DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 185 Siapa Perempuan Yang Bernama Asti.


__ADS_3

"Ada apa? " tanya Roni saat melihat Tomi terdiam cukup lama.


Tomi menarik nafas dalam lalu mengeluarkan secara perlahan.


" Aku merasa mengenal perempuan dalam mimpiku, tapi saat aku mau bertanya siapa dirinya, ia berlari menjauh karena dia marah padaku saat aku menolak untuk ikut pulang bersamanya. "


Tomi menceritakan mimpi yang dialaminya pada Roni.


Entah mengapa Tomi merasa nyaman saat bercerita pada Roni, karena Roni selalu berusaha mengerti keadaan Tomi dan tidak memaksa Tomi untuk segera mengingat masa lalunya.


Jika Tomi sudah terlihat memegang kepala, Roni akan meminta Tomi untuk beristirahat dan berhenti memaksa diri untuk mengingat masa lalunya.


" Apa perempuan yang ada didalam mimpimu itu bernama Asti? " tanya Roni yang mengingat jika Tomi pernah menyebutkan nama Asti saat Tomi dalam keadaan tidak sadar.


" Asti? siapa Asti? " tanya Tomi sambil memandang lekat pada Roni.


" Aku tidak tahu siapa Asti, tapi aku pernah mendengar kamu menyebutnya nama Asti saat kamu tidak sadarkan diri. "


Roni mengatakan jika ia tahu nama Asti karena Tomi yang menyebutkannya saat Tomi tidak sadar.


Tomi diam mendengar apa yang dikatakan oleh Roni.


" Asti.. Siapa perempuan yang bernama Asti? " tanya Tomi pada dirinya sendiri.


Tomi berusaha berpikir, siapa perempuan yang bernama Asti.


" Pelan-pelan saja, jangan terlalu memaksakan diri. Jika terlalu dipaksa takutnya kepalamu bertambah sakit.


Bukannya mengingat masa lalu malah kepalamu semakin sakit. "


Roni mengingatkan Tomi untuk tidak memaksakan diri.


Roni selalu menemani Tomi jika ia sedang berada dirumah.


Roni merasa kasihan jika membiarkan Tomi duduk sendiri dan melamun sambil menatap lautan.


Akhirnya Roni ikut terdiam dan tidak ingin banyak bertanya lagi pada Tomi.


Mereka menikmati pemandangan deburan ombak yang memecah ditepi pantai.


Ada beberapa anak yang berlarian ditepi pantai sambil memungut kulit kerang untuk mereka kumpulkan dan nanti bisa dibuat kerajinan tangan.


Ditepi pantai banyak ditemukan kulit kerang ataupun kerang kecil yang sering digunakan untuk membuat kerajinan tangan.


Anak-anak kecil akan membawa tempat dari rumah untuk wadah mereka mengumpulkan kulit kering.


Dirumah, setelah dibersihkan dan dikeringkan kulit kerang ataupun kerang kecil itu dibuat kerajinan berupa hiasan bingkai foto atau dirangkai menjadi tirai pembatas pintu atau hiasan di jendela.


Semua. kerajinan tangan itu mereka gunakan sendiri untuk menghias rumah mereka.

__ADS_1


Beraneka kerajinan tangan yang dibuat hanya digunakan sendiri karena mereka belum mengerti bagaimana cara menjual hasil kerajinan tangan mereka keluar daerah.


Karena keterbatasan komunikasi juga transportasi.


Mereka tinggal di desa yang jauh kota kecamatan apalagi kota kabupaten.


Untuk pergi ke kota mereka perlu waktu beberapa jam dengan menggunakan angkutan pedesaan yang tidak beroperasi setiap hari.


°


°


" Bu, Bella boleh bicara sama ibu? " tanya Bella pada ibu saat mereka tengah memasak makan malam didapur.


" Mau bicara apa, Bel? kok seperti pada siapa saja, mau bicara saja harus permisi dulu. " jawab ibu yang merasa aneh dengan sikap Bella.


Ibu dan Bella tengah duduk dibangku kecil sambil menyiangi sayuran yang akan mereka masak.


" Bu, apa Bella salah jika Bella suka sama seseorang? " tanya Bella pada ibunya.


Bella memang terbiasa bercerita pada ibunya jika ia tengah memiliki persoalan.


" Memangnya kamu suka sama siapa? temen kamu bekerja di puskesmas atau anak kampung kita? " tanya ibu sambil tangannya terus membersihkan sayuran untuk dimasak.


Malam ini ibu dan Bella akan memasak sayur lodeh, goreng ikan, sambal terasi serta goreng tahu.


" Jika bukan teman kerja dan anak kampung sini, lalu siapa yang Bella suka? " tanya ibu yang merasa penasaran, siapa laki-laki yang sudah membuat Bella menyukainya.


