum terhempas ombak, karena setelah itu dokter Radit yang juga terhempas tidak lagi melihat keberadaan dokter Tomi. "
Kata Riki pada dokter Radit.
Dokter Radit sendiri masih merasakan sakit di bagian kaki kanannya yang mengalami cedera setelah terhempas.
" Kalau menurut pendapat saya, setelah dokter Tomi terhempas, dia terbawa ombak menjauh dari lokasi kejadian.
Pada saat kapal ferry datang membantu, mereka tidak mencari lebih jauh karena semua korban tidak berada jauh dari lokasi dan karena keadaan sedikit gelap karena hujan, para penyelamat tidak melihat keberadaan dokter Tomi yang jauh terbawa ombak.
Mereka mengira semua penumpang sudah diselamatkan. "
Kata dokter Atalim menyimpulkan kejadian yang menimpa dokter Tomi.
" Bisa jadi dokter Tomi yang terpisah dari korban yang lain ditemukan oleh nelayan yang sering mencari ikan di perairan itu. Dan pada saat mereka menemukan dokter Tomi, mereka membawa dokter Tomi ke tempat tinggal mereka. "
Dokter Siska menyampaikan pendapatnya mengenai hilangnya dokter Tomi.
" Iya, bisa jadi seperti itu. Karena disekitar perairan sana banyak para nelayan yang mencari ikan. "
Imbuh dokter Radit yang saat itu mendengarkan penjelasan dari tim SAR.
" Mungkin sebaiknya nanti saya sendiri yang akan mencari mas Tomi di desa-desa sekitar tempat kejadian.
Saya memiliki keyakinan jika kakak saya ditemukan oleh nelayan dan dibawa pulang. "
Riki berkata bahwa nanti ia sendiri yang akan mencari Tomi karena Riki punya keyakinan jika Tomi diselamatkan oleh nelayan yang ada disekitar pulau.
" Jika dokter Tomi ada yang menemukan dan dibawa pulang oleh nelayan, mengapa tidak ada nelayan yang mengaku melihat dokter Tomi saat tim SAR melakukan penyisiran? "
Tanya dokter Siska yang menyimak kata- kata Riki dan dokter Radit.
" Bisa jadi yang menemukan dokter Tomi bukan nelayan disekitar pesisir pelabuhan, tapi di bagian pulau yang lain. "
__ADS_1
Jawab Riki yang sudah bisa mengambil kesimpulan dari cerita kejadian yang menimpa Tomi.
Dan Riki akan berusaha sendiri untuk mencari kakaknya karena tim SAR tidak akan melakukan pencarian lagi.