
Maryam tadi bukan lagi sakit gigi, tapi lagi lomba sediaman sama Yudha, dari tadi keduanya diam aja.
Apa lagi perang dingin kali, ya? "
Canda Fyth pada Maryam dan Yudha.
" Tukang es dong kalau perang dingin? "
Rudy ikut menimpali candaan Fyth.
" Kalau sudah jadi pasangan mah beda, saling dukung dan saling bela. "
Yudha membalas candaan Fyth dan Rudy.
" Kalau saya sudah punya gandengan, pasti saya bawa dan saya kenalkan disini.
Aryanto menjawab apa yang ditanyakan oleh Anny tadi.
" Nah lho.. Tambah lagi saingan TM, Takdir dan Yudha. "
Wangky memanas-manasi TM, Takdir, dan Yudha dengan kehadiran Aryanto.
" Kita mah bersaing secara sehat aja ya, mas Ary?" tanya Takdir pada Aryanto.
" Maksudnya bersaing untuk apa, nih? Kok saya belum mudeng? " tanya Aryanto heran.
Teman-teman dari group Ralove tertawa mendengarkan pertanyaan Aryanto.
" Mereka mah ga usah didengerin mas, semua pada bocor halus. "
Kata Asma pada Aryanto.
" Inilah yang membuat saya betah kumpul sama group Ralove, walaupun baru pertama ikut ngumpul tapi rasanya sudah akrab banget.
Dengan gabung disini, aku jadi dapat kata-kata baru. "
Yudha menyampaikan pada group Ralove, bahwa ia merasa nyaman bergabung dengan group Ralove.
" Itulah kelebihan group Ralove, jika sudah berkumpul bisa bersikap serius dan bisa juga banyak bercanda.
Bersyukurnya, semua anggota tidak mudah tersinggung dan mengambil hati setiap candaan, semua dianggap sebagai hiburan. Tapi kami pun bercanda tidak ke hal-hal yang menjurus dan membuat orang sakit hati. "
Tomi menyampaikan kelebihan anggota group Ralove pada Yudha dan Aryanto yang baru ikut berkumpul bersama mereka.
" Jadi cerita awalnya, di group Ralove ada empat jones, Maryam dan Asma juga TM dan Takdir.
Nah sekarang nambah lagi jonesnya, ada Yudha dan mas Ary.
Yang cowok nambah dua, sedang yang cewek tetap dua, nah terus gimana dong..??
Asti menjelaskan apa yang disampaikan oleh Wangky.
" Oh.. Jadi selain yang dibilang sama Asti, yang lain sudah berpasangan semua nih?"
Tanya Aryanto yang baru mengerti posisi anggota group Ralove.
" Nah, begitulah mas Ary, jadi mas Ary mau nambah daftar untuk ikut bersaing memenangkan dua gadis jomblo di group Ralove? "
__ADS_1
Fajar bertanya keikutsertaan Aryanto dalam mencari pasangan.
" Wah.. Kayaknya berat semua saingan saya? " kata Aryanto sambil tertawa.
" Terus apa gadis yang jadi idola group Ralove saat ini benar-benar jomblo?
Nanti setelah sudah bersaing malah gigit jari, digroup kelihatan jomblo, tapi di luar group malah sudah ada gandengan. "
Aryanto mengatakan pendapatnya tentang Asma dan Maryam yang dianggap teman-temannya masih jomblo.
" Belut itu mas Ary, masa aku sama Maryam dianggap Jones? Emang sih masih jomblo, tapi ga ngenes juga kali..??"
Asma mengatakan jika dia dan Maryam bukan jomblo ngenes.
" Asma, betul kali, bukan belut? "
Hatae membenarkan kata-kata Asma?
" Oh.. Tadi salah sebut ya, emang belut apa? " Asma bertanya pura-pura bego.
" Belut itu kalau masih kecil, masih SD.
Kalau sudah dewasa kayak kami jadinya anaconda. "
Jawab TM yang disambut tawa para lelaki.
"TM, memang kamu punya anaconda, bukannya ular daun? "
Tanya Yudha yang mulai faham obrolan mereka.
" Yang punya ular daun itu Tomi, aku mah kalau bukan anaconda, ular phyton juga ga papa, lumayan juga gedenya. "
Kata Tomi sambil mengacungkan jempolnya.
