DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Rasa Yang Belum Terungkap


__ADS_3

Semilir angin yang berhembus ditepi pantai itu menyibakkan rambut Asti yang tergerai.


Tomi dan Asti sama-sama terdiam, sama-sama disibukkan dengan fikiran mereka masing-masing.


Pov Tomi


Apa sebenarnya yang ada dalam fikiran Asti..? Aku tahu ia sama seperti ku, sama-sama memiliki rasa ketertarikan.


Tapi mengapa, ia seperti mengulur waktu untuk menjawab perasaan yang telah aku ungkapkan padanya?


Apakah ia masih ragu dengan semua perasaan ku?


Atau sebenarnya ia tidak pernah tertarik pada ku.


Mungkin sikapnya selama ini pada ku hanya sebatas perasaan tidak enak untuk menolak  interaksi yang aku lakukan.


Jika ia meragukan ku dan tidak pernah tertarik pada ku, mengapa ia mau menerima perlakuan ku padanya.


Asti tak menolak saat aku memeluk dan menciumnya, malah ia seperti menerima dan menikmati semuanya.


Tapi saat aku ingin memastikan perasaannya pada ku, seolah ia meragukan ku.


Ah.. Apa sebenarnya yang ada dalam fikiran Asti?


Aku tak ingin berada ditengah ketidakpastian.


Aku benar-benar menyayangi dan mencintainya.


Aku berusaha merebut perhatiannya saat pak Eko juga berusaha untuk mendapatkan diri nya.


Awalnya, aku mengira ia menjalin hubungan dengan  seorang lelaki bernama Ariyanto, yang ternyata sepupu nya.


Aku harus segera mendapatkan jawaban dan kepastian dari Asti agar aku merasakan tenang, agar aku bisa menyatakan bahwa Asti hanyalah milik ku.


Tapi aku juga tidak mungkin memaksa Asti, tadi ia telah meminta waktu pada ku untuk menjawab perasaan ku.


Aaahhh...


Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di kepala Tomi hingga membuatnya frustasi.


Tomi memandang Asti yang juga tengah terdiam, mungkin sama seperti diri nya yang punya banyak pertanyaan dalam benaknya.


Pov Asti.


Sebenarnya aku merasa senang dan bahagia saat Tomi menyatakan perasaannya.


Tapi aku masih ragu.


Aku ragu karena Tomi pernah menutupi jati dirinya yang sebenarnya.


Aku mengira ia hanya seorang mahasiswa di kampus tempat aku mengajar, tapi ternyata Tomi malah seorang dokter.


Aku ragu dengan perasaan Tomi karena aku melihat kedekatannya dengan dokter Indah.


Walau ia sudah menjelaskan bahwa Indah hanya teman seprofesi nya dan ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Indah selain sebatas teman.


Aku melihat kejujuran dimata Tomi, ia tidak tengah berbohong saat ia menceritakan tentang dokter Indah, juga tentang perasaannya pada ku.


Jika aku mengatakan bahwa aku tak tertarik padanya, ia pasti tak akan percaya karena aku telah merespon perlakuannya pada ku.


Saat ia memeluk tubuh ku, ada perasaan nyaman dan aku merasa terlindungi.

__ADS_1


Pun saat ia mencium ku,  aku respect menerima dan menikmati nya.


Sebenarnya, aku pun sudah jatuh cinta pada Tomi, tapi jika aku jawab jujur sekarang aku masih takut jika Tomi akan dekat dengan Indah, karena aku melihat Indah yang selalu mendekati dan mencari perhatian Tomi.


Ya Allah.. Aku bingung dengan perasaan ku sendiri, aku takut kehilangan Tomi tapi aku juga takut untuk menerima nya.


Dengan perasaan yang masih bingung, Asti hanya mampu terdiam, sibuk dengan pikirannya sendiri.


Pov Author.


Saat Asti dan Tomi masih sibuk dengan fikiran masing-masing, tiba-tiba ada seorang pengamen yang mendekati mereka.


