
Tomi melihat perubahan wajah Asti yang terlihat sedikit sedih.
Tomi merasa heran dengan perubahan itu, ia berfikir apa ada yang salah yang telah ia lakukan ataupun yang ia ucapkan.
Tapi seingatnya, ia tidak melakukan apapun yang bisa membuat Asti sedih.
" Ada apa? " tanya Tomi lembut sambil memandang Asti yang ada dihadapannya.
" Maksudnya? Ada apa, apanya? " tanya Asti bingung. Ia merasa tidak melakukan hal apapun yang dapat membuat Tomi bingung, tanpa Asti sadari jika mimik wajah sedihnya dapat terlihat oleh Tomi.
" Kenapa kau terlihat sedih? Apa ada sesuatu yang salah atau ada sesuatu yang mengganjal fikiran mu? " kata Tomi menjelaskan maksud perkataannya.
Asti terdiam sejenak mendengar perkataan Tomi.
Ia tidak mungkin mengatakan pada Tomi tentang kesedihannya.
Ia belum memiliki hubungan resmi dengan Tomi, jadi tidak mungkin ia mengungkapkan rasa sedih yang ia rasakan bila Tomi harus menjalani tugas ke daerah.
Asti bingung harus menjawab apa pada Tomi.
" Tidak ada apa-apa kok, Tom.. Aku hanya tiba-tiba ingat sama eyang.
Aku ingat saat akan kembali ke Jakarta, eyang meminta ku untuk sering-sering menghubungi beliau. Sementara aku baru menghubungi beliau saat baru sampai dirumah, dan sampai sekarang belum menghubungi eyang lagi. "
Asti mencari alasan dengan mengatakan bahwa ia ingat pada eyang.
" Benarkah kau hanya ingat sama eyang?
Kalau begitu, mengapa tidak menelpon eyang dan menanyakan kabarnya? " Tomi bertanya sedikit tidak percaya dengan alasan Asti.
" Iya, nanti malam saya akan menelpon dan menanyakan kabar eyang. " kata Asti meyakinkan Tomi.
Untuk mengalihkan kesedihan Asti, Tomi bertanya mengenai geng bucin yang tadi disebut oleh Asti.
" Oh.. Iya, katanya ada geng bucin ya? Boleh tahu siapa aja anggotanya, dan boleh ga saya gabung? " tanya Tomi mengenai geng bucin.
Asti tersenyum mendengar pertanyaan Tomi dan keinginan Tomi yang ingin masuk geng bucin.
" Geng bucin itu teman-teman saya sesama dosen. Ada ibu Fyth, ibu Indri, ibu Maryam, ibu Hatae dan ibu Asma, serta saya sendiri.
Apa yakin mau gabung di geng bucin? "
__ADS_1
Asti memberi tahu siapa saja yang ada di geng bucin dan menanyakan keinginan Tomi untuk gabung di geng bucin.
" Kalau saya gabung di geng bucin, berarti saya yang paling ganteng dong? Secara saya laki-laki satu-satunya yang ada di geng bucin, kalau begitu saya batal gabung di geng bucin, saya takut nanti saya jadi rebutan. " kata Tomi sambil tertawa.
" Huh.. Rasa-rasa jadi yang paling ganteng. " kata Asti sambil mencebik.
" Jelaslah saya yang paling ganteng, orang anggotanya perempuan semua. " kata Tomi yang membuat Asti ikut tertawa.
Tomi sangat senang saat melihat Asti mulai tersenyum lagi.
Tak lama pelayan mengantarkan makanan pesanan mereka.
Tomi dan Asti pun mulai menikmati makanan masing-masing.
" Kamu suka makan kwetiau goreng ya? Sama itu, lemon tea termasuk minuman favorit kamu? " tanya Tomi yang melihat Asti sangat menikmati makanannya.
" Iya, sejak dulu suka pesan kwetiau kalau sedang makan diluar, dan lemon tea sebagai minumannya.
Jika tidak ada lemon tea, saya suka pesan juice alpokat. " kata Asti menjelaskan.
" Oh.. Pantas, kamu sangat menikmati makanan mu, tapi bukannya kamu tidak suka minum teh manis dan lebih suka minum teh tawar? " tanya Tomi merasa heran.
" Benar, saya tidak pernah minum teh manis apapun bentuknya, entah yang dibuat sendiri ataupun teh manis dalam kemasan, saya tidak bisa minum karena saya akan merasa mual, hanya lemon tea teh yang tidak bikin saya mual." kata Asti menjelaskan.
" Yah.. Begitulah adanya.
Pernah saya paksa minum teh manis saat bertamu kerumah orang, setelah itu saya selalu ingin meludah, rasanya mulut saya penuh dengan air liur. " Asti menjelaskan kebiasaannya yang tidak bisa minum teh manis.
Tomi hanya mengangguk mendengar cerita Asti, dia jadi tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Asti.
" Kamu juga kayaknya suka sama nasi goreng dan orange juice ya? " tanya Asti.
" Iya, saya lebih suka nasi goreng atau mie goreng ketimbang bakso.
Sesekali aja saya makan mie ayam atau bakso.
Untuk minuman saya juga sama seperti kamu, kalau tidak ada orenge juice, saya suka juice alpokat, kalau di pedagang kaki lima, aku juga suka makan ketoprak." Tomi juga menjelaskan makanan dan minuman kesukaan nya.
Akhirnya, Tomi dan Asti bercerita tentang apa yang mereka suka dan yang tidak mereka suka.
Tomi baru sadar ketika melihat gelang yang Asti kenakan merupakan gelang yang ia belikan di Yogya sebagai kenang-kenangan buat Asti.
__ADS_1
" Asti, kamu suka ya sama gelangnya?
Terlihat cantik saat kamu kenakan. " kata Tomi saat melihat gelang Asti.
" Iya, saya suka gelang ini, terlihat simpel tapi manis. Terima kasih ya atas kadonya."
Asti memperhatikan gelang yang ia pakai dan berterima kasih karena ia sangat menyukai gelang itu.
" Iya, sama-sama. Saya senang jika kamu menyukai gelang itu, tidak sia-sia saya memilih gelang itu buat kamu. "
Tomi tersenyum melihat Asti yang menyukai gelang pemberiannya.
Setelah terdiam sejenak, Asti bertanya pada Tomi.
" Sebenarnya, sekarang kamu baru memulai kuliah di kedokteran atau sedang mengambil spesialis? " tanya Asti pada Tomi.
" Sebenarnya saya sedang mengambil gelar dokter spesialis bedah.
Saat di Yogya saya dan beberapa teman sedang melakukan penelitian tentang operasi. " jawab Tomi.
" Jadi selama ini kamu sudah menjadi dokter? " tanya Asti lagi.
" Iya. Setelah saya menyelesaikan masa internship selama satu tahun, saya mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.
Setelah mendapat STR saya sudah boleh bekerja di rumah sakit, puskesmas atau membuka praktik sendiri.
Karena setelah menyelesaikan masa internship, saya menyandang status sebagai dokter umum. " Tomi menjelaskan pada Asti jika ia sudah menjadi seorang dokter umum.
" Lalu, apa kamu sekarang sedang bekerja di rumah sakit? " tanya Asti lagi.
" Iya, setelah menyelesaikan masa internship saya mendapatkan tawaran kerja di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta ini.
Lalu, setelah dua tahun menjadi dokter umum, saya melanjutkan kuliah untuk mengambil spesialis." jawab Tomi lagi.
" Pantas kamu sering tidak mengikuti mata kuliah saya, ternyata kamu sedang sibuk menyelesaikan kuliah spesialis dokter bedah, lalu kamu melakukan penelitian di Yogya. " kata Asti yang baru mengerti mengapa Tomi tidak mengikuti mata kuliah yang diajarkan olehnya.
" Iya, saya sampai malu.. karena tidak pernah mengikuti mata kuliah yang diajarkan oleh kamu saya jadi tidak mengenalimu saat datang kerumah mu."
Tomi mengingat saat ia mencari Asti kerumahnya dan salah mengira.
Tomi menyangka bahwa yang ditemui nya sore itu adalah adiknya Asti dan bukan dosen yang dicarinya.
__ADS_1
Jika ingat hal itu membuat Tomi merasa malu pada Asti.
Begitu pula Asti merasa malu jika mengingat hal itu karena saat itu ia mengenakan pakaian santai yang kurang bahan.