
Sementara di rumah Tomi juga terlihat begitu banyak kesibukan.
Orang-orang berlalu lalang baik didalam maupun diluar rumah, mereka mengerjakan tugas masing-masing untuk merayakan pesta pernikahan Tomi dan Asti.
Esok pagi akad nikah akan dilaksanakan sekitar pukul sembilan pagi dikediaman rumah Asti, lalu siangnya akan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan bagi para undangan yang tidak bisa hadir ke acara resepsi yang diadakan oleh keluarga Tomi di sebuah hotel berbintang.
" Pah, apa Riki sudah pergi menjemput keluarga pak Bowo ke bandara? " tanya mamah yang berpapasan dengan mamah diruang tengah.
" Sudah mah, tadi Riki pergi bersama Raffa ke bandara. " jawab papah.
Riki ditugaskan oleh papah untuk menjemput keluarga pak Bowo yang akan menghadiri pesta pernikahan Tomi dan Asti.
Mereka baru bisa datang hari ini karena kini mempunyai kesibukan mengelola usaha baru mereka, yaitu gudang ikan yang dimodali oleh ayah Tomi.
Berkat usaha dan kerja keras pak Bowo dan Roni, usaha itu terlihat semakin maju dan berkembang, hal ini tentu membuat pak Bowo dan Roni memiliki kesibukan mengurus usaha mereka.
Begitu juga dengan Bella yang sudah memiliki klinik bersalin yang buka selama dua puluh empat jam.
Keberadaan klinik Bella membantu menangani ibu-ibu warga desa yang akan bersalin maupun yang ingin berobat, karena puskesmas hanya melayani pengobatan masyarakat hingga jam dua siang karena keterbatasan tenaga medis.
Setelah mendengar jawaban papah, mamah melanjutkan berjalan kearah kamar Tomi untuk melihat persiapan kamar Tomi yang akan dijadikan kamar pengantin.
" Bagaimana, Tom? apa kamarnya sudah selesai dihias? " tanya mamah saat bertemu dengan Tomi didepan pintu kamar.
" Tinggal sedikit lagi, mah. " jawab Tomi.
Mamah masuk ke kamar Tomi dan melihat sendiri kamar pengantin yang sedang dihias.
" Bagus sekali ini, Tim? terlihat sangat romantis. " puji mamah setelah melihat kamar Tomi.
" Iya mah, semoga Ara suka dengan dekorasi kamar ini. " kata Tomi.
" Mamah yakin Ara pasti suka dan mamah akan segera mendapatkan seorang cucu. " seloroh mamah menggoda Tomi.
" Apaan sih, mah? ijab kabul aja belum. "
kata Tomi yang tersenyum malu saat mamah menggodanya.
__ADS_1
" Jangan lupa pakaian dan perlengkapan kamu bawa ke kamar Riki untuk sementara, setelah di dekor kamar ini jangan digunakan hingga malam pengantin kalian. " kata mamah mengingatkan Tomi.
" Sudah mah, perlengkapan pribadi Tomi sudah dipindahkan sementara ke kamar Riki. " kata Tomi pula.
" Jika sudah selesai, kamar pengantin nanti ditutup, jangan biarkan orang lain masuk dan melihat kamar pengantin, tidak baik orang lain masuk kedalam ruangan pribadi. " pesan mamah pada Tomi.
"Baik, mah! " jawab Tomi.
Setelah melihat kamar pengantin dan berpesan pada Tomi, mamah kembali turun kelantai bawah untuk melihat persiapan lainnya.
Mamah jadi orang yang super sibuk dan jadi cerewet karena selalu bertanya dan mengingatkan hal-hal yang diperlukan untuk acara pernikahan Tomi.
Maklumlah, Tomi anak pertama dan baru kali ini mamah akan mengadakan acara pernikahan anaknya, jadi semua harus terlihat sempurna tanpa ada kekurangan apapun.
Dari kamar Tomi, mamah duduk diruang tengah sambil memegang handphone dan mencari nomor seseorang dan meneleponnya.
Terdengar nada sambung dari ponselnya, lalu terdengar suara seseorang mengangkat telepon mamah.
📱" Halo, Assalamu'alaikum, jeng Laras!" salam seseorang diseberang telepon.
📱" Waalaikumsalam warahmatullah, maaf jeng saya mengganggu kesibukannya. Bagaimana persiapan catering untuk resepsi pernikahan Tomi? apa semua sudah dipersiapkan dan tidak ada kendala, kan? " tanya mamah Tomi pada temannya yang memiliki catering.
📱 " Tidak jeng, semua sudah cukup. Saya hanya memastikan kesiapannya saja, agar ketika hari H tidak ada kekurangan dan semua sudah siap sesuai kesepakatan kita. " jawab mamah.
📱" Baik jeng Laras, kami akan usahakan yang terbaik dan tentunya tidak akan mengecewakan jeng Laras. " kata pemilik catering memastikan pada mamah.
