DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Maryam Kecelakaan


__ADS_3

Hari-hari berlalu, semua disibukkan dengan  kegiatan masing-masing.


Personil geng bucin masih tetap aktif dengan pekerjaan mereka sebagai dosen, begitupun dengan  group Ralove.


Mereka masih berkirim kabar dan saling menyapa melalui pesan di group.


Kegiatan amal pertama mereka sukses mereka jalankan dengan mendatangi sebuah panti asuhan yang ada di sebuah pemukiman padat penduduk.


Panti asuhan " Sebuah Asa " didirikan oleh sepasang suami istri bernama bapak Haidir dan ibu Rista.


Di panti asuhan terdapat lima orang anak yang duduk di bangku SMP dan delapan anak duduk di bangku SD serta ada lima anak yang berusia balita.


Panti asuhan itu dikelola pak Haidir dibantu istri dan anaknya Riska yang belum menikah dan bekerja di sebuah perusahaan.


Lokasi panti dibangun di tanah milik keluarga pak Haidir yang dulu merupakan  sebuah kontrakan enam pintu.


Pak Haidir merasa kasihan saat melihat tiga pengamen kecil yang mendatanginya di lampu merah untuk minta sedekah.


Ternyata mereka tiga bersaudara yang kehilangan orang tuanya karena sebuah kecelakaan.


Lalu ketiga anak itu dibawa pulang dan dirawat oleh keluarga pak Haidir.


Berawal dari situ, pak Haidir membuat sebuah panti asuhan untuk membantu anak-anak yang terlantar.


Pak Haidir membiayai anak-anak panti dari hasil sumbangan donatur yang tidak seberapa.


Terkadang ada bantuan dari tetangga sekitar yang punya rejeki dan disumbangkan buat keperluan anak-anak panti.


Kehadiran group Ralove ke panti saat itu disambut dengan baik oleh pak Haidir dan istrinya.


Mereka datang dengan membawa sembako dan bantuan uang tunai untuk biaya sekolah anak-anak panti.


Group Ralove sudah menjadwalkan waktu satu bulan sekali untuk berkunjung ke panti itu.


*


*


Sore itu, sekitar pukul tiga sore, Maryam keluar dari gerbang kampus.


Ia baru selesai mengajar dan bermaksud untuk pulang kerumah.


Ia pulang dengan mengendarai motor matic yang setiap hari ia bawa ke kampus sebagai kendaraannya.


Dengan kecepatan sedang, Maryam mengendarai motornya.


Tiba disebuah pertigaan, tiba-tiba ada sebuah mobil dari arah belakang menyerempet motor Maryam.


Maryam yang terkejut tidak bisa mengendalikan keseimbangannya, hingga ia terjatuh ditepi pertigaan.


Mobil yang tadi akan memotong laju motor Maryam dan berniat berbelok ke arak kiri tidak menyangka jika akan menyerempet motor Maryam.


Mobil itu menepi disisi sebelah kiri tidak jauh dari Maryam.


Dan seorang laki-laki turun dari mobil itu.


Ia bergegas menghampiri Maryam yang sudah dibantu berdiri oleh pengendara lain yang lewat disana.


Untung sore itu tidak terlalu ramai hingga tidak menimbulkan kemacetan.

__ADS_1


" Kalau mau berbelok hati-hati dong mas, jangan motong langsung belok.


Kasihan nih mbaknya jadi lecet, kakinya juga tertimpa sepeda motor miliknya. "


Ujar seorang bapak-bapak yang membantu Maryam berdiri.


Maryam dibawa ketepi jalan  dan didudukkan didepan sebuah warung yang menjual minuman.


Seorang ibu pemilik warung menghampiri dan memberi sebotol air mineral pada Maryam.


" Diminum dulu mbak, biar tenang. "


Kata si ibu sambil menyerahkan botol minuman itu.


" Terima kasih, bu. "


Maryam mengambil dan membuka


minuman itu dan meminum airnya setelah mengucapkan terima kasih  pada ibu pemilik warung.


" Iya, saya mohon maaf karena sudah teledor. " jawab laki-laki yang menyerempet Maryam pada bapak-bapak


yang tadi menegurnya.


Motor Maryam sudah ditaruh disamping warung oleh pengendara yang lain.


" Mbak permisi dulu ya, itu yang menyerempet motor mbak juga sudah ada, motor mbak itu sudah ditaruh disana. " kata bapak-bapak yang tadi membawa Maryam ke warung, ia menunjukkan motor yang ditaruh disamping warung.


" Iya Pak, terima kasih ya bapak-bapak, maaf saya sudah merepotkan. "  Maryam  mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang sudah menolongnya dengan menangkup kan kedua tangannya.


" Iya mbak, sama-sama. " jawab bapak-bapak itu, lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Yang melihat kecelakaan pun sudah pada membubarkan diri.


" Maafkan saya mbak, karena kelalaian saya mbak jadi celaka. Sebaiknya kita kerumah sakit untuk memeriksakan keadaan mbak." si lelaki memohon maaf pada Maryam dan mengajak Maryam untuk kerumah sakit.


" Ga papa mas..namanya juga musibah. Iya, kalau mas tidak keberatan saya bersedia diantar ke rumah sakit atau klinik yang dekat dari sini. "


Maryam menyadari jika itu suatu musibah dan ia bersedia untuk diantar kerumah sakit.


" Baiklah, sebentar ya mbak.. Saya ambil mobil dulu. Motor mbak tinggal aja dulu disini, nanti saya telepon teman saya untuk membawa motor mbak ke bengkel."


Lelaki itu minta agar Maryam meninggalkan motor dan menitipkan pada pemilik warung sebelum temannya datang mengambil motor itu.


Ia menelepon seseorang dan meminta untuk mengambil motor itu.


" Iya, selamat siang.


Jo.. Saya minta tolong untuk mengambil motor dan langsung bawa ke bengkel.


Nanti lokasi motornya saya sharelock.


Tanya pada ibu pemilik warung karena kuncinya saya titipkan.


Iya, ga usah banyak tanya nanti saya jelaskan. "


Lelaki itu menghubungi temannya lalu mengirim gambar motor dan lokasinya.


Setelah mengambil mobil dan memarkirkan dipinggir jalan, lelaki itu menghampiri Maryam yang masih duduk diwarung.

__ADS_1


Lelaki itu mengeluarkan selembar uang merah dan menyerahkan pada pemilik warung, lalu menitipkan motornya.


" Bu, saya titip motor sebentar, teman saya sedang dalam perjalanan untuk mengambil motor itu."


Lelaki itu berbicara pada ibu pemilik warung.


Ia juga meminta kunci motor pada Maryam.


" Ini kunci motornya, bu. "


Lelaki itu menyerahkan kunci motor bersama uang yang tadi dipegangnya.


" Iya mas, motor disini aman.. Nanti saya berikan pada teman mas yang akan mengambil motor itu.


Kalau boleh tahu, siapa nama yang akan mengambil motor, saya takut nanti salah orang. "


Pemilik warung menanyakan siapa yang akan mengambil motor.


Si lelaki membuka ponselnya lalu menunjukkan foto seseorang.


" Ini yang akan mengambil motor, namanya Jono. "


Lelaki itu memberi tahu nama temannya yang akan mengambil motor.


Setelah mengamati foto itu, pemilik warungpun mengerti.


" Tapi mas, uang ini untuk apa? " tanya pemilik warung heran saat si lelaki menyerahkan kunci bersama uang.


" Maaf Bu, itu sebagai tanda terima kasih karena ibu sudah membantu. "Jawab lelaki itu sambil tersenyum.


" Tidak perlu mas, saya ikhlas


membantu."


Kata pemilik warung sambil menyerahkan kembali uang itu.


" Tidak apa-apa bu, itu tidak seberapa.. Ibu sudah membantu kami.


Kalau gitu, kami permisi dulu, saya mau bawa mbak ini berobat. "


Lelaki itu pamit pada pemilik warung untuk membawa Maryam berobat.


Lelaki itu memapah Maryam ke mobil dan mendudukkan dibangku disamping supir.


Setelah Maryam duduk dengan nyaman, lelaki itu masuk dan mulai menghidupkan mesin mobil.


" Kita kerumah sakit dulu ya, mbak? "Lelaki itu mengajak Maryam untuk kerumah sakit.


" Iya mbak, ngomong-ngomong nama mbak siapa?


Nama saya Yudha. "


Lelaki itu menanyakan nama Maryam dan menyebutkan namanya.


" Nama saya Maryam, mas. " jawab Maryam sambil meringis.


Ia menahan rasa sakit di lengan dan kakinya.


Mungkin kakinya sedikit terkilir karena tadi tertindih motor.

__ADS_1


" Maaf ya mbak, tadi saya kelelahan dan sedikit mengantuk jadi tidak konsentrasi dalam berkendara.


Tangan mbak lumayan ya lecet nya karena  tergesek aspal karena jatuh.


__ADS_2