
Setelah mobil Tomi meninggalkan pekarangan rumah, Asti kembali masuk kedalam rumah eyang.
Ia membawa nampan berisi gelas kosong bekas teh Tomi dan Asti untuk ditaruh di dapur.
" Non, gelas kotornya taruh disini aja, nanti biar mbak Dina yang cuci sekalian mencuci piring kotor! " pinta mbak Dina pada Asti.
" Baik mbak, terima kasih ya mbak..? " kata Asti pada Dina.
" Iya non, sama-sama! " jawab Dina sambil tersenyum.
Asti melangkah keruang tengah menghampiri eyang putri.
" Tomi nya sudah pulang ya, Ti..? " tanya eyang.
" Sudah eyang. Kok eyang duduk sendiri, eyang kakung, mana yang? "
Asti menanyakan keberadaan eyang kakung yang tak terlihat diruang tengah.
Eyang putri tengah duduk sendiri sambil menonton televisi.
" Eyang kakung barusan ke kamar, mau ambil kacamata. " jawab eyang putri.
Tak lama, eyang kakung datang menghampiri mereka dengan membawa selembar surat.
"Eyang kakung bawa surat apa? " tanya Asti pada eyang kakung.
" Ini ada surat selebaran dari pak RT, biasalah jadwal untuk acara pengajian bapak-bapak untuk setiap malam jumat. " jawab eyang kakung.
" Ti.. Pulang ke Jakarta mau naik pesawat atau naik travel? " tanya eyang kakung setelah membaca jadwal untuk pengajian.
Eyang kakung menyimpan surat tersebut di laci meja dekat tivi.
" Asti mau naik pesawat aja, eyang, biar lebih cepat sampai. " jawab Asti.
" Minta antar pada Ariyanto aja Ti, biar ada teman dijalan. " pinta eyang putri.
" Ga perlu eyang, mas Ariyanto sedang banyak kesibukan, lagian Asti pulang naik pesawat jadi tak memakan waktu lama saat diperjalanan.
Waktu kesini aja, Asti naik travel sendirian." kata Asti yang menolak untuk diantar pulang oleh Ariyanto.
Asti tahu kalau Ariyanto sedang banyak kesibukan, jadi tak mungkin bisa mengantarkan Asti pulang ke Jakarta.
" Kalau begitu, minta Ariyanto mengantarkan mu sampai ke bandara aja." kata eyang putri lagi.
" Kalau tidak ada halangan, rencananya Tomi yang akan mengantarkan Asti ke bandara eyang.
Sebenarnya Asti tak mau merepotkan Tomi, tapi ia yang berkeras ingin mengantarkan Asti. "
Asti menjelaskan pada eyang bahwa Tomi yang akan mengantarkan Asti ke bandara.
" Ya sudah kalau begitu, sebaiknya kamu mandi nduk, sebentar lagi magrib. " kata eyang lagi.
__ADS_1
" Iya eyang, Asti mau mandi dulu. " kata Asti sambil berlalu ke kamarnya.
Keesokan harinya, setelah sarapan pagi Asti bermaksud untuk pergi ke toko pusat oleh-oleh.
Asti berniat membeli oleh-oleh untuk ia bawa pulang ke Jakarta.
" Eyang, Asti pamit ya mau ke toko oleh-oleh sebentar.
Asti mau cari oleh-oleh untuk dibawa pulang. "
Asti berpamitan pada eyang yang sedang duduk berjemur didepan rumah untuk pergi ke pusat oleh-oleh.
" Tiket pesawatnya sudah dipesan, nduk? " tanya eyang.
" Sudah eyang, besok Asti naik pesawat yang jam 10. 00 pagi, eyang, jadi sampai Jakarta masih siang dan tidak terjebak macet saat perjalanan dari bandara ke rumah. " jawab Asti.
" Ke toko mau naik apa, Ti? " tanya eyang lagi.
" Asti sudah pesan ojek online, eyang, sebentar lagi sampai. " jawab Asti lagi.
Benar saja, tak lama seorang ojek online datang menghampiri Asti.
" Dengan mbak Asti, ya? " tanya bang ojek online.
" Iya, mas, saya Asti. " jawab Asti menghampiri tukang ojek online.
Tukang ojek menyerahkan helm pada Asti.
Sebelum mengenakan helm, Asti pamit pada eyang dengan menyalami dan mencium punggung tangan eyang kakung dan eyang putri.
