DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 195 Tomi Melihat Foto Dirinya.


__ADS_3

Melihat Tomi yang seperti meragukan dirinya, Riki mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, lalu membuka foto yang ada di galeri ponselnya.


" Itu adalah foto-foto kebersamaan kita, juga foto bersama mamah dan papah. "


Riki menyerahkan ponselnya pada Tomi agar Tomi bisa melihat foto-foto kebersamaan mereka, juga agar Tomi merasa yakin jika ia benar-benar adiknya.


Tomi melihat satu persatu foto itu.


Ada foto dirinya saat tengah wisuda, saat ia tengah mengenakan pakaian dokternya, juga foto saat berkumpul bersama teman-temannya.


Di sana ia melihat ada Arya dan Yudha yang berfoto dengan gaya lucu.


Saat menggulir foto-foto lain, Tomi melihat fotonya berdiri dengan seorang perempuan muda yang cantik dan tengah memperlihatkan cincin yang ada di jari mereka.


Tomi melihat foto-foto dirinya yang terlihat gagah dengan tubuh yang terawat dengan baik.


Lama Tomi menatap foto itu, mencoba mengingat momen dia bersama wanita yang ada didalam foto itu.


Tomi juga ingat dengan kata-kata Roni yang mengatakan jika ia pernah menyebut nama Asti saat ia tengah tertidur.


" Itu foto A' Tomi dan teh Asti saat kalian bertunangan. Keluarga kita memanggil teh Asti dengan nama Ara. " kata Riki menjelaskan mengenai foto yang sedang dipandang oleh Tomi juga mengenai nama Asti.


Tomi terus berusaha berpikir untuk mengingat semua tentang masa lalunya , tapi rasa sakit di kepalanya membuat ia menundukkan kepala dan meremas rambut dengan kedua tangan.


Melihat hal itu, Aryanto meminta Riki untuk tidak memaksa Tomi mengingat masa lalunya.


" Ki, jangan paksa Tomi untuk mengingat masa lalunya saat ini, sebaiknya kita harus bersabar.


Jika dipaksakan takut akan berakibat fatal. "


Kata Arya yang berusaha mengingatkan Riki agar tidak memaksa untuk mengembalikan ingatan Tomi.


" Benar kata Arya, Ki.. kita harus pelan-pelan membantu mengembalikan ingatan Tomi. Kita harus segera membawa Tomi ke kota dan memeriksakan keadaan Tomi. "


Yudha membenarkan apa yang dikatakan oleh Arya, dan meminta Riki untuk bersabar.


Tidak mudah untuk mengembalikan ingatan Tomi saat ini, mereka harus berusaha bersabar dan memeriksakan keadaan Tomi ke rumah sakit yang ada di kota.


" Iya bang, saya hanya kasihan pada A' Tomi. Lihatlah keadaannya sekarang, sangat jauh berbeda dengan keadaannya dulu."


Kata Riki dengan raut wajah sedih karena melihat keadaan Tomi saat ini.


" Masalah penampilan bisa diperbaiki nanti jika sudah kembali ke rumah, yang penting sekarang Tomi sudah berhasil kita temukan. " kata Yudha pada Riki.


" Apakah kita perlu memberi kabar ke rumah, sekarang? keluarga kita pasti sangat bersyukur bila mendengar kabar jika Tomi sudah kita temukan." tanya Arya pada Riki.

__ADS_1


" Disini susah sinyal mas, nanti kalau ada sinyal kita kabari keluarga di Jakarta. " jawab Riki pada Arya.


Riki sudah mengambil ponsel yang dipegang oleh Tomi.


Dia tidak ingin memaksa Tomi untuk mengingat semuanya agar Tomi tidak merasakan sakit di kepalanya.


Riki tidak mau jauh dari Tomi, ia duduk disamping Tomi dan terus memperhatikan kakaknya itu.


" Ini kamu yang buat, Tom? " tanya Yudha pada Tomi saat melihat hasil kerajinan tangan Tomi.


Yudha berusaha mengalihkan pikiran Tomi agar kepalanya tidak terlalu sakit karena memaksakan diri untuk mengingat masa lalunya.


" Iya, saya membuatnya untuk mengisi waktu, karena saya tidak diizinkan untuk ikut ke laut. " jawab Tomi.


" Bagus dan rapi. " kata Yudha lagi.


" Ini selanjutnya bagaimana dengan Tomi? " tanya Arya pada Riki dan Yudha.


" Kita akan menunggu pak Bowo pulang dari laut dan membicarakan mengenai Tomi sekaligus kita pamit untuk membawa Tomi pulang. " kaya Yudha lalu terdiam sejenak.


