
Tok.. Tok..
" Assalamu'alaikum " terdengar bi Iin mengetuk pintu kamar Riki yang tidak tertutup rapat.
" Wa'alaikumsalam. " jawab papah dan Riki berbarengan.
" Permisi den, bibi mau nganter dokter Sela,. Ini dokter Sela nya sudah datang. " kata bi Iin yang ternyata mengantarkan dokter Sela yang baru datang.
" Terima kasih, bi Iin. " kata Riki pada bi Iin.
" Silakan masuk dokter! " pinta Riki pada dokter Sela yang berdiri didekat bi Iin.
" Ibu sakit apa, den?" tanya bi Iin yang terlihat cemas.
" Ibu pingsan, bi. Oh iya bi, tolong buatkan teh hangat buat ibu, juga buat dokter Sela. " Riki memberitahu jika mamahnya tengah pingsan dan meminta bi Iin membuatkan teh hangat.
" Baik den, bibi permisi ke dapur dulu. " kata bi Iin yang pamit pada Riki untuk ke dapur.
" Iya, bi, silakan! " kata Riki pada bi Iin.
Setelah bi Iin pergi ke dapur, Riki menghampiri dokter Sela yang sedang memeriksa mamahnya.
" Bagaimana keadaan istri saya, dokter?" tanya papah pada dokter Sela.
" Ibu pingsan karena merasa shock.
Sepertinya ibu menyimpan kesedihan yang membuat daya tahan ibu menurun sehingga ibu pingsan. " kata dokter Sela yang menjawab pertanyaan papah.
" Tekanan darah ibu juga rendah.
Kalau bisa, ibu jangan diberi beban pikiran yang berat, karena akan mempengaruhi kesehatan ibu."
Pinta dokter Sela agar ibu tidak terlalu banyak pikiran.
" Mengapa tadi ibu sampai pingsan, pak? " tanya dokter Sela pada papah.
" Kami baru mendapat berita duka, dokter. " Jawab papah dengan raut wajahnya yang terlihat sedih dan cemas.
" Kalau boleh tahu berita duka apa pak, sehingga membuat ibu menjadi drop? " tanya dokter Sela.
Dokter Sela sudah lama menjadi dokter keluarga Riki sehingga mereka sudah seperti keluarga.
" Riki mendapat berita dari direktur dirumah sakit dimana Tomi bertugas saat ini.
Tomi yang hendak mengadakan bakti sosial disebuah pulau mengalami kecelakaan. Speedboat yang membawa para penumpang terbalik ditengah laut dan sampai saat ini Tomi belum ditemukan. "
Papah menceritakan kejadian yang menimpa Tomi sehingga membuat mamahnya Tomi jatuh pingsan setelah mendengar berita yang disampaikan oleh Riki.
__ADS_1
" Innalillahi.. wajar jika ibu pingsan mendengar berita ini. " kata dokter Sela yang terkejut dengan berita yang baru didengarnya.
" Semoga Tomi bisa segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja, pak. " kata dokter Sela yang mendoakan keselamatan Tomi.
" Aamiin, semoga saja dokter bisa ada kabar baik dari tim SAR disana. " kata papah yang mengaminkan doa dokter Sela.
" Tadi ibu sudah saya beri obat, mungkin sebentar lagi ibu akan sadar. " kata dokter Sela sambil memandang pada mamah Riki yang masih memejamkan matanya.
Terlihat Riki yang mengusap tangan mamahnya dengan lembut.
" Permisi pak! " kata bi Iin yang datang membawa teh buat mamah Riki dan juga dokter Sela, serta toples berisi cemilan.
" Teh yang buat bu dokter taruh dimeja saja bi, yang buat ibu taruh diatas nakas dekat tempat tidur. " pinta papah pada bi Iin.
" Baik, pak! " kata bi Iin sambil melakukan apa yang diminta oleh papah.
" Silakan duduk dokter, diminum dulu tehnya. " pinta papah pada dokter Sela.
" Baik Pak, terima kasih! " kata dokter Sela.
Lalu dokter Sela berjalan menuju sofa yang ada. di kamar Riki.
" Bagaimana keadaan ibu den? belum sadar juga? " tanya bi Iin setelah menyimpan teh buat mamah diatas nakas.
" Belum bi, mamah masih belum sadar. " jawab Riki yang masih mengusap tangan mamahnya.
Terkadang Riki mencium tangan mamahnya dan berharap mamahnya segera sadar.
" Nanti aja bi, setelah mamah sadar dari pingsannya. " jawab Riki yang menunda makan malam karena mamahnya belum sadar.
" Baik den, kalau begitu bibi ke dapur dulu. " pamit bi Iin pada Riki.
" Iya, bi! " jawab Riki singkat.
Bi Iin pun berlalu menuju ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tak lama, Riki merasakan gerakan tangan mamahnya yang ada dalam genggamannya.
" Mamah, mamah sudah sadar? " tanya Riki saat melihat matanya yang bergerak karena ingin membuka mata.
" Pah, mamah sudah sadar. " kata Riki memberitahu jika mamahnya sudah sadar.
Papah yang sedang mengobrol dengan dokter Sela menghampiri mamah yang baru membuka matanya.
" Biar saya periksa sebentar, pak. " kata dokter Sela yang kembali memeriksa keadaan mamah Riki.
Mamah memandang dokter Sela yang sedang memeriksanya.
__ADS_1
Tidak terasa air mata mengalir disisi mata mamah.
Melihat dokter Sela membuat mamah teringat lagi pada Tomi.
Melihat mamah menangis, papah mengusap air mata itu dengan jarinya.
Papah tersenyum pada mamah mencoba memberi kekuatan pada mamah.
" Ibu, jangan terlalu banyak pikiran ya? ingat pada kesehatan ibu.
Jika ibu sakit, semua akan merasa sedih. " kata dokter Sela pada mamah.
Mamah hanya mengangguk mendengar kata-kata dokter Sela.
Bagaimana mamah tidak banyak pikiran jika Tomi belum diketahui kabar beritanya.
" Pak, ini saya beri resep buat ibu.
Ada obat penambah darah sama vitamin. " dokter Sela memberi resep pada papah Riki.
" Usahakan agar ibu tidak terbebani dengan musibah yang menimpa keluarga bapak.
Memang sulit untuk membuat ibu tidak memikirkan musibah ini, tapi tolong beri pengertian pada ibu agar ibu juga memikirkan kesehatannya. "
Dokter Sela meminta pada papah agar bisa memberi pengertian pada mamah untuk tidak larut dengan musibah yang saat ini sedang menimpa keluarga mereka.
Mamah juga harus menjaga kesehatan dirinya.
" Memang sulit untuk tidak memikirkan apa yang terjadi, apalagi keberadaan Tomi belum diketahui, tapi walau bagaimanapun, kesehatan ibu juga harus diperhatikan. " imbuh dokter Sela lagi.
" Iya dokter, saya akan berusaha agar mamah Riki tidak terlalu banyak beban pikiran. Nanti saya akan beri pengertian." kata papah yang mengerti dengan maksud dari dokter Sela.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak.
Ibu, semoga ibu bisa selalu bersabar dan tabah. Jaga kesehatan ibu. "
Dokter Sela berpamitan pada papah dan mamah Riki serta berpesan agar mamah Riki bisa menjaga kesehatan.
" Biar Riki antar ke depan pah, sekalian Riki mau meminta pak Sukri membelikan obat buat mamah. "
Riki pamit pada papahnya untuk mengantarkan dokter Sela keluar, sekalian meminta pak Sukri, sopir mereka untuk menebus obat mamah di apotik.
Sepeninggal Riki dan dokter Sela, papah duduk didepan mamah dan menggenggam tangan mamah.
" Mah, yang sabar ya? kita harus kuat menghadapi musibah ini.
Kita doakan semoga Tomi bisa ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. "
__ADS_1
Papah mencoba menguatkan mamah agar mamah bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpa keluarga mereka.
" Papah yakin Tomi selamat dan bisa ditemukan oleh tim SAR. " imbuh papah sambil mengusap air mata yang kembali jatuh disisi mata mamah.