Sementara itu, Tomi sedang pergi ke rumah sakit.
Ia akan menyelesaikan laporan hasil penelitian nya bersama dokter Indah dan dokter Erik.
Setelah memarkirkan mobilnya dihalaman rumah sakit, Tomi berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan dokter Surya.
Tomi sudah membuat janji dengan dokter Surya untuk menemui beliau pagi ini.
Saat diujung koridor, Tomi melihat Erik dan Indah yang berjalan berlawanan arah dengannya.
Saat mereka sudah dekat, mereka saling menyapa.
" Hai..Tom, baru sampai juga? " tanya Erik.
" Iya, ini aku baru sampai.
Untung ga telat, masih ada waktu 10menit lagi untuk bertemu dengan dokter Surya. " jawab Tomi.
" Kalian baru datang juga? Tumben kalian berdua bisa datang barengan. " tanya balik Tomi.
" Iya, kami juga baru sampai, tadi kami ke kantin untuk sarapan. " jawab Erik pula.
__ADS_1
Indah hanya diam, tidak menyapa Tomi.
Indah kesal pada Tomi, karena secara tidak sengaja kemaren Indah melihat Tomi pergi dengan Asti.
Entah mengapa, Indah tidak suka melihat kebersamaan antara Tomi dan Asti.
Ada rasa cemburu dihati Indah pada Asti.
" Eh.. In, tumben diam saja, apa kamu lagi sakit? " tanya Tomi heran melihat sikap Indah.
Biasanya Indah paling berisik jika sedang bersama Tomi, tapi kali ini dia diam saja seperti tidak bersemangat.
" Tidak, aku tidak apa-apa dan sedang baik-baik saja. " jawab Indah dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
Erik merasa heran dengan perubahan sikap Indah, tadi saat bersamanya Indah bersikap biasa saja, tetap ceria seperti biasa.
Tapi saat bertemu dengan Tomi, Indah jadi diam dan terlihat tidak bersemangat.
Erik hanya memperhatikan perubahan yang terjadi pada Indah tanpa berniat untuk bertanya.
" Ada apa dengan Indah dan Tomi?
Mengapa Indah berubah jadi diam saat bertemu Tomi? Apa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka?
Tapi tadi Tomi bertanya tentang keadaan Indah, berarti Tomi juga tidak tahu apa yang terjadi pada Indah.
Lebih baik, nanti aku tanyakan langsung pada Indah setelah bertemu dengan dokter Surya. "
Melihat perubahan Indah, Erik bermonolog dalam hati dan akan bertanya langsung pada Indah tentang perubahan sikapnya pada Tomi setelah bertemu dengan dokter Surya.
Tak lama, asisten dokter Surya meminta mereka untuk masuk ke ruangan pribadi dokter Surya.
Hampir satu jam mereka berada dalam ruangan itu, memberikan laporan tentang penelitian mereka selama di rumah sakit ini, mereka juga berdiskusi tentang beberapa hal.
Setelah menyelesaikan laporan mereka, akhirnya mereka pun keluar dari ruangan itu.
" Alhamdulillah ya, akhirnya selesai juga pekerjaan kita selama disini dan kita bisa segera kembali ke Jakarta " kata Erik dengan sumringah karena telah bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
Dalam beberapa hari kedepan, mereka bisa kembali ke Jakarta.
Karena Erik, Tomi dan Indah berasal dari Jakarta tapi dari Universitas yang berbeda
Mereka bertemu di Yogya karena mendapat tugas dari kampus masing-masing untuk melakukan penelitian di rumah sakit ini guna menyempurnakan gelar dokter mereka.
Setelah ini mereka bisa bersiap-siap untuk meninggalkan kota Yogyakarta.
Ada jeda waktu bagi mereka sebelum kembali yang bisa digunakan untuk berjalan-jalan menikmati indahnya kota Yogyakarta.
" Kita makan siang bareng yuk sebelum pulang, kan kemarin kita tidak jadi makan bersama. " ajak Erik pada Indah dan Tomi.
Erik sengaja mengajak mereka makan siang untuk melihat sikap Indah pada Tomi, karena saat berada di ruangan dokter Surya sikap Indah kembali seperti biasa.
__ADS_1
" Baiklah, mari kita makan siang sebelum pulang..! " Tomi menyetujui ajakan Erik untuk makan siang.
Dan dengan terpaksa Indah mengikuti mereka, karena tidak mungkin baginya untuk menolak.