
Setelah selesai acara resepsi, keluarga pengantin meninggalkan gedung untuk acara, juga para tamu sudah kembali ke rumah masing-masing.
Anny dan Ucup telah berada di kamar pengantin mereka.
Anny tengah duduk di depan meja rias guna membersihkan sisa-sisa make-up yang ada di wajahnya.
Anny melepaskan aksesoris yang menempel di kepalanya.
Selesai melepas semua aksesoris, Anny merasa lega, kepalanya terasa ringan.
Setelahnya, secara perlahan Anny menyisir rambutnya agar tidak terlihat tegang akibat pemakaiannya hair spray.
Ucup baru keluar dari kamar mandi, ia telah membersihkan diri karena merasa gerah setelah melakukan acara resepsi pernikahannya dengan Anny.
" Sudah selesai mandinya bang?
Itu Anny sudah siapkan baju gantinya diatas tempat tidur. "
Anny mengatakan pada Ucup jika ia telah menyiapkan baju ganti.
" Abang sudah selesai mandi, seger banget rasanya, tadi rasanya badan gerah dan lengket banget. "
Ucup mengatakan jika ia telah merasa segar setelah mandi.
Anny telah menyelesaikan menyisir rambutnya.
Melalui kaca rias, ia melihat jika Ucup telah berganti pakaian dan tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Anny berniat untuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Ia melepaskan pakaian pengantin yang di kenakan nya.
Karena resleting yang terlalu panjang, Anny merasa kesulitan untuk membuka baju pengantinnya.
Ucup yang melihat Anny kesulitan membuka gaun pengantinnya datang menghampiri Anny dan membantu Anny membuka resleting itu.
Ucup mengusap lembut bahu Anny yang terlihat begitu putih dan bersih.
" Apa sih bang? "
Kata Anny yang merasa geli dengan usapan lembut tangan Ucup.
Ucup tidak menjawab pertanyaan Anny, ia malah mengusap lembut punggung Anny yang terlihat setelah ia membuka resleting baju pengantinnya.
Anny merasa malu saat Ucup mengecup lembut bahunya dari belakang.
" Sudah bolehkan abang melakukannya? "
Tanya Ucup ditelinga Anny.
" Anny mau mandi dulu bang, Anny gerah." kata Anny yang merasa malu karena ulah Ucup.
Dada Anny berdebar cepat saat Ucup mencium bahu dan belakang telinganya.
" Bang.. Anny mau mandi dulu ya? " Anny lagi merasa ada sesuatu yang aneh yang ia rasakan.
Walaupun Anny dan Ucup berpacaran, tapi mereka tidak pernah melakukan sesuatu hal yang berlebihan.
__ADS_1
Mereka hanya sekedar mengobrol atau berpegangan tangan saat mereka bertemu.
Anny dan Ucup selalu menjaga diri mereka masing-masing saat berpacaran.
Ucup tahu apa yang Anny rasakan karena ia juga merasakan hal yang sama.
Ucup memutar tubuh Anny agar menghadap kearahnya.
" Terima masih ya, Anny sudah menerima cinta abang, dan sekarang Anny juga sudah bersedia untuk menjadi istri abang."
Ucup memandang wajah Anny dengan tatapan yang lembut.
" Kedepannya, kita jalani hari-hari kita bersama-sama.
Kita akan selalu saling menyayangi dan mencintai. Abang berharap apapun yang terjadi setelah kita menikah, akan kita hadapi bersama. "
Ucup mengatakan pada Anny jika mereka berdua akan selalu bersama dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
" Anny juga berterima kasih pada abang yang telah menerima Anny apa adanya.
Semoga abang akan selalu menyayangi dan mencintai Anny dan menjalani suka duka rumah tangga kita dengan saling percaya dan terbuka. "
Anny pun meminta pada Ucup agar selalu menyayangi dan mencintai nya.
Ucup mengangkat dagu Anny dengan jarinya, lalu menatap mata Anny dengan lembut.
Tatapan keduanya beradu seakan saling menyelami isi hati masing-masing.
Secara perlahan Ucup menundukkan wajahnya, ia ingin mencoba sesuatu yang telah halal bagi nya.
Anny merasakan hangatnya hembusan nafas Ucup diwajahnya, lalu tanpa sengaja Anny memejamkan matanya.