" Bella suka sama bang Tomi, bu. " kata Bella menunduk karena merasa malu pada ibu.


Ibu menghentikan pekerjaannya menggiling sambal saat mendengar Bella mengatakan jika ia menyukai Tomi.


Pemuda yang ditolong oleh Roni dan ayahnya.


Dipandangi nya wajah Bella yang tengah menunduk.


" Apa benar yang kamu katakan barusan, Bel? " tanya ibu memastikan pendengarannya jika Bella menyukai Tomi.


" Iya bu, benar, Bella suka sama bang Tomi. " jawab Bella meyakinkan ibunya tentang apa yang ia rasakan pada Tomi.


Ibu menghentikan pekerjaannya, lalu memandang Bella dengan lekat.


" Bella, ibu tidak pernah melarang Bella untuk menyukai pria manapun selagi pemuda itu anak yang baik dan bukan suami orang. "


Ibu mengatakan jika ibu tidak melarang jika Bella menyukai seorang pemuda jika pemuda itu anak yang baik dan bukan suami orang.


" Tapi jika kamu menyukai Tomi, ibu tidak setuju. Kita tidak mengenal siapa Tomi dan juga keluarganya.


Jika dilihat dari raut wajahnya, terlihat jika usia Tomi lebih tua dari kakakmu dan sudah pasti dia sudah punya istri. "

__ADS_1


Ibu mengatakan jika ibu tidak menyetujui jika Bella menyukai Tomi karena ibu berpikir jika Tomi sudah memiliki istri.


" Saat ini Tomi sedang sakit, sedang tidak mengingat siapa dirinya.


Jika dia sudah mengingat semuanya, Tomi pasti kembali pada keluarganya, tidak mungkin dia akan tinggal disini selamanya. "


Ibu berusaha memberi pengertian pada Bella agar Bella tidak menaruh harapan pada Tomi.


" Tapi apa salah jika Bella menyukai bang Tomi dan jika bang Tomi juga menyukai Bella? " tanya Bella yang berusaha meyakinkan ibunya jika Tomi bisa saja menyukainya.


" Ibu tidak pernah melihat Tomi bersikap berlebihan padamu, Bella.


Ia selalu bersikap biasa saja dan berusaha menghindar jika kamu mendekatinya."


Ibu mengingatkan Bella bahwa selama ini ibu melihat Tomi tidak pernah berbuat yang berlebihan pada Bella.


Selama ini ibu memperhatikan sikap Tomi selama berada dirumah mereka.


Tomi tidak menunjukkan sikap yang berlebihan pada Bella.


Saat Bella mengurusi ketika Tomi sakit, Tomi hanya sekedar mengucapkan terima kasih dan tidak menunjukkan sikap bahwa ia menyukai Bella.


" Bella, dengarkan ibu nak.


Lupakan Tomi karena Tomi bukan laki-laki untuk kamu jadikan pendamping karena Tomi memiliki keluarga yang saat ini pasti tengah mencari Tomi. "


Ibu diam sejenak sambil melihat bagaimana reaksi Bella ketika ibu mengatakan bahwa Tomi bukan laki-laki yang bisa dijadikan pendamping bagi Bella.


Bella menunduk, tidak berani menatap wajah ibu.


" Seandainya Tomi juga menyukai kamu, ibu tidak akan setuju karena apa yang kamu dan Tomi lakukan akan menyakiti orang lain. Menyakiti banyak orang hanya demi keinginan kalian berdua.


Ibu minta kamu lupakan Tomi karena cepat atau lambat Tomi akan kembali pada keluarganya dan meninggalkan tempat ini. Sebelum terlalu jauh kamu menyukai Tomi, lebih baik kamu hilangkan perasaan suka kamu pada Tomi. "


Ibu meminta pada Bella agar melupakan Tomi demi kebaikan Bella.


Diusapnya kepala Bella dengan sayang.


Walau bagaimanapun seorang ibu pasti ingin melihat anaknya hidup bahagia dengan orang yang dicintainya.


Tapi jika rasa cinta itu bisa menyakiti banyak orang, lebih baik ibu meminta Bella untuk melupakan Tomi.


Walaupun Bella akan merasa sedih tapi itu lebih baik dari pada nanti Bella harus merasakan sesuatu yang lebih menyakitkan lagi.


" Tolong dengarkan dan ikuti apa yang ibu katakan demi kebaikan Bella. Ibu katakan semua pada Bella demi kebaikan Bella kedepannya."


Kata ibu lebih menegaskan pada Bella agar Bella mendengarkan dan mengikuti kata-kata ibu.


Ibu tidak mau Bella akan terpuruk karena ia salah mengambil langkah dan keputusan.

__ADS_1


__ADS_2