DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 202 Bella Merasa Sakit Hati.


__ADS_3

Keesokan harinya, Tomi sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit karena keadaannya benar-benar sudah pulih.


Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada tubuh bagian luar dan dalam, hasilnya tidak ada yang perlu di khawatirkan pada diri Tomi.


" Alhamdulillah, hasil check-up dokter Tomi sudah ada dan hasilnya tidak ada bagian tubuh yang perlu dikhawatirkan, juga organ bagian dalam semuanya dalam keadaan baik-baik saja. " kata dokter Atalim setelah menerima hasil pemeriksaan dokter Tomi.


" Alhamdulillah dokter jika hasilnya baik-baik saja. Saya sempat khawatir jika organ bagian dalam dokter Tomi ada yang kurang baik, mengingat dokter Tomi pernah mengalami benturan. " kata Asti yang merasa bersyukur karena hasil pemeriksaan Tomi tidak ada yang perlu ndi khawatirkan.


Saat ini mereka tengah berkumpul di ruangan dokter Atalim karena dokter Atalim mengundang mereka untuk berbincang di ruangannya.


Selain memeriksa hasil check-up dokter Tomi, mereka juga berkumpul untuk melepaskan keberangkatan dokter Tomi ke Jakarta karena dokter Tomi sudah menyelesaikan tugasnya di rumah sakit Harapan Sehat dan dokter yang bertugas menggantikan dokter Tomi sudah bertugas semenjak dokter Tomi dinyatakan hilang.


" Dokter Tomi pasti senang sudah bisa kembali lagi bertugas di Jakarta dan tidak akan melakukan LDR lagi dengan mbak Asti. " kata dokter Radit yang menggoda dokter Tomi.


" Iya dokter, Alhamdulillah saya sudah bisa kembali bertugas di Jakarta.


Nanti saya pasti rindu ngopi bareng dokter Radit jika saya sudah kembali ke Jakarta. " seloroh dokter Tomi.


" Pasti saya juga bakal rindu dengan dokter Tomi, karena hanya dokter Tomi yang sering menemani saya ngopi saat berada di mess. " imbuh dokter Radit pula.


" Wah nanti bisa jadi terbalik ini, jika selama ini dokter Radit menemani dokter Tomi dan melakukan LDR dengan mbak Asti, tapi saat di Jakarta nanti dokter Tomi akan LDR an dengan dokter Radit. " kata dokter Tyas sambil tertawa.


Mereka yang ada di ruangan tersebut ikut tertawa saat mendengar kelakar dokter Tyas.


" Benar itu dokter Tyas, nanti mbak Asti jangan cemburu jika dokter Tomi dan dokter Radit LDR an. " kata Riki menimpali kata-kata dokter Tyas.


" Wah bisa bahaya jika dokter Tomi dan dokter Radit LDR an, bisa terong makan terong,. dong..?? " kata dokter Tyas lagi.


Tawa mereka kembali terdengar setelah adanya obrolan ringan dan lucu diantara mereka. Suasana akrab terlihat diantara mereka.


Sayang dokter Siska tidak ada diantara mereka karena dokter Siska sedang. melakukan praktek.


" Nanti jika dokter Tomi dan mbak Asti. melakukan acara pernikahan, jangan lupa untuk mengundang kami yang ada disini. " kata dokter Atalim pada dokter Tomi dan Asti.


" Insya Allah saya akan mengundang rekan-rekan yang ada disini, walaupun jauh saya berharap semua bisa datang." kata dokter Tomi.


" Memangnya acara pernikahannya, kapan? " tanya dokter Radit.


" Belum tahu, tapi secepatnya setelah saya kembali ke Jakarta. " jawab dokter Tomi.

__ADS_1


" Sepertinya ada yang sudah tidak sabar mau berdua-duaan. " kata dokter Tyas menggoda Tomi.


" Kalau. kelamaan takut ada yang nikung, dokter. " seloroh dokter Tomi.


" Mbak Asti pasti banyak penggemarnya, ya di kampus? " tanya dokter Tyas.


" Sudah pasti dokter, lha wong wajah mbak Asti lebih cocok jadi mahasiswa dari pada jadi dosen, pasti di kampus banyak yang terkecoh, dikira mbak Asti mahasiswa dan bukan ibu dosen. " kata dokter Radit.


Asti merasa malu karena dibilang masih cocok jadi mahasiswa oleh dokter Radit.


" Jadi kapan rencana pulang ke Jakarta?" tanya dokter Atalim setelah mereka berhasil menggoda Tomi dan Asti yang terlihat malu dengan candaan mereka.


" Saya sudah pesan tiket pesawat untuk besok pagi, dokter. " jawab Riki.


Riki sudah memperkirakan kapan mereka pulang je Jakarta setelah dokter menyatakan Tomi dalam keadaan baik-baik saja.


