
" Assalamu'alaikum..! " salam teman-teman Asti saat mereka tiba didepan kamar Asti.
" Waalaikumsalam..! " jawab yang ada didalam kamar Asti.
" Lin, tolong buka pintunya, itu pasti teman-teman mbak Asti yang datang. " pinta Asti pada Aulina.
" Baik, mbak! " kata Aulina sambil berjalan kearah pintu dan membukanya.
" Silakan masuk, mbak! " kata Aulina setelah membuka pintu kamar Asti.
" Terima kasih! " jawab teman-teman Asti sambil memasuki kamar Asti.
Asma, Fyth dan Maryam menyalami keluarga Asti yang berada didalam kamar.
" Apa kabar, eyang? " tanya Maryam saat bersalaman dan mencium tangan eyang.
" Alhamdulillah, kabar eyang baik, nak! " jawab eyang.
Asma dan Fyth juga menyalami dan mencium tangan eyang secara bergantian.
" Rupanya para putri Yogya sedang berkumpul disini. " kata Fyth saat melihat para sepupu Asti.
" Iya, mereka para sepupu yang khusus datang dari Yogya untuk menjadi pengiring aku nanti. " kata Asti, lalu Asti memperkenankan sepupunya pada teman-temannya.
" Sepupu Asti cantik-cantik. " kata Asma setelah mereka saling berkenalan.
" Iya dong, siapa dulu eyangnya? eyang kami sangat cantik sehingga kecantikannya menurun pada kami. " kata Aulia dengan bangga sambil memeluk eyang yang sedang duduk dan meracik ramuan untuk lulur yang akan digunakan oleh Asti.
" Wah kepedean kamu Lia, baru dipuji sedikit sudah bangga. " kata Aulina pada Aulia.
" Harus dong, cucu eyang harus bangga karena mewarisi kecantikan eyang. " seloroh Aulia.
Eyang hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh cucunya.
" Setiap wanita itu terlahir cantik dan memiliki keunikan sendiri-sendiri,
tergantung orang yang memandang dan menilai kecantikan seorang wanita. Tetapi yang terpenting itu kecantikan yang lahir dari dalam, dari hati yang selalu welas asih, mau saling membantu terutama terhadap saudara yang ada dilingkungan kita."
__ADS_1
" Saudara itu bukan hanya anggota keluarga saja, tapi juga orang-orang terdekat yang ada disekitar kita. Jangan suka menceritakan keburukan orang lain dan jangan saling menyakiti hati sesama." kata eyang memberikan wejangan pada cucu-cucunya yang sedang berkumpul dikamar Asti.
" Maksudnya welas asih itu gimana, eyang? Apa kita harus selalu berbuat baik walaupun pada orang yang sudah berbuat jahat dan menyakiti hati kita? Apa kita tidak boleh membalas kejahatan orang lain, eyang? " tanya Amel pada eyang.
" Orang yang berbuat jahat tidak perlu kita balas dengan kejahatan karena jika kita membalasnya, kita sama saja dengan mereka. Do'akan saja orang yang berbuat jahat bisa mendapatkan kebaikan sehingga bisa menyadarkannya dan tidak melakukan kejahatan dan menyakiti serta merugikan orang lain. "
" Untuk kalian yang ada disini, terutama cucu-cucu eyang, jagalah diri kalian masing-masing. Jaga harga diri dan martabat kalian sebagai seorang wanita. Jangan kalian tergoda untuk melakukan sesuatu yang bukan pada tempatnya. Jangan mudah memberikan harta berharga yang kalian miliki pada laki-laki yang bukan suami kalian, apalagi dengan alasan perkembangan zaman dan pergaulan bebas. "
" Kebanggaan kita kaum perempuan adalah disaat kita bisa mempertahankan kehormatan dan menyerahkan pada laki-laki yang sudah sah menjadi pendamping hidup kita. Laki-laki yang sudah melakukan ijab dan mendapatkan qabul dari wali kalian."
" Zaman semakin maju dan semakin memberikan banyak kesempatan untuk berbuat sesuatu yang bisa merugikan diri kalian sendiri.
Semakin modern zaman, semakin banyak kesempatan untuk berbuat dosa. Tutup aurat kalian jika kalian bepergian, keluar dari rumah atau jika kalian akan bertemu dengan orang-orang yang bukan mahrom kalian. Ingat, ayah serta saudara laki-laki kalian akan diminta pertanggungjawaban atas setiap perbuatan kalian, juga suami kalian nantinya. "
Eyang memberikan nasehatnya pada cucu-cucunya agar mereka tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif dan eyang berharap cucu-cucunya bisa menjaga diri mereka dengan baik.
Cucu-cucu eyang mendengarkan semua yang eyang sampaikan dengan baik tanpa menjeda nasehat yang eyang berikan.
" Terima kasih eyang atas semua nasehat yang eyang berikan pada kami. Kami akan selalu mengingat semua nasehat eyang dan kami berharap eyang juga selalu mendoakan kami agar kami bisa menjadi cucu-cucu yang bisa membanggakan dan membahagiakan eyang. "
Asti menyampaikan rasa terima kasihnya pada eyang atas semua nasehat yang disampaikan oleh eyang sambil memeluk eyang dengan penuh kasih sayang.
Asma, Fyth dan Maryam merasa terharu melihat kasih sayang Asti dan sepupunya terhadap eyang dan rasa sayang eyang terhadap cucunya.
" Sudah, sudah.. kok malah berpelukan seperti ini, kapan calon pengantinnya mau di lulur jika kalian jadi teletubbies seperti ini. " seloroh eyang pada cucu-cucunya.
" Ah eyang, membuyarkan rasa haru aja." kata Aulia sambil melepaskan pelukan pada eyang.
" Iya benar, kalian seperti teletubbies, saling berpelukan. " kata Maryam sambil menggoda mereka.
Akhirnya, mereka melakukan perawatan pada calon pengantin sesuai dengan yang telah mereka rencanakan.
Sepupu Asti juga pada ikut luluran karena mereka ingin tampil cantik saat pesta pernikahan Asti.
Sementara di bagian dapur, bude Arum tengah menyiapkan hidangan untuk makan siang keluarga juga para tetangga yang sedang rewang di rumah orang tua Asti.
" Tari, tolong makanan untuk bapak-bapak disiapkan di bagian depan saja agar tidak perlu keluar masuk rumah, sedangkan untuk ibu-ibu kita hidangkan di bagian belakang rumah, jadi semua bisa mengambil dan menikmati makanan dengan nyaman. Minta bantu pada ibu-ibu untuk menyiapkan semuanya."
__ADS_1
Bude Arum meminta bibi Lestari untuk membantunya menyiapkan makanan untuk keluarga dan para pekerja.
Kesibukan di rumah Asti sangat terlihat jelas. Masing-masing sudah mendapat tugas untuk menyiapkan acara pernikahan Asti.
Mereka mengerjakan tugas dengan semangat, dan sesekali terdengar senda gurau diantara mereka.
Setelah hidangan makan siang telah tersedia, mereka menikmati makan siang bersama dan menunda sebentar pekerjaan yang sedang mereka lakukan.
Saat tengah menikmati makan siang, tiba-tiba ponsel Maryam berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Maryam mengambil ponsel yang ia simpan didalam saku celana yang ia kenakan, lalu membuka ponsel untuk melihat pesan masuk.
" Assalamu'alaikum, Rya? nanti setelah makan, temui mas di taman depan, ya? ada yang ingin mas bicarakan. "
Maryam membaca pesan yang ternyata dari Aryanto.
" Waalaikumsalam, baik mas! nanti setelah makan Rya akan menemui mas." balas pesan Maryam pada Aryanto.
Setelah membalas pesan, Maryam menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celana.
Selesai makan siang dan membantu membereskan piring kotor dan sisa makanan, Fyth dan Asma kembali ke kamar Asti, sedangkan Maryam memberitahu pada temannya bahwa ia akan menemui Aryanto.
Setelah berpamitan pada Fyth dan Asma, Maryam berjalan ke taman untuk menemui Aryanto, karena Aryanto sedang merapikan taman agar tidak terganggu dan rusak karena acara pernikahan Asti.
" Ada apa mas, kok mas meminta Maryam menemui mas disini? " tanya Maryam saat ia telah berada didekat Aryanto.
" Sini, bantu mas merapikan tanaman bunga milik Asti, sekalian kita ngobrol. " jawab Aryanto yang meminta Maryam untuk membantunya.
" Rya, bagaimana jika setelah acara resepsi pernikahan Asti mas dan keluarga mas datang ke rumah Rya untuk melamar Rya. "
" Mas sudah membicarakan hal ini dengan keluarga dan mereka setuju, mumpung keluarga besar masih kumpul disini. Maaf jika mas kurang sopan karena menanyakan hal ini disini. "
Aryanto menyampaikan rencana untuk melamar Maryam setelah acara resepsi pernikahan Asti.
Maryam terdiam, ia tidak menyangka jika Aryanto akan menyampaikan hal ini padanya saat ini.
" Rya terserah sama mas aja, jika mas dan keluarga akan datang ke rumah, nanti akan Rya sampaikan pada orang tua Rya. " kata Maryam setelah terdiam beberapa saat.
__ADS_1
" Baiklah jika Rya sudah setuju, tiga hari setelah pernikahan Asti, mas dan keluarga akan datang ke rumah Rya. " kata Aryanto memutuskan rencana kedatangannya ke rumah Maryam.
Setelah menyampaikan rencananya dan berbincang sebentar dengan Maryam, akhirnya Maryam kembali ke kamar Asti untuk bergabung bersama temannya dan sepupu Asti yang masih melakukan ritual lulur dan hal lainnya yang akan menunjang kecantikan Asti saat menjadi pengantin.