DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Kekesalan Indah


__ADS_3

Akhirnya Tomi, Indah dan Erik memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah cafe yang tak jauh dari Rumah Sakit.


" Rik.. Aku ikut sama kamu ya, tadi aku kesini ga bawa mobil karena mobil ku sedang di servis. " pinta Indah pada Erik.


" Baiklah kalau begitu, mari kita langsung menuju cafe.


Tom.. Aku jalan bareng Indah ya, kita ketemuan di cafe. "


Erik menyetujui keinginan Indah untuk satu mobil dengannya dan meminta Tomi untuk bertemu di cafe.


" Ok.. Kalau begitu aku langsung jalan ke cafe. " jawab Tomi.


Lalu mereka menuju mobil masing-masing dan keluar dari halaman rumah sakit untuk menuju cafe.


Didalam mobil, Erik yang penasaran dengan sikap Indah terhadap Tomi pun langsung bertanya pada Indah.


" Maaf In, kalau boleh aku mau tanya nih.." kata Erik sedikit serius.


Ia memperbaiki duduknya didepan stir.


" Mau tanya apa sih, Rik.. Kayaknya serius banget mau nanyanya. " jawab Indah.


Indah bersikap biasa saja pada Erik, tidak terlihat raut kesal diwajahnya seperti yang diperlihatkan saat ada Tomi.


" Tadi aku melihat wajahmu kelihatan kesal saat ada Tomi, sementara saat kita berdua kamu kelihatan biasa-biasa aja, apa ada masalah antara kamu dan Tomi?


Tapi tadi aku lihat, Tomi bersikap biasa saja.. tidak terlihat kalau kalian sedang ada masalah, malah Tomi terlihat bingung saat melihat raut wajahmu."


Tanya Erik panjang lebar pada Indah.


" Aku dan Tomi biasa saja, tidak ada masalah apapun diantara kami. " jawab Indah.


Indah tak mungkin menceritakan pada Erik tentang kekesalannya pada Tomi karena melihat Tomi yang pergi bersama Asti, karena antara Indah dan Tomi tidak ada hubungan spesial selain rekan sesama dokter.


Mendengar jawaban Indah, Erik tidak bertanya lagi, karena tidak mungkin baginya memaksa Indah untuk menceritakan permasalahan, ia takut jika nanti Indah merasa tersinggung.


" Syukurlah jika kalian sedang tidak ada masalah. " kata Erik singkat.


Erik kembali fokus menyetir mobil menuju cafe, siang ini jalan masih terlihat lancar karena belum masuk jam istirahat kantor.


Tak lama, Erik dan Indah tiba di halaman cafe, sementara Tomi juga baru saja tiba terlebih dahulu dari mereka.


Setelah memarkirkan mobil, mereka bertiga berjalan menuju cafe, lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati hidangan sambil mengobrol.


Suasana cafe belum terlalu ramai hingga dengan mudah mereka mendapat tempat duduk yang mereka inginkan.


Setelah mereka duduk, pelayan datang membawakan buku menu.

__ADS_1


" Silahkan mas, mbak..! " kata pelayan sambil menyerahkan buku menu pada mereka.


" Kalian mau pesan apa, nih? " tanya Erik pada Indah dan Tomi yang terlihat saling diam.


Indah sengaja duduk disamping Erik dan terpisah satu kursi dengan Tomi.


" Aku pesan yang seperti biasa kita pesan!" kata Tomi.


" Kamu mau pesan apa, In? Tanya Erik pada Indah yang hanya diam saja.


" Samakan aja. " jawab Indah singkat.


Akhirnya Erik memesan menu yang sama untuk mereka bertiga.


Tomi melihat pada Indah yang dari tadi hanya diam saja, seperti tidak bersemangat.


Indah yang biasanya banyak bicara dan banyak tersenyum kini lebih banyak diam, jika tidak ditanya maka ia tidak akan mengeluarkan suaranya.


" Indah, kamu beneran ga papa? Kamu kelihatan tidak bersemangat, jika ada masalah, kamu bisa bercerita pada kami, siapa tahu kami bisa membantumu." kata Tomi yang berusaha mencari tahu tentang keadaan Indah.


" Mana mungkin aku mengatakan padamu jika aku tak suka melihat mu pergi bersama Asti.


Jika aku katakan dengan sejujurnya, apa kamu mau mengerti perasaan ku, Tomi? " bisik Indah dalam hati.


" Tidak ada apa-apa, Tom.


