DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 190 Perjalanan Menggunakan Speedboat


__ADS_3

Pagi ini, Riki, Aryanto dan Yudha sudah berkemas untuk keluar dari hotel.


Mereka membereskan barang bawaan mereka masing-masing.


" Kita sarapan sekalian bawa tas atau nanti setelah sarapan kita ke kamar lagi untuk mengambil tas kita? " tanya Riki pada kedua temannya.


" Sebaiknya kita sarapan dulu, baru kita ambil tas, biar ga ribet. " jawab Yudha yang sudah meletakkan ransel yang dia bawa di atas sofa.


Mereka bertiga akhirnya keluar dari kamar dan berjalan menuju restoran hotel untuk sarapan.


" Kita ambil makanan berat aja biar ga lapar waktu di kapal. " kata Yudha pada Riki dan Ary saat mereka masuk ke ruangan tempat menyediakan sarapan.


" Iya, nanti kita beli cemilan aja buat di jalan. " imbuh Ary pula.


Mereka melihat menu sarapan lagi ini, dan kompak mengambil menu nasi goreng sebagai menu utama, lalu ada buah potong dan roti bakar yang mereka ambil serta orange juice sebagai minumannya.


Riki, Ary dan Yudha duduk di meja yang sama, menikmati sarapan pagi mereka sebelum berangkat ke pulau.


Setelah selesai, mereka langsung ke kamar untuk mengambil tas masing-masing lalu melakukan check-out.


Keluar dari hotel, mereka memesan taksi online untuk menuju pelabuhan.


Lalu saat tiba di pelabuhan mereka membeli tiket menuju pulau yang akan mereka datangi.


Riki dan teman-temannya memutuskan untuk naik speedboat karena menggunakan speedboat bisa lebih cepat sampai ke tujuan dibandingkan jika mereka menaiki kapal ferry.


" Ternyata menggunakan speedboat bisa lebih cepat sampai ke tujuan ya, dari pada kita menggunakan ferry. " kata Aryanto yang duduk bersama Riki dengan Yudha dalam satu baris bangku penumpang.


" Iya, mungkin karena speedboat ini menggunakan mesin diesel sehingga bisa melaju lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu tempuh. " imbuh Riki yang menimpali kata-kata Aryanto.


Mereka bertiga menikmati perjalanan menggunakan speedboat hingga tidak terasa mereka sudah sampai di pelabuhan tempat tujuan mereka.


Riki dan teman- temannya turun dari speedboat, lalu berjalan menuju pos yang ada di pelabuhan.


" Kita mau menginap dimana, nih? apa disini ada penginapan? " tanya Riki pada yang lainnya.


" Belum tahu juga, apa disini ada penginapan atau tidak, nanti kita coba tanyakan pada petugas pelabuhan. " jawab Yudha.


Riki, Yudha dan Aryanto menghampiri seorang petugas pelabuhan yang ada di pos.

__ADS_1


" Selamat siang, pak! " sapa Yudha pada petugas pelabuhan yang bernama Agus, terlihat dari name tag yang ada di dadanya.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " tanya pak Agus pada Yudha yang menyapanya.


" Begini pak, saya dan teman-teman saya sedang mencari penginapan yang ada di daerah sini. " jawab Yudha pada pak Agus.


" Disini ada penginapan sederhana, tidak jauh dari sini. " kata pak Agus.


Lalu pak Agus menjelaskan letak penginapan yang tidak jauh dari pelabuhan.


Setelah mengucapkan terima kasih, ketiganya lalu mencari angkutan umum yang ada di desa itu untuk menuju penginapan yang akan menjadi tempat mereka beristirahat selama berada di desa itu.


Sampai di penginapan, mereka memesan kamar untuk tempat tinggal sementara selama berada di pulau.


" Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat tempat untuk beristirahat. " kata Riki sambil meletakkan ransel yang ia bawa dilantai kamar itu.


Mereka sengaja memesan satu kamar untuk bertiga karena penginapan itu memiliki kamar terbatas dan kamar lain telah terisi tamu yang lain.


" Sebaiknya kita makan siang dulu, lalu beristirahat, nanti sore kita mulai mencari informasi disekitar penginapan ini dulu. " kata Yudha pada Riki dan Arya.