" Lalu kita akan bawa Tomi ke rumah sakit yang ada di kota untuk memeriksakan keadaan Tomi sekalian melaporkan pada pihak rumah sakit tempat Tomi bertugas bahwa Tomi sudah ditemukan dan kita akan meminta izin untuk membawa Tomi pulang ke Jakarta. "


Yudha menjelaskan rencana mereka untuk membawa Tomi pulang.


Setelah mereka bertiga berdiskusi mengenai Tomi, akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu kedatangan pak Bowo dan Roni pulang dari laut.


Akhirnya mereka pun bercerita dibawah pohon ketapang sambil perlahan-lahan membantu Tomi untuk mengingat masa lalunya.


Mereka menceritakan tentang kebersamaan mereka selama ini.


Yudha dan Arya bercerita tentang group Ralove. Walaupun Arya tidak termasuk dalam anggota group itu, tapi ia mengenal semua anggota group.


Riki juga menceritakan tentang keseharian Tomi jika berada di rumah.


Menceritakan tentang kesedihan dan kehilangan kedua orang tua mereka saat mengetahui bahwa Tomi tidak di temukan dalam kecelakaan speedboat.


*


*


Ibu Asnah yang baru kembali dari pasar merasa terkejut saat kebelakang untuk memberikan Tomi kopi, ia melihat Tomi tengah berbincang dengan tiga orang pemuda yang tidak dikenalinya.


Selama ini, ia tidak pernah melihat Tomi mengobrol dengan pemuda yang disekitar rumah mereka karena Tomi lebih sering menghabiskan waktunya dengan duduk sendiri dibawah pohon ketapang.


" Tomi, ini siapa? tumben Tomi mengobrol dengan pemuda asing? " tanya ibu Asnah pada Tomi.

__ADS_1


Ia memperhatikan ketiga orang pemuda itu, tapi tidak ada yang dikenalinya.


" Bu kenalkan, ini Riki adik saya dan ini Yudha serta Arya, teman saya.


Mereka datang dari Jakarta untuk mencari keberadaan saya. "


Tomi mengenalkan ibu Asnah pada Riki, Arya dan Yudha.


Mereka bertiga pun menyalami ibu Asnah dan memperkenalkan diri masing-masing.


" Alhamdulillah, akhirnya Tomi bisa bertemu dengan keluarganya. " kata ibu Asnah dengan perasaan haru.


Ia merasa senang akhirnya Tomi bisa bertemu dengan keluarganya dan bisa pulang ke kota.


Ibu Asnah bukan tidak suka jika Tomi berada di rumahnya, tapi ia juga memikirkan keluarga Tomi yang pasti merasa kehilangan dirinya.


" Jadi namanya memang benar-benar, Tomi? " tanya bu Asnah setelah mereka bercerita tentang Tomi.


Ibu Asnah mengajak tamunya untuk mengobrol di rumah dan menjamu mereka seadanya.


" Iya bu, namanya memang benar Tomi.


Kebetulan sekali jika saat ia tidak mengetahui identitasnya ia tetap dipanggil Tomi. " jawab Riki.


" Kalian mengobrol dan istirahatlah, ibu akan ke dapur sebentar untuk menyiapkan makan siang. Maaf jika keadaan rumah kami sangat sederhana seperti ini. " kata bu Asnah pada para tamunya.


" Terima kasih bu, ibu sudah menyambut kami dengan baik, malah kami yang sudah merepotkan ibu. " kata Riki merasa tidak enak hati.


Riki, Yudha dan Arya beristirahat diruang depan, sementara Tomi menyusul ibu Asnah ke dapur.


Tomi ingin membantu ibu Asnah karena ia tidak mungkin membiarkan ibu Asnah repot sendirian menyiapkan makan siang mereka.


" Tomi, biar ibu saja yang mengerjakan pekerjaan di dapur, kamu temani saja mereka mengobrol di depan, pasti kamu juga rindu pada adikmu itu. "


Kata ibu Asnah yang meminta Tomi untuk menemani Riki dan yang lainnya mengobrol.


" Tidak apa-apa, bu, biar mereka istirahat dulu, Tomi akan bantu ibu di dapur. " kata Tomi yang tetap akan membantu ibu Asnah memasak.


Akhirnya Tomi membantu ibu Asnah memasak di dapur, membantu menyiangi sayuran dan membakar ikan.


Ibu Asnah memasak seadanya untuk tamunya, beruntung tadi ia pergi ke pasar untuk membeli sayuran dan bumbu dapur. Ia seperti mendapat firasat jika akan ada yang datang ke rumahnya sehingga ia belanja lebih banyak dari biasanya.


Mungkin karena kelelahan, Riki dan yang lainnya tertidur di ruang tamu.


Mereka tidur dilantai beralaskan tikar yang sering digunakan oleh Roni jika tidur di malam hari.

__ADS_1


__ADS_2