
Asti, Riki dan suster Novie terus berjalan di Koridor rumah sakit menuju ruangan dokter Hermawan.
Suster Novie menceritakan bagaimana dokter Tomi bertugas dirumah sakit itu dengan sedikit sedih, karena sejak pertama dokter Tomi bertugas dia dan suster Mirah yang menjadi asisten dokter Tomi.
Dari cerita suster Novie, Asti dan Riki jadi tahu bahwa selama bertugas disana , dokter Tomi tinggal di mess bersama dokter lain yang datang dari luar kota.
Yang menjadi teman akrab dokter Tomi di mess bersama dokter Radit yang juga jadi korban selamat dalam kecelakaan itu.
Banyak kebaikan dokter Tomi yang diceritakan oleh suster Novie pada Asti dan Riki selama perjalanan mereka menuju ruangan dokter Hermawan.
Tiba di sebuah ruangan yang terdapat tulisan " Wakil Direktur " , suster Novie menghentikan langkahnya.
" Mas, mbak, ini ruangan dokter Hermawan. " kata suster Novie menunjuk ruangan yang ada dihadapan mereka.
" Karena mas dan mbak sudah tahu ruangan dokter Hermawan, saya permisi untuk kembali ke tempat para suster. "
Kata suster Novie yang berpamitan untuk kembali ke tempatnya semula.
" Terima kasih ya sus? sudah mengantarkan kami hingga sampai ke ruangan dokter Hermawan. "
Kata Asti yang mengucapkan terima kasih pada suster Novie.
" Sama-sama, mbak. Kalau begitu saya permisi dulu. "
Setelah berpamitan pada Asti dan Riki, suster Novie membalikkan badan dan melangkah meninggalkan mereka untuk kembali ke ruangan para perawat.
Sepeninggal suster Novie, Riki mengetuk pintu ruangan dokter Hermawan.
Tok..
Tok...
Tok..
Dokter Hermawan yang sedang berada di ruangannya dan tengah merapikan berkas yang ada di mejanya, segera menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu ruangannya.
" Iya, silahkan masuk! " kata dokter Hermawan dari dalam ruangannya.
Kreeett..
Riki membuka pintu ruangan dokter Hermawan.
" Permisi dokter! " kata Riki yang telah membuka pintu ruangan dokter Hermawan.
Dokter Hermawan melihat siapa yang datang. Ia merasa heran karena merasa tidak mengenal tamunya yang datang pagi ini.
" Iya, silakan masuk. " kata dokter Hermawan yang bangkit dari kursi kerjanya.
Ia berjalan menghampiri tamunya dan bertanya,
" Saya dokter Hermawan, ada yang bisa saya bantu? " tanya dokter Hermawan pada Riki dan Asti sambil mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Asti dan Riki.
__ADS_1
" Saya Riki, dokter, adik dari dokter Tomi." kata Riki yang membalas uluran tangan dokter Hermawan.
" Saya Asti, dokter! " kata Asti yang juga membalas uluran tangan dokter Hermawan.
Dokter Hermawan terlihat masih muda, mungkin usia berkisar tiga puluh lima tahunan.
Ia terlihat ramah dan menyambut baik kedatangan Asti dan Riki.
" Mari, silakan duduk! " kata dokter Hermawan mempersilakan duduk di sofa yang ada di ruangan itu pada kedua tamunya.
" Terima kasih, dokter! " kata Asti dan Riki, lalu duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu, sementara dokter Hermawan duduk di sofa single.
" Maaf, ini tadi mas Riki adiknya dokter Tomi, ya? " tanya dokter Hermawan pada Riki.
" Benar dok, saya adik dari dokter Tomi.
Dan ini mbak Asti, calon istri dokter Tomi. " jawab Riki yang menjelaskan hubungan mereka dengan dokter Tomi.
" Iya, saya turut prihatin dengan musibah yang menimpa dokter Tomi dan rekan-rekan yang lain.
Sungguh ini terjadi di luar perkiraan kami. "
Dokter Hermawan menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa dokter Tomi dan rekan-rekannya yang lain.
" Itulah dokter, maksud kedatangan kami kesini ingin menanyakan mengenai keberadaan kakak saya, Tomi.
Saya dihubungi oleh dokter Atalim yang menyampaikan mengenai musibah kecelakaan itu.
Hingga kemarin saya mencoba menghubungi dokter Atalim untuk menanyakan kabar mengenai kakak saya, tapi dokter Atalim tidak bisa dihubungi. "
" Dokter Atalim kemarin berangkat ke pulau untuk memastikan kebersamaan dokter Tomi.
Disana memang sedikit susah sinyal jadi sulit untuk berkomunikasi. "
Dokter Hermawan mengatakan jiks dokter Atalim sedang berada di pulau.
" Informasi yang disampaikan oleh dokter Atalim pagi tadi, mereka akan kembali siang ini. "
Dokter Hermawan mengatakan jiks dokter Atalim dan yang lain akan kembali hari ini dari pulau.
" Untuk informasi mengenai dokter Tomi, hingga pagi tadi tim SAR yang mencari dokter Tomi, belum menemukan dimana keberadaan dokter Tomi.
Bahkan para tim SAR menyusuri sepanjang pantai dan bertanya pada para nelayan jika ada yang melihat dan menemukan dokter Tomi. "
Dengan perasaan sedih dan menyesal, dokter Hermawan menyampaikan bahwa para tim SAR belum menemukan dokter Tomi.
Mendengar apa yang disampaikan oleh dokter Hermawan, tanpa terasa air mata Asti jatuh begitu saja.
Perasaan cemas kembali menghinggapi hati dan perasaannya.
Riki pun merasakan hal yang sama, ia sangat mencemaskan keadaan Tomi yang belum diketahui keberadaannya.
__ADS_1
" Apakah tim SAR masih mencari keberadaan kakak saya, dokter? " tanya Riki yang ingin tahu, apakah tim SAR masih mencari keberadaan Tomi.
" Iya, mereka masih mencari keberadaan dokter Tomi, bahkan sampai ke pulau lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut dokter Atalim, mereka menyisiri pinggiran pantai untuk mencari keberadaan dokter Tomi.
Bahkan tim SAR sudah meminta bantuan pada warga yang ada disana untuk menginformasikan pada pihak syahbandar yang ada di pelabuhan jika mereka menemukan keberadaan dokter Tomi. "
Dokter Hermawan menjelaskan pada Asti dan Riki bahwa tim SAR masih berusaha mencari keberadaan Tomi dengan meminta bantuan pada warga yang ada di pulau untuk menginformasikan jika mereka menemukan atau melihat keberadaan dokter Tomi.
Data dan ciri-ciri dokter Tomi sudah disampaikan pada para penduduk pulau.
" Maafkan kami atas kejadian ini.
Kami tetap meminta tim SAR untuk terus berusaha menemukan dokter Tomi. "
Dokter Hermawan meminta maaf pada Asti dan Riki atas kejadian yang menimpa dokter Tomi.
" Kejadian ini merupakan sebuah musibah, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. " kata Riki dengan perasaan sedih.
" Apakah mas Tomi selamat dokter? " tanya Asti sambil berurai air mata.
Dokter Hermawan menatap wajah Asti sejenak, lalu menunduk.
" Kami berharap seperti itu mbak, dokter Tomi bisa ditemukan dalam keadaan selamat. " jawab dokter Hermawan.
Dokter Hermawan tidak bisa menjawab pasti pertanyaan Asti, karena ia sendiri tidak mengetahui pasti tentang hal itu.
" Kita hanya bisa berharap dan berdoa mbak, semoga dokter Tomi bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat, tidak kurang suatu apapun.
Bersabarlah, semoga tim SAR segera memberikan kabar baik buat kita semua. "
Dokter Hermawan berkata bahwa mereka hanya bisa berharap dan berdoa untuk keselamatan dokter Tomi.
Hari Asti bertambah sedih mendengar kata-kata dokter Hermawan yang juga tidak mengetahui keadaan dan keberadaan Tomi.
Dokter Hermawan sendiri hanya bisa meminta mereka untuk bersabar dan berharap tim SAR segera memberi kabar gembira.
Asti tidak tahu lagi harus bertanya pada siapa dan akan mencari kemana.
" Mas Tomi, kamu dimana? semua orang bisa ditemukan dan selamat tapi mengapa kamu tidak? sebenarnya kamu berada dimana, mas? "
Asti berkata dalam hati menanyakan dimana keberadaan Tomi sebenarnya.
Asti tidak bisa menahan isak tangisnya.
Didepan dokter Hermawan ia menangis tersedu sehingga dokter Hermawan hanya bisa terdiam.
Dokter Hermawan tahu apa yang Asti rasakan, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa memastikan keberadaan Tomi.
Asti sendiri tidak percaya jika Tomi menjadi korban dan tidak ditemukan.
__ADS_1
Mereka bertiga di dalam ruangan itu terdiam, memikirkan kemungkinan keadaan dan keberadaan dokter Tomi.
Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu berita dari tim SAR.