
Saat mereka tengah menikmati teh hangat dan cemilan, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah Asti.
" Itu pasti bapak sama ibu yang sudah pulang. " kata mbak Sari sambil berdiri.
Mbak Sari berjalan keluar untuk menyambut kedatangan kedua orang tua Asti di teras rumah.
" Assalamu'alaikum, ada tamu mbak? "
Salam ibu pada mbak Sari yang tengah berdiri di teras dan bertanya apa ada tamu dirumahnya, karena ibu melihat ada kendaraan lain diluar rumah.
" Wa'alaikumsalam, iya bu, ada teman-teman non Asti di dalam. " jawab mbak Sari.
Setelah memasukkan mobil ke garasi, ayah menyusul ibu yang tengah berbicara dengan mbak Sari.
" Ada siapa, bu? " tanya ayah saat melihat ada kendaraan di luar.
" Kata mbak Sari ada teman-temannya Asti, yah. " jawab ibu.
Ayah dan ibu melangkah memasuki rumah.
" Assalamu'alaikum. " salam ayah dan ibu saat memasuki rumah.
" Waalaikumsalam. " jawab Indri dan teman-temannya sambil berdiri menyambut kedatangan orang tua Asti.
Mereka bersalaman dan mencium punggung tangan ayah Asti serta berpelukan dengan ibu Asti.
" Silakan duduk, nak! " kata ibu pada teman-teman Asti.
" Iya bu, terima kasih. " jawab mereka sambil kembali duduk ditempat masing-masing.
" Ayah ke kamar dulu bu, mau mandi, gerah. " kata ayah pada ibu.
" Iya, yah! " jawab ibu.
" Bapak tinggal dulu ya? " kata ayah yang pamit pada teman-teman Asti.
" Baik, pak! " jawab mereka.
" Ibu bagaimana kabarnya? " tanya Fyth mewakili teman-temannya.
" Alhamdulillah kabar ibu baik, nak.
Walaupun tidak terlalu baik karena musibah yang menimpa Tomi. "
Jawab ibu mengatakan keadaannya pada Fyth dan teman-temannya.
" Jadi Asti berangkat ke Kendari bersama Riki, bu? " tanya Asma.
" Iya, mereka pergi mendadak.
Tadi Riki mencari informasi ke rumah sakit tempat Tomi bekerja saat disini tapi tidak ada berita yang pasti karena dari rumah sakit disana juga belum ada memberi kabar.
Jadi orang tua Tomi memutuskan agar Riki kesana untuk mencari informasi yang akurat mengenai Tomi, Asti ingin ikut kesana.
Jadilah mereka pergi menggunakan pesawat siang ini. "
Ibu menjelaskan keadaan yang sebenarnya sehingga Asti dan Riki pergi secara mendadak untuk mencari informasi mengenai Tomi.
__ADS_1
" Semoga ada kabar terbaik ya bu mengenai Tomi. " kata Indri pada ibu.
" Iya nak, do'akan ya agar Tomi bisa ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. " imbuh ibu dengan raut wajah sedih
Ibu tidak tahu bagaimana dengan Asti jika terjadi sesuatu dengan Tomi.
" Insya Allah Tomi baik-baik saja bu.
Bukankah korban yang lain semua dalam keadaan selamat? " kata Fyth yang duduk disamping ibu sambil mengusap punggung tangan ibu.
Mereka sedih melihat keadaan ibu Asti, karena mereka tahu jika saat ini ibu sangat mencemaskan keadaan Asti setelah musibah yang menimpa Tomi.
Setelah mengobrol cukup lama dengan ibu Asti, Fyth dan teman-temannya berpamitan karena hari sudah hampir menjelang magrib.
" Ibu, karena sudah sore, kami permisi untuk pulang dulu. " kata Indri pada ibu mewakili teman yang lain.
" Iya nak, terima kasih karena sudah mau menjenguk Asti kesini walaupun Asti sendiri sedang tidak ada. "
Kata ibu pada mereka.
Ibu merasa sedih saat mereka berpamitan karena ibu akan kembali merasa kesepian setelah Asti tidak ada dirumah.
" Sering-sering main kesini ya, nak! " seloroh ibu lagi.
" Insya Allah bu, kami akan kesini lagi nanti. " kata Asma.
" Bapak mana bu? sampaikan pada bapak, kami pamit dulu. "
Fyth menanyakan keberadaan bapak karena mereka akan berpamitan.
