
Asti dan Tomi menikmati makan malam mereka, mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya.
" Ah, senang banget rasanya lihat perubahan Asti, dia sudah tidak kaku lagi, sudah mau bercanda dan tertawa.
Semoga Asti segera menjawab perasaanku, walaupun aku tahu dari sikap Asti bahwa ia sudah bisa menerima ku, tapi aku ingin Asti menjawab secara langsung, tidak hanya dengan perbuatan.
Aku yakin kami memiliki perasaan yang sama, sama-sama saling mencintai. "
Tomi bermonolog dalam hati, dan
merasa bahagia melihat perubahan sikap Asti.
" Rasanya aku sudah mantap untuk menjawab ungkapan cinta Tomi.
Setelah tiba di Jakarta aku akan melakukannya.
Aku melihat sikap Tomi yang tulus juga penuh perhatian.
Belum jadian aja Tomi sudah sangat romantis, gimana kalau sudah jadian? "
Asti sibuk dengan fikiran nya, ada perasaan bahagia dalam hatinya yang membuat segurat senyum terukir di bibirnya.
Tomi yang memperhatikan Asti merasa heran melihat sebuah senyuman tersungging di bibirnya, ia bertanya dalam hati.
" Mengapa Asti tersenyum? Apa ia juga merasakan hal yang sama seperti ku?
Apa ia juga merasakan bahagia yang sama seperti yang aku rasakan? "
Karena penasaran Tomi bertanya pada Asti.
" Ada apa Asti, kok kamu senyum-senyum sendiri? Kamu bahagia ya makan malam bareng aku? " Tomi bertanya dan menggoda Asti.
Asti terkejut dan tanpa sadar langsung menatap Tomi dengan wajah yang bersemu merah, terlihat semakin cantik dimata Tomi.
Untuk menghilangkan rasa malu, Asti kembali mengeluarkan sikap juteknya.
" Siapa yang senyum-senyum sendiri, jangan ge er ya? Saya cuma lagi membayangkan rasa bahagia ibu saat membelikannya oleh-oleh daster. " jawab Asti mengelak tuduhan Tomi.
" Oh.. begitu ya? Saya fikir kamu senyum-senyum karena bahagia sudah makan malam bareng saya dan sudah mendapat sebuah surprise lagi dari saya, maaf kalau saya sudah ge er. " kata Tomi sambil tersenyum pura-pura mengiyakan jawaban Asti dan meminta maaf.
Ia tidak mau Asti marah dan kembali bersikap jutek.
" Saya permisi ke toilet sebentar, ya? " pamitnya pada Tomi.
" Baiklah, apa perlu saya antar? " tanya Tomi sambil menggoda Asti.
" Memangnya saya anak kecil yang harus diantar ke toilet? Lagian kamu laki-laki, mana mungkin mengantarkan saya ke toilet wanita. " jawab Asti sambil berdiri dari duduknya.
" Iya, bu Asti bukan anak kecil lagi, sudah menjadi dosen, tapi wajah bu Asti masih terlihat seperti anak remaja.
__ADS_1
Kalau bu Asti mau diantar, saya akan menunggu bu Asti didepan toilet. "
Tomi kembali menggoda Asti, lalu ia tertawa saat Asti meninggalkan meja mereka menuju toilet sambil terlihat cemberut.
" Aneh, orang akan senang saat dirinya terlihat awet muda, ini malah merasa malu. " kata Tomi dalam hati.
Sementara ditempat lain, Erik dan Indah sudah sampai ditempat keluarga Indah.
Indah.
Saat ini mereka tengah duduk di teras rumah Indah.
" Indah, jadi beneran kamu suka sama Tomi?" tanya Erik pada Indah.
Setelah melihat sikap Indah pada Tomi dan rasa cemburu Indah pada Asti, Erik menyimpulkan jika Indah sudah jatuh cinta pada Tomi.
" Iya, Rik, aku ada hati pada Tomi sejak kebersamaan kita di rumah sakit.
Saat kita di kampus, aku hanya menganggap Tomi sekedar teman.
Tapi saat beberapa lama kita satu team disini, ada perasaan lebih pada Tomi.
Aku berusaha bersikap biasa saja dan mengabaikan perasaanku, tapi makin hari perasaan itu makin kuat.
Aku sudah berusaha menunjukkan perasaan ini pada Tomi, tapi Tomi tidak peka dan hanya menganggap ku sebagai teman. "
Ia percaya Erik tak akan meledeknya karena memiliki perasaan khusus pada Tomi.
