DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 196 Bella Ingin Ikut Ke Jakarta.


__ADS_3

Malam ini, setelah makan malam, keluarga pak Bowo berkumpul di ruang tamu.


Beruntung hari ini pak Bowo pulang lebih awal dari laut, sehingga malam ini mereka bisa berkumpul untuk membicarakan masalah kepulangan Tomi.


Mereka duduk lesehan di atas tikar yang tadi digunakan untuk tidur Riki dan teman-temannya.


Karena hanya itu satu-satunya tikar bagus yang mereka miliki.


" Jadi bagaimana rencana kalian selanjutnya? apakah besok kalian akan membawa Tomi kembali? " tanya pak Bowo pada Riki dan yang lainnya.


" Benar pak, saya ingin membawa kakak saya pulang secepatnya karena kedua orang tua saya juga sudah menunggu kedatangannya. " jawab Riki pada pak Bowo.


" Tadi saya sudah berkomunikasi dengan kedua orang tua saya, jika bapak sekeluarga berkenan, saya akan mengajak keluarga bapak untuk ikut saya ke Jakarta untuk berkenalan dengan kedua orang tua saya. " imbuh Riki lagi.


Sore tadi, kebetulan Riki membuka ponsel dan sinyal sedang bagus, maka Riki langsung menghubungi kedua orang tuanya untuk menyampaikan kabar gembira bahwa ia telah berhasil menemukan Tomi.


Flashback on


📱" Assalamu'alaikum pah,. " salam Riki saat ponselnya tersambung dengan ponsel papanya.


📱" Waalaikumsalam warahmatullah.. bagaimana kabarnya, Ki? sekarang kalian sedang berada dimana? "


kata papa Riki yang menjawab salam Riki dan menanyakan kabar serta keberadaan Riki.


📱" Alhamdulillah kabar Riki dan teman-teman baik pah, sekarang Riki sudah berada disebuah desa yang jauh dari desa yang kemarin. " jawab Riki pada papanya.


" Mamah mana, pa? " tanya Riki pada papanya.


📱" Mamah sedang berada di dapur, sebentar papah keluar dulu, papah sek sedang berada dikamar. " jawab papah sambil berjalan menuruni tangga dan menuju ke arah dapur.


" Mah, ada telepon dari Riki. " kata papah pada mamah yang sedang membuat teh untuk mereka nikmati sore ini.


" Iya pah, sebentar, sebaiknya kita ngobrol di ruang tengah saja sambil menikmati teh hangat. " kata mamah sambil berjalan kearah ruang tengah dan papah mengikuti langkah mamah.


📱" Hallo Ki, bagaimana dengan pencarian kalian? " tanya mamah pada Riki setelah mamah dan papah duduk di ruang tengah.


Ponsel sengaja papah loudspeaker agar mereka bisa mendengar percakapan dengan Riki.


📱" Alhamdulillah pencarian Riki dan teman-teman berjalan lancar.


Mah, pah, ini ada yang mau bicara sama mamah dan papah. " kata Riki pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


📱" Siapa yang mau bicara Ki? Yudha atau Arya? Ada apa? " tanya mamah penasaran, siapa yang akan berbicara dengan mereka.


Mamah dan papah tahu jika hanya Yudha dan Aryanto yang menemani Riki untuk mencari Tomi.


📱 " Mamah sama papah bicara saja langsung dan dengarkan suaranya dengan baik. " kata Riki yang tidak menjawab pertanyaan mamahnya.


Riki menyerahkan ponsel pada Tomi agar Tomi berbicara dengan kedua orang tua mereka.


Riki sebelumnya sudah mengatakan pada Tomi bahwa ia akan menelepon kedua orang tua mereka dan Tomi diminta untuk memberi kejutan dengan berbicara langsung dengan keduanya.


Siapa tahu dengan mendengar suara kedua orang tua mereka bisa membantu Tomi untuk mengingat masa lalunya.


📱" Hallo, Assalamu'alaikum.. " kata Tomi setelah menerima telepon dari Riki.


Diseberang telepon, mamah dan papah merasa terkejut mendengar suara dari seberang telepon.


Mereka terdiam seakan tidak percaya bisa mendengar suara itu lagi.


" Hallo mah.. pah.. " kata suara diseberang telepon yang terdengar sangat jelas.


Karena rasa penasaran dan rasa rindu yang begitu dalam, mamah mengalihkan panggilan suara ke panggilan vidio, namun sayang karena sinyal yang kurang baik, maka panggilan vidio pun tidak bisa dilakukan.


