
Dokter Radit dan dokter Tomi menuju hotel setelah mengambil kendaraan di parkiran.
Tiba di hotel, dokter Tomi mengambil kopernya lalu melakukan check-out, setelah bersama dokter Radit menuju ke mess rumah sakit.
Tiba di mess rumah sakit, dokter Tomi mengambil kunci kamar yang dipegang oleh pengurus mess.
Lalu menuju kamar nomor tujuh yang menjadi kamar dokter Tomi.
Dokter Tomi membuka kunci kamar dan melihat isi kamar yang terlihat rapi.
Satu tempat tidur berukuran sedang akan menjadi tempat istirahat dokter Tomi.
Dikamar itu juga tersedia satu buah meja keja dan lemari tempat menyimpan pakaian.
Di bagian belakang ada dapur kecil lengkap dengan kompor dan peralatan masak sederhana.
Ada beberapa piring, sendok, gelas dan mangkuk yang tersusun di rak piring kecil.
Ada kulkas kecil tak jauh dari meja tempat menyimpan kompor.
Dokter Tomi merasa nyaman dengan kamar yang disediakan.
Kamar mandi pun terlihat bersih.
Benar-benar terawat kamar yang akan dia tempati.
" Bagaimana dokter Tomi, apakah cocok kamar ini buat dokter Tomi? "
Tanya dokter Radit yang mengikuti dokter Tomi ke kamarnya.
" Sangat cocok dokter, karena kamar ini begitu terawat dan terasa nyaman. "
Jawab dokter Tomi.
" Disini peralatannya lengkap juga ya? Jadi bisa buat kopi atau mie instant jika sedang malas keluar buat makan."
Kata dokter Tomi lagi.
" Iya benar. Kita bisa membeli bahan makanan untuk stok jika sedang malas untuk makan diluar. " kata dokter Radit. Dokter Tomi mempersilahkan dokter Radit untuk duduk di kursi yang ada dekat meja kerja, sementara dirinya duduk di tepi tempat tidur.
" Sebaiknya kita panggil nama saja ya? Tidak enak rasanya manggil pake embel-embel dokter, kecuali sedang berada di rumah sakit.
Dokter Tomi bisa memanggil saya dengan Radit, saja. " kata dokter Radit yang meminta dipanggil nama tanpa embel-embel dokter jika mereka sedang tidak bertugas di rumah sakit.
" Baiklah, saya panggil mas Radit saja, karena mas Radit lebih senior dari saya. "
Kata Tomi yang menyetujui apa yang dikatakan oleh Radit.
" Kalau begitu, saya mau kembali ke kamar dulu, sudah sore saya mau istirahat. Jika Tomi tidak keberatan, nanti malam kita bisa ngobrol lagi. "
Dokter Radit berpamitan pada dokter Tomi untuk kembali ke kamarnya agar bisa beristirahat.
" Baiklah mas Radit, terima kasih karena mas Radit sudah membantu saya untuk pindah ke mess ini.
Oke, nanti malam kita bisa mengobrol jika mas Radit tidak merasa lelah dan tidak ada kegiatan lain. "
Tomi menyetujui ajakan dokter Radit untuk mengobrol nanti malam.
__ADS_1
Setelah mengucapkan salam, dokter Radit pun meninggalkan kamar dokter Tomi.
Sepeninggal dokter Radit, Tomi memutuskan untuk mandi karena hari telah menjelang senja.
Tomi juga sudah merasa gerah setelah beraktivitas seharian tadi.
*
*
*
Sepulang dari cafe, Asti membersihkan diri karena merasa jika tubuhnya lengket oleh keringat dan debu.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Asti menuju teras untuk berkumpul dengan orang tuanya yang sedang nge-teh.
" Kok pulangnya sorean, Asti? Biasanya jam dua sudah di rumah.
Apa ada jam tambahan mengajar? "
Tanya ibu yang mengetahui jika Asti baru pulang.
" Asti ga ada tambahan ngajar sore Bu, tadi Asti kumpul sama teman- teman di cafe setelah pulang dari ngajar di kampus."
Asti menjelaskan pada ibu jika ia tadi berkumpul bersama teman-temannya di cafe Ralove.