Riki dan Arya menyetujui apa yang dikatakan oleh Yudha.


" Sebaiknya kita shalat dzuhur dulu, karena sudah masuk waktu dzuhur. " kata Riki pada teman-temannya.


Beruntung. mereka mendapatkan kamar yang luas di penginapan itu.


Tempat tidur dengan ukuran king size, ada lemari tempat menyimpan pakaian juga meja dan kursi kerja.


Kamar yang lengkap untuk sebuah penginapan yang ada di desa.


Menurut pak Agus, penginapan itu sering digunakan oleh petugas pelabuhan atau pejabat dari kota yang melakukan tugas atau melakukan pemeriksaan di pulau tersebut.


" Iya, kita bergantian melakukan shalat dzuhur, setelah itu kita cari makan keluar. " kata Arya menyetujui kata-kata Riki.


Riki terlebih dahulu masuk ke kamar mandi yang di kamar itu untuk membersihkan diri dan berwudhu sebelum melakukan shalat dzuhur.


Setelah ketiganya melakukan shalat secara bergantian, mereka keluar dari kamar untuk mencari makan siang.


Akhirnya, mereka mendapatkan sebuah warung makan sederhana yang tidak jauh penginapan.

__ADS_1


" Ternyata makanan disini enak juga ya?" kata Arya sambil menikmati. makan siangnya.


" Iya, tempatnya sederhana tapi makanannya enak dan sesuai dengan lidah kita. " kata Yudha yang membenarkan kata-kata Arya dan merasa cocok dengan makanan yang ada di warung makan itu.


" Mas-mas ini menginap di penginapan itu ya? " tanya ibu pemilik warung.


" Iya bu, kami menginap di penginapan itu " jawab Riki.


" Penginapan sedang ramai saat ini karena ada pejabat dari kota yang sedang melakukan pemeriksaan di kelurahan karena akan ada bantuan dari pemerintah pusat. " kata ibu pemilik warung.


" Pantas kamar penginapan penuh saat kami memesan kamar, rupanya memang sedang ada tamu dari kota, untung masih ada satu kamar yang bisa kami tempati. "


Kata Arya yang mendengar obrolan ibu pemilik warung dan Riki.


" Jika mas-mas perlu makanan dan minta diantar ke kamar, saya bisa meminta karyawan saya untuk mengantarkan makanan ke penginapan." kata pemilik warung menawarkan jasa mengantarkan makanan untuk Riki dan teman-temannya.


" Wah, benar bu bisa antar makanan ke kamar? apa pemilik penginapan mengizinkan? " tanya Arya pada pemilik warung.


" Tidak masalah, karena di penginapan itu tidak ada kantin yang menyiapkan makanan untuk para tamu, lagian pemilik penginapan itu masih saudara ibu. " kata pemilik warung menjelaskan pada Arya.


" Syukurlah jika demikian, jadi jika kami butuh makan dan malas keluar kami bisa memesan makanan disini. " kata Riki pada pemilik warung.


Selesai makan siang dan meminta nomor ponsel pemilik warung makan, Riki dan yang lain meninggalkan warung makan itu untuk kembali ke kamar untuk beristirahat.


Sesampainya dikamar, mereka rebahan di atas tempat tidur yang luas itu.


" Kita satu kamar bertiga isinya cowok semua, jangan-jangan nanti kita dikira pemain anggar. " kata Arya sambil berbaring.


" Kok bisa kita dikira pemain anggar? " tanya Riki heran


" Dari mana orang bisa menilai kita pemain anggar. " imbuh Riki lagi.


" Maksud Arya kita bisa dikira orang jeruk makan jeruk, karena kita bertiga satu kamar cowok semua. " kata Yudha menjelaskan apa yang dimaksud oleh Arya pada Riki.


" Ih, imut-imut dech.. masa kita jeruk makan jeruk. " kata Riki dengan gaya dibuat gemulai.


Akhirnya mereka bertiga tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Riki.


" Sudahlah, sekarang waktunya kita istirahat, nanti sore kita akan memulai misi pencarian kita. " kata Yudha pada teman-temannya setelah mereka berhenti tertawa.

__ADS_1


Setelahnya mereka mencari posisi masing-masing untuk merebahkan diri dan beristirahat sebelum memulai pencarian.


__ADS_2