.


" Permisi mas, mbak.. Saya mencoba menghibur mas dan mbak dengan lagu cinta yang indah.


Lagu Cinta Luar Biasa, dari Andmesh Kamaleng.


🎙🎶Waktu pertama kali


Ku lihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa geloranya hati ini


Tak ku sangka


🎶Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untuk mu


Tapi cintaku padamu luar biasa


Asti dan Tomi terdiam, menghayati lagu yang sedang dinyanyikan oleh sang pengamen.


Lagu yang dirasa tengah mewakili perasaan mereka saat ini.


🎙🎶Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang ku punya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


🎶Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihat mu.. Memandang mu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibir mu


Hitam panjang rambut mu anggun terikat


🎶Rasa ini tak tertahan

__ADS_1


Hati ini selalu untuk mu


🎶Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cinta ku padamu luar biasa.


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang ku punya hanyalah hati yang setia


Tulus pada mu..


" Terima kasih mas.. Mbak.. " ucap sang pengamen setelah menyelesaikan lagu nya.


Tomi pun memberi selembar uang biru kedalam topi yang disodorkan oleh pengamen itu.


Melihat apa yang Tomi berikan, membuat sang pengamen  merasa sangat bahagia.


Ia mengucapkan terima kasih sambil sedikit membungkukkan badannya.


Tomi tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan terima kasih dari pengamen, lalu pengamen pun berlalu dari hadapan Tomi dan Asti, mencari rejeki dengan bernyanyi ditempat lain.


" Bu Asti.. Apakah bu Asti mau minum es kelapa muda? " tanya Tomi memecah kesunyian di antara mereka.


" Boleh, aku memang merasa haus. "


Jawab Asti pelan.


Tomi pun beranjak mendekati penjual es kelapa muda yang berada ditepi pantai, tak jauh dari tempat mereka berdiri.


" Mau beli kacang rebus atau rempeyek mbak, ada peyek teri, peyek kacang, juga peyek rebon.. " tawar seorang penjual asongan yang menawarkan dagangan nya pada Asti.


Melihat seorang ibu yang kelihatan letih karena berkeliling menjajakan dagangan nya, Asti merasa kasihan.


Ia pun membeli dagangan si ibu.


" Peyek kacangnya berapa perbungkus, bu? Tanya Asti.


" Semua harganya sepuluh ribuan pembungkus, mbak..! "


Asti pun membeli dua bungkus peyek kacang dan dua bungkus peyek teri, juga dua bungkus kacang rebus.


" Semuanya enam bungkus, mbak.. Jadi enam puluh ribu! " kata ibu penjual kacang sambil menyerahkan belanjaan Asti.


" Ini uangnya, bu..! " kata Asti sambil menyodorkan uang seratus ribuan.


" Uang pas aja, mbak.. Saya ga punya kembalian, hari ini jualan sepi.. Saya baru dapat uang dua puluh ribu! "


Kata penjual itu sambil memperlihatkan uang dua puluh ribu yang ada didalam dompet nya.


" Tidak perlu dikembalikan, kembaliannya ambil buat ibu saja. " kata Asti.


" Ga perlu mbak, kalau gitu mbak ambil uang kembalian yang dua puluh ribu, juga mbak ambil dua lagi dagangan saya, biar pas mbak! " kata si ibu merasa tak enak hati.


" Tidak apa-apa bu, ini rejeki buat ibu.. Saya cukup ini saja buat ngemil sambil menikmati pemandangan disini. " kata Asti sambil menyerahkan uang itu ke tangan si ibu.


" Terima kasih, mbak.. Terima kasih banyak.! " kata si ibu dengan terharu.


" Sama-sama, bu.. Semoga dagangannya laris manis dan cepat habis! " ucap Asti.

__ADS_1


" Aamiin... Terima kasih, mbak..! "


Lalu si ibu pun meninggalkan Asti yang sedang menunggu Tomi membeli es kelapa muda.


__ADS_2