Ia tidak suka saat Tomi memberinya pertanyaan, seolah Tomi mendesak Indah untuk menceritakan perasaannya.


Mendengar jawaban Indah yang terdengar kesal, Tomi dan Erik terdiam, mereka saling pandang dengan fikiran masing-masing.


Untung pada saat itu pelayan datang mengantar makanan pesanan mereka.


Merekapun terdiam hingga pelayan selesai menghidangkan makanan.


" Silahkan mas.. Mbak..! " ucap pelayan lalu meninggalkan meja mereka.


" Terima kasih, mbak..! " ucap Tomi dan Erik sementara Indah hanya memberi senyum dengan terpaksa.


Hatinya masih dongkol pada Tomi, padahal Tomi tidak melakukan kesalahan.


Tomi pun bertanya secara baik-baik memberi perhatian pada sesama teman.


Justru sikap Tomi yang membuat Indah semakin kesal karena Indah merasa Tomi tidak peka.


Untuk melegakan perasaannya, Indah meminum sedikit minuman yang sudah ada dihadapannya.


" Mari kita makan, hidangan sudah tersedia, cacing-cacing di perutku sudah berdemo sejak mencium aroma makanan ini. " kara Erik yang mencoba bercanda untuk mencairkan suasana tak nyaman di antara mereka.

__ADS_1


" Kalau cacing  sudah mulai berdemo, harus segera disiram dengan minuman yang kau pesan, agar demonya tidak menyebar. "  jawab Tomi yang menjawab candaan Erik, lalu mereka berdua tertawa.


Indah terpaksa tersenyum mendengar candaan mereka, agar mereka tidak memikirkan hal yang macam-macam tentang dirinya.


" Habis ini, kalian mau kemana? " tanya Tomi di sela-sela makannya.


" Aku mau ke toko oleh-oleh. " jawab Erik.


" Kalau begitu kita sama,  aku juga mau mencari oleh-oleh untuk keluarga di Jakarta." kata Tomi pula.


" Memang kapan kau akan pulang ke Jakarta, Tom? " tanya Erik.


" Kalau tidak ada halangan, lusa aku pulang, kalau besok aku masih ada keperluan disini. " jawab Tomi.


Indah hanya menyimak obrolan mereka tanpa ingin menimpali, ia hanya menikmati makanan yang ada dihadapannya.


" Kalau begitu kita pulang sama-sama aja, Tom, biar kita satu pesawat. " kata Erik.


" Baik, nanti pesan tiket buat kita. " kata Tomi pula.


Erik melihat pada Indah yang sejak tadi hanya diam.


" Indah.. Apa kamu mau ikut kita mencari oleh-oleh setelah ini? Apa kamu juga mau ikut kita pulang bareng ke Jakarta? " tanya Erik.


Tomi hanya diam, dia tak ingin bertanya lagi pada Indah, takut jika Indah masih kesal padanya, kekesalan yang Tomi tidak tahu apa sebabnya.


Setelah berfikir sejenak, Indah menjawab pertanyaan Erik.


" Baiklah, aku akan ikut kalian membeli oleh-oleh, aku juga akan pulang ke Jakarta bareng kalian. " jawab Indah akhirnya.


" Nah gitu dong, kan kita masih bisa bersama-sama saat disini, setelah ini kita tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi, karena kita akan memiliki kesibukan yang berbeda. Syukur-syukur jika nanti kita bisa bekerja dirumah sakit yang sama. " kata Erik panjang lebar.


" Benar kata Erik, kita bertemu dan berteman disini, semoga kita bisa bertemu kembali setelah di Jakarta.


Kalau bisa, jangan putus komunikasi di antara kita, kita tetap bisa berteman walaupun kita nanti tidak bisa bertemu. " kata Tomi pula.


Indah membenarkan apa yang disampaikan oleh Erik dan Tomi.


Setelah ini, entah kapan ia akan bertemu Tomi lagi.


Ini kesempatan bagi Indah untuk bersama Tomi, jika bisa ia akan menyatakan perasaannya pada Tomi sebelum mereka pulang ke Jakarta.


Memikirkan itu, hati Indah sedikit lega, terbit seulas senyum di bibirnya.


Ya! Hari ini ia akan menghabiskan waktu bersama Tomi setelah mencari oleh-oleh.


Ia akan mencari alasan agar Tomi bisa menemaninya, dan saat mereka berdua ia akan mengatakan perasaannya pada Tomi.

__ADS_1


__ADS_2