DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 169 Ketemu Suster Novie.


__ADS_3

Pagi ini setelah selesai sarapan, Asti dan Riki akan pergi ke rumah sakit tempat Tomi bertugas untuk mencari informasi.


" Kita langsung ke rumah sakit, teh? " tanya Riki pada Asti saat mereka menikmati sarapan pagi di hotel.


" Iya, lebih baik kita ke rumah sakit untuk mencari informasi mengenai mas Tomi." jawab Asti setelah menyelesaikan sarapannya.


Asti tidak ingin menunda waktu untuk pergi ke rumah sakit.


Ia ingin segera mengetahui berita mengenai Tomi.


" Baiklah teh jika begitu, kita naik taksi online saja kesana.


Jarak dari hotel ini ke rumah sakit tidak begitu jauh, paling sekitar sepuluh menit perjalanan dengan naik mobil."


Riki menyetujui keinginan Asti untuk segera ke rumah sakit.


Riki juga sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar mengenai kakaknya,. Tomi.


Riki sudah mengecek diaplikasi jarak dari hotel menunju ke rumah sakit.


" Teh, apa teteh sudah memberi kabar pada ayah dan ibu dirumah? " tanya Riki yang bertanya apa Asti sudah memberi kabar pada orang tuanya.


" Sudah, tadi malam teteh sudah menelepon ayah jika kita sudah sampai dan sedang berada di hotel. "


Asti menyampaikan pada Riki jika ia sudah memberi kabar pada kedua orang tuanya.


" Syukurlah teh jika demikian. Riki juga sudah memberitahu pada papah dan mamah jika kita sudah sampai. "


Riki juga menyampaikan pada Asti jika ia sudah mengabari papah dan mamahnya.


" Teteh akan kembali ke kamar dulu atau kita langsung ke rumah sakit? " tanya Riki pada Asti.


" Teteh sudah siap, jadi kita bisa langsung berangkat ke rumah sakit." jawab Asti bahwa ia sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit.


Setelah selesai sarapan dan merapikan sedikit penampilannya, Asti dan Riki menuju lobi hotel untuk memesan taksi online menuju rumah sakit.


Riki mengutak-atik ponselnya, lalu memesan taksi online.


Hanya berselang lima menit, taksi online pun sudah berada dihadapan mereka.


" Ke rumah sakit Harapan Sehat, ya pak?" kata Riki pada supir taksi tersebut.


" Baik, pak. " jawab sang supir lalu melajukan mobilnya setelah Asti dan Riki duduk dengan nyaman didalam mobil.


Asti dan Riki memandang kearah luar jendela mobil, memperhatikan jalan-jalan yang mereka lalui.


Begitu banyak harapan yang tersemat di hati Asti dan Riki.


Harapan bahwa mereka akan mendapatkan kabar terbaik mengenai keadaan dan keberadaan Tomi.

__ADS_1


Asti dan Riki sama-sama cemas, takut jika mereka mendapat kabar tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.


Tapi mereka optimis jika mereka bisa mendapatkan informasi yang akurat jika mereka mendatangi dan bertanya langsung pada pihak rumah sakit.


°


°


Setelah selama sepuluh menit menempuh perjalanan, mobil yang ditumpangi oleh Asti dan Riki memasuki lobi rumah sakit yang mereka tuju.


Supir menghentikan mobil dihalaman rumah sakit.


Setelah membayar sesuai aplikasi, Asti dan Riki turun dari mobil.


Mereka menuju lobi dan menemui security yang bertugas didepan lobi.


" Selamat pagi, pak. " sapa Riki pada security yang bertugas pagi ini.


" Selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu? " tanya security itu pada Riki.


" Maaf Pak, apa saya bisa bertemu dengan dokter Atalim? " tanya Riki pada security itu.


" Jika boleh tahu, ada keperluan apa bapak ingin bertemu dengan dokter Atalim? Apa sebelumnya sudah ada janji dengan beliau? " tanya security itu lagi.


" Maaf sebelumnya, pak.


Kenalkan saya Riki adik dari dokter Tomi, dan ini Asti tunangan dokter Tomi."


Saat Riki mengenalkannya pada security yang ada dihadapan mereka, Asti hanya tersenyum dan mengangguk kecil pada security itu.