📱 " Terima kasih sebelumnya jeng, jeng sudah bersedia direpotkan oleh saya. " kata mamah lagi.
📱 " Sama-sama, jeng, justru saya bangga bisa berpartisipasi dalam acara resepsi pernikahan anak jeng Laras. Semoga apa yang saya suguhkan tidak mengecewakan. " imbuh pemilik catering.
Setelah berbintang sebentar, mamah lalu memutuskan komunikasi setelah mengucapkan salam pada temennya tersebut.
Dari ruang tengah, mamah melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk melihat persiapan keluarga yang tengah memasak di dapur, karena sebelum mereka berangkat ke rumah Asti esok hari, mereka akan mengadakan syukuran sederhana untuk melepas calon pengantin, memberikan do'a-do'a agar acara berjalan lancar tanpa hambatan.
" Bagaimana teh, apa makanan untuk besok sudah dipersiapkan? " tanya mamah pada kakak perempuanmu.
" Kamu tenang aja Ras, semua sudah disiapkan termasuk kue-kue yang akan dihidangkan. Kan tidak terlalu banyak yang akan ikut ke acara ijab kabulnya Tomi, hanya keluarga besar kita dan berapa tetangga dekat yang akan ikut kesana, jadi semua makanan untuk acara syukuran sudah beres dan sedang diolah semua. " jawab teteh menjelaskan pada mamah.
__ADS_1
Mamah merasa lega, karena semua persiapan untuk acara pernikahan Tomi sudah hampir seratus persen siap, tinggal acara dihari H saja.
" Alhamdulillah, Laras lega mendengar semua persiapan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. " kata mamah sambil duduk di kursi makan.
" Sebaiknya kamu tidak usah banyak pikiran, kan semua pekerjaan sudah ada penanggung jawabnya. Jangan nanti ketika hari H kamu malah tidak fit karena banyak pikiran dan kecapean. "
Teteh memberi nasehat agar mamah tidak terlalu banyak pikiran dan kecapean karena mengurusi rencana pernikahan Tomi, karena keluarga besar mereka sudah membantu persiapan acara tersebut.
Mamah dan teteh berbincang-bincang sejenak, mamah mencoba rileks dalam menghadapi acara pernikahan Tomi.
Karena ini acara pernikahan pertama anaknya, mamah tidak ingin ada kesalahan dan kekurangan dalam acara tersebut sehingga mamah selalu ikut andil dalam setiap persiapan acara tersebut.
" Untuk acara siraman nanti sore, gimana teh? " tanya mamah pada teteh.
" Semua sudah siap dan tinggal dilaksanakan saja. Sudah, kamu ga usah banyak pikiran. Kamu duduk manis aja dan tunggu sebentar lagi keluarga pak Bowo akan datang, kamu harus menyambut kedatangan mereka dan tidak perlu memikirkan pekerjaan yang lain. Jika ada yang diperlukan atau ada sesuatu yang kurang, teteh akan memberitahumu. "
Saudara tertua mamah itu meminta adiknya untuk bersantai karena ia melihat adiknya begitu sibuk mempersiapkan semuanya, ponselnya pun tidak pernah jauh darinya, selalu dibawa kemanapun ia pergi karena takut jika ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan oleh orang-orang yang mempersiapkan acara pernikahan Tomi.
" Assalamu'alaikum..! " Riki mengucapkan salam ketika ia masuk kedalam rumahnya.
Ia datang bersama keluarga pak Bowo yang baru dijemputnya dari bandara.
" Waalaikumsalam warahmatullah. " jawab papah yang baru selesai menerima telepon diruang tamu.
" Wah pak Bowo, apa kabar? mari silahkan duduk dulu, pasti cape habis perjalanan jauh. "
Papah menyambut kedatangan keluarga pak Bowo dengan rasa syukur dan bahagia.
" Alhamdulillah, kami semua sehat, pak." kata pak Bowo sambil menyambut tangan pak Abdi yang terulur dan mereka bersalaman dengan begitu akrab.
" Alhamdulillah, akhirnya bu Asnah dan keluarga sampai juga. " kata mamah yang menyalami bu Asnah dan ber cipika cipiki.
Saat papah menyambut kedatangan pak Bowo, Riki menemui mamahnya di dapur dan mengabarkan kedatangan keluarga pak Bowo.
Pak Abdi merasa senang karena pak Bowo dan keluarganya bisa datang menghadiri undangan mereka.
Rasa kekeluargaan diantara mereka terasa begitu dekat, seperti telah saling mengenal bertahun-tahun, walaupun sebenarnya mereka dipertemukan karena Tomi yang telah diselamatkan oleh keluarga pak Bowo.
__ADS_1
Setelah menjamu keluarga pak Bowo, mereka diminta untuk beristirahat mengingat perjalanan mereka yang jauh dan pasti mereka lelah selama diperjalanan.