Tadinya Riki akan mengajak pulang siang ini, tapi karena Tomi harus menyelesaikan berkas kepulangannya ke Jakarta dan membawa laporan untuk diberikan ke rumah sakit yang di Jakarta, akhirnya Riki memutuskan untuk kembali ke Jakarta esok hari.


Setelah berbincang-bincang dan menyelesaikan urusan di rumah sakit, Tomi, Asti dan Riki berpamitan pada dokter Atalim, dokter Tyas dan dokter Radit untuk kembali ke hotel dan beristirahat.


Mereka akan menemui Ary, Yudha dan keluarga pak Bowo yang menunggu di hotel.


Sore hari, Tomi mengajak yang lainnya untuk pergi jalan-jalan sebelum mereka kembali ke Jakarta.


Orang tua yang telah menyelamatkan dirinya di tengah laut dan merawatnya hingga ia sembuh.


Tomi juga ingin melepas kangen dengan Asti yang selalu berjalan bersamanya.


" Kita mau kemana, mas? " tanya Asti saat mereka keluar dari lobi hotel.


" Kita keliling kota aja, sekalian cari oleh-oleh buat keluarga di Jakarta. " jawab Tomi.


Mereka menaiki taksi online yang ada di sekitar hotel, lalu turun di pusat perbelanjaan untuk mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang, juga mencari cemilan untuk dinikmati di hotel.


Tomi berjalan disamping Asti sambil menggenggam tangan Asti dengan erat.


" Wah.. yang lagi kangen-kangenan, sampai ga bisa lepas tangannya, gandengan terusss... " Yudha menggoda Asti dan Tomi yang berjalan sambil bergandengan tangan.


" Truk aja ada yang gandengan, masa mas Yudha nggak..?? " tanya Riki yang malah menggoda Yudha.

__ADS_1


" Mas Yudha adalah gandengannya, ga mungkin ganteng begini jomblo. " kata Ary yang membela Yudha.


" Riki kali yang ga ada gandengan,..?? itu ada Bella yang masih jomblo..! " Yudha balik menggoda Riki dengan menjodohkan Riki dengan Bella.


" Kok bawa-bawa Bella sih mas..?? kan Bella ga ikutan. " kata Bella menyahuti ucapan Yudha.


Sepanjang perjalanan mereka saling bercanda dan menikmati kebersamaan yang sudah lama tidak mereka lakukan.


Tidak lupa mereka mengambil foto dan vidio perjalanan mereka.


Asti. mengirimkan foto-foto mereka ke group Rakove, menunjukkan kebersamaannya dengan Tomi dan juga Yudha serta Ary dan Riki.


Bella sebenarnya merasa kecewa saat melihat kemesraan Tomi dan Asti, walau selama ini dia telah menganggap Tomi seperti kakaknya sendiri.


Tapi saat melihat kemesraan Tomi dan Asti, masih ada rasa sakit yang Bella rasakan.


" Aku harus melupakan bang Tomi, karena sejak awal aku tahu bang Tomi hanya menganggap aku sebagai adik, dan aku juga menganggapnya kakak seperti bang Roni.


Tapi mengapa saat melihat kemesraan bang Tomi dan mbak Asti aku merasakan sakit? "


Bella bermonolog dalam hati saat merasakan hatinya sakit melihat kemesraan Tomi dan Asti.


Tapi Bella sadar, tidak ada gunanya ia menyimpan perasaan itu dalam hatinya karena hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


" Aku sudah menganggap bang Tomi sebagai kakak dan selamanya akan seperti itu, tidak akan ada yang berubah dan aku tidak akan merusak kebahagiaan bang Tomi dan mbak Asti."


Bella bertekad jika ia tidak akan memaksakan diri untuk mendapatkan Tomi dan tidak akan merusak kebahagiaan Tomi dan Asti.


Setelah mereka berkeliling dan membeli apa yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk makan malam bersama di pusat perbelanjaan itu.


" Sebaiknya kita makan dulu disini sebelum kembali ke hotel. " kata Riki pada yang lainnya.


" Iya nih, cacing diperut aku sudah demo karena belum diberi makan. " kata Ary sambil mengusap perutnya.


Akhirnya mereka memasuki cafe yang ada di pusat perbelanjaan dan menikmati makan malam di sana.


Pak Bowo, bu Asnah dan Roni hanya mengikuti kemanapun mereka dibawa.


Terlihat raut kebahagiaan di wajah mereka karena baru kali ini mereka pergi dari pulau dan ber jalan-jalan dipusat perbelanjaan.

__ADS_1


Pada awalnya mereka menolak untuk ikut karena mereka belum pernah pergi ketempat seperti itu, tapi Tomi menyakinkan mereka untuk ikut dan menikmati kebersamaan mereka di kota itu. Akhirnya mereka pun menerima ajakan Tomi.


Setelahnya mereka makan malam, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok mereka akan kembali ke Jakarta.


__ADS_2