" Tujuan kami ingin bertemu dengan dokter Atalim karena ingin mengetahui berita mengenai keberadaan dokter Tomi, karena sebelumnya saya mendapatkan telepon dari dokter Atalim yang menyampaikan berita mengenai kecelakaan yang menimpa kakak saya, dokter Tomi. "


Akhirnya Riki menyampaikan tujuannya menemui dokter Atalim setelah dokter Atalim menelepon dan memberitahu mengenai kecelakaan yang menimpa dokter Tomi.


" Oh, maaf Pak. Tapi saat ini dokter Atalim sedang tidak berada ditempat.


Dokter Atalim kemarin pagi berangkat ke pulau tempat diadakan acara bakti sosial untuk melihat kondisi tim dokter yang mengalami musibah disana. "


Security itu menjelaskan jika dokter Atalim tengah tidak berada ditempat karena sedang berangkat menuju pulau tempat akan diadakan acara bakti sosial.


" Jika demikian, siapa yang menggantikan dokter Atalim yang bisa kami temui saat ini? " tanya Riki pada security itu.


Sejak tadi, Asti hanya menyimak obrolan Riki dan security tanpa ikut menimpali obrolan mereka.


" Bapak bisa menemui dokter Hermawan yang mewakili dokter Atalim di rumah sakit ini. "


Kata security yang memberitahu Riki jika mereka bisa menemui dokter Hermawan.


" Baiklah jika demikian, saya dan bu Asti ingin bertemu dengan dokter Hermawan. Bisakah bapak memberitahu kami dimana ruangan dokter Hermawan? "

__ADS_1


Riki mengatakan jika mereka akan menemui dokter Hermawan jika dokter Atalim tidak berada ditempat.


Lalu Riki menanyakan dimana ruangan dokter Hermawan.


Security memanggil seorang suster yang kebetulan berada tidak jauh dari mereka.


" Suster Novie! " panggil security pada seorang suster.


Suster yang dipanggil oleh security menoleh lalu bertanya,


" Bapak memanggil saya? " tanya suster Novie.


" Iya suster. Ini ada keluarga dari dokter Tomi ingin bertemu dengan dokter Hermawan. Bisakah suster mengantarkan beliau berdua keruangan dokter Hermawan? Saya tidak bisa meninggalkan meja saya karena tidak ada yang menggantikan saya disini. "


Security itu memberitahu jika ada keluarga dokter Tomi yang ingin bertemu dengan dokter Hermawan.


Dan security itu meminta tolong pada suster Novie untuk mengantarkan mereka ke ruangan dokter Hermawan.


" Baiklah, mari pak, bu, saya akan mengantarkan bapak dan ibu ke ruangan dokter Hermawan. "


Suster Novie bersedia mengantarkan Asti dan Riki ke ruangan dokter Hermawan.


" Terima kasih atas bantuannya pak, saya dan bu Asti akan ke ruangan dokter Hermawan dulu. "


Riki berterima kasih pada security yang ditemuinya, lalu berpamitan untuk menuju ruangan dokter Hermawan ditemani oleh suster Novie.


" Sama-sama, pak! " kata security sambil tersenyum dan membalas anggukan Asti dan Riki dengan sopan.


Asti dan Riki mengikuti langkah suster Novie menuju ruangan dokter Hermawan.


" Maaf jika boleh tahu, bapak dan ibu apa saudaranya dokter Tomi? "


tanya suster Novie ditengah perjalanan mereka menuju ruangan dokter Hermawan.


" Iya suster. Saya Riki, adik dari dokter Tomi dan ini bu Asti, calon istri dokter Tomi. " jawab Riki memperkenalkan dirinya dan Asti pada suster Novie.


" Saya suster Novie, asisten dokter Tomi. Saya berdua dengan suster Mirah yang saat ini ikut menjadi korban kecelakaan itu. "


Suster Novie memperkenalkan diri dan. mengatakan jika ia dan suster Mirah merupakan asisten dokter Tomi.


Tapi suster Mirah ikut menjadi korban kecelakaan bersama dokter Tomi karena mereka ikut dalam kegiatan bakti sosial yang akan diadakan di pulau.


Suster Novie menceritakan bagaimana dokter Tomi bekerja di rumah sakit itu.


Dokter Tomi yang terkenal ramah pada siapapun, baik pada sesama dokter maupun pada perawat yang bertugas disana.


Asti dan Riki menyimak apa yang dikatakan oleh suster Novie.


Mereka tidak menyangka jika mereka bertemu dengan asisten dokter Tomi saat bertugas di rumah sakit itu.

__ADS_1


Suster Novie sendiri tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan adik dan tunangan dari dokter Tomi.


__ADS_2