
Malam ini Maryam sengaja menginap di rumah Asti karena ingin mengobrol dengan Aryanto.
Maryam dan Aryanto sudah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih setelah perkenalan mereka di acara pertunangan Asti dan Tomi dan sering berkomunikasi lewat ponsel karena mereka tinggal di kota yang berbeda.
" Asti, aku mau menemui mas Aryanto dulu ya? Mas Aryanto mengajak ngobrol di taman depan. "
Saat Maryam tengah berada di kamar bersama Asti, Maryam berpamitan pada Asti untuk menemui Aryanto di taman depan ruang.
" Iya, ga papa kalau mau ngobrol sama mas Aryanto, tapi bunga aku jangan dipetik, ya? "
Asti tidak keberatan saat Maryam berpamitan untuk bertemu dengan Aryanto.
Asti tahu jika Maryam dan Aryanto jarang bertemu secara langsung karena Aryanto tinggal di Yogya dan Maryam di Jakarta.
Asti sempat menggoda Maryam untuk tidak memetik bunga milik Asti yang ada di taman.
" Kalau cuma metik satu tangkai ga papa kali, As? siapa tahu mas Aryanto mau kasih aku bunga tapi bunganya ambil di taman milik kamu. "
Kata Maryam yang membalas godaan Asti.
" Kalau mas Ary petik bunga aku dan kasih ke kamu, bilang ke mas Ary suruh modal kalau mau ngasih bunga." seloroh Asti pada Maryam.
Maryam hanya tertawa sambil keluar dari kamar Asti.
Diruang tengah, Maryam melihat ayah dan ibu Asti tengah menonton televisi.
" Maryam, mau kemana? " tanya ibu saat melihat Maryam keluar dari kamar Asti.
" Maryam mau ngobrol sama mas Aryanto di taman depan, bu. " jawab Maryam pada ibu Asti.
" Oh iya, silakan. " kata ibu pada Maryam.
Maryam keluar melalui pintu depan dan menemui Aryanto yang tengah menerima panggilan telepon di taman depan.
Taman bunga milik Asti terlihat sangat asri, bunga-bunga dirawat dengan baik oleh Asti karena Asti menyukai bunga terutama bunga mawar putih.
Maryam mendekati Aryanto yang membelakanginya dan tidak mengetahui kedatangan Maryam.
" Iya eyang, besok pagi Ary berangkat ke Kendari bersama Riki dan Yudha. "
" Iya eyang, do'a kan Tomi bisa segera ditemukan, kasihan melihat Asti yang kehilangan Tomi. "
" Baik eyang, Ary akan berhati-hati dan mengabari keluarga jika Ary sudah sampai di sana. "
" Terima kasih eyang, waalaikumsalam warahmatullah. "
Aryanto menutup panggilan telepon dan memasukkan ponsel ke dalam saku celana panjangnya.
Aryanto sangat terkejut saat membalikkan badan, Maryam sudah duduk dibangku yang ada dibelakangnya.
" Eh, Rya sudah lama duduk di sini? " tanya Aryanto saat melihat Maryam ada dibelakangnya.
" Belum lama kok, mas. " jawab Maryam pada Aryanto.
" Tadi eyang yang menelepon? " tanya Maryam pada Aryanto.
__ADS_1
" Iya, eyang menanyakan keadaan Asti dan keluarganya juga rencana keberangkatan besok. "
Jawab Aryanto menjelaskan mengenai eyang yang tadi meneleponnya.
" Iya, eyang juga titip salam buat Rya, calon cucu mantu "
Seloroh Aryanto menyampaikan salam dari eyang buat Maryam sekaligus menggoda Maryam.
" Waalaikumsalam, terima kasih. "
kata Maryam menjawab salam dari eyang dengan malu-malu saat Aryanto mengatakan calon cucu mantu.
" Asti sedang apa? apa dia tidak apa-apa Rya tinggal kesini? "
Aryanto menanyakan keadaan Asti pada Maryam.
" Tadi Asti sedang dikamar dan ia mengizinkan Rya untuk bertemu sama mas Arya. "
Maryam mengatakan jika Asti mengizinkan ia bertemu dengan Aryanto.
" Asti juga tahu kali kalau kita mau kangen-kangenan. " kata Aryanto menggoda Maryam sambil tersenyum.
Aryanto mendekati taman bunga Asti lalu memetik setangkai mawar putih yang sedang mekar, tercium aroma wangi bunga saat Aryanto mencium bunga itu.
" Setangkai bunga mawar yang cantik buat gadis cantik. " kata Aryanto sambil menyerahkan bunga mawar yang baru dipetik nya pada Maryam.
Maryam melihat bunga mawar yang diberikan oleh Aryanto kepadanya.
