DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Mengerti Dan Memahami Profesi Pasangan


__ADS_3

Di ruang tamu, semua barang seserahan yang dibawa oleh keluarga Tomi dipindahkan ke kamar Asti, karena keluarga Tomi dan keluarga Asti makan bersama di ruangan itu.


Mereka juga saling berkenalan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.


Kedua orang tua Tomi yang ramah, mudah diterima di keluarga Asti.


Walaupun mereka berasal dari keluarga yang berada, tapi kedua orang tua Tomi bersikap ramah pada siapapun.


Asti dan Tomi berjalan keluar untuk ikut makan siang bersama yang lainnya.


" Kita makan bareng yang lain aja ya mas, ga usah ikut makan didalam, biar keluarga kita saling berkenalan dan bisa lebih akrab. "


Asti yang berjalan disamping Tomi menuju meja prasmanan mengajak bergabung dengan teman-teman mereka yang sudah duduk membuat kelompok sendiri.


" Iya, lebih baik kita bergabung dengan mereka. Biarkan orang tua dengan orang tua saling bertukar pendapat didalam sana. "


Tomi menyetujui ajakan Asti untuk ikut bergabung bersama teman-temannya.


" Setelah mengambil makanan yang mereka inginkan, merekapun menuju rombongan group Ralove yang terdengar tengah tertawa.


" Wah. . Kelihatannya ada yang lucu nih, tertawanya pada ngakak semua. "


Tegur Tomi yang memilih duduk di dekat Fajar, karena disana masih ada tiga kursi yang kosong.


Dua kursi diduduki Tomi dan Asti, dan satu kursi mereka gunakan untuk menaruh minuman yang mereka bawa.


" Wah... Yang dah tunangan mau gabung sama kita.


Ga ikut ngobrol sama keluarga didalam? " Fajar menyapa Tomi dan Asti yang duduk didekat dia dan Indri.


" Kalau didalam itu urusan para sesepuh, pembicaraannya beda dengan kita-kita, jadi kami yang masih muda memutuskan ikut bergabung dengan yang muda-muda."


Tomi menjawab apa yang dikatakan oleh Fajar.


" Selamat ya buat kalian berdua, semoga bisa segera ke pelaminan. "


Wangky mengucapkan selamat pada Tomi dan Asti.


Begitu pula dengan teman-teman yang lain, turut mengucapkan selamat pada Tomi dan Asti.


" Kalian semua sudah makan belum, kalau belum makan, sana ambil makan biar kita makan sama-sama. "


Kata Asti yang bertanya pada teman-temannya.


" Kalau masalah makan ga usah ditanya, mereka sudah pada makan, malah ada yang mau nambah. " Hatae mengatakan jika mereka semua sudah makan.

__ADS_1


" Bener ya sudah pada makan? Jangan malu-malu kalau disini. "


Tanya Asti sambil menyuap makanannya dan meminta teman-temannya agar tidak merasa sungkan.


" Group Ralove ada yang malu? Mana ada..! Yang ada malu-maluin. "


Jawab Takdir.


Mereka kembali tertawa mendengar kata-kata Takdir.


" Termasuk yang ngomong, suka malu-maluin. " kata Rudy yang mengejek Takdir.


" Ucup sama Anny sudah mau menikah, Tomi sama Asti sudah tunangan.


Kamu sama Fyth kapan nyusul Rudy?


Ga perlu acara tunangan, langsung nikah aja, kan kalian tinggal satu kota. "


Wangky bertanya kapan Rudy akan menyusul pasangan Ucup dan Tomi.


" Bang Wangky malah nanyain Rudy sama Fyth, abang sendiri sama Hatae kapan mau ngajak kita-kita lepas masa lajang? "


Asma justru mempertanyakan hubungan Wangky dan Hatae yang masih belum ada kabar keseriusan mereka.


" Iya tuh, ditunggu kabar baik dari Rudy dan Wangky, kapan kita bakar-bakaran lagi. " TM ikut menanyakan hubungan Rudy dan Wangky.


" Kalau kita mah kalem aja, jauh dari berita gosip dan ga perlu di kepo'in, yang penting kalian siap-siap nunggu kabar baik aja, iya kan bang? " Indri menjelaskan hubungannya dengan Fajar pada teman-temannya dan meminta penegasan dari Fajar.


" Iya benar,  tunggu aja kabar baiknya. " kata Fajar yang menyetujui apa yang Indri katakan.


Hubungan Fajar dan Indri memang berjalan tanpa ada hal-hal yang membuat heboh.


Mereka berdua merupakan pasangan yang kalem, tidak terlalu banyak bicara.


Hatae dan Wangky hanya tersenyum mendengar obrolan teman-temannya.


Mereka berdua telah merencanakan pertemuan kedua keluarga saat mereka menginap di Anyer.


Baik Hatae maupun Wangky tidak menceritakan rencana itu pada teman-teman yang lain.


Mereka akan memberi kejutan saat Wangky datang melamar ke rumah Hatae dan rencana itu tidak akan lama lagi.


Orang tua Wangky dan orang tua Hatae sudah menyepakati tanggal lamaran mereka.


Mereka mungkin akan menikah sebelum Tomi dan Asti.

__ADS_1


" Mas Yudha sedang libur ya? Terima kasih sudah bersedia ikut acara kami. "


Asti menegur Yudha yang dari tadi hanya menyimak obrolan mereka.


Asti dan geng bucin baru dua kali bertemu dengan Yudha, saat mengunjungi Maryam ketika Maryam kecelakaan.


" Iya, ini sedang tidak tugas jadi bisa ikut Maryam datang kesini. " jawab Yudha singkat sambil tersenyum.


" Mas Yudha irit banget bicaranya, apa karena baru ngumpul sama group Ralove?


Santai aja mas, disini kalau kita ngumpul sudah seperti teman yang sudah kenal berabad-abad, suka saling bertukar fikiran atau terkadang ngobrol yang ga jelas.


Kita berteman dan happy-happy. "


TM mengatakan hubungan pertemanan di group Ralove pada Yudha, dan berharap Yudha merasa nyaman saat bersama mereka.


Yudha memang belum begitu mengenal teman-teman Maryam.


Yudha bertemu teman-teman Maryam saat menjenguk Maryam yang mendapat musibah kecelakaan.


Saat Maryam mengajaknya untuk ikut acara lepas bujang Ucup dan Anny, Yudha tidak bisa ikut karena sedang bertugas ke luar kota.


Dan baru kali ini Yudha bertemu dengan teman-teman Maryam dari group Ralove secara lengkap.


" Iya mas, terima kasih sudah menerima saya berteman dengan semua anggota group Ralove.


Maaf kalau saya terkadang tidak bisa ikut bergabung, maklumlah.. saya harus setia sama tugas, tugas saya tidak mau saya tinggalkan kalau pas berbarengan dengan acara group Ralove. "


Yudha membalas kata-kata TM sambil tertawa.


" Harus setia sama tugas ya mas Yudha.


Kalau sama pasangannya gimana? Setia ga? Rasanya kalau profesi mas Yudha sama Tomi jika dalam keadaan darurat lebih mementingkan tugas dari pada pasangan. "


Rudy ikut menimpali obrolan TM dan Yudha.


" Ya seperti itulah resikonya, makanya saya cari pasangan yang faham dengan tugas dan tanggung jawab saya. "


Kata Yudha yang menegaskan mengenai pekerjaannya.


Iya, bagi saya yang berprofesi sebagai dokter tentu harus mengutamakan pasien,  apalagi jika sudah menyangkut nyawa seseorang. Insya Allah, Ara bisa mengerti dan memahami profesi saya. "


Tomi membenarkan bahwa tugasnya memang mengutamakan nyawa pasien dan Tomi yakin jika Asti memahami itu.


" Gimana tuh Maryam, sudah dapat kode dari mas Yudha.

__ADS_1


Mas Yudha cari pasangan yang bisa menerima profesinya dan memahami semua tugas-tugasnya. "


Indri mengatakan pada Maryam bahwa Yudha mencari pasangan yang mengerti akan tugasnya sebagai abdi negara.


__ADS_2