" Ternyata Hatae sama bang Wangky sudah mau menikah bu. "
Kata Asti memberitahu ibunya.
Biasanya kan Asti cerita jika ada teman Asti yang akan menikah. "
Tanya ibu heran pada Asti.
Ayah hanya mendengarkan obrolan antara istri dan anaknya.
Ayah tengah asik dengan berita online yang dibacanya, berita yang tengah viral saat ini.
Semenjak zaman digital, ayah tidak lagi membaca koran karena sudah jarang orang menjual koran.
Orang lebih senang membaca berita melalui media online, karena setiap orang bisa melihat berita apa yang diinginkan.
Asti sengaja memasang jaringan internet dirumahnya agar mereka bisa bebas menggunakan kuota internet, dan bisa lebih hemat jika dibandingkan dengan menggunakan paket internet yang dibeli di counter-counter.
" Acara lamarannya baru malam sabtu lusa bu, tapi langsung menentukan tanggal pernikahan untuk satu bulan kedepan. "
Jawab Asti pada ibu.
" Lho.. Jadi bulan depannya langsung mau nikahan? Apa keburu urus semua persiapannya? "
Tanya ibu heran.
" Semua sudah siap direncanakan oleh Hatae dan bang Wanky.
Asti juga kaget waktu tadi Hatae mengatakan rencana pernikahannya.
Jadi lamaran malam sabtu itu untuk menentukan tanggal pernikahan agar bisa mengisi di kartu undangan, juga untuk tanggal booking gedung dan catering. "
__ADS_1
Asti menjelaskan pada ibu mengenai rencana lamaran Wangky dan Hatae.
" Alhamdulillah jika begitu, semoga acara mereka lancar dan diberi kemudahan hingga hari H. "
Kata ibu yang mendoakan kelancaran acara Hatae nanti.
" Aamiin.. "
Kata Asti yang mengaminkan doa ibunya.
" Tomi disana apa kabar Asti? Apa ada ngabarin kamu disini? "
Tiba-tiba ayah bertanya mengenai Tomi pada Asti.
" Alhamdulillah kabar mas Tomi baik, ayah.
Mulai hari ini mas Tomi bertugas di rumah sakit sana.
Tadi malam sama tadi pagi mas Tomi memberi kabar pada Asti. "
Kata Asti yang menjawab pertanyaan ayahnya.
" Alhamdulillah jika sudah mulai bertugas dan sudah memberi kabar. "
Kata ayah lega.
Disana Tomi tinggal dimana? Cari kontrakan sendiri atau ada fasilitas tempat tinggal dari pihak rumah sakit? "
Tanya ibu pada Asti.
" Kata mas Tomi sih, ada mess yang disediakan oleh pihak rumah sakit untuk tenaga medis yang datang dari luar kota dan tidak ada tempat tinggal sendiri."
Jawab Asti pada ibu.
" Rencananya, sore ini mas Tomi akan pindah ke mess yang sudah disediakan.
Kemarin mas Tomi menginap di hotel, karena pada saat datang mas Tomi harus mengoperasi pasien, jadi tidak sempat pergi ke mess dan memilih untuk menginap di hotel. "
Asti menjelaskan keadaan Tomi disana pada kedua orang tuanya.
" Alhamdulillah jika Tomi bisa tinggal di mess, jadi tidak repot harus mencari kontrakan buat tempat tinggal. "
Kata ibu merasa lega setelah mendengar cerita Asti.
" Berarti tenaga Tomi memang sangat dibutuhkan disana, nyatanya baru datang sudah diminta melakukan operasi. "
Kata ayah yang bersyukur karena Tomi bisa membantu pasien yang ada disana.
" Iya ayah, seperti yang Asti sampaikan kemarin jika saat mas Tomi sampai disana ada pasien kecelakaan yang harus dioperasi. "
Kata Asti yang mengatakan pada ayah apa yang telah Asti sampaikan saat mereka makan malam.
Orang tua Asti bersyukur mendengar cerita Asti.
Disana tenaga Tomi memang sangat dibutuhkan.
Tomi juga mendapatkan tempat tinggal di mess sehingga tidak perlu tinggal di kontrakan.
__ADS_1