DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 184 Bella Merasa Kesal.


__ADS_3

Setelah meletakkan kopi milik Roni, Bella kembali ke dapur untuk mengantarkan kopi dan bakwan pada Tomi yang sedang duduk sendiri dibelakang rumah.


" Bang, ini ada kopi sama bakwan buatan ibu. " kata Bella pada Tomi yang. sedang duduk sambil memandang laut.


Tomi menoleh pada Bella yang datang dari arah belakangnya.


" Terima kasih! " kata Tomi sambil kembali mengarahkan pandangannya ke arah laut.


" Abang, sepertinya betah duduk disini? " tanya Bella sambil duduk tidak jauh dari Tomi.


" Disini nyaman, bisa memandang laut lepas. " jawab Tomi tanpa melihat kearah Bella.


" Abang betah ya tinggal di sini? " tanya Bella yang berusaha membangun komunikasi dengan Tomi.


Bella tahu jika Tomi berusaha menjaga jarak dengan dirinya.


Tomi tidak begitu menanggapi jika Bella memberi perhatian lebih padanya.


Sejenak Tomi memandang Bella yang duduk disampingnya, sekedar menghargai Bella yang sedang mengajaknya bicara.


" Saya tidak tahu apa saya betah tinggal disini atau tidak, karena saya tidak tahu asal usul saya. Saya tidak tahu mau pergi kemana jika saya pergi dari sini. "


Tomi mengatakan pada Bella bahwa ia tidak tahu apa dia betah atau tidak karena Tomi tidak tahu akan kemana jika dia pergi dari rumah Bella.


Bella tersenyum mendengar perkataan Tomi, Bella merasa jika Tomi akan lebih lama tinggal dirumahnya.


Sebenarnya Tomi merasa risih duduk berdua dengan Bella disana karena seperti ada sesuatu dalam hatinya yang menolak untuk berdekatan dengan Bella.


" Ada apa? mengapa kamu tersenyum? "


Tanya Tomi heran saat ia melihat Bella tengah tersenyum, seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa senang.


" Oh, tidak ada apa-apa! " jawab Bella merasa malu karena ketahuan sedang senyum-senyum sendiri oleh Tomi.


" Roni dimana? " tanya Tomi pada Bella karena tidak melihat keberadaan Roni.


Biasanya Roni yang akan menghampiri Tomi jika Tomi duduk sendirian disana.


"Bang Roni sedang ngobrol sama ayah dan ibu didepan. " jawab Bella.


" Mengapa abang menayakan bang Roni? " tanya Bella tidak suka, karena ia merasa jika Tomi tidak suka jika ia menemani Tomi duduk disana.


" Tidak apa-apa, biasanya Roni yang datang kesini menemani ngobrol jika saya sedang duduk disini. " jawab Tomi tanpa memperhatikan jika Bella merasa kesal karena ia menanyakan Roni.


" Memangnya bang Tomi tidak suka jika Bella menemani bang Tomi duduk di sini? " tanya Bella tanpa menutupi rasa kesalnya pada Tomi.


Tomi hanya diam, tidak mungkin jika ia berkata terus terang jika ia memang merasa tidak nyaman duduk berdua dengan Bella.

__ADS_1


" Jadi benar ya jika bang Tomi ga suka Bella temani duduk disini? " tanya Bella pada Tomi karena Tomi hanya diam tidak menjawab pertanyaannya.


Bella merasa kecewa karena Tomi tidak menanggapi pertanyaannya.


Tomi tidak tahu harus berkata apa agar Bella tidak merasa tersinggung dengan sikapnya, Tomi juga tidak mau menjanjikan apapun pada Bella sehingga Bella salah pengertian dengan sikap Tomi.


Sebagai laki-laki, Tomi tahu jika Bella menyukainya dan Tomi tidak ingin membalas perasaan Bella.


" Ngapain, kok pada bengong? " tanya Roni pada Bella dan Tomi yang saling diam.


" Eh, Roni dari mana aja? " tanya Tomi yang merasa senang saat melihat kedatangan Roni yang menghampiri mereka.


" Aku baru bangun tidur, terus ngobrol sama bapak dan ibu didepan. " jawab Roni pada Tomi.


Roni melihat adiknya yang bermuka masam, terlihat sedang kesal.


" Tom, kopinya diminum. " kata Roni pada Tomi karena terlihat jika kopi yang ada dihadapan Tomi belum diminum.


" Iya, terima kasih. " kata Tomi yang membuka tutup gelas lalu meminum kopi yang dibuat oleh Bella.


" Tadi tidak diminum, sekarang setelah ada bang Roni baru mau minum kopinya. " monolog Bella dalam hati yang merasa jika Tomi tidak menghargainya karena tadi Tomi tidak meminum kopi ketika Bella menawarinya.


" Bang Tomi sepertinya memang menjaga jarak denganku.


Apa bang Tomi tahu jika aku suka pada bang Tomi? " tanya Bella dalam hati pada dirinya sendiri saat memperhatikan Tomi yang tengah mengobrol dengan Roni.


Roni melihat adiknya pergi begitu saja, dan ia bisa melihat jika Bella terlihat kesal.


" Kenapa Bella terlihat kesal seperti itu? apa ia tidak suka aku menghampiri dia yang tengah mengobrol dengan Tomi? atau ada sesuatu yang Tomi lakukan sehingga Bella merasa kesal? "


Roni bertanya dalam hati saat melihat Bella pergi begitu saja dengan wajah yang terlihat kesal.


Roni melihat pada Tomi yang sedang memakan bakwan tanpa berkata apapun saat melihat Bella pergi.


Terlihat jika Tomi tidak begitu perduli dengan kepergian Bella meninggalkan mereka disana.


" Tomi, ada apa dengan, Bella? " tanya Roni akhirnya karena merasakan heran dengan tingkah Bella.


" Bella? memangnya ada apa dengan Bella? " tanya balik Tomi yang merasa heran dengan pertanyaan Roni.


" Apa Bella ada mengatakan sesuatu? dia terlihat kesal. " kata Roni yang mengatakan jika Bella pergi karena kesal.


" Tidak, Bella tidak mengatakan apa-apa pada saya. " kata Tomi apa adanya.


Tomi memang mengatakan yang sebenarnya pada Roni, bahwa tidak ada yang Bella katakan padanya.


Mereka hanya mengobrol biasa dan tidak ada sesuatu hal penting yang mereka bicarakan.

__ADS_1


Roni tahu jika Tomi mengatakan yang sebenarnya dan mungkin Bella kesal karena Roni yang menghampiri mereka.


Mungkin Bella merasa terganggu dengan kehadirannya disana.


Tapi saat Roni datang, Tomi dan Bella tidak sedang membicarakan apapun, mereka sama-sama sedang terdiam.


" Bagaimana keadaanmu sekarang, Tom? " tanya Roni pada Tomi saat Tomi menatap kembali lautan yang ada dihadapannya.


" Alhamdulillah aku sudah merasa lebih baik. Tubuhku sudah tidak begitu sakit lagi. Aku cuma tinggal memulihkan ingatanku saja. "


Jawab Tomi yang mengatakan jika ia sudah lebih baik.


Tomi ingin ingatannya segera kembali agar ia bisa kembali pada keluarganya.


" Apa sudah ada yang membuat mu mengingat sesuatu? " tanya Roni pada Tomi.


Roni juga berharap Tomi segera pulih ingatan agar bisa kembali pada keluarganya.


" Sampai saat ini belum ada yang membuat aku mengingat sesuatu.


Tapi aku seperti mengenal sosok perempuan yang hadir dalam mimpiku dan memintaku untuk pulang. "


Tomi mengatakan jika ia belum bisa mengingat apapun.


Tapi Tomi merasa mengenal sosok perempuan yang ada dalam mimpinya.


" Apa kamu bertemu dengan seorang perempuan dalam mimpimu? " tanya Roni yang merasa penasaran dengan mimpi Tomi.


Tomi mengingat kembali mimpi yang terasa nyata baginya, karena dis bisa merasakan kesedihan perempuan yang menangis dan mengajaknya pulang.


" Mas Tomi, ayo kita pulang! "


Kata-kata perempuan itu terdengar jelas ditelinga Tomi.


" Tidak mas, rumahmu bukan disini, ayo kita pulang. "


Lagi, suara wanita itu terdengar jelas ditelinga Tomi.


Tomi mengingat dengan jelas saat perempuan itu menangis dan berlari menjauh saat Tomi menolak untuk diajak pulang.


Dada Tomi tiba-tiba terasa sesak saat mengingat bagaimana perempuan itu menangis dan berlari menjauh.


Tomi merasa tidak mau perempuan itu pergi, dan Tomi berusaha mengejarnya tapi tidak bisa karena kakinya yang terasa sakit.


Tomi masih asik dengan lamunannya dan mengingat mimpinya yang terasa begitu nyata.


Tomi ingin bertanya pada perempuan itu mengapa mengajaknya pulang dan siapa perempuan itu sebenarnya.

__ADS_1


Sebelum Tomi bertanya perempuan itu sudah pergi menjauh darinya.


__ADS_2