Indah sudah lama mengenai Erik, keluarga mereka sama-sama tinggal di Yogya.
Dan Indah sudah mengenal sifat Erik yang suka membantu teman-temannya yang membutuhkan.
Erik punya jiwa sosial yang tinggi hingga ia bercita-cita jadi dokter untuk bisa membantu mengobati orang-orang yang sakit.
" Iya, aku tahu bahwa kita tidak bisa menahan perasaan kita pada seseorang.
Tak ada yang salah jika kita menyukai orang lain.
Aku tahu, perasaan kamu pada Tomi tidak salah.
Tapi kamu lihat sendiri, sepertinya Tomi tengah mendekati Asti, Tomi jatuh cinta pada Asti.
Aku sendiri tidak tahu pasti karena baru tadi aku mengenal Asti.
Sepertinya Tomi sudah lebih dahulu mencintai Asti, mungkin karena mereka sering bertemu di kampus. " Erik memberikan gambaran hubungan antara Tomi dan Asti.
Erik juga tidak bisa menyalahkan perasaan Indah pada Tomi.
Tapi Erik akan berusaha memberi pengertian pada Indah agar Indah bisa menghilangkan perasaannya pada Tomi.
__ADS_1
" Jadi menurut mu, aku harus melupakan Tomi? " tanya Indah lagi.
" Menurut aku sih lebih baik seperti itu.
Kalau Tomi sudah memilih Asti, tidak mungkin ia akan menerima mu walaupun kamu menyatakan perasaan pada Tomi.
Kita sudah berteman baik dengan Tomi, jangan sampai karena kamu menyatakan isi hatimu pada Tomi membuat Tomi menghindar dan menjaga jarak dengan mu, itu akan membuat mu semakin sakit.
Sebelum cinta mu tumbuh semakin besar pada Tomi, sebaiknya kamu lupakan Tomi.
Setelah ini, kamu juga akan jarang atau bahkan mungkin tidak bertemu lagi dengan Tomi.
Dengan begitu, akan semakin mudah bagi mu untuk melupakan Tomi, siapa tahu nanti kamu akan mendapatkan pengganti Tomi setelah kita kembali ke Jakarta. "
Erik memberi saran dan semangat pada Indah agar ia bisa melupakan Tomi.
Erik tak ingin jika Indah terlalu memaksakan perasaannya pada Tomi, karena jika Tomi sudah memilih Asti, Indah akan semakin merasa sakit hati.
Jangan sampai Indah berbuat nekad dengan mengejar cinta Tomi.
Indah terdiam mendengar apa yang Erik sampaikan padanya.
Dalam hati Indah membenarkan semua perkataan Erik.
Ia tak ingin merasa sakit hati bila Tomi menolaknya, tapi ia juga ingin agar Tomi tahu bahwa ia mencintainya.
Tomi, merupakan cinta pertama bagi Indah.
Selama ini, sejak masih di bangku SMA banyak teman-teman lelaki yang mencoba mendekati Indah, tapi Indah bersikap biasa saja. Ia tidak pernah menolak mereka secara kasar.
Indah menjadikan mereka teman agar tidak ada yang merasa sakit hati.
Wajah Indah yang lumayan cantik dan kepribadiannya yang baik membuat banyak teman laki-laki yang menyukai Indah.
" Indah... Aku tahu kamu seorang gadis yang baik.
Aku sudah mengenal mu sejak kita duduk di bangku SMA, walaupun kita tidak berteman akrab atau kata orang bersahabat, tapi kita berteman cukup baik.
Tidak ada sifat negatif yang aku tahu dalam dirimu.
Jadi sebagai teman, aku minta agar kamu tidak berubah.
Tidak mengubah image gadis baik-baik yang ada padamu menjadi gadis yang ber image buruk.
Walau Tomi dan Asti mungkin belum saling menyatakan perasaan mereka, tapi jika kamu berusaha merebut Tomi dari Asti, orang akan berpandangan buruk pada dirimu.
Maaf Indah, aku hanya mengingatkan mu sebagai seorang teman, tidak ada maksud apapun. Semoga kamu mengerti dengan apa yang aku sampaikan. "
Setelah mereka terdiam cukup lama, akhirnya Erik kembali menyampaikan dukungan dan sarannya pada Indah.
__ADS_1