DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 210 Kata Sepakat.


__ADS_3

Pagi ini, Tomi sarapan pagi bersama keluarganya sebelum mereka melakukan tugas masing-masing.


Tomi sudah mulai bekerja di rumah sakit tempat dulu ia bekerja.


Papah dan Riki akan ke perusahaan untuk menjalankan bisnis mereka, sementara mamah hanya di rumah dan merawat tanaman bunga miliknya.


Sejak berhenti jadi kepala sekolah, mamah hanya diam di rumah dan merawat tanaman bunga yang dimilikinya untuk mencari kesibukan.


" Hari ini apa agenda kerja, papah? " tanya mamah saat mereka tengah menikmati sarapan pagi.


" Papah ada meeting dengan client nanti jam sepuluh pagi. " jawab papah.


" Pah, mah,.. malam minggu yang akan datang kita ke rumah Ara, ya? Tomi ingin kita membicarakan mengenai tanggal pernikahan Tomi dan Ara. " kata Tomi pada mamah dan papah nya.


" Jadi sudah ada keputusanmu untuk segera meresmikan hubungan dengan Ara, Tom? " tanya papah pada Tomi setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Tomi.


" Iya pah, Tomi sudah mendapat kepastian untuk segera menikah dengan Ara. Tomi sudah mulai tetap bekerja di rumah sakit yang lama. Jadi Tomi akan segera melangsungkan pernikahan dengan Ara. " jawab Tomi.


" Baiklah jika kami sudah memutuskan untuk segera menikah dengan Ara, papah sama mamah akan mendukung keputusanmu itu. " kata papah lagi.


" Mamah senang banget mendengar keputusanmu untuk segera menikah dengan Ara, dengan demikian mamah akan punya teman jika ingin shopping atau pergi ke salon. " kata mamah yang merasa bahagia karena Tomi memutuskan untuk segera menikah dengan Asti.


" Ah, mamah mah pikirannya cuma teman shopping aja, apa Riki tidak bisa menemani mamah shopping? Selama ini kan Riki yang selalu menemani mamah belanja. " kata Riki memprotes perkataan mamahnya.


" Kalau pergi sama Ara nanti bedalah, Ki mamah sama Ara kan sama-sama perempuan, pasti nanti kami akan sepemikiran. Ara pasti akan jadi menantu yang menyenangkan. " kata mamah pada Riki.


" Wah kalau begitu Riki akan bebas tugas dong, Riki tidak perlu lagi menemani mamah shopping ataupun mengantarkan mamah ke salon, karena tugas Riki akan digantikan oleh teh Ara." seloroh Riki.


" Mamah ini, yang dibahas kok shopping sama ke salon. Ara kan jadi istri Tomi, otomatis Ara akan shopping dan ke salon bersama Tomi, bukan bersama mamah. " kata pak Abdi menggoda istrinya.

__ADS_1


" Benar tuh mah, nanti kalau mamah mau shopping atau ke salon, mamah minta antar sama papah aja. " imbuh Riki menambahi kata-kata papahnya.


" Ah, kalian sirik aja, Ara pasti mau shopping dan ke salon bersama mamah, kalian laki-laki cari uang aja yang banyak biar mamah sama Ara yang menghabiskan uang kalian. " kata mamah membalas candaan papah dan Riki.


" Eh, ini Tomi membahas rencana kita yang akan datang ke rumah Ara, kalian malah membahas hal yang lain. " kata Tomi mengingatkan papah dan mamahnya.


" Kalau untuk itu tenang saja, Tomi.. kami siap kapan saja untuk ke rumah Ara. Paling papah akan mengajak om Irvan dan tante Adisti untuk menemani kita kesana. " kata papah.


" Apa Ara sudah tahu rencana kita yang akan datang ke rumahnya? " tanya mamah.


" Ara dan orang tuanya sudah tahu mah, tadi malam Tomi sudah menyampaikan rencana kita yang akan datang ke rumah mereka pada Ara, juga pada ayah dan ibunya. " jawab Tomi.


" Ya sudah jika begitu, nanti mamah akan persiapkan semua keperluan untuk datang ke rumah Ara. " kata mamah.


Setelah membahas rencana mereka yang akan datang ke rumah Asti, akhirnya Tomi, Riki dan papah berangkat ke tempat kerja masing-masing dan mamah akan mempersiapkan keperluan untuk berkunjung ke rumah Asti.


Sesuai dengan rencana sebelumnya, malam ini keluarga Tomi datang ke rumah Asti untuk membicarakan mengenai tanggal pernikahan Tomi dan Asti.


Om Irvan dan tante Adisti hanya mendampingi kedua orang tua Tomi untuk datang ke rumah Asti dan mendengarkan rencana pernikahan Tomi dan Asti.


