DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Perkenalan Aryanto Dengan Group Ralove


__ADS_3

Maryam hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Indri.


Ia tak pernah mengharap lebih atas pertemanannya dengan Yudha.


Selama ini, Maryam dan Yudha berteman baik, tidak pernah ada sesuatu hal yang berlebihan yang Yudha lakukan pada Maryam.


Jika senggang, Yudha akan datang ke rumah Maryam sekedar untuk mengobrol dengan dirinya atau dengan orang tuanya.


Hubungan Yudha dengan kedua orang tua Maryam juga baik.


Terkadang orang tuanya akan bertanya pada Maryam jika Yudha lama tidak datang kerumah mereka.


Saat Indri mengatakan jika Yudha memberi kode pada Maryam, Yudha sempat melihat ekspresi Maryam yang biasa-biasa saja.


Tidak ada rona malu ataupun grogi saat mendengar kata-kata Indri.


" Maryam terlihat biasa saja, tidak terlihat salah tingkah saat Indri menyinggung tentang aku. Sepertinya Maryam memang memandang hubungan kami sebatas teman.


Syukurlah jika Maryam tidak memandang lebih pada hubungan kami.


Atau apa Maryam terlalu pintar menyimpan perasaannya hingga tidak terbaca diraut wajahnya? "


Yudha bertanya-tanya dalam hati mengenai perasaan Maryam kepadanya.


Karena setiap bertemu, sikap Maryam biasa saja, seperti layaknya pada seorang teman.


Maryam tidak bersikap berlebihan dengan memacari-cari perhatian.


Yudha sendiri terkadang bingung dengan sikap Maryam.


Maryam sering mengajaknya berkumpul dengan group Ralove jika mereka sedang ada acara kumpul bareng, tapi karena Yudha banyak kesibukan sehingga ia tidak bisa memenuhi ajakan Maryam.


Beruntung hari ini ia sedang santai, sehingga saat Maryam mengajak untuk mengikuti acara lamaran Tomi dan Asti, Yudha bisa ikut.


" Rupanya group Ralove ini beranggotakan orang-orang yang sudah mapan, tapi mereka terkadang bersikap slengean saat sedang berkumpul.


Beruntung Maryam dikelilingi teman-teman yang bisa diajak saling berbagi.


Biasanya orang-orang yang mapan seperti mereka membuat group sosialita, yang mana ada diantara anggotanya yang suka bersikap pamer.


Tapi di group Ralove ini semua bersikap sewajarnya.


Mereka saling mengisi dan melengkapi, walaupun ada yang berpasangan tetapi tetap mendukung yang masih sendiri.


Tidak ada kata bully-an, kecuali ketika sedang bercanda. "


Yudha memperhatikan anggota group Ralove yang ada didekatnya.


Ia merasa salut dengan pertemanan yang terjalin diantara mereka.


Mereka bukan group sosialita yang hanya memamerkan kemampuan masing-masing, tapi mereka justru saling mendukung antara satu dengan yang lain.


Fikiran Yudha hanya terfokus pada anggota group Ralove yang dia fikir merupakan group yang sangat mengutamakan pertemanan.

__ADS_1


" Mas Yudha jangan kebanyakan bengong, nanti digigit sapi ompong. "


Ucup menepuk bahu Yudha karena terlihat Yudha hanya tersenyum saja.


" Saya tidak sedang bengong, jadi ga mungkin dimakan sapi ompong. "


Yudha mencoba untuk mengikuti cara bercanda mereka.


" Jadi lagu abang tukang bakso dong kalau digigit sapi ompong. "  Fyth menyahuti kata-kata Ucup.


" Rudy, itu Fyth pengen makan bakso katanya, ambilin sono. " Asma mengatakan pada Rudy jika Fyth ingin makan bakso.


" Naga-naganya sudah Kekenyangan semua ini, ngomongnya sudah pada ngelantur. " Takdir mengatakan bahwa kata-kata temannya sudah pada ga nyambung.


" Iya nih.. Dah ga konek kayaknya.


Kopi mana kopi..?? "


Wangky juga ikut-ikutan bicara ga nyambung.


" Ini mah kode alam namanya, Ara minta mbak Sari untuk buat kopi. "


Tomi yang memahami maksud teman-temannya meminta pada Asti agar minta dibuatkan kopi pada mbak Sri.


