DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Tomi Bernyanyi


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, sebaiknya kita pulang..! " ajak Asti pada Tomi.


Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Asti mengajak Tomi untuk pulang.


Ia merasa tak nyaman berada dalam situasi seperti ini, saling terdiam dan hanya sibuk dengan fikiran masing-masing.


Asti sudah memikirkan langkah apa yang akan ia ambil mengenai hubungannya dengan Tomi.


Asti sudah meminta waktu pada Tomi untuk menjawab semuanya.


Tinggal nunggu sebentar lagi, jika Tomi bersedia dan bersabar untuk menunggunya.


Jika Tomi tak sabar, maka Tomi akan kehilangan dirinya dan bukan dia yang kehilangan Tomi.


Tapi ia yakin, Tomi akan menunggunya.


" Baiklah, mari kita pulang.! " ajak Tomi sambil beranjak dari duduknya.


Tomi berjalan menuju mobil diikuti oleh Asti.


Tomi membuka pintu mobil buat Asti, lalu setelahnya ia memutar untuk masuk ke mobil dan duduk dibelakang kemudi.


Setelah masuk ke dalam mobil, Tomi mulai melajukan mobilnya meninggalkan pantai.


" Asti, kapan rencananya mau kembali ke Jakarta? " tanya Tomi.


" Mungkin dalam satu dua hari ini, aku akan kembali ke Jakarta. " jawab Asti.


" Kau sendiri, kapan akan kembali ke Jakarta, Tom? " tanya Asti balik.


" Aku belum tahu, karena aku masih harus menyelesaikan urusan penelitian ku disini, mungkin sekitar satu minggu lagi aku baru kembali ke Jakarta. " jawab Tomi.


" Tom.. Apakah kau marah pada, ku? "


" Marah untuk apa? "


" Karena aku belum menjawab pernyataan mu..! "


" Tidak.! Aku tidak marah pada mu, Asti.


Aku yakin kau punya alasan tersendiri mengapa kau menunda menjawab pernyataan cinta ku.


Aku akan bersabar untuk itu, karena aku yakin kau akan memberi jawaban terbaik mu untuk ku.! "


" Apa kau tidak kecewa Tomi? "


" Terus terang aku sedikit kecewa, aku fikir dengan mengajak mu ke pantai, kau akan merasa rileks, akan lebih tenang dan akan memberikan jawaban mu pada ku hari ini.


Tapi aku tak akan memaksa mu. "


" Terima kasih atas semua pengertian mu,   Tom.! "


Sejenak mereka terdiam, fokus dengan fikiran masing-masing.


Tomi melirik Asti yang duduk disamping nya, gadis itu terlihat sedang melamun.


Tak ingin mengganggu Asti, Tomi hanya diam tak berkata apapun lagi.


Karena mereka sama-sama terdiam dan sibuk dengan lamunan masing-masing, Tomi memutar radio yang ada di mobil, mencari lagu-lagu kenangan yang akan menemani perjalanan mereka.


Saat Tomi memutar lagu CINTA YANG TULUS yang dinyanyikan oleh Gito Rollies mengudara, Tomi sedikit mengecilkan volume suara dan ia pun mengikuti lirik lagu yang terdengar.

__ADS_1


🎙🎶Cinta yang tulus di dalam hatiku


     Telah bersemi karena mu


     Hati yang suram kini tiada lagi


     Telah bersinar karena mu


🎙🎶 Oh.. Ho.. Hoo.. 


      Biarkan hujan membasahi bumi


      Atau bulan yang tiada berseri


      Namun jangan kau biarkan cintaku


      Yang tulus suci hanya pada mu


🎙🎶 Semua yang ada pada mu oh..


      Membuat diriku tiada berdaya


      Hanyalah bagimu untuk Mu Tuhan ku


      Seluruh hidupku


Tomi begitu menghayati lagu yang ia ikuti, seakan ia dapat merasakan bahwa lagu itu seperti mewakili perasaannya saat ini.


Rasa cintanya yang tulus pada Asti juga rasa bahagia yang dia rasakan saat bersama Asti.


Asti pun hanya diam mendengarkan Tomi menyanyikan lagu itu, tak ada sedikitpun keinginan dihati Asti untuk ikut bernyanyi.


Asti tahu, Tomi sengaja memutar lagu itu, terlihat ia begitu serius ikut menyanyikan lagu itu, seolah ia sedang berusaha mengungkapkan perasaannya.


Tomi memarkirkan mobil, lalu turun untuk membukakan pintu untuk Asti.


Setelah pintu terbuka, Asti turun dari mobil.


