
📱Fyth~" Kalau acara kumpul bareng rasanya jadi, tinggal kita konfirmasi di group Ralove kalau besok kita jadi kumpul bareng, mereka pasti setuju-setuju aja.
Sekalian, besok Asti ajak Tomi untuk dikenalkan pada teman-teman yang lain. "
Fyth menyampaikan bahwa kemungkinan mereka besok jadi untuk kumpul bareng.
📱Indri~" Kalau begitu nanti aku bicarakan sama bang Fajar agar ia memberitahu di group Ralove, kebetulan aku masih sama bang Fajar. "
Indri mengatakan bahwa nanti dia yang meminta Fajar untuk menyampaikan acara kumpul mereka besok di restoran Arkara Hinata.
📱Asti~" Ya sudah kalau begitu, nanti kita komentar di group Ralove aja untuk memastikan acara kumpul-kumpul besok.
Kalau gitu, aku pamit dulu ya? Biasa.. mau konfirmasi sama ayang dulu, bisa ga besok ikut acara kumpul bareng. "
Asti pamit pada teman-temannya untuk menghubungi Tomi, mengkonfirmasikan jika besok mereka akan mengadakan acara kumpul bareng.
📱Hatae~ " Ya sudah, nanti kita ketemu lagi di group bucin. Jangan terlalu malam kalau mau konfirmasi, ntar sudah pada tidur, lagi.. "
Hatae mengingatkan agar mereka membuat konfirmasi di group Ralove.
📱Indri~" Oke, aku sudah sampaikan pada bang Fajar, setelah sampai dirumah ia akan menyampaikan rencana kita di group, saat ini belum bisa karena kami sedang diperjalanan.
*
*
Setelah mendapat kesepakatan dari personil geng bucin, akhirnya mereka menutup percakapan di group geng bucin, lalu melanjutkan aktivitas masing-masing.
Selesai berkomunikasi dengan teman-temannya di geng bucin, Asti melihat jam dinding yang ada dikamarnya.
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Asti ingin menghubungi Tomi untuk mengajaknya kumpul bareng teman-temannya, besok.
📱" Assalamu'alaikum mas, lagi apa?
Asti bisa nelepon mas Tomi, ga? "
Asti mencoba mengirim pesan pada Tomi.
Setelah pesan terkirim, Asti menunggu balasan pesan dari Tomi.
Hampir sepuluh menit Asti menunggu, hingga terdengar nada dering dari ponselnya.
Asti melihat ternyata Tomi yang menghubunginya lewat panggilan ponsel.
Asti pun langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari Tomi.
📱" Assalamu'alaikum mas.. " ucap salam Asti saat mengangkat telepon dari Tomi.
📱" Waallaikumsalam,.. Maaf ya, tadi mas ga bisa langsung balas pesan dari Asti, tadi mas sedang di rumah sakit, ada yang kecelakaan, jadi mas diminta datang untuk membantu menangani pasien. "
Tomi menjelaskan pada Asti, mengapa ia terlambat membalas pesan dari Asti.
📱" Iya mas, tidak apa-apa.
Apa mas sekarang sudah selesai menangani pasien? Atau mas masih sibuk?"
Asti menanyakan kegiatan Tomi dirumah sakit.
📱" Mas baru aja selesai menangani pasien, dan sekarang sedang berada di ruangan mas.
Maaf ya, kalau malam ini mas tidak bisa menemani Asti melewati malam minggu. Seharusnya kita bisa melewatinya bersama karena ini malam minggu pertama setelah kita resmi jadian.
Tapi karena pekerjaan mas, mas jadi melewatinya."
__ADS_1
Tomi merasa bersalah, karena mereka baru saja resmi jadian tapi ia tidak bisa melewati malam minggu pertama mereka bersama-sama.
📱" Tidak apa-apa mas, menolong orang lebih penting dari sekedar melewati malam minggu pertama kita.
Masih banyak malam minggu yang lain yang bisa kita lewati nanti.
Tidak perlu menunggu malam minggu jika kita ingin bersama.
Kita bukan lagi ABG yang harus berkencan setiap malam minggu.
Asti sangat mengerti dan faham atas tugas dan profesi mas sebagai seorang dokter.
Mas selalu dituntut kapanpun dan dimana pun untuk bisa mengabdikan diri sebagai seorang dokter. "
Asti memberi pengertian pada Tomi bahwa ia bisa menerima keadaan Tomi yang berprofesi sebagai seorang dokter.
📱" Terima kasih Asti, mas memang tidak salah pilih pasangan.
Ternyata Asti bisa memahami profesi mas sebagai dokter. "
Tomi merasa terharu dengan pengertian yang Asti berikan atas profesinya.
📱" Sama-sama mas, kita memang perlu untuk saling mendukung dan saling memahami keadaan dan kesibukan kita masing-masing. "
Asti merasa perlu untuk memberikan dukungan pada Tomi.
📱 " Iya, sayang.. Terima kasih atas dukungan dan pengertiannya.
Oh.. Iya, tadi ada apa kirim pesan pada mas, kangen ya? "
Tomi menggoda Asti dengan memanggilnya sayang.
Tomi tahu pasti Asti akan tersipu mali dengan panggilan sayang yang ia ucapkan.
Walaupun Tomi tidak bisa melihat wajah Asti, tapi Tomi yakin jika saat ini wajah Asti tengah bersemu merah.
Walaupun ia sudah berusia dewasa, tapi panggilan sayang dari seseorang yang dicintai akan tetap membuatnya merona.
" Ah.. bang Tomi manis banget sih, pake panggil sayang segala, bikin orang baper aja. Untung bang Tomi tidak melihat wajahku yang terasa hangat dan bersemu merah. " kata batin Asti.
📱" Hallo sayang, masih ada disana, nggak? " Tomi bertanya pada Asti, karena beberapa saat Tomi tidak mendengar suara Asti.
Tomi tahu, jika Asti tengah merasa malu.
Tomi kembali menggoda dengan memanggilnya sayang.
📱" Eh.. Iya mas, Asti masih disini kok. " jawab Asti malu karena ia yakin Tomi tahu apa yang tengah ia rasakan.
📱 " Kok jadi melamun sih tawanan alien? Jadi ada apa tadi kirim pesan pada alien? Apa ada sesuatu yang penting, atau hanya sekedar ingin mengobrol? "
Tomi kembali menanyakan perihal tujuan Asti mengirimkan sebuah pesan padanya.
📱" Apa'an sih, kok ngegodain Asti terus? " tanya Asti sedikit manja.
Tomi hanya tertawa mendengar protes dari Asti.
📱" Begini lho mas, hari minggu besok, teman-teman pada ngajak ketemuan di restoran Arkara Hinata yang kemarin kita kunjungi.
Kebetulan, kita baru saja jadian, juga Fyth dan pasangan nya yang sama dengan kita.
Jadi teman-teman meminta kita untuk mengadakan makan bersama sebagai pajak jadian kita. "
Asti menyampaikan tujuannya saat mengirimkan pesan pada Tomi.
📱" Oh.. Begitu.. Kira-kira jam berapa kita ngumpulnya? " tanya Tomi memastikan.
__ADS_1
📱" Besok paling sekitar jam satuan mas, sekalian makan siang.
Kalau mas tidak keberatan, Asti sekalian mau mengenalkan mas pada teman-teman Asti. "
Asti memberitahu jam kumpul mereka besok.
📱" Hmm... Jam satuan, ya? "
Tomi berfikir sejenak, mengingat jika besok ada atau tidaknya jadwal tugas Tomi.
Biasanya, kalau hari minggu Tomi libur dari tugasnya.
📱" Baiklah, besok Insya Allah mas bisa ikut kumpul bareng yang lain.
Besok mas jemput, ya?
Sebelum jam satu, mas sudah sampai dirumah ARA. "
Tomi memastikan bahwa besok ia bisa ikut di acara kumpul bareng teman-teman Asti.
📱" Eh mas, kok ARA sih? Siapa Ara? Gebetan mas yang baru ya? "
Asti merasa heran dengan panggilan Tomi, ia yakin tidak salah dengar bahwa Tomi memanggilnya Ara.
Asti takut jika itu nama perempuan lain yang dekat dengan Tomi.
📱" Iya, Ara itu nama gebetan mas yang baru. " jawab Tomi sambil tertawa.
📱" Ya sudah kalau begitu, teleponan aja sama si Ara, jangan teleponan sama Asti."
Asti merasa kesal dengan pengakuan Tomi.
📱" Kalau begitu, besok kita tidak jadi kumpul bareng teman-teman. "
Kata Asti mulai marah.
Karena merasa kesal, Asti ingin mematikan sambungan teleponnya.
Tomi yang tahu jika Asti marah, langsung bicara sebelum Asti menutup teleponnya.
📱" Jangan marah dulu dong sayang, dengar dulu, siapa Ara yang mas maksud."
Tomi berusaha membujuk Asti agar tidak marah.
📱" Ara itu, panggilan sayang mas buat Asti agar tidak sama dengan yang lain.
Nama panjang Asti kan Asti Radisya Aulia, jadi mas singkat menjadi ARA.
Faham kan sayang maksud mas..?
Maaf ya, kalau mas sudah membuat Ara jadi salah sangka dan marah sama mas."
Tomi menjelaskan, siapa Ara yang dia maksud.
Asti merasa lega setelah mendengar penjelasan Tomi.
Ia merasa malu karena sudah tidak percaya pada Tomi, dan merasa cemburu pada sesuatu yang belum jelas.
📱" Iya mas, Asti yang minta maaf karena sudah merasa kecewa dan marah sama mas tanpa menunggu penjelasan dari mas. " Asti merasa malu dan mengakui kesalahannya.
📱" Tidak apa-apa, itu berarti Ara sayang sama mas dan tidak mau kehilangan mas. Bukankah cemburu itu tanda cinta? "
Setelah mendengar Asti sudah tidak merasa kesal lagi padanya, Tomi kembali menggoda Asti.
📱" Jadi besok mas jadi jemput Ara dirumah ya? Ara siap-siap aja, biar mas sampai kita bisa langsung berangkat.
__ADS_1
📱" Baik mas, besok Asti tunggu mas dirumah. "
Setelah mereka sepakat untuk acara besok, mereka pun menutup percakapan mereka melalui sambungan telepon.