Terdengar isakan tangis dari seberang telepon dan sudah bisa dipastikan itu isakan tangis mamah.


📱" Iya, ini Tomi, pah..! Papah sama mamah apa kabar? " kata Tomi yang menjelaskan jika dirinya adalah Tomi.


Tomi pun menanyakan kabar kedua orang tuanya.


📱" Alhamdulillah kabar papah sama mamah baik, nak. Kabar kamu gimana, Tomi? " tanya papah pada Tomi.


" Tomi, syukurlah kamu sudah ditemukan, pulanglah nak, mamah sangat merindukan Tomi. " kata mamah pada Tomi sambil menangis.


Papah sendiri tidak bisa menahan air matanya, ia menangis karena merasa terharu dan bahagia.


Usaha Riki dan teman-temannya membuahkan hasil, Tomi bisa mereka temukan.


Rasanya mamah dan papah sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tomi.


📱" Alhamdulillah kabar Tomi juga baik. mah, pah. Insya Allah Tomi akan pulang secepatnya bersama Riki dan teman-temannya. " kata Riki pada kedua orang tuanya.


Ada perasaan bahagia dan ingin bertemu dengan kedua orang tuanya di hati Tomi. Walaupun ia belum mengingat semuanya, tapi saat. mendengar suara mamah dan papahnya, Tomi merasakan sebuah kerinduan pada mereka.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama dengan Tomi, kedua orang tua Tomi kembali berbicara dengan Riki.


Riki menceritakan keadaan Tomi saat ini pada kedua orang tuanya, dan orang tua mereka memahami kondisi Tomi.


Orang tua Riki meminta agar Riki mengajak keluarga yang menemukan dan merawat Tomi ke Jakarta agar mereka bisa bertemu dan berterima kasih secara langsung.


Flashback off


" Kita ikut aja yuk pak, sekali-sekali kita jalan-jalan ke kota besar, kitakan belum pernah ke Jakarta. "


Kata Bella antusias saat mendengar Riki mengajak mereka untuk ke Jakarta.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Bella, bu Asnah menepuk pelan tangan Bella, begitupun pak Bowo yang langsung memandang kearah Bella.


Pak Bowo dan bu Asnah tidak mau jika Riki dan yang lainnya menganggap jika mereka tidak ikhlas menolong Tomi dan mengharapkan imbalan dari keluarga Tomi.


" Maaf Pak, bu,. Bella tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar ingin ikut ke Jakarta, itupun jika bapak dan ibu mau kesana. " kata Bella pada bapak dan ibunya.


Bella mengerti dengan maksud dari tatapan ayahnya, juga tepukan halus ibunya.


" Iya Pak, tidak ada salahnya bapak sekeluarga ikut kami ke Jakarta, biar bapak, ibu, Roni dan Bella juga tahu tempat tinggal Tomi di Jakarta.


Disini Tomi diperlakukan dengan baik, seperti anak bapak dan ibu sendiri.


Mau ya pak, ikut kami ke Jakarta.


Roni, bujuk lah agar bapak dan ibu mau ikut ke Jakarta. "


Tomi juga berusaha untuk membujuk ayah dan ibu Roni, juga meminta Roni untuk membujuk ke dua orang tuanya agar mau ikut ke Jakarta.


Roni sudah mengetahui rencana Tomi yang akan mengajak orang tuanya ke Jakarta karena tadi Tomi sempat membicarakan semuanya dengan Roni.


Awalnya Roni juga menolak rencana Tomi untuk mengajak keluarganya ke Jakarta, tapi setelah Tomi mengatakan jika ia ingin memperkenalkan keluarga Roni pada orang tuanya dan orang tua Tomi juga meminta untuk mengajak mereka ke Jakarta, Roni akhirnya mau mengerti dengan tujuan Tomi.


Maka, saat ini Tomi meminta Roni untuk membujuk kedua orang tuanya agar mau ikut ke Jakarta.


Setelah mereka berdiskusi, akhirnya ayah dan ibu Roni mau ikut ke Jakarta, tapi mereka tidak bisa berangkat besok karena Bella harus minta izin pada kepala Puskesmas tempat ia bekerja.


Jadi kemungkinan besar, lusa mereka baru bisa berangkat ke kota untuk melaporkan keadaan Tomi pada dokter Atalim sekalian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Tomi.


Setelah mencapai kesepakatan mengenai keberangkatan mereka, malam itu mereka mengobrol hingga larut malam dan akhirnya mereka tidur diruang tamu dengan beralaskan tikar.

__ADS_1


__ADS_2