" Iya sebentar, Ara kasih tahu mbak Sari dulu, bang. "


Asti mengerti apa yang dikatakan oleh Tomi, lalu berdiri untuk mencari bi Sari.


Yang lainpun ikut tertawa.


Hal-hal seperti inilah yang sedang diperhatikan oleh Yudha, sebuah pertemanan yang tidak memandang profesi.


Mereka merasa jika mereka biasa-biasa saja. Obrolan apapun akan jadi candaan dan tidak ada yang merasa tersinggung ataupun sakit hati.


Tak lama Asti kembali bergabung bersama mereka, dibelakang Asti dan Aryanto yang membawa teko berisi kopi dan mbak Sari yang membawa nampan berisi cemilan.


" Wah.. Jadi betah kalau seperti ini, ada kopi dan ada cemilan cepuluh.


Semangat ngopi jika ditemani sama bidadari tanpa sayap. "


Rudy membantu Aryanto menaruh teko kopi dan jelas yang dibawanya diatas sebuah kursi.


Rudi menarik beberapa kursi yang ada didekat mereka untuk menaruh kopi juga cemilan.


" Kalau ada cemilan cepuluh, yang cebelas  gimana? Ga diajak? Kasian dong , cuma sendirian. "


Fajar menyahuti kata-kata Rudy sambil menuangkan kopi.


" Kalau cebelas cuma sendiri, suruh bang TM atau bang Takdir yang nemenin, mereka kan sama, sama-sama lagi jadi jones. "


Kata Fyth yang meledek TM dan Takdir.


" Aku.. Lagi, padahal aku ga ngapa-ngapain lho.. Tapi masih disebut aja. Fyth tega banget sama bang TM mentang-mentang sudah jadi bidadari turun dari taksi miliknya bang Rudy. Hiks.. Hikss.. Hiksss.. "

__ADS_1


TM berpura-pura sedih mendengar apa yang dikatakan oleh Fyth.


Mereka pun kembali tertawa oleh ulah TM.


" TM..jika kita dibully terus, kita laporkan saja mereka, disini ada Yudha tempat kita melapor.


Atau kita bunuh diri aja, tapi jangan pake racun tikus dapat ngutang, apalagi tali kolor warna hitam, ntar banyak dakinya tapi ga kelihatan.


Kita bunuh diri dengan minum segelas kopi buatan bi Sari. "


Takdir menyambung kata-kata yang diucapkan oleh TM.


" Cup.. Cup.. Cup... Kasihan banget sih kalian, siapa yang nakal? Nanti biar mak tampol pake bolu. "


Hatae pun tak mau ketinggalan untuk ikut mengolok-olok TM dan Takdir.


" Eh.. Sebentar, aku mau ngenalin sepupu aku dulu, dari tadi kalian bercanda terus. "


Asti meminta perhatian teman-temannya karena ingin mengenalkan saudaranya.


" Ini sepupu aku dari Yogya, namanya mas Aryanto. "


Asti mengenalnya Aryanto pada anggota group Ralove.


Mereka semua menyambut baik kehadiran Aryanto dan saling mengenalkan diri.


Di group Ralove hanya Tomi yang sudah mengenal Aryanto karena mereka bertemu saat Tomi di Yogya.


" Salam kenal buat semua, saya Aryanto sepupu Asti.


Kalau mas Tomi sudah mengenal saya sejam di Yogya, karena kami pernah bertemu disana. "


Aryanto pun mengenalkan diri pada teman-teman Asti.


" Mas Aryanto masih jomblo atau sudah ada gandengan? " tanya Anny.


" Nah.. Anny kenapa tanya mas Aryanto ada gandengan atau tidak, entar bang Ucup nya merujak lho..? "


Asma menegur Anny yang menanyakan status Aryanto.


" Kalau aku mah ga bakal cembokur, karena Anny sudah terikat kontrak sama aku, tinggal nunggu disahkan aja kontraknya sama penghulu. "


Ucup membela Anny dan mengatakan jika mereka telah terikat dan tinggal menunggu pengesahan.


" Mbak Anny, memang mas Aryanto truk gandeng harus ada gandengannya? " tanya  Maryam pada Anny.


"Mbak Anny, memang mas Aryanto truck gandeng, harus ada gandengannya?"


tanya Maryam pada Anny.


"Nah gitu dong Maryam, dari tadi diam aja, kayak yang lagi sakit gigi."


Indri menggoda Maryam yang baru mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


__ADS_2