" Jadi bagaimana mengenai rencana pernikahan anak-anak kita, bapak dan ibu Asti? Apa sudah ada tanggal baik yang sudah di bicarakan oleh keluarga Asti? " tanya pak Abdi setelah sebelumnya mereka mengobrol menanyakan kabar dan berbasa-basi.


" Sebenarnya dari keluarga kami sudah mendapatkan tanggal untuk pernikahan Asti dan Tomi.


Sebelumnya kami sudah membicarakan hal ibu dengan eyang Asti di Yogya, berhubung beliau tidak bisa datang, beliau memberi gambaran untuk tanggal pernikahan Asti dan Tomi.


Jika di tanggal tersebut tidak ada kegiatan penting bagi keluarga Tomi, maka kita tidak perlu mencari tanggal lagi, tapi jika sekiranya tanggal tersebut tidak sesuai karena keluarga pak Abdi ada tanggal lain, maka kami akan mengikuti saja tanggal yang sudah ditetapkan oleh keluarga pak Abdi. "


Ayah Asti menjelaskan jika mereka sudah dapat tanggal pernikahan Asti dan Tomi dari eyang Asti di Yogya, tapi ayah Asti menyerahkan keputusan pada keluarga Tomi karena ayah Asti tahu jika keluarga besar Tomi ada di luar kota dan mereka merupakan pengusaha yang mungkin ada kesibukan atau rencana lain di tanggal tersebut.

__ADS_1


" Wah, tanggal berapa yang sudah disepakati oleh eyang Asti, pak? semoga saja ditanggal tersebut kita bisa merayakan pernikahan Asti dan Tomi." tanya pak Abdi yang tidak merasa keberatan dengan tanggal yang sudah ditentukan oleh eyang.


Pak Abdi tahu jika biasanya orang tua akan memilihkan tanggal yang baik untuk pernikahan anak atau cucunya sesuai dengan penanggalan, apalagi eyang Asti berasal dari Yogya biasanya mereka memiliki cara tersendiri untuk menghitung tanggal pernikahan yang disesuaikan dengan tanggal lahir dan hari lahir masing-masing.


" Eyang berkata jika sebaiknya Asti dan Tomi menikah di akhir bulan depan, tepatnya ditanggal dua puluh enam. Jadi jika dari sekarang lebih kurang sekitar satu setengah bulan lagi. " kata ayah yang sudah membicarakan mengenai pernikahan Asti dan Tomi, dan eyang pun memberi saran untuk tanggal pernikahan mereka.


" Wah jika seperti itu kebetulan sekali, keluarga kami juga sudah berembug dan sepakat untuk mengadakan acara pernikahan di tanggal dua puluh enam bulan depan, karena keluarga besar yang dari luar kota harus mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut. " kata pak Abdi yang merasa senang karena tanggal yang akan mereka tentukan sama sehingga tidak perlu mencari kesepakatan lagi.


" Alhamdulillah, bisa kebetulan sama ya, pak? mungkin Asti dan Tomi memang sudah benar-benar berjodoh. " kata ayah sambil tertawa.


Mereka yang sedang berkumpul pun ikut tertawa mendengar kata-kata ayah Asti.


" Jika kita sudah menemukan tanggal yang pas, berarti kita tinggal membicarakan konsep pernikahannya saja. " kata ibu Laras.


" Untuk urusan konsep kita serahkan pada pasangan calon pengantin dan untuk urusan catering itu urusan ibu-ibu." kata pak Abdi.


" Benar itu pak Abdi, kita hanya memantau saja, jika diperlukan kita siap membantu agar acara pernikahan berjalan dengan baik. " kata ayah Asti pula.


Akhirnya malam itu keluarga Tomi dan keluarga Asti membahas mengenai konsep pernikahan Asti dan Tomi.


Mereka membahas mengenai acara akad nikah, gaun pengantin, tempat resepsi, catering hingga tamu undangan.


Semua dibahas karena waktu penyelenggaraan acara tinggal satu setelah bulan saja.


Jadi mulai besok mereka akan mempersiapkan semua keperluan untuk acara resepsi pernikahan Asti dan Tomi.


Malam itu, keluarga Asti juga menjamu makan malam keluarga Tomi sehingga mereka bisa membahas mengenai acara pernikahan itu dengan nyaman dan penuh rasa kekeluargaan.


Setelah mendapatkan kata sepakat dari kedua belah pihak, pukul sepuluh malam keluarga Tomi berpamitan untuk kembali ke rumah mereka.

__ADS_1


Semua merasa lega karena sudah mendapatkan kesepakatan untuk acara pernikahan Asti dan Tomi, dan semua berharap agar apa yang mereka rencanakan berjalan dengan lancar.


__ADS_2