
Pak Eko telah sampai terlebih dahulu ke mal yang akan dikunjungi oleh Asti dan Asma.
Setelah memarkirkan mobilnya, pak Eko berjalan menuju lobi.
Pak Eko bermaksud untuk menunggu kedatangan Asti dan Asma di lobi, setelah melihat kedatangan Asti dan Asma, pak Eko baru akan ke toko buku.
Pak Eko hanya melihat-lihat barang dagangan yang dijual didalam mal tidak jauh dari pintu utama.
Sesekali matanya melihat kearah pintu utama, memastikan kedatangan Asti dan Asma.
Pak Eko melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
" Sudah hampir setengah jam, mengapa mereka belum sampai juga?
Apa jangan-jangan mereka tidak jadi datang kesini? " tanya pak Eko dalam hati.
Pak Eko terlihat gelisah, takut jika Asti tidak jadi datang ke mal itu dan mencari toko buku yang lain.
Pak Eko keluar dari mal, dan duduk dibangku yang disediakan didepan mal.
Kembali pak Eko melihat kearah jam tangannya.
Saat pak Eko menunduk untuk melihat jam, pak Eko mendengar suara tawa yang sangat dia kenal.
Pak Eko mecari suara itu dengan memandang ke arah pintu utama mal.
Pak Eko merasa senang, karena melihat Asti dan Asma tengah berjalan memasuki mal sambil bercanda.
Secara diam-diam pak Eko ikut masuk kedalam mal, dan mencari jalan lain agar bisa tiba lebih dulu di toko buku yang berada dilantai tiga.
Pak Eko tengah beruntung, karena saat tiba di depan lift, ada seseorang yang keluar dari lift dan pak Eko langsung memasuki lift.
Pak Eko sengaja tidak menggunakan eskalator agar bisa lebih dulu tiba di toko buku sebelum Asti dan Asma.
Dengan santai pak Eko memasuki toko buku, sengaja mencari rak buku yang tidak jauh dari pintu masuk toko agar bisa melihat kedatangan Asti dan Asma.
Pak Eko berpura-pura mencari buku sambil sesekali melihat pintu masuk toko.
Tidak sia-sia pak Eko mengawasi pintu masuk, karena dilihatnya Asti dan Asma memasuki toko buku.
Pak Eko membalikkan badannya dan sedikit menjauh dari tempatnya berdiri agar tidak terlihat oleh Asti ataupun Asma.
Tapi pak Eko masih bisa mendengar pembicaraan Asti dan Asma.
" Kita kebagian mana dulu, nih?
Mau cari buku ekonomi dulu atau mencari novel yang kau inginkan? "
Tanya Asti pada Asma yang datang ke toko buku itu untuk mencari buku ekonomi sebagai tambahan bahan mengajar Asma, karena Asma mengajar ilmu ekonomi.
Asma juga bermaksud untuk membeli novel karya penulis kesayangannya yang baru terbit.
" Kita cari novel dulu, karena novelnya baru terbit dan banyak penggemarnya, aku takut nanti kehabisan jadi aku tidak kebagian. "
Kata Asma pada Asti yang mengajak Asti menuju rak bagian novel..
__ADS_1
Pak Eko yang mendengar pembicaraan mereka segera pergi ke bagian novel, mencari judul novel yang tadi Asma sebutkan.
" Jika novel yang diterbitkan masih terbatas, ada kemungkinan novel itu sudah habis terjual, mengingat banyak penggemar dari karya novelis itu.
Aku harus bisa mendapatkan novel itu agar ada alasan untuk mengajak Asti makan siang.
Semoga ini hari keberuntunganku. "
Kata pak Eko dalam hati sambil berjalan terburu-buru ke bagian novel.
Dengan teliti pak Eko melihat novel bestseller yang di pajang tersendiri.
Novel baru terbit yang sedang dicari banyak penggemarnya.
" Yes, dapat! "
Kata pak Eko dengan perasaan senang karena mendapatkan apa yang ia cari.
" Yah.. Novelnya sudah ga ada lagi? " kata seorang wanita dibelakang pak Eko yang juga sedang mencari novel itu.
" Kalau sudah tidak ada ya mau gimana lagi, nanti coba tanya teman yang lain, mana tahu sudah ada yang punya dan kamu bisa pinjam. " kata teman wanita itu.
Mereka pun meninggalkan tempat itu karena novel yang dicari susah tidak ada.
Pak Eko buru-buru kebagian buku ekonomi dan bisnis, untuk mencari satu atau dua buku.
Tidak mungkin jika ia hanya membeli sebuah novel.
Dari tempatnya berdiri, pak Eko bisa melihat Asti dan Asma yang sedang mencari novel yang saat ini tengah dipegang oleh pak Eko.
" Tuhkan, bener, sudah ga ada! "
Kata Asma dengan nada yang kecewa.
" Ya, gimana lagi kalau sudah nggak ada.
Seharusnya dari kemarin-kemarin kamu mencarinya, mungkin kamu masih bisa mendapatkan novel itu. "
Kata. Asti pada Asma.
" Kemarin-kemarin aku lupa karena sedang ada kesibukan terus aku pikir aku masih dapat kalau hari ini aku mencarinya. "
Kata Asma terdengar sedih.
" Coba kita cari di toko buku lain, mana tahu disana masih ada. "
Kata Asti berusaha menenangkan Asma.
" Ditempat lain mana ada, ini aja di toko buku terbesar dan terlengkap di mal sudah kehabisan, apalagi ditempat lain. "
Kata Asma dengan suara serak, hampir menangis.
" Ga usah sedih sih, Asma, masa cuma gara-gara novel kamu mau nangis.
Udah, kita cari buku lain yang kamu butuhkan, siapa tahu novel itu masih rejeki kamu, tiba-tiba ada yang datang dan membelikan novel itu khusus buat kamu. "
__ADS_1
Asti mencoba menghibur Asma agar tidak bersedih lagi, lalu mengajaknya untuk mencari buku lain yang dibutuhkan oleh Asma.
" Kamu ini ada-ada saja, mana ada cerita seperti didalam novel yang tiba-tiba ada seseorang memberikan apa yang dicari oleh seorang wanita, lalu karena kejadian itu mereka jatuh cinta. "
Kata Asma membalas apa yang tadi Asti katakan.
" Siapa tahu kejadian didalam cerita itu kamu alami di dunia nyata. "
Asti masih berusaha menghibur Asma
" Ya sudah, yok kita cari buku ekonomi, lalu kita makan dulu karena aku sudah lapar. "
Kata Asma yang berusaha menerima jika apa yang diinginkannya tidak ia dapatkan.
Pak Eko yang mendengar jika Asti dan Asma akan ke bagian buku ekonomi, pura-pura masih sibuk melihat buku-buku yang tersusun rapi diatas rak.
Ditangannya sudah ada dua buku yang ia pegang, satu buku bisnis dan satu lagi novel yang sedang dicari Asma.
Sengaja pak Eko menaruh novel itu diatas buku bisnis yang sedang ia pegang ditangan kirinya agar Asma bisa melihat keberadaan novel itu.
Tangan kanannya sedang menunjukkan jejeran buku seolah sedang membaca judul buku yang ada didepannya.
Asma yang tiba ditempat itu berdiri disebelah kiri pak Eko dan belum menyadari jika pak Eko berdiri disampingnya, sementara Asti ke rak lain yang ada di dibelakang Asma, sehingga mereka saling membelakangi.
Pak Eko melirik sekilas pada Asma, pura-pura fokus dan tidak menyadari kehadiran Asma.
Tanpa sengaja, Asma melihat novel yang ada ditangan pak Eko dan secara reflek mengambil novel itu.
" Hei..!" Kata pak Eko yang terkejut dengan apa yang Asma lakukan.
Pak Eko tidak menyangka jika Asma akan mengambil begitu saja novel yang ada ditangannya.
Asma terkejut mendengar pak Eko yang menegurnya seperti itu, juga Asti yang ada dibelakang mereka.
Asti melihat kearah Asma dan terkejut melihat pak Eko yang ada disamping Asma.
" Lho, bu Asma kok ada di sini, dan mengapa main ambil saja buku yang ada ditangan saya? " tanya pak Eko pada Asma.
" Maaf Pak Eko, ini novel yang ingin saya beli, tapi sudah tidak ada, ternyata pak Eko terlebih dahulu mengambil novel ini. "
Kata Asma meminta maaf pada pak Eko atas tindakannya.
" Iya, saya dapatkan novel ini tadi, dan hanya tinggal satu. "
Kata pak Eko pada Asma.
" Pak, boleh tidak jika novel ini untuk saya?" tanya Asma pada pak Eko.
" Lho, mana bisa bu Asma? Novel ini tinggal satu, tadi aja ada yang mencari ternyata tidak ada lagi, karena saya yang duluan mendapatkannya. "
Ujar pak Eko pada Asma sedikit kesal dengan cara Asma yang mengambil novelnya begitu saja.
Memang pak Eko punya rencana akan memberikan novel itu pada Asma dengan imbalan makan siang bersama Asti.
Dan pak Eko belum mendapatkan kesepakatan itu, mana mungkin ia memberikan novel itu begitu saja pada Asma.
__ADS_1