
Dikamar ayah dan ibu Asti, mereka belum bisa memejamkan mata untuk beristirahat.
Pikiran mereka masih dipenuhi tanda tanya, kemana dan dimana Tomi sebenarnya.
" Ayah, menurut ayah dimana Tomi sekarang berada? Apa dia selamat? " tanya ibu yang berbaring menghadap pada ayah yang tidur terlentang menatap langit-langit kamar.
" Ayah juga tidak tahu bu, dimana Tomi berada saat ini. Ayah hanya sedang berpikir, mengapa Tomi bisa terpisah dengan penumpang yang lain? " jawab ayah pada ibu.
Ayah sendiri tidak tahu dimana keberadaan Tomi.
" Apa menurut ayah Tomi selamat? " tanya ibu lagi.
Ayah menarik nafas berat, sesak rasanya memikirkan semua itu.
Memikirkan keberadaan Tomi dan kondisi Asti saat ini.
" Menurut perasaan yang ayah rasakan, Tomi selamat bu, tapi belum diketahui dimana keberadaannya. " jawab ayah yang mengikuti apa yang dia rasakan.
" Jika Tomi tidak ditemukan, bagaimana dengan Asti, yah? " tanya ibu yang mengkhawatirkan Asti.
" Bu, tidak usah berpikir yang bukan-bukan, sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan Tomi, semoga Tomi bisa segera ditemukan bagaimanapun keadaannya. "
Jawab ayah yang meminta ibu untuk tidak berpikir sesuatu yang buruk terjadi pada Tomi.
" Yang harus kita lakukan saat ini memberi dukungan dan semangat pada Asti agar Asti bisa memiliki kesabaran dalam menghadapi ujiannya.
Asti perlu dukungan dari kita, jadi jangan mengatakan sesuatu yang membuat Asti patah semangat dan menangisi musibah ini. "
Ayah meminta pada ibu agar ibu bisa menjaga perasaan Asti dan tidak mengatakan sesuatu yang membuat Asti sedih.
" Apa besok kita akan ke rumah Tomi, yah? kita menanyakan berita mengenai Tomi sekalian melihat keadaan bu Abdi."
Tanya ibu pada ayah, apakah mereka akan ke rumah Tomi untuk melihat. keadaan ibu Tomi.
" Iya bu, jika Asti tidak apa-apa, besok kita akan ke rumah Tomi untuk menanyakan kabar terbaru mengenai Tomi sekalian melihat keadaan ibunya Tomi. "
Ayah berencana untuk berkunjung ke rumah Tomi jika keadaan Asti baik-baik saja.
" Sebaiknya sekarang kita istirahat bu agar besok badan dan. pikiran kita bisa lebih segar dan lebih baik. " pinta ayah pada ibu agar mereka beristirahat.
*
*
Dinihari Asti terbangun dari tidurnya.
Dilihatnya Maryam tertidur disampingnya.
Asti merasa haus, lalu bangun dan duduk diatas tempat tidurnya.
__ADS_1
Ia mengambil gelas berisi air yang ada diatas nakas disamping tempat tidurnya.
Diminumnya air itu hingga habis, lalu melihat jam yang ada di ponselnya yang tergeletak tidak jauh dari gelas minumnya.
" Baru jam tiga pagi. " kata Asti pelan.
Asti duduk dan terdiam diatas tempat tidurnya.
Asti ingat, saat ia tertidur tadi ia mendengar suara Tomi yang memanggil-manggil namanya.
Suara itu begitu jelas terdengar seolah Tomi ada didekatnya.
Mengingat Tomi, air mata Asti kembali mengalir membasahi pipinya.
Asti menghapus air matanya dengan kedua tangannya, lalu turun dari tempat tidur secara perlahan agar tidak membangunkan Maryam yang terlihat tertidur pulas.
Asti berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajah, lalu ia berwudhu.
Asti ingin melakukan shalat tahajud untuk meminta keselamatan Tomi pada Allah.
Selesai berwudhu, Asti membentang sajadah dan mengenakan mukenanya lalu mulai melakukan shalat tahajud dua rakaat.
Dengan khusyuk, Asti melakukan shalat, lalu berdoa memohon pertolongan pada Allah atas apa yang ia hadapi saat ini.
" Ya Allah ya Rahman ya Rahim, Engkau pemilik kehidupan, hamba memohon belas kasih Mu agar Engkau beri jalan dan kemudahan agar mas Tomi bisa segera ditemukan.