Ucup menempelkan bibirnya dibibir Anny yang terasa lembut dan kenyal.
Satu tangannya mengusap punggung Anny sementara satu lagi menahan tengkuk Anny.
Anny dan Ucup saling menikmati ciuman panjang mereka, satu hal yang baru pertama kali mereka lakukan berdua. Setelah cukup lama, Ucup melepaskan ciuman mereka.
Ia menyeka dengan lembut bibir Anny dengan jarinya, membersihkan sisa saliva yang menempel.
Anny merasa malu, tapi ia juga menikmati ciuman pertama mereka.
Ada sesuatu yang mengganjal dalam diri Ucup yang ingin dituntaskan.
Tapi ia sadar jika hari menjelang maghrib, tidak mungkin ia menuntaskan hasratnya saat ini.
" Terima kasih ya, karena sudah mengizinkan abang menikmati lembutnya bibir Anny. "
Ucup membisikkan kata itu ditelinga Anny.
Dipeluk nya Anny dengan erat, seakan ingin melepaskan rasa rindu yang ia simpan dalam hati.
" Ya sudah, sekarang Anny mandi dulu ya, agar terasa segar. "
Ucup melepaskan pelukannya, lalu meminta Anny untuk mandi.
Dengan masih merasa malu atas perlakuan Ucup, Anny masuk ke kamar mandi untuk membersihkan
__ADS_1
diri.
*
*
*
Sementara itu, di rumah Asti, Tomi tengah mengobrol dengan Asti diteras rumah.
" Jadi mas Tomi sudah bersiap untuk berangkat ke luar kota? "
Tanya Asti yang tengah duduk disamping Tomi.
Mereka duduk berdampingan dengan dihalangi oleh sebuah meja bulat.
" Iya Ara, keberangkatan abang dipercepat beberapa hari, karena dirumah sakit sana tengah memerlukan dokter ahli bedah dengan segera. "
Tomi mengatakan pada Asti jika kepergiannya keluar kota memang sedikit dipercepat.
" Jadi kapan pastinya mas akan berangkat? " tanya Asti kepada Tomi.
" Besok mas urus surat tugas untuk ke luar kota dan menyelesaikan pekerjaan mas di rumah sakit sini, kemungkinan dua hari lagi mas sudah berangkat. "
Tomi menjelaskan pada Asti waktu keberangkatannya bertugas keluar kota.
" Jadi mas tidak ikut ke acara lamarannya Wangky dan Hatae? "
Tanya Asti yang menyangkan ketidakhadiran Tomi pada acara lamaran Wangky.
" Iya, mas tidak bisa ikut.
Mas harap Ara bisa datang dan mewakili ketidakhadiran mas.
Sampai kan salam mas pada Wangky dan Hatae, juga permohonan maaf mas karena tidak bisa menghadiri acara mereka. "
Tomi meminta pada Asti untuk mewakili dirinya ke acara lamaran Wangky sekaligus meminta Asti untuk minta maaf pada mereka atas ketidakhadirannya.
Iya mas, nanti Ara sampai pada Wangky dan Hatae, jika mas tidak bisa hadir di acara mereka. "
Asti mengatakan jika ia akan menyampaikan permintaan maaf Tomi pada Wangky dan Hatae.
Sejenak mereka terdiam, masing-masing memikirkan perpisahan yang akan mereka alami nanti.
" Ara mau bersabar kan menunggu mas selesai tugas di luar kota? "
Akhirnya Tomi bertanya pada Asti, meminta Asti untuk sabar menunggunya selama ia bertugas keluar kota.
" Ara akan selalu bersabar menunggu mas menyelesaikan tugas mas diluar kota, karena sudah menjadi resiko bagi Ara memiliki seorang kekasih yang berprofesi sebagai seorang dokter. "
Asti menjelaskan bahwa ia akan bersabar menunggu Tomi dan ia memahami tugas Tomi sebagai seorang dokter.
" Terima kasih ya Ara atas pengertian Ara atas tugas yang harus mas selesaikan.
Semoga ini tidak akan memakan waktu lama.
Setelah mas kembali darin luar kota, kita akan meresmikan hubungan kita ke jenjang pernikahan. "
__ADS_1
Tomi merasa bersyukur karena Asti memahami tugasnya, dan berjanji pada Asti bahwa setelah kembali dari luar kota ia akan meresmikan hubungan mereka.