
Waktu terus berjalan, berdampingan dengan setiap kesibukan dan kegiatan yang dilakukan oleh mahluk penduduk bumi, terutama mahluk yang paling mulia yang disebut manusia.
Manusia dengan segala ambisi dan keinginan yang tak pernah merasa puas dalam hatinya.
Adakalanya, seorang manusia merasa bahwa waktu itu terlalu lama berlalu, sehingga ia merasa bosan, merasa lelah dan putus asa menanti waktu berganti.
Mereka yang merasa waktu terlalu lama berlalu mungkin manusia yang memiliki segudang permasalahan dan tidak memiliki kesabaran.
Berbeda dengan orang-orang yang merasakan bahwa waktu begitu cepat berlalu.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun.
Perputaran waktu terasa begitu cepat, seolah dalam hitungan jam bulan dan tahun bisa berganti.
Katanya, semua itu karena manusia merasa betah hidup di dunia, tidak menjadikan kehidupan sebagai beban, tapi memang sesuatu yang sudah digariskan dan harus dijalankan.
Biasanya manusia-manusia seperti ini menjadikan hidup sebagai jalan untuk menuju kematian.
Ketika mereka ingat bahwa dunia hanya sebuah persinggahan, maka mereka berlomba menyediakan bekal untuk akhiratnya, tidak hanya memikirkan dan menuruti nafsu dunia saja tetapi juga memikirkan akhiratnya.
*
*
*
Waktu berlalu, hubungan Maryam dan Yudha semakin dekat.
Hampir dua atau tiga hari sekali saat tidak sibuk dengan tugasnya, Yudha akan datang melihat keadaan Maryam.
Orang tua Maryam pun sangat respect pada Yudha yang selalu menanyakan kabar Maryam.
Teman-teman Maryam di geng bucin maupun di group Ralove sangat terkejut mendengar berita kecelakaan Maryam yang di sampaikan oleh Tomi dan Asti.
Mereka datang dan memberikan doa bagi kesembuhan Maryam.
*
Sore ini, Yudha kembali berkunjung ke rumah Maryam, kebetulan ia baru pulang dari luar kota.
Dengan menenteng oleh-oleh Yudha keluar dari mobilnya dan menuju pintu utama rumah Maryam.
Tokk..
Tokk..
" Assalamu'alaikum.. " ucap salam Yudha.
" Waalaikumsalam warahmatullah.. " terdengar jawaban salam dari dalam rumah.
Disamping pintu sebenarnya ada bel yang bisa digunakan apabila ada tamu yang datang, tapi Yudha lebih senang mengetuk pintu dan mengucapkan salam, katanya lebih afdol bila bertamu dan mengetuk pintu.
Tak lama terdengar seseorang yang membuka pintu, terlihat bi Iyah tersenyum saat mengetahui siapa yang datang.
__ADS_1
" Mas Yudha, mari silahkan masuk mas..?" bi Iyah mempersilahkan Yudha untuk masuk.
" Terima kasih, bi Iyah.. " jawab Yudha sambil tersenyum.
" Bi.. Ini ada sedikit oleh-oleh, tolong bawa kedapur. " Yudha menyerahkan kantong yang ia bawa pada bi Iyah agar membawanya kedapur.
" Baik mas, terima kasih.
Silahkan masuk mas, mbak Maryam ada diruang tengah sedang nonton tivi sama ibu dan mbak Isti. "
Bi Iyah memberitahukan keberadaan Maryam pada Yudha, lalu ia kedapur untuk membuat minuman buat Yudha sekalian membawa oleh-oleh dari Yudha.
" Selamat sore Bu, apa kabar bu? Kelihatannya lagi santai ya..? "
Yudha menyapa bu Nurul yang tengah menonton tivi, lalu menjabat tangan bu Nurul dan mencium punggung tangannya.
" Eh... Yudha, sini duduk.. Alhamdulillah kabar ibu baik, kamu sendiri gimana? Baru kelihatan lagi, sibuk ya? "
Bu Nurul menjawab sapaan Yudha dan balik menanyakan kabar Yudha.
" Alhamdulillah kabar saya juga baik bu, kemarin sore saya baru pulang dari luar kota, biasalah bu.. Lagi cari target. "
Jawab Yudha pada bu Nurul.
" Maryam gimana kabarnya, sudah bisa berjalan dengan normal? "
Yudha menanyakan kabar Maryam.
Kaki Maryam sudah tidak dipasang perban lagi, tapi masih belum sembuh total.
Jawab Maryam yang memberitahu keadaan kakinya pada Yudha.
" Alhamdulillah.. Jika sudah bisa berjalan, semoga beberapa hari kedepan sudah bisa berjalan dengan normal. "
Kata Yudha mendoakan kesembuhan Maryam.
Bi Iyah datang membawakan minuman untuk Yudha, juga oleh-oleh yang tadi Yudha bawa.
" Silahkan diminum, mas! " kata bi Iyah pada Yudha.
" Iya bi, terima kasih.! Kata Yudha pada bi Iyah.
" Lho ini apa bi? Kok ada cemilan ini? ini dari siapa? "
Ibu merasa heran ketika bi Iyah menyuguhkan makanan diatas meja.
" Ini tadi oleh-oleh dari mas Yudha, bu..? "
Jawab bi Iyah.
" Iya bu, itu ada sedikit oleh-oleh yang saya bawa kemarin. " kata Yudha menjelaskan.
" Wah.. saat bertugas masih bisa jalan-jalan juga ya? " tanya ibu sambil tersenyum.
__ADS_1
" Itu kebetulan diberikan oleh teman yang ada disana, bu.. Untuk oleh-oleh katanya. " Yudha menjelaskan pada ibu jika oleh-oleh itu dari temannya.
" Ini apa mas, kok wangi duren ya? " Maryam mengambil sepotong makanan yang seperti dodol tapi lebih kering.
" Itu namanya lempuk, terbuat dari durian asli ditambah gula, tanpa ada tambahan tepung ketan, jadi tidak lengket dan kenyal seperti dodol. "
Yudha menjelaskan makanan yang sedang dimakan oleh Maryam.
" Wah, pantas rasanya enak, tidak kenyal, ternyata hanya menggunakan durian. "
Kata Maryam yang mengambil sepotong lempuk lagi.
" Kalau ini apa kak? Rasanya enak, nanas nya banyak. Seperti nastar tapi agak keras dan tidak renyah. "
Tanya Isti yang mencoba sepotong kue yang ada selai nanasnya.
Itu namanya bay tat, sama dengan lempuk, itu makanan ciri khas dari daerah Bengkulu.
Biasanya bay tat juga biasanya ada yang berisi kelapa parut yang diberi warna.
Bay tat yang berisi kelapa biasanya dibuat di kampung-kampung saat hari raya.
Sekarang banyak yang membuat bay tat yang berbentuk seperti ini, dibuat seperti pastel. Bay tat ini berisi kelapa, ada yang ini biasanya dijual satuan di warung-warung. "
Yudha menjelaskan makanan yang sedang dimakan oleh Isti.
Ibu Nurul, Maryam dan Isti menikmati makanan yang dibawa Yudha.
Mereka mengobrol diruang tivi hingga waktu menjelang magrib.
" Sudah mau magrib, sebaiknya saya permisi pulang dulu, bu.
Insya Allah lain waktu saya main lagi kesini.
Maryam, semoga cepat sembuh dan kembali mengajar, ya..?
Yudha berpamitan untuk pulang dan mendoakan agar Maryam bisa segera mengajar kembali.
Terima kasih ya nak Yudha, sudah sering mengunjungi Maryam.
Semoga nak Yudha tetap menjalin tali silaturahmi walaupun nanti Maryam sudah sembuh dan bisa berjalan normal."
Bu Nurul mengucapkan terima kasih pada Yudha yang selalu datang untuk melihat perkembangan kesehatan Maryam.
Dan berharap agar Yudha tetap menjalin silaturahmi walaupun nanti Maryam sudah benar-benar sembuh.
" Insya Allah saya akan tetap sering datang kesini bu, jika saya tidak ada kesibukan keluar kota atau kesibukan lain karena pekerjaan. "
Jawab Yudha yang berjanji akan selalu mengunjunginya mereka jika ia sedang tidak ada kesibukan.
" Terima kasih mas Yudha atas do'anya, semoga mas Yudha selalu diberi kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. "
Maryam berterima kasih atas doa yang disampaikan oleh Yudha, serta Maryam pun balik mendoakan Yudha.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada ibu Nurul,. Maryam dan Isti, Yudha pun meninggalkan kediaman keluarga Maryam.