
" Rencananya Riki mau mencari mas Tomi sama siapa? " tanya Asti pada Riki.
" Nanti dirembukkan dulu dirumah teh. Riki sih maunya pergi berdua, cuma belum tahu sama siapa. " jawab Riki yang akan membicarakan mengenai pencarian Tomi dengan kedua orang tuanya.
" Jika bisa teteh juga ingin ikut, tapi tidak mungkin teteh terlalu lama izin ke kampus, karena saat ini belum libur kuliah. "
Kata Asti yang ingin ikut mencari Tomi tapi terhalang pekerjaannya karena mengajar di kampus.
" Sebaiknya teteh memang tidak perlu ikut, biar Riki yang mencari Aa' Tomi.
Insya Allah dalam waktu dekat kita bisa bertemu dengan Aa' Tomi.
Teteh do'akan aja pencarian Riki berjalan lancar. "
Riki mengatakan jika Asti memang sebaiknya tidak perlu mencari Tomi.
Riki hanya meminta Asti untuk mendoakan kelancaran pencarian Tomi.
" Kalau Riki belum ada yang menemani, teteh ada teman yang menawarkan diri untuk membantu pencarian Tomi.
Dia Yudha, yang berprofesi sebagai intel di kepolisian. Jika Riki mau, dia bisa menemani Riki mencari mas Tomi. "
Asti mengatakan pada Riki jika Yudha pernah menawarkan diri untuk membantu mencari Tomi.
" Kalau Riki bersedia, nanti teteh hubungi Yudha kapan kira-kira dia bisa ikut mencari mas Tomi. "
Imbuh Asti yang akan meminta bantuan Yudha jika Riki berkenan.
" Nanti saja teh, setelah kita bicarakan dirumah, baru kita bisa putuskan langkah selanjutnya. "
Riki mengatakan jika semua akan diputuskan setelah mereka berdiskusi bersama orang tua mereka dirumah.
" Riki pesan tiket untuk kita pulang besok ya teh? " kata Riki yang akan mencari tiket untuk kepulangan mereka.
" Iya, lebih baik pesan tiket sekarang agar dapat tiket pesawat pagi. "
kata Asti yang menyetujui untuk segera membeli tiket pulang ke Jakarta.
Riki meng otak-atik ponselnya untuk memesan tiket pulang ke Jakarta.
" Tiket pesawat pagi sudah penuh semua teh, ada yang jam dua belas siang. Riki pesan tiket yang jam dua belas aja. "
Riki mengatakan jika tiket pesawat pagi sudah tidak ada, jadi Riki memesan tiket pesawat untuk siang hari.
" Tidak apa-apa, yang penting besok kita pulang untuk membicarakan langkah selanjutnya. " kata Asti yang menyetujui jika mereka pulang menggunakan pesawat siang.
" Teh, apa teteh mau mencari sesuatu untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh?"
Riki menanyakan pada Asti apa Asti akan membeli sesuatu sebagai oleh-oleh.
" Apa pantas Ki kalau kita masih memikirkan oleh-oleh dalam keadaan kita sedang mencari mas Tomi? "
__ADS_1
Tanya Asti yang merasa tidak enak jika mereka mencari oleh-oleh sementara tujuan mereka datang kesana untuk mencari Tomi.
" Teh, kita memang sedang mencari Aa' Tomi, tapi tidak ada salahnya jika kita mencari sesuatu untuk dibawa pulang.
Toh kita bukannya mau shopping dan bersenang-senang.
Memang yang dirumah juga tidak mengharapkan kita membawa oleh-oleh, tapi apa salahnya teh, kita bawa sedikit oleh-oleh dari sini. "
Riki mengatakan jika tidak ada salahnya mereka membeli sesuatu untuk dibawa pulang. Mereka bukan bermaksud untuk berjalan-jalan dan bersenang-senang, tapi sekedar mencari sesuatu untuk dibawa pulang.
" Baiklah, setelah ini kita akan mencari sesuatu untuk dibawa pulang. " kata Asti yang akhirnya menyetujui ajakan Riki untuk membeli oleh-oleh.
Setelah menyelesaikan makan siang, Asti dan Riki pergi ke toko yang menjual oleh-oleh khas Kendari.
Asti dan Riki tiba di toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Kendari setelah mereka meminta diantarkan pada supir taksi online ke toko tersebut.
" Teteh beli apa? " tanya Riki yang melihat Asti hanya membeli beberapa macam oleh-oleh.
" Teteh cuma membeli kacang mereka, coklat sama bagea. Nanti akan teteh suguhkan pada teman-teman yang akan berkunjung ke rumah. " jawab Asti sambil menunjukkan makanan yang dibelinya.
" Teteh tidak beli browniesta? " tanya Riki.
" Iya, teteh mau beli yang rasa coklat. lumer sama rasa mete, teteh juga mau beli terasi udang buat dirumah. "
jawab Asti yang akan membeli brownies dan terasi udang.
Setelah selesai membeli oleh-oleh, mereka memutuskan untuk pulang ke hotel karena hari sudah menjelang sore.
°
°
Asti merapikan pakaiannya kedalam koper yang dia bawa, semua disusun rapi agar bisa dibawa dalam satu wadah.
Asti menyiapkan pakaian yang akan dikenakan esok agar ia tidak repot membongkar koper lagi.
Untuk oleh-oleh, Asti tidak perlu repot karena semuanya sudah dimasukkan oleh pemilik toko dalam satu kardus dan Asti tinggal membawanya saja.
Tengah asik menyusun barang-barang miliknya, tiba-tiba ponsel Asti berdering.
Kring..... kring.... nada dering ponsel Asti terdengar nyaring.
Asti mengambil ponsel yang tergeletak diatas kasur dan melihat siapa yang tengah meneleponnya.
Tertera nama Aryanto di layar utama ponsel yang tengah. menghubunginya.
Asti menggulir tombol hijau untuk menjawab panggilan itu.
📱" Assalamu'alaikum, mas. " salam Asti saat mengangkat telepon dari Aryanto.
📱" Waalaikumsalam.. Asti apa kabar?" tanya Aryanto pada Asti.
__ADS_1
📱"Alhamdulillah kabar Asti baik, mas. " jawab Asti pada Aryanto.
📱" Asti, mas dengar kabar dari Maryam jika Tomi mengalami musibah, mengapa Asti tidak memberi kabar pada mas? Bagaimana keadaan Asti saat ini? apa Tomi sudah ditemukan? "
Aryanto memberondong Asti dengan pertanyaan yang bertubi-tubi karena ia sangat mencemaskan keadaan Asti.
Aryanto dan Asti merupakan saudara sepupu, tapi mereka sangat dekat.
Aryanto sangat menyayangi Asti seperti adik kandungnya karena Asti anak tunggal dan ia sangat akrab dengan Aryanto.
Asti sering menceritakan masalahnya pada Aryanto, sehingga Aryanto sangat terkejut saat Maryam menceritakan musibah yang menimpa Tomi.
Sebagai sepupu laki-laki, Aryanto merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi Asti jika Asti sedang dalam kesulitan ataupun terkena musibah.
📱" Keadaan Asti saat ini baik-baik aja, mas. Asti minta maaf jika Asti tidak segera memberi kabar pada mas, karena Asti sendiri panik saat mendengar berita bahwa mas Tomi mendapat kecelakaan. "
Asti berhenti sejenak karena ia selalu merasa bersedih jika harus menceritakan lagi apa yang terjadi pada Tomi.
Apalagi Asti sangat dekat dengan Aryanto, Asti tidak bisa menutupi perasaan sedihnya jika dihadapan Aryanto.
" Sampai saat ini mas Tomi belum ditemukan, mas. Besok Asti dan Riki akan pulang ke Jakarta untuk bermusyawarah dengan keluarga, langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. "
Kata Asti menyampaikan keadaan Tomi yang belum mereka temukan.
📱" Asti yang sabar ya? mas tahu ini berat bagi Asti tapi mas yakin jika Asti bisa menerima semua ini dengan ikhlas. "
Aryanto merasa yakin jika Asti bisa kuat dan sabar saat menerima ujian ini.
" Besok mas Insya Allah akan ke Jakarta untuk melihat Asti dan keluarga Asti disana. Eyang tidak bisa ikut karena eyang kakung sedang tidak enak badan."
Aryanto mengatakan jika ia akan datang ke Jakarta untuk berkunjung ke rumah Asti guna melihat keadaan Asti dan keluarganya.
📱 " Syukurlah jika mas akan ke Jakarta, tapi apa eyang sudah tahu masalah ini? Asti tidak mau jika eyang kepikiran dengan masalah yang sedang Asti hadapi. Apa eyang kakung sakit karena hal ini? "
Asti tidak mau jika masalah yang tengah ia hadapi mempengaruhi kesehatan eyangnya.
" Nanti kita ngobrol lagi jika sudah ketemu di Jakarta. "
Asti mengatakan jika mereka akan membicarakan banyak hal jika sudah bertemu di Jakarta.
📱" Eyang bukan sakit karena masalah Asti, eyang hanya sedang terserang flu." Aryanto mengatakan jika eyang hanya terserang flu.
" Baiklah Asti, sampai ketemu di Jakarta. Jaga diri dan jaga kesehatan, jangan terlalu banyak pikiran.
Assalamu'alaikum. "
Aryanto menutup percakapan setelah meminta Asti untuk menjaga diri dan kesehatanmu.
Setelah Asti menjawab salam yang ia ucapkan, Aryanto memutuskan panggilan teleponnya.
Setelah menerima telepon dari Aryanto, Asti memutuskan untuk beristirahat dan mengirim pesan pada Riki jika ia tidak keluar untuk makan malam.
__ADS_1