Berilah keselamatan pada mas Tomi ya Allah. Beri hamba dan keluarga hamba juga keluarga mas Tomi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Aamiin.. "
Ia selalu terbayang-bayang wajah Tomi yang selalu tersenyum lembut jika tengah menatapnya.
Tidak ada tanda-tanda jika Tomi akan mengalami musibah.
Setelah berdoa, Asti lanjutkan dengan berzikir karena ia tidak bisa memejamkan mata untuk tidur lagi.
Menjelang subuh, Asti tertidur diatas sajadah dengan masih mengenakan mukena.
Azan subuh berkumandang, Maryam terbangun dari tidurnya.
Dilihatnya tempat yang ditiduri Asti telah kosong.
Maryam mengedarkan matanya mencari keberadaan Asti, hingga ia melihat Asti yang tertidur dilantai beralaskan sajadah.
" Rupanya Asti tertidur setelah melakukan shalat tahajud.
Sebaiknya aku bangunkan Asti karena sudah azan subuh. " kata Maryam pada dirinya sendiri.
Maryam turun dari atas tempat tidur dan mendekati Asti yang tertidur dilantai.
Maryam duduk dihadapan Asti, dilihatnya pipi Asti yang terdapat jejak air mata yang mengering.
__ADS_1
" Asti, bangun,. sudah subuh! " kata Maryam yang membangunkan Asti dengan sedikit menggoyangkan tangan Asti.
" As,.. Asti..! " kata Maryam mengulangi memanggil nama Asti karena Asti belum terbangun.
Asti membuka matanya saat merasakan tangannya di goyang-goyang oleh seseorang.
Dilihatnya Maryam duduk didepannya dan tersenyum.
" Bangun Asti, sudah subuh, sebaiknya kita shalat subuh dulu. " kata Maryam yang mengajak Asti untuk melakukan shalat subuh.
" Maaf, aku ketiduran. " kata Asti pada Maryam.
" Iya, sekarang kita shalat subuh dulu, nanti bisa beristirahat lagi setelah shalat subuh. " imbuh Maryam yang meminta Asti untuk melaksanakan shalat subuh.
Asti bangun, lalu bergantian dengan Maryam untuk mengambil wudhu dikamar mandi.
Setelahnya mereka shalat subuh berjamaah dengan Maryam yang menjadi imam.
Selesai shalat dan berdoa, Maryam meminta Asti untuk beristirahat.
" Asti, beristirahatlah lagi, jangan terlalu banyak pikiran.
Kamu juga perlu jaga kesehatan, nanti kita coba tanya lagi informasi mengenai Tomi pada keluarganya. "
Maryam meminta Asti untuk beristirahat dan menjaga kesehatan.
Maryam juga nanti akan mengajak Asti untuk mencari informasi mengenai Tomi pada keluarganya.
" Iya, terima kasih Maryam, sudah menemani dan memberi dukungan padaku saat ini. " kata Asti pada Maryam.
" Sama-sama Asti, kita berteman baik, apapun yang terjadi padamu dan menjadi kesedihanmu akan menjadi kesedihan bagi kita semua.
Kamu harus kuat ya? Ingatlah, jika Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat Nya. "
Maryam meminta pada Asti untuk selalu kuat dan bersemangat karena Allah tidak memberi ujian diluar batas kemampuan umat Nya.
" Aku akan memberitahu teman-teman yang lain mengenai musibah yang menimpa Tomi saat ini.
Kita minta mereka juga mendoakan keselamatan Tomi. " kata Maryam yang mengatakan akan memberitahu geng bucin tentang musibah yang menimpa Tomi.
Maryam akan meminta teman-temannya untuk mendoakan keselamatan Tomi juga meminta mereka memberikan dukungan pada Asti yang saat ini sedang dalam keadaan terpuruk dan bersedih.
" Terima kasih Maryam, karena bersedia mendampingi aku saat ini.
Tolong sampaikan pada teman-teman jika hari ini aku tidak bisa mengajar di kampus, nanti aku akan mengirim email pada pihak kampus untuk meminta izin tidak mengajar. "
Asti meminta pada Maryam agar minta tolong pada teman-temannya untuk meminta izin pada pihak kampus jika hari ini ia tidak bisa datang untuk mengajar.
" Baiklah, nanti aku minta mereka untuk meminta izin pada pihak kampus.
__ADS_1
Aku sendiri tidak ada jadwal mengajar hari ini, besok aku baru ke kampus. "
Kata Maryam yang menyetujui permintaan Asti untuk meminta tolong pada mereka agar memintakan izin untuk Asti.