" Bapak mungkin ketiduran, karena kecapean dijalan. Nanti ibu sampaikan pada bapak jika kalian pamit pulang. "
Fyth, Indri dan Asma bergantian memeluk ibu saat mereka berpamitan untuk pulang.
Setelah teman-teman Asti pulang, ibu menyusul ayah ke kamar untuk membersihkan diri karena sudah menjelang magrib.
°
°
Pukul sembilan belas malam, Asti dan Riki baru keluar dari bandara dan berniat mencari hotel untuk tempat mereka menginap.
" Sudah malam, sebaiknya kita mencari hotel untuk menginap selama kita berada disini." kata Riki pada Asti.
" Iya! Kita cari hotel yang dekat rumah sakit saja, hotel tempat mas Tomi menginap saat pertama datang kesini. "
Kata Asti yang menyarankan mencari hotel tempat Tomi pernah menginap karena dekat dengan rumah sakit.
" Baiklah kalau begitu, kita cari taksi dulu untuk menuju kesana. " kata Riki lagi.
Asti dan Riki keluar dari bandara dan mencari taksi online yang biasa mangkal disekitar bandara.
" Taksi, bang! " kata seseorang yang mendekati mereka dan menawarkan mobil tumpangan.
Riki berbicara dengan supir taksi, meminta diantarkan ke hotel dekat rumah sakit.
Supir pun mengerti dengan lokasi hotel yang akan dituju oleh mereka.
__ADS_1
Setelah itu, Asti dan Riki menaiki taksi online yang mengantarkan mereka ke hotel.
Satu jam perjalanan dari bandara, Asti dan Riki tiba di hotel yang mereka tuju.
Setelah membayar ongkos taksi, mereka memasuki hotel lalu menuju meja resepsionis.
" Selamat malam, selamat datang di hotel kami. " sapa resepsionis ramah.
" Selamat malam, mbak. Mbak, saya memesan dua kamar untuk malam ini apakah masih ada? " tanya Riki pada si resepsionis.
" Sebentar ya pak, saya cek dulu. " jawab si resepsionis sambil mengecek di layar komputernya.
" Masih ada kamar yang kosong, pak. " kata si resepsionis setelah mengecek pada layar komputernya.
" Saya pesan dua kamar, dan ini identitas saya."
Riki memesan dua kamar untuk mereka lalu menyerahkan kartu Identitas miliknya.
Petugas resepsionis mencatatkan Identitas Riki sebagai pemesan kamar, lalu menyerahkan kembali kartu Identitas itu pada Riki bersama bukti booking dan kunci kamar.
" Ini Identitas bapak, ini bukti booking dan kunci kamar bapak dan ibu.
Kamar bapak dan ibu nomor 565 dan 566 dilantai empat. "
Petugas resepsionis memberitahukan pada Riki letak kamar mereka.
Setelah dari resepsionis, Riki mengajak Asti untuk menaiki lift menuju kamar mereka.
" Ayo teh, kita keatas ke kamar kita.
Ini kartu kamar teteh. "
Riki mengajak Asti untuk menuju ke kamar dan menyerahkan kunci kamar Asti.
Asti mengambil kunci kamarnya lalu mengikuti Riki yang berjalan menuju ke arah lift.
Setelah menunggu sebentar, lift pun terbuka dan Riki menekan angka empat untuk menuju kamar mereka.
Tiba di lantai empat, mereka mencari nomor kamar mereka, yang ternyata berhadapan.
" Teh, kita membersihkan diri dulu, lalu kita nanti keluar untuk mencari makan malam. Atau teteh mau pesan layanan kamar saja? " tanya Riki yang meminta Asti untuk membersihkan diri lalu mengajaknya untuk makan malam.
" Kayaknya teteh pesan layanan kamar aja, teteh merasa sedikit capek dan pengen segera istirahat. "
Jawab Asti yang lebih memilih layanan kamar.
Asti merasa sangat lelah karena seharian ini dia tidak beristirahat.
Dari pagi saat ke rumah Tomi sampai mereka di hotel, Asti belum istirahat sama sekali.
Jadi ia mengatakan pada Riki jika ia ingin segera beristirahat.
" Baiklah teh jika begitu, teteh jangan tidak makan malam, nanti teteh sakit.
Selamat beristirahat ya teh! "
Riki meminta Asti untuk tidak melewati makan malam agar ia tidak sakit.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu pada Asti, Riki membuka pintu kamarnya lalu masuk kedalam kamar.
Begitu juga dengan Asti yang ingin segera membersihkan diri dan beristirahat.