Para lelaki mulai tertawa dengan obrolan mereka yang absurd.
" Pada ngomongin apa sih mereka? "
Tanya Indri pada Asti.
" Ga usah didengar, mereka itu para cowok sekilo kurang se ons. "
Jawab Asti.
" Kalau sekilo kurang se ons, jadi cuma sembilan ons, dong? " kata Fyth yang mendengar apa yang dikatakan oleh Asti.
Maka merekapun ikut tertawa seperti para cowok.
Seperti itulah group Ralove, jika sudah kumpul jadi lupa waktu.
Saat menjelang shalat zuhur, mereka semua pamit pada Asti dan keluarganya serta kembali mengucapkan selamat pada Asti.
Keluarga Tomi mengajak Tomi untuk kembali.
" Terima kasih pak Prawiro dan keluarga besar yang sudah menerima kedatangan kami dengan baik, dan juga sudah menerima pinangan anak kami.
Semoga kita bisa segera menentukan tanggal pernikahan mereka. "
__ADS_1
Bapak Abdi mengucapkan terima kasih pada bapak Prawiro yang telah menyambut dan menerima kedatangan mereka dengan baik.
Dan yang terpenting lamaran Tomi untuk Asti sudah diterima.
" Sama-sama Pak Abdi, suatu kehormatan bagi kami bapak dan keluarga berkenan datang dan menyampaikan lamaran buat putri kami.
Iya, semoga semua diberi kemudahan dan kelancaran untuk sampai ke jenjang pernikahan. "
Bapak Prawiro membalas apa yang diucapkan oleh bapak Abdi.
Setelah berbasa-basi dan mengucapkan salam, keluarga besar Tomi meninggalkan kediaman keluarga Asti.
Setelah keluarga Tomi dan para tamu meninggalkan kediaman keluarga Asti, mereka semua beristirahat dan berkumpul diruang tengah.
Asti yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan, ikut duduk lesehan bersama keluarganya.
" Barang-barang seserahan nya mau ditaruh dimana, bu? " tanya Asti pada ibu.
" Terserah Asti mau ditaruh dimana, sebaiknya taruh dikamar Asti aja, itukan sudah jadi milik Asti. "
Kata ibu yang menyarankan agar barang-barang tersebut ditaruh di kamar Asti.
" Iya, sebaiknya taruh di kamar Asti aja.
Itu barang-barang pribadi milik Asti, rapikan saja di lemari Asti. "
Eyang menimpali dan mengatakan jika barang-barang tersebut sudah menjadi milik Asti dan diminta untuk menyimpannya di lemari Asti.
" Kalau begitu, ayo kita simpan dulu ke kamar Asti.
Ayo Asti, biar bibi bantu. "
Bi Lastri berniat untuk membantu Asti membawa barang-barang tersebut ke kamar Asti.
Akhirnya barang seserahan itu diangkut dan disimpan ke kamar Asti.
Barang lain yang berupa makanan dan buah-buahan disimpan di dapur, sebagian diberikan pada tetangga yang datang membantu menyusun dan merapikan perabotan yang tadi digunakan.
Sore hari, tenda milik RT setempat pun sudah dibongkar dan dikembalikan ke tempatnya, juga kursi-kursinya.
Saat malam keluarga Asti berkumpul kembali diruang tengah setelah makan malam.
" Eyang, jadi benar eyang akan pulang lusa? " tanya Asti pada eyang kakung nya.
" Iya, eyang ada acara di kelurahan dan sudah janji sama pak lurah. " jawab eyang kakung.
" Nantikan kalau Asti menikah, kami akan kesini lagi.
Do'akan eyang berdua sehat-sehat semua." kaya eyang putri menambahkan.
" Kenapa bapak sama ibu tidak tinggal disini saja? " tanya ayah pada eyang.
" Kan ini sudah sering kita bahas, eyang sudah betah tinggal di Yogya, dirumah lama kita.
Kalau kalian ingin bertemu eyang, kalianlah yang datang ke Yogya. "
Jawab eyang putri yang mengatakan jika mereka lebih senang tinggal di Yogya.
__ADS_1
Seperti itulah orang tua yang lebih nyaman tinggal dirumah mereka sendiri.
Seperti yang telah direncanakan, eyang dan Aryanto beserta keluarga yang lain pulang kembali ke Yogya.