
Setelah makan malam dan mengobrol sebentar di ruang tengah, keluarga pak Abdi dan keluarga pak Bowo masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena esok pagi pak Bowo dan keluarganya akan kembali ke pulau, ke kampung halaman mereka.
Di kamar tempat menginap pak Bowo dan bu Asnah, mereka tengah duduk di atas tempat tidur sambil menyadarkan tubuh pada kepala tempat tidur.
Keduanya belum tidur dan masih mengobrol, berbincang tentang keluarga pak Abdi.
" Pak, sebenarnya ibu malu pada keluarga Tomi, mereka sangat baik pada keluarga kita. " kata bu Asnah pada pak Bowo.
" Kita hanya membantu Tomi sekedarnya dan sesuai dengan kemampuan kita, tapi balasan yang keluarga Tomi berikan sangat berlebihan. Mereka memberikan modal usaha untuk bapak dan Roni juga membantu mengurus izin praktek untuk Bella. Rasanya semua tidak sesuai dengan bantuan yang kita berikan pada Tomi saat Tomi sakit di rumah kita. "
Bu Asnah mengungkapkan uneg-unegnya pada pak Bowo sang suami karena bu Asnah merasa keluarga Tomi terlalu baik pada mereka dan bu Asnah merasa mereka tidak pantas menerima kebaikan keluarga Tomi yang mereka anggap berlebihan.
" Benar bu, bapak juga sebenarnya merasa malu dan tidak enak hati menerima bantuan modal usaha dari ayah Tomi. Bapak sama Roni sudah. menolak bantuan itu, tapi ayah Tomi tetap memaksa dan mengatakan jika bantuan itu karena rasa terima kasih mereka karena kita sudah menolong menyelamatkan Tomi. "ⁿ
Pak Bowo juga mengatakan hal yang sama pada istrinya, bahwa ia merasa tidak enak hati menerima bantuan dari keluarga Tomi.
" Tapi bapak sama Roni sudah sepakat bu, jika usaha kita maju dan menghasilkan, bapak sama Roni akan mengembalikan modal yang diberikan oleh ayah Tomi pada kita.
Semoga nanti mereka tidak menolak jika kita sudah berhasil dan mengembalikan modal yang mereka berikan. "
Pak Bowo mengatakan pada istrinya bahwa ia dan Roni sudah punya rencana untuk mengembalikan modal yang diberikan oleh pak Abdi jika usaha mereka nanti maju dan berkembang.
" Syukurlah pak jika demikian, ibu juga setuju. Kita disini diterima dengan baik dan dianggap seperti keluarga mereka, hal itu sudah lebih dari cukup bagi ibu. " kata bu Asnah yang setuju dengan rencana pak Bowo dan Roni.
" Semoga keluarga Tomi selalu sehat dan rejekinya semakin berlimpah, ya pak..??! " kata bu Asnah yang mendoakan keluarga Tomi.
" Aamiin..! Sudah malam bu, sebaiknya kita tidur karena besok kita akan berangkat ke bandara pagi-pagi. "
Pak Bowo mengaminkan doa yang diucapkan oleh istrinya, lalu mengajak bu Asnah untuk beristirahat karena besok mereka akan berangkat pagi ke bandara.
Sementara itu di kamar Bella, Bella belum bisa memejamkan matanya.
Bella merasa berat jika besok ia harus kembali ke pulau dan meninggalkan kediaman keluarga Tomi.
Bella merasa betah tinggal di rumah Tomi karena kedua orang tua Tomi dan juga Riki yang bersikap baik kepadanya dan keluarganya.
Juga keluarga Tomi yang lain yang sempat bertemu di acara syukuran keluarga Tomi, semuanya bersikap baik pada keluarganya.
__ADS_1
Hal ini membuat Bella merasa ingin tinggal di lingkungan keluarga Tomi.
" Andai saja bang Tomi belum bertunangan, pasti aku akan berusaha untuk bisa mendapatkan bang Tomi dan menjadikan bang Tomi sebagai pasanganku. " kata Bella yang bermonolog sambil menelungkupkan tubuhnya di atas kasur.
Bella membenamkan wajahnya di atas bantal, mencoba untuk menghilangkan rasa sesak yang saat ini ia rasakan karena Bella merasa berat untuk meninggalkan kediaman keluarga Tomi.
" Aku sudah merasa nyaman tinggal disini walaupun baru satu minggu.
Mamah bang Tomi yang perhatian dan penuh kasih sayang membuat aku merasa nyaman dan merasa jika aku seperti anak perempuannya.
Seandainya aku bisa menjadi menantu di keluarga ini.. ??! "
Bella masih bermonolog dan membayangkan jika ia menjadi menantu di keluarga Tomi dan hidup berdampingan dengan Tomi.
Tidak terasa air matanya menetes di kedua belah pipinya.
Bella merasa sedih karena apa yang ia inginkan hanya jadi angan-angannya saja dan tidak mungkin akan terjadi pada dirinya dan kehidupannya karena Tomi, pemuda yang ia inginkan sudah bertunangan dan hanya menganggap Bella sebagai adiknya saja.
" Ah...!! seharusnya aku bersyukur, dengan bertemu bang Tomi kehidupan keluargaku nanti bisa berubah jadi
lebih baik. Orang tua bang Tomi memberikan modal pada bapak dan bang Roni sebagai tanda terima kasih karena sudah menyelematkan bang Tomi. Bang Tomi juga akan mengurus izin agar aku bisa membuka praktek di rumah.
Bella masih sibuk dengan pemikirannya sendiri mengenai perasaannya pada Tomi.
Walaupun saat di pulau Bella sudah menganggap Tomi seperti saudaranya sendiri, tapi saat ia melihat Tomi bersama dengan Asti, ada perasaan tidak rela di hati Bella.
Rasanya Bella tidak ingin melihat Tomi dekat dengan wanita lain seperti saat di pulau, Tomi hanya dekat dengan dirinya dan keluarganya.
" Besok aku dan keluargaku akan kembali ke pulau sehingga kami akan meninggalkan kediaman bang Tomi dan keluarganya dan setelah itu entah kapan kami akan bertemu kembali.
Mungkin itulah saatnya bagi diriku untuk melupakan bang Tomi dan merelakan kebahagiaan bang Tomi dengan mbak Asti. Aku yakin aku bisa melupakan bang Tomi dan mendoakan kebahagiaannya bersama mbak Asti. "
Bella terus bermonolog karena tidak ada yang bisa diajaknya bicara di kamar itu untuk mengungkapkan apa yang is rasakan.
Bella hanya berguling ke kanan dan ke kiri di atas tempat tidur, berusaha untuk memejamkan matanya agar bisa tertidur dan melupakan apa yang ia pikirkan dan rasakan saat ini.
Hingga menjelang tengah malam, Bella baru bisa memejamkan mata dan tertidur dengan sendirinya.
__ADS_1
Pagi hari di rumah Tomi terlihat ada sedikit kesibukan karena mereka tengah mempersiapkan kepulangan keluarga pak Bowo yang akan kembali ke pulau.
Setelah sarapan bersama, mereka bersiap untuk menuju ke bandara.
" Semua barang-barang milik keluarga pak Bowo sudah ditaruh di mobil, Tomi? Riki? " tanya mamah Tomi pada kedua anaknya.
" Beres mah, semua barang milik keluarga pak Bowo sudah dimasukkan ke dalam mobil Aa' Tomi, agar tidak tercecer semua dimasukkan kedalam satu mobil. " jawab Riki.
" Tenang aja mah, semua sudah Tomi sama Riki atur, kita tinggal berangkat ke bandara aja. " jawab Tomi pula.
" Eh Tom.., Ara jadi ikut ke bandara, kan..? " tanya mamah pada Tomi.
" Jadi mah, sebentar lagi Ara sampai. Saat ini Ara tengah diperjalanan menggunakan ojek online. " jawab Tomi pada mamah.
Merekapun bersiap untuk berangkat ke bandara dengan menggunakan dua mobil.
Orang tua Tomi dan orang tua Roni menggunakan mobil pak Abdi dengan seorang sopir yang membawa mobil.
Sedangkan di mobil Tomi ada Setiap, Riki, Roni dan Bella dengan Tomi sebagai sopirnya.
" Assalamu'alaikum.. " salam Asti saat tiba di rumah Tomi dan menghampiri orang tua Tomi dan yang lainnya yang tengah berdiri di teras.
" Waalaikumsalam.! " jawab mereka serentak.
Asti menyalami kedua orang tua Tomi dan mencium punggung tangan mereka, begitu juga dengan pak Bowo dan bu Asnah, Asti sudah menganggap mereka orang tua kedua bagi Tomi sehingga Asti juga sangat menghormati keduanya.
" Bella, ini ada kenang-kenangan buat Bella dan ibu dari keluarga mbak, semoga Bella dan ibu suka menerimanya." kata Asti pada Bella saat Bella menghampiri dan bersalaman dengan Asti.
Asti menyerahkan paperback yang dibawanya pada Bella.
" Terima kasih, mbak..! maaf jika Bella dan ibu merepotkan mbak Asti dan keluarga. " kata Bella sambil menerima pemberian dari Asti.
" Ayah dan ibu minta maaf pada pak Bowo dan keluarga, karena tidak bisa ikut mengantarkan ke bandara.
Ibu sedang tidak enak badan, sehingga ayah dan ibu hanya titip salam buat pak Bowo dan ibu, juga buat Roni dan Bella." kata Asti pada bu Asnah.
" Tidak apa-apa,. semoga ibu Nining segera sembuh dari sakitnya. Sampaikan rasa terima kasih kami pada orang tua Asti dan permohonan maaf kami karena sudah merepotkan. " kata bu Asnah pada Asti.
__ADS_1
Setelah semua siap, akhirnya mereka segera berangkat ke bandara agar tidak terlambat tiba di bandara.