Maryam ingat dengan apa yang Asti katakan tadi.
" Kalau mas Ary petik bunga aku dan kasih ke kamu, bilang ke mas Ary suruh modal kalau mau ngasih bunga. "
" Kenapa tersenyum? sukanya ya sama bunganya? " tanya Aryanto yang merasa senang melihat Maryam tersenyum saat menerima bunga yang diberinya.
" Terima kasih untuk bunganya.
Tapi nanti Asti marah lho kalau bunga kesayangannya dipetik. "
Tanya balik Maryam pada Aryanto.
" Ga lah, Asti ga bakalan marah jika bunganya dipetik satu tangkai.
Yang memetik bunga kan mas Ary kesayangan Asti. "
Kata Ary yang merasa pede dan mengatakan jika ia kakak kesayangan Asti.
Maryam tertawa mendengar kata-kata Arya.
" Mas Arya pede banget ngaku-ngaku kakak kesayangan Asti.
Tadi Asti sudah bilang sama Rya ga boleh petik bunga miliknya. "
Kata Maryam pada Arya.
Aryanto dan Maryam sepakat jika mereka akan memanggil Aryanto dengan Arya dan Maryam dengan Rya.
__ADS_1
Nama panggilan yang manis menurut mereka.
" Rya, kapan Rya mau mas lamar? kita ga usah lama-lama pacarannya.
Kita pacaran setelah halal akan lebih menyenangkan, mau berbuat apapun dengan pasangan ga takut dosa. "
Arya menanyakan kesediaan Maryam untuk dilamar nya.
Maryam pernah pergi ke Yogya untuk berkenalan dengan keluarga Arya, dan keluarga Arya sudah menyetujui hubungan Arya dan Rya.
Begitu juga Arya yang sudah pernah bertemu dengan keluarga Rya.
" Kalau Rya kapan saja siap jika mas Arya akan melamar Rya, begitu juga dengan keluarga Rya.
Jika memang mas Arya ingin kita segera menikah, sebaiknya mas Arya langsung menemui kedua orang tua Rya. "
Maryam tidak keberatan jika Arya ingin segera melamarnya, karena menurut Maryam jika memang mereka sudah. saling cocok dan kedua keluarga juga sudah merestui, tidak ada salahnya bagi mereka untuk segera menikah.
Untuk apa pacaran berlama-lama jika semua sudah siap dan sudah setuju untuk menikah.
" Baiklah jika Rya tidak keberatan untuk mas segera melamar Rya.
Sekarang mas fokus dulu untuk membantu mencari Tomi.
Setelah Tomi ditemukan dan berkumpul bersama keluarganya, mas akan bicarakan masalah ini dengan keluarga besar di Yogya. "
Arya berkata jika ia akan mencari Tomi terlebih dahulu, setelah itu baru membicarakan rencananya untuk melamar Maryam pada keluarganya.
" Apa kita akan menikah terlebih dahulu sebelum Asti? "
Tanya Maryam pada Arya.
" Kita lihat dulu nanti keadaannya bagaimana. Setelah Tomi ditemukan kemungkinan Tomi akan segera menikah dengan Asti sesuai kesepakatan kedua keluarga saat mereka bertunangan bahwa Asti dan Tomi akan menikah setelah Tomi menyelesaikan tugasnya di rumah sakit Kendari. "
Arya mengatakan jika mereka akan melihat situasi kedepannya setelah Tomi ditemukan untuk bisa menentukan langkah selanjutnya.
" Bisa jadi Asti dan Tomi akan menikah terlebih dahulu, baru kemudian kita juga melangsungkan pernikahan. "
Kata Arya lagi pada Maryam.
" Iya, Maryam akan ikut apa yang mas Arya rencanakan, nanti Maryam bicarakan juga dengan orang tua Maryam setelah pulang dari sini. "
Kata Maryam yang menyetujui usulan dan rencana Arya mengenai hubungan mereka kedepannya.
" Terima kasih ya Rya, sudah menyetujui rencana mas untuk hubungan kita kedepannya. "
Kata Arya sambil menatap Maryam dan tersenyum kepadanya.
" Sama-sama, mas! " kata Maryam dan membalas tersenyum Arya.
Akhirnya malam itu, Maryam dan Aryanto membicarakan mengenai rencana lamaran yang akan dilakukan setelah Tomi ditemukan.
Arya dan Rya melanjutkan obrolan mereka di taman bunga milik Asti.
Banyak hal yang mereka bicarakan disaat pertemuan mereka kali ini.
__ADS_1
Pukul sembilan malam mereka kembali masuk ke rumah karena tidak enak dengan orang tua Asti jika mereka terlalu lama mengobrol diluar.
Mereka ikut berkumpul dan mengobrol diruang tengah rumah Asti sambil menonton televisi.