" Terima kasih, Tomi.! Apa kau mau mampir dulu? "


Asti mengucapkan terima kasih karena Tomi telah membukakan pintu mobil.


" Gimana ya, kalau aku mampir apa tidak apa-apa? " tanya Tomi.


" Kalau mau mampir ya mampir aja, nanti aku buatkan teh. "  ujar Asti lagi.


" Mengapa harus teh? Apa aku tidak dibuatkan sirup? " tanya Tomi sambil mengedipkan matanya.


Ia sengaja menggoda Asti, mengingatkan saat Tomi kerumah Asti dan membuat dua gelas sirup yang akhirnya salah satu gelas diminum oleh pak Eko.


Wajah Asti bersemu merah saat Tomi mengatakan mengenai air sirup.


Jelas ia mengingat apa yang terjadi di dapur kala itu.


Tomi tertawa saat menyadari wajah Asti yang bersemu merah.


Sebenarnya ia bukan ingin mengingat hal yang saat ini diingat Asti.


Ia hanya ingin mengingatkan Asti pada pak Eko yang berusaha mendekati Asti.


Untuk menghindari mengingat hal yang memalukan itu, Asti mengajak Tomi untuk diteras.

__ADS_1


Tomi hanya menurut saja , mengikuti Asti berjalan didepan nya.


Assalamu'alaikum. "


Asti dan Tomi mengucapkan salam saat mereka telah sampai didepan pintu rumah eyang.


" Waalaikumsalam.. " jawab seseorang dari dalam rumah, lalu pintu pun dibuka dari dalam.


" Eh.. Asti, baru pulang?


Ada Tomi juga, ayo masuk..! Ucap eyang yang membukakan pintu untuk Asti.


" Iya eyang, Asti baru pulang. " jawab Asti lalu mengalami dan mencium punggung tangan eyang.


Begitupun dengan Tomi yang menyalami eyang dan mencium punggung tangan eyang.


" Ayo Tom, duduk dulu.. Aku akan buat teh sebentar.! "


Asti meminta Tomi duduk diruang tamu, lalu ia menuju kedapur untuk membuatkan teh.


Eyang mengikuti Asti kedapur, lalu duduk di kursi meja makan.


" Dari mana tadi Asti, kok lama pulangnya? " tanya eyang pada Asti.


" Tadi Asti sama Tomi jalan-jalan ke pantai eyang, sekedar refreshing menghilangkan jenuh! " jawab Asti.


" Kamu jadi pulang ke Jakarta, Asti? Tanya eyang lagi.


" Jadi eyang! Asti kan harus balik ngajar di kampus, kalau kelamaan disini nanti Asti dicariin para mahasiswa, eyang. " jawab Asti sambil bercanda.


" Sudah beli tiket pesawatnya? " tanya eyang


" Belum eyang, besok lah Asti akan pesan tiket lewat online. ".jawab Asti sambil mengambil nampan untuk membawa teh hangat ke ruang tamu.


Ketika Asti membawa teh ke ruang tamu, eyang tidak mengikuti Asti, eyang masih tetap duduk di kursinya.


" Mau ngobrol disini atau kita duduk di teras? " tanya Asti.


" Kita duduk diteras aja, biar lebih adem.


Eyang tadi mana, As? " Tomi mengajak Asti duduk diteras dan menanyakan keberadaan eyang karena eyang tidak terlihat lagi saat mengikuti Asti kedapur.


" Eyang ada didapur! " jawab Asti.


Asri dan Tomi keluar untuk duduk diteras.


Asti meletakkan dua cangkir teh diatas meja, lalu meminta Tomi untuk meminumnya.


" Silahkan diminum tehnya, Tom! Mumpung masih hangat. " ucap Asti pada Tomi.


" Iya, terima kasih! " kata Tomi sambil mengambil gelas tehnya, lalu menyeruput teh panas itu secara perlahan-lahan.


" Besok kalau sudah beli tiket pesawat kabari aku, ya?  Jika sudah tahu jadwal penerbangannya, aku usahakan untuk mengantar  ke bandara. " pinta Tomi pada Asti.


" Iya, nanti aku kabari. Kalau banyak kesibukan tidak apa-apa jika tidak bisa mengantarkan, aku akan minta antar pada Aryanto. " jawab Asti.


" Tidak, aku usahakan untuk mengantarkan mu ke bandara.


Rencana mau pulang ke Jakarta sama siapa? Tanya Tomi lagi.


" Kemungkinan aku akan pulang sendiri! " jawab Asti.

__ADS_1


Setelah agak lama mengobrol, akhirnya Tomi pamit pulang pada Asti karena hari juga sudah sangat sore.


__ADS_2