DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Fyth Ingin Curhat


__ADS_3

Menjelang sore, mereka pun membubarkan diri menuju rumah masing-masing.


Indri tadi datang bersama geng bucin, saat pulang ia diantar oleh Putra.


Sementara Hatae pulang bersama Wangky dan Anny bersama Ucup.


" Berhubung, hari telah menjelang sore, sebaiknya kita pulang.


Jika ada waktu nanti kita bisa berkumpul kembali. Nanti bisa kita komunikasikan di group Ralove. Terima kasih pada teman-teman semua buat waktunya. "


Putra yang juga biasa disapa Fajar, menutup pertemuan mereka, dan mengajak teman-temannya untuk pulang.


" Asti, kamu pulang bareng aku aja, biar aku antar sampai rumah dengan selamat."Β  Fyth menawarkan tumpangan pada Asti sambil bercanda, rumahnya memang satu arah dengan Asti.


" Wah.. dengan senang hati, aku mau Fyth diantar pulang. Tapi ini gratis atau ada ongkirnya? " tanya Asti balik saat menyetujui ajakan Fyth.


" Tenang aja, ongkirnya gratis karena tadi sudah dibayar duluan pakai paperback. " jawab Fyth lagi.


Asti dan fyth sudah bersiap untuk keluar dari cafe.


Rudy yang tadinya bermaksud mendekati Fyth jadi mengurungkan niatnya, karena Fyth telah lebih dulu mengajak Asti.


Akhirnya mereka semua meninggalkan cafe, ada yang pulang berpasangan dan ada yang sendiri- sendiri dengan kendaraan masing-masing.


****


Malam selepas isya, Asti mempersiapkan semua keperluan untuk mengajar, karena mulai besok ia akan kembali mengajar di kampus setelah menjalani liburan di Yogya.


Malam ini, Asti telah menyiapkan jawaban yang akan diberikan pada Tomi.


Setelah magrib, Asti telah menulis sebuah surat yang akan diberikan pada Tomi saat mereka bertemu di kampus.


Asti memasukkan surat buat Tomi kedalam tasnya, agar ia tak lupa untuk membawanya besok.


Ting..


Sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya.


Asti membuka pesan itu yang ternyata dari Tomi.


πŸ“±" Assalamu'alaikum bu dosen..


Sedang apa? Sudah bersiap tidur kah? "


Tanya Tomi dalam pesan chatnya.


πŸ“±" