
Mama Tomi yang memahami keadaan Asti langsung meminta Riki untuk mengantarkan Asti pulang.
" Ki,.. Kita antar teh Ara pulang dulu ya? "
Pinta mama pada Riki.
" Baik mah.! " jawab Riki singkat.
Sebenarnya mama ingin menghibur Ara dengan mengajaknya jalan-jalan agar Asti tidak terfokus dengan keberangkatan Tomi, tapi saat Asti menolak mama juga faham apa yang Asti rasakan saat ini.
Rasa sedih, rasa kehilangan dan merasa sendiri walaupun ditengah keramaian.
Dengan menuruti keinginan Asti untuk pulang, mama berharap Asti bisa menenangkan hatinya saat sudah berada di rumahnya.
Riki yang juga memahami keadaan Asti pun tidak berani untuk mengajak Asti bercanda.
Dengan kecepatan sedang, Riki melajukan mobilnya menuju rumah Asti.
Hampir satu jam perjalanan, mobil yang dikendarai Riki tiba di rumah Asti.
Mama dan Riki tidak mampir kerumah Asti, tapi langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang.
" Mama sama Riki langsung pulang ya Ara, tidak mampir lagi.
Titip salam aja buat kedua orang tua Ara. "
Saat Asti hendak turun dari mobil, mama berkata bahwa mama dan Riki akan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah.
" Baik ma, terima kasih karena sudah mengantar Ara pulang, nanti salam dari mama Ara sampaikan pada ayah dan ibu."
Asti memahami jika mama Tomi tidak mampir ke rumahnya terlebih dahulu.
" Riki, terima kasih ya sudah ngantar teteh pulang, hati-hati dijalan. "
Asti juga mengucapkan terima kasih pada Riki yang telah mengantarkan dirinya pulang ke rumah dan meminta Riki untuk berhati-hati dalam berkendara.
" Baik teh Ara, kalau begitu Riki sama mama pulang dulu. "
Pamit Riki pada Asti.
Mama keluar dari mobil untuk memeluk dan memberikan rasa nyaman pada Asti.
Mama juga mencium kening Asti sebagai tanda sayang mama pada Asti.
Setelah saling mengucap dan menjawab salam mobil yang dikendarai Riki meninggalkan rumah Asti.
Setelah mobil Riki meninggalkan rumahnya, Asti langsung masuk ke dalam rumah.
Karena keadaan rumah sedang sepi, Asti langsung masuk kedalam kamarnya.
Sementara itu di mobil, Riki tengah mengobrol dengan mamanya.
" Kasihan teh Ara ya mah, pasti merasa kehilangan ditinggalkan bertugas oleh Aa' Tomi. "
Riki merasa kasihan dengan keadaan Asti saat ini.
__ADS_1
" Iya, mamah juga merasa kasihan sama Ara. Insya Allah Ara akan baik-baik saja dan akan terbiasa untuk sementara tanpa ada Aa' Tomi. "
Mama yakin jika Asti lambat laun akan terbiasa jika harus berjauhan dari Tomi.
" Kita mau kemana nih, mah? " tanya Riki pada mamanya.
" Kita langsung pulang aja, Ki. "
Mama meminta Riki untuk langsung pulang ke rumah.
" Bukannya kita mau makan siang dulu, mah? " tanya Riki heran, karena tadi mamanya sempat mengajak Asti makan siang.
" Kita makan siang dirumah aja. " jawab mama pada Riki.
" Iihh.. Mamah mah curang, tadi nawarin teh Asti makan siang diluar, sekarang ngajak Riki makan dirumah. "
Riki protes pada mamanya yang tidak jadi makan siang diluar.
" Ya sudah kalau mau makan siang diluar, mamah mau menghubungi papah dulu, siapa tahu papah mau gabung makan siang. " mama akhirnya menyetujui ajakan Riki untuk makan siang.
Sementara di rumah Asti, Asti menumpahkan kesedihannya diatas kasur. Asti mengurung diri di dalam kamarnya.
Asti hanya ingin melepaskan rasa sesak yang ia rasakan, rasa kehilangan yang membuat Asti menumpahkan air matanya.
Wajar Asti merasa bersedih dan kehilangan, karena selama ini Asti selalu bersama dengan Tomi dalam setiap kesempatan.
Karena Asti menangis sambil telungkup, tak terasa Asti tertidur karena merasa lelah sehabis menangis.
*
*
Ia ditelepon langsung oleh direktur rumah sakit tempat ia akan bertugas nanti.
📱" Hallo selamat siang dokter Tomi, apa anda sudah tiba di kota ini? "
Sapa seseorang yang menelepon Tomi.
📱" Selamat siang, pak. Saya baru tiba dan akan keluar dari bandara. "
Bagaimana pak, apa saya langsung ke rumah sakit sekarang? "
Tomi menjawab telepon dari orang tersebut dan menanyakan apakah dia harus segera ke rumah sakit.
📱" Benar, jika dokter Tomi sudah di bandara, dokter Tomi langsung kerumah sakit, karena ada pasien kecelakaan yang butuh penanganan segera. "
Perintah seseorang tersebut pada Tomi.
📱" Baiklah pak Atalim, saya akan langsung menuju rumah sakit. "
Jawab Tomi menyanggupi permintaan bapak Atalim.
Bapak Atalim merupakan direktur rumah sakit yang akan menjadi tempat Tomi bertugas saat ini.
Tomi meminta sopir taksi untuk mengantarnya kerumah sakit tempat ia akan bertugas.
__ADS_1
Tiba dirumah sakit, Tomi menemui dokter Atalim yang tadi meneleponnya guna menyampaikan surat tugas yang dibawanya sekaligus melakukan tugas pertama Tomi dirumah sakit itu.
" Selamat datang dirumah sakit ini, dokter Tomi, dan kenalkan ini istri saya, dokter Tyas yang bertugas sebagai dokter anak dirumah sakit ini. "
Sambut dokter Atalim menyalami Tomi dan memperkenalkan Tomi pada dokter Tyas yang berprofesi sebagai dokter anak dan merupakan istri dari dokter Atalim.
Tomi dan dokter Tyas saling berkenalan dengan menyebutkan nama masing-masing.
Setelahnya, Tomi menyerahkan berkas-berkas yang ia bawa dari rumah sakit sebelumnya yang berupa surat keterangan juga penunjukan Tomi sebagai dokter bedah yang akan bertugas sementara di rumah sakit itu.
*
*
Malam hari, selepas magrib telepon Asti berdering menandakan ada panggilan masuk.
Asti mengambil ponselnya dan melihat siapa yang telah meneleponnya.
Ternyata, itu panggilan dari Tomi.
Asti menggeser tombol hijau untuk mengangkat telepon dari Tomi.
📱" Assalamu'alaikum mas.. "
Asti mengangkat telepon dan mengucapkan salam.
📱" Waalaikumsalam Ara..
Ara sedang apa? "
Tomi menjawab salam dan bertanya apa yang sedang Asti lakukan.
📱" Ara sedang tidak ngapa-ngapain mas, sedang baring-baring aja di kamar. "
Jawab Asti yang mengatakan bahwa ia tidak tengah melakukan apapun.
📱" Ara, maaf ya.. Tadi siang mas tidak sempat memberi kabar pada Ara jika mas sudah sampai.
Begitu tiba disini, mas langsung ke rumah sakit karena ada pasien yang harus segera ditangani. "
Tomi menyampaikan permintaan maaf pada Asti karena tidak sempat memberinya kabar, siang tadi.
📱" Iya mas, tidak apa-apa.. Yang penting mas sudah sampai dengan selamat disana. "
Kata Asti yang memaklumi kesibukan Tomi.
Tomi merasa bersalah pada Asti karena kesibukannya, ia jadi tidak sempat memberi kabar pada Asti.
Tomi tahu jika Asti akan mengerti dengan kesibukannya, tapi Tomi merasa sedih karena harus menomorduakan Asti demi pekerjaannya.
Walaupun Tomi yakin Asti tidak akan pernah merasa dikecewakan dan dinomorduakan.
Tomi akan berusaha meluangkan waktu disela kesibukannya untuk tetap memberi perhatian pada Asti.
Tomi tidak ingin jika Asti merasa kesepian dan kehilangan karena ia berada jauh dari Asti.
__ADS_1
Seperti malam ini, walaupun masih merasa lelah tapi tetap menghubungi dan memberi kabar pada Asti.