DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 138. Saling Menjodohkan


__ADS_3

Geng Bucin menikmati makan siang mereka sambil bercerita dan bercanda, kebiasaan yang selalu mereka lakukan saat sedang berkumpul.


" Asti, mas Tomi gimana kabarnya disana?"


Tanya Hatae pada Asti.


" Alhamdulillah kabarnya baik.


Tadi malam Mas Tomi memberitahu jika saat tiba disana langsung diminta ke rumah sakit karena ada pasien darurat yang harus segera dioperasi. "


Kata Asti menyampaikan keadaan Tomi pada teman-temannya.


" Wah.. Ga capek tuh baru datang langsung operasi?


Tapi namanya sudah tugas ya, jadi harus tetap dijalani. "


Kata Asma yang merasa jika tugas seorang dokter itu memang sangat penting.


" Terus hari ini, belum kirim kabar lagi? " tanya Maryam.


" Tadi pagi hanya pamit mau ke rumah sakit. Siang ini mungkin masih sibuk, maklum hari pertama tugas di rumah sakit itu. "


Kata Asti lagi pada teman-temannya.


Tengah asik berbicara, terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Asti yang ada diatas meja.


Asti mengambil ponselnya dan melihat notifikasi yang masuk.


Ada nama mas Tomi disana, yang menandakan jika Tomi yang mengirimkan pesan.


Asti  membuka pesan yang dikirim oleh Tomi.


" Assalamu'alaikum Ara..??


Sudah makan siang belum?


Jangan lupa makan siang, ya?


Mas lanjut kerja dulu, Insya Allah nanti malam mas akan telepon Ara. "


Asti membaca pesan  dari Tomi, lalu membalas pesan tersebut.


" Waalaikumsalam warahmatullah..


Ini Ara lagi makan siang bareng geng bucin di cafe Ralove.


Selamat bertugas mas, nanti malam Ara tunggu telepon dari mas. "


Pesan balasan yang dikirim oleh Asti telah terkirim, tapi belum ada tanda telah dibaca.


Asti menaruh lagi ponselnya diatas meja.


" Siapa yang kirim pesan, Asti? "


Tanya Fyth.


" Pake nanya, ya pasti mas Tomi lah.. Siapa lagi? "

__ADS_1


Kata Asma yang menjawab pertanyaan Fyth pada Asti.


" Nyamber aja, kaya bensin. "


Kata Maryam pada Asma.


" Aku kan mewakili Asti, lagian pura-pura tidak tahu siapa yang kirim pesan.


Kalau sudah baca pesan sambil senyum dan wajah cerah, itu artinya yang kirim pesan orang sapisial. "


Kata Asma panjang lebar.


" Yang sapisial itu Asma, kali.


Sapisial jadi jomblo. "


Indri menggoda Asma sambil tertawa.


" Tenang aja, stok cowok di group Ralove masih banyak.


Jika Maryam sama mas Ary, berarti akan ada mas Yudha, bang TM dan bang Takdir yang masih jomblo, masa ga ada yang nyangkut sama Asma? "


Asma berkata bahwa masih ada cowok jomblo di group Ralove yang masih bisa jadi pasangannya.


"  Asma, bagaimana jika sama pak Eko aja? Pak Eko kan tampan dan mapan, secara dia selain dosen juga seorang pengusaha. " kata Asti pada Asma agar Asma memilih pak Eko.


" Wuih.. Asma kayaknya cocok tuh sama pak Eko. Pak Eko kan salah satu idola para mahasiswi di kampus. "


Indri menyetujui usul Asti agar Asma sama pak Eko.


Para geng bucin tertawa saat Asti dan Indri menjodohkan pak Eko dengan Asma.


Pak Eko kan baik dan ga suka bicara kasar. "


Asma membela pak Eko didepan teman-temannya.


" Makanya, pak Eko kan baik, jadi cocok sama Asma. "


Kata Maryam pada Asma.


" Nggak lah ya.. Masa aku sama pak Eko, dia kan cinta mati sama dek Asti. Mendingan aku cari yang lain aja deh dari pada sama mas Eko. "


Kata Asma sambil menekan kata mas Eko.


" Eh.. Ngiming ngomong, pak Eko sudah tahu kalau Asti sudah tunangan sama Tomi? "


Tanya Fyth pada geng bucin.


" Sepertinya belum tahu, di kampus yang datang saat pertunangan Asti sama Tomi cuma geng bucin, dan yang lain belum ada yang tahu. "


Indri berkata bahwa di kampus tidak ada yang tahu tentang pertunangan Asti dan Tomi.


" Kasihan dong pak Eko nanti saat tahu Asti sudah bertunangan dengan Tomi. "


Kata Maryam pula.


" Ya.. Asti kan ga mungkin terima pak Eko kalau dia ga suka, dan Eko juga ga bisa memaksakan keinginannya pada Asti.

__ADS_1


Jadi, mau ga mau pak Eko harus menerima kalau Asti sudah bertunangan dengan Tomi. "


Hatae mengatakan jika pak Eko tidak bisa memaksakan perasaannya pada Asti.


" Semoga pak Eko dapat pendamping yang lebih baik dan lebih cantik dari aku dan bisa menerima jika aku sudah memilih Tomi. "


Asti mendoakan pak Eko agar dapat pendamping yang lebih baik.


Hampir dua jam, geng bucin nongkrong di cafe Ralove.


Mereka mengobrol dan bercanda sambil memakan makanan yang sudah mereka pesan.


Menjelang pukul tiga sore, mereka mengakhiri acara kumpul-kumpul geng bucin dan memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.


Asti kembali dibonceng oleh Asma untuk pulang kerumahnya.


Sore ini setelah selesai jam tugasnya, Tomi akan kembali ke hotel untuk mengambil koper dan check-out dari hotel untuk tinggal di mess pegawai rumah sakit.


" dokter Tomi sudah mau pulang? " tanya suster Novie yang melihat Tomi sudah bersiap untuk meninggalkan ruangannya.


" Iya suster, sore ini saya akan pindah ke mess rumah sakit, kemarin saya menginap di hotel. " kaya dokter Tomi yang mengatakan akan tinggal di mess.


" Kalau begitu, saya duluan suster Novie dan suster Mirah. "


Kata dokter Tomi yang berpamitan pada asistennya.


" Silakan dokter. " kata suster Novie dan suster Mirah bersamaan.


Dokter Tomi keluar dari ruangannya dan menuju lobi.


Tadi dokter Radit mengatakan jika ia akan menunggu dokter Tomi di lobi jika jam tugas mereka sudah selesai.


Setelah dokter Tomi keluar ruangan, suster Novie dan suster Mirah merapikan pekerjaan mereka, lalu keluar dari ruangan praktek dokter Tomi untuk pulang  kerumah masing-masing.


Di lobi rumah sakit, dokter Radit tengah menunggu dokter Tomi.


Dokter Radit telah membuat janji dengan dokter Tomi untuk mengantar dokter Tomi ke hotel untuk mengambil koper miliknya.


Dari kejauhan, dokter Tomi sudah melihat keberadaan dokter Radit di lobi, ia mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai ke tempat dokter Radit.


Setelah dekat, dokter Tomi menyapa dokter Radit yang belum melihat kedatangannya karena sedang serius memperhatikan ponsel yang dipegangnya.


Maaf dokter Radit, apa sudah lama menunggu saya? "


Tanya dokter Tomi setelah berada dekat dengan dokter Radit.


" Eh, dokter Tomi, belum lama kok.


Maaf saya tidak melihat kedatangan dokter Tomi, maklum sedang berbalas pesan dengan istri saya."


Dokter Radit mengatakan jika ia tidak menyadari kedatangan dokter Tomi karena sedang berbalas pesan dengan istrinya.


" Iya dokter Radit, tidak masalah.


Apa dokter Radit sudah siap? Jika sudah, kita ke hotel sekarang. "


Dokter Tomi mengajak dokter Radit untuk segera ke hotel.

__ADS_1


" Baiklah dokter Tomi, mari kita ke parkiran untuk mengambil kendaraan. "


Dokter Radit mengajak dokter Tomi ke parkiran untuk mengambil kendaraan milik dokter Radit.


__ADS_2