DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Suster Mirah dan Suster Novie, Asisten dokter Tomi


__ADS_3

Baru beberapa saat Tomi mendudukkan dirinya di kursi, terdengar seseorang mengetuk pintu dari luar.


Tok..


Tok...


" Masuk..! "


Teriak Tomi dari dalam.


Dua orang perawat masuk keruangan Tomi.


" Selamat pagi, dokter.. Kenalkan saya suster Novie dan ini suster Mirah, kami berdua yang akan membantu pekerjaan dokter disini. "


Suster Novie memperkenalkan dirinya dan juga suster Mirah yang bertugas sebagai asisten Tomi.


Tomi memperhatikan kedua perawat tersebut, juga nametag yang terpasang di dadanya.


" Selamat pagi suster, kenalkan saya dokter Tomi yang akan menjadi dokter bedah disini.


Semoga kita bisa saling bekerja sama dalam menangani pasien. "


Tomi memperkenalkan diri dan berjabat tangan dengan kedua asistennya.


" Oh iya, apa untuk pagi ini sudah ada pasien yang harus diperiksa? "


Tanya Tomi pada kedua asistennya.


" Untuk pagi ini ada, Visit keruangan pasien yang kemarin kecelakaan, juga ada pasien yang telah melakukan operasi oleh dokter terdahulu.


Ini data pasien yang akan kita kunjungi pagi ini. "


Suster Novie menyerahkan data pasien kepada dokter Tomi.


" Baiklah, berarti sebentar lagi kita akan visit ke ruangan pasien, silahkan tunggu dimeja kalian masing-masing. "


Tomi meminta kedua asistennya untuk menunggu, karena jam kunjungan pasien masih sebentar lagi.


Suster Novie dan suster Mirah keluar untuk menunggu dokter Tomi di meja depan ruangan dokter Tomi, sambil merapikan data-data pasien.


Tomi melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Masih ada waktu sepuluh menit lagi untuk melakukan visit, sebaiknya aku periksa dulu data pasien yang akan dikunjungi. "


Tomi bermonolog.


Sambil menunggu waktu visit, Tomi memeriksa data pasien yang akan dikunjungi.


Sementara dimeja suster Mirah dan suster Novie, mereka juga terlihat sedang merapikan data-data pasien.


" Ternyata dokter Tomi itu masih muda ya mbak? Ganteng lagi. "


Suster Mirah berkata pada suster Novie jika ternyata dokter Tomi masih muda.

__ADS_1


Suster Novie merupakan suster senior Mirah.


" Iya, orangnya ramah juga.


Mbak pikir dokter Tomi itu sudah tua, sudah senior seumuran sama dokter terdahulu. " kata suster Novie yang membenarkan kata-kata suster Mirah.


" Kira-kira sudah berkeluarga belum ya mbak? "


Tanya suster Mirah pada suster Novie.


" Ya mana mbak tahu, kan kita baru ketemu.


Mungkin beliau sudah menikah, kalaupun belum menikah pasti sudah punya kekasih. "


Jawab suster Novie seadanya.


" Apa kamu suka sama dokter Tomi? "


Tanya suster Novie pada suster Mirah.


" Rasanya normal lah mbak kalau aku suka lihat dokter Tomi, secara dia masih muda dan ganteng.


Tapi apalah daya diriku ini, jika dibandingkan dengan dokter Tomi, aku seperti remahan rempeyek dalam kaleng biskuit. "


Suster Mirah berkata kepada suster Novie dengan mimik dibuat sedih.


" Dasar kamu ini, pagi-pagi sudah nge-halu, tadi sudah sarapan belum? "


Suster Novie tertawa pelan mendengar kata-kata suster Mirah, ia menepuk pelan bahu Mirah dengan map berisi data pasien yang dipegangnya.


Suster Novie mengingatkan pada suster Mirah jika kemungkinan besar Tomi sudah menikah.


" Iya juga sih, kalau memang belum menikah pasti sudah punya calon, secara dokter Tomi itu terlihat gagah dan tampan, sangat cocok untuk jadi dokter. "


Suster Mirah memuji dokter Tomi.


" Sudahlah, pagi-pagi sudah ngomongin dokter Tomi, baru juga kita bertemu dengan beliau.


Kita kerja aja yang bener, jangan sampai dokter Tomi merasa tidak nyaman saat kita menjadi asistennya. "


Suster Novie mengingatkan suster Mirah untuk melakukan pekerjaan dengan baik agar dokter Tomi nyaman bekerja sama dengan mereka.


" Iya.. Iya..! Aku kan cuma ngomong doang mbak, ga ada maksud apa-apa, aku juga sadar diri kok, siapa lah diri ini yang hanya seorang suster, tapi aku masih beruntung karena aku bukan suster ngesot. "


Mirah mencoba menyadari siapa dirinya yang hanya seorang suster.


Suster Novie kembali tertawa mendengar kata-kata suster Mirah.


Ia merasa senang bisa berpasangan dengan Mirah saat menjadi asisten dokter Tomi.


Mirah merupakan gadis yang berwajah manis dan ceria, Mirah juga suka bercanda yang membuat teman-temannya senang jika bersamanya.


" Beruntung ya mbak, gadis yang bisa menikah dengan dokter Tomi.

__ADS_1


Masih muda, tampan, mapan, punya karier bagus, pokoknya sempurna deh. "


Suster Mirah kembali memuji dokter Tomi.


" Pagi-pagi sudah muji-muji orang terus, kaya kamu sudah kenal dekat dengan dokter Tomi.


Hati-hati janganĀ  kebanyakan muji dokter Tomi terus, siapa tahu disini ada istrinya atau calon istrinya, bisa habis kamu nanti, bisa-bisa kamu di ulek karena dianggap cabe-cabean yang suka menggoda orang."


Suster Novie menasehati suster Mirah agar jangan terlalu memuji dokter Tomi.


" Ih.. Amit-amit mbak, jangan sampai aku kaya gitu, ga ada bakat aku mbak untuk jadi ulat bulu. "


Mirah menjawab kata-kata suster Novie sambil mengetuk-ngetuk meja yang ada di depannya.


Suster Novie hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suster Mirah.


Tak lama, pintu ruangan Tomi dibuka dari dalam, dokter Tomi keluar dari ruangannya.


Sontak, suster Novie dan suster Mirah berdiri dari duduknya.


Mereka tahu jika saat ini sudah waktunya untuk visit ke ruangan pasien.


" Jadi pagi ini, kita visit pasien dulu ya? Apa data-data pasien yang akan dikunjungi sudah siap semua? "


Tanya dokter Tomi pada kedua asistennya.


" Data pasien sudah siap, mari dokter kita ke ruangan pasien. "


Suster Novie mengatakan jika data pasien sudah siap dan mereka akan langsung keruangan pasien rawat inap.


Tomi melangkah mendahului kedua suster asistennya menuju ruang rawat pasien.


Sepanjang jalan menuju ruang rawat pasien, Tomi jadi perhatian para perawat yang dilewatinya.


Dokter Tomi baru hari ini bertugas di rumah sakit itu, jadi wajar jika banyak yang belum mengenal dokter Tomi.


Hanya ada beberapa perawat dan dokter yang kemarin membantunya saat melakukan operasi yang sudah mengenal dokter Tomi.


" Eh, itu dokter baru ya? Ganteng banget.. "


Ujar salah seorang perawat yang melihat Tomi.


" Kayaknya iya deh, itu dokter baru yang katanya datang dari kota. "


Sahut perawat yang ke dua.


" Iya, itu dokter Tomi, dokter bedah yang baru datang kemarin dari Jakarta. "


Sambung salah seorang perawat ke tiga.


" Kok kamu tahu namanya dokter Tomi? Memang kamu kenal? " tanya suster kedua yang tadi mengatakan bahwa Tomi dokter baru.


" Kemarin saat dokter Tomi baru tiba dari Jakarta, dokter Atalim meminta beliau datang ke rumah sakit untuk melakukan operasi pada pasien yang kemarin mengalami kecelakaan, kebetulan kemarin aku yang membantu merawat pasien itu sebelum dokter Tomi datang. "

__ADS_1


Suster ke tiga menjelaskan mengapa ia bisa mengetahui kedatangan dokter Tomi.


Sementara dokter Tomi terus melangkahkan kakinya menuju ruang rawat pasien tanpa memperdulikan kasak-kusuk yang didengarnya.


__ADS_2