DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 193 Tomi Berusaha Mengingat Dirinya.


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi dari warung makan, Riki, Arya dan Yudha merasa sangat lega dan bahagia.


Mereka bertiga langsung pulang ke penginapan karena hari sudah menjelang sore.


Setelah membersihkan diri dan menjalankan kewajiban masing-masing, malam itu ketiganya berkumpul di dalam kamar dan membahas apa yang mereka dengar dari pak Burhan tadi.


" Ki, apakah kamu yakin jika pemuda yang dimaksud oleh pak Burhan tadi beneran Tomi? " tanya Arya pada Riki saat mereka tengah duduk lesehan di dalam kamar.


" Berdasarkan cerita dari pak Burhan bahwa pak Bowo menemukan Aa' Tomi tengah terapung di tengah laut, saya yakin jika itu benar-benar Aa' Tomi, mas. " jawab Riki yang merasa yakin jika orang yang ditemukan oleh pak Bowo benar-benar Tomi, kakaknya.


" Saya juga yakin jika itu memang benar Tomi, tapi yang saya heran mengapa Tomi bisa sampai amnesia, tidak mengingat dirinya sama sekali. " kata Yudha yang juga meyakini jika itu memang benar, Tomi.


" Mungkin karena Tomi terlalu lama terombang-ambing di tengah laut sebelum ditemukan pak Bowo sehingga ia mengalami amnesia. " kata Arya mencoba menjawab pertanyaan Yudha.


" Biasanya orang mengalami amnesia itu karena kepalanya mengalami benturan, bisa jadi karena Aa' Tomi terbentur body speedboat seperti yang diceritakan oleh dokter Radit yang menyebabkan dia mengalami amnesia. "


Kata Riki yang mengingat penjelasan dokter Radit bahwa Tomi sempat terbentur body speedboat saat mereka tengah terapung ditengah laut dan terombang-ambing oleh ombak sebelum regu penolong datang dan menyelamatkan para korban kecelakaan.


" Saya jadi ga sabar menunggu esok hari, pengen cepat-cepat bertemu dengan Aa' Tomi. Entah bagaimana tanggapan papah, mamah sama teh Ara dan keluarga yang lain jika mendengar Aa' Tomi sudah ditemukan. " kata Riki dengan perasaan yang berdebar-debar dan tidak sabar menunggu esok hari.


Riki belum memberitahu kabar mengenai Tomi pada kedua orang tuanya karena ia ingin memastikan lebih dulu bahwa pemuda yang ditemukan oleh pak Bowo benar-benar Tomi.


" Jelaslah kamu ga sabar ingin segera bertemu dengan Tomi karena kamu adiknya, saya aja yang hanya sekedar teman Tomi sudah tidak sabar ingin bertemu dan melihat keadaan Tomi. "


Kata Yudha yang mengerti bagaimana perasaan yang Riki saat ini.


" Mas Arya belum memberi kabar pada Asti kan mengenai berita Tomi ini? " tanya Yudha pada Arya.


" Belum, saya belum mengatakan apa-apa pada Asti ataupun keluarga yang lain. Sama seperti Riki, saya ingin memastikan terlebih dulu apa benar yang ditemukan oleh pak Bowo dan Roni itu Tomi, walaupun tadi pak Burhan sudah meyakinkan jika itu Tomi, tapi kita perlu membuktikannya dengan melihat Tomi secara langsung. "


Jawab Arya yang sama dengan Riki, bahwa ia ingin membuktikan terlebih dahulu mengenai pemuda yang ditemukan oleh pak Bowo.


" Semoga saat kita bertemu dengan Aa' Tomi besok, ia bisa mengenali kita, minimal bisa mengenali saya sebagai saudaranya. " kata Riki yang berharap Tomi bisa mengenalinya saat besok mereka bertemu.


" Aamiin, semoga besok ada keajaiban, saat Tomi bertemu dengan kita, ia bisa mengenali kita semua. " kata Arya yang mengaminkan doa Riki.

__ADS_1


" Sebaiknya kita segera beristirahat agar besok kita tidak kesiangan, bukankah angkot yang menuju desa pak Bowo datangnya pagi-pagi? kalau kesiangan nanti kita harus menunggu angkot yang siang menuju desa pak Bowo. "


Yudha mengajak teman-temannya beristirahat agar mereka besok tidak kesiangan.


" Iya benar, kita bereskan dulu barang bawaan kita malam ini agar besok kita tidak terburu-buru. " kata Arya sambil berdiri dari duduknya.


Arya berniat untuk merapikan barang bawaannya dan memasukkan ke dalam tas ransel yang ia bawa.


Yudha dan Riki mengikuti apa yang dilakukan oleh Arya, mereka merapikan barang-barang bawaan mereka dan memasukkan kedalam tas masing-masing.


Mereka hanya. menyisakan pakaian yang akan mereka kenakan esok hari.


Setelah merapikan bawaan masing-masing, mereka segera beristirahat agar esok tidak kesiangan.


Pov Tomi


Malam ini, Tomi tengah berbaring di atas tempat tidur kayu yang biasa ia gunakan untuk tidur selama berada di rumah pak Bowo.


Tomi terlihat gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya.


Dilihatnya jam yang tergantung di atas tivi sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


Tomi berusaha untuk memejamkan matanya, membolak-balik badan di atas tempat tidur agar bisa terpejam, namun usahanya sia-sia, tidak sedikitpun rasa kantuk menghampiri dan matanya pun tidak ingin terpejam.


" Malam ini, entah mengapa perasaanku begitu tidak nyaman.


Ada debar-debar aneh yang aku rasakan dalam dadaku.


Aku merasa seperti akan ada sesuatu yang terjadi atas diriku. "


Kata Tomi bermonolog dalam hati sambil memejamkan matanya.


" Apa karena rencana Roni yang akan membawaku ke pihak yang berwajib agar bisa membantu mencarikan keluargaku sehingga aku merasa berdebar-debar seperti ini? Tapi rencana itu masih beberapa hari lagi. "


Kata Tomi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Tomi membuka mata dan menatap langit-langit rumah yang berada di atasnya.


Ia berusaha mengingat siapa dirinya sebenarnya dan siapa keluarganya.


" Mengapa aku bisa berada ditengah laut dan ditolong oleh pak Bowo dan Roni? Apa yang sebenarnya terjadi padaku? "


Tomi berusaha mengingat kejadian yang mengakibatkan dirinya berada ditengah laut.


Tomi tidak bisa mengingat apapun, dan saat ia memaksakan pikirannya untuk mengingat siapa dirinya, kepalanya terasa begitu sakit hingga ia menekan kepalanya dengan kuat dengan menggunakan kedua tangannya.


" Ya Allah, siapa aku sebenarnya? " kata Tomi sambil memegang kepalanya.


Tomi terus memegang kepala sambil memejamkan mata sehingga saat menjelang subuh ia baru bisa tertidur.


Pagi ini setelah selesai shalat subuh, Riki, Arya dan Yudha sudah bersiap untuk pergi ke desa pak Bowo untuk mencari keberadaan Tomi.


Mereka keluar dari kamar lalu checkout dari penginapan tempat mereka menginap selama beberapa hari.


" Ini masih jam enam pagi, kita masih bisa sarapan dulu di warung makan samping penginapan, dari sana kita juga bisa sekalian menunggu angkot untuk menuju rumah pak Bowo. "


Yudha mengajak Riki dan Arya untuk sarapan di warung makan yang ada. di dekat penginapan.


Karena letaknya warung yang berada di pinggir jalan, mereka bisa melihat jika ada angkot lewat.


Kebetulan warung makan itu juga sering digunakan warga untuk menunggu angkot yang lewat jika mereka akan bepergian ke desa lain.


Orang-orang itu akan duduk di warung sambil sarapan pagi dan menunggu angkot yang akan membawa mereka ke tempat tujuan.


Sopir angkot yang lewat akan berhenti didepan warung untuk mencari penumpang yang menunggu di sana.


Dengan santai Riki dan yang lainnya sarapan di warung itu sambil menunggu angkot yang lewat.


Tepat pukul tujuh, angkot yang mereka tunggu sudah datang dan berhenti di depan warung, menunggu menumpang yang akan naik untuk menuju ke desa lain di pulau itu.


Riki, Arya dan Yudha duduk belakang supir, didepan pintu agar memudahkan mereka untuk keluar jika mereka tiba di tujuan, karena penumpang lain akan turun di desa yang lebih jauh dari desa tujuan mereka, sehingga mereka bertiga yang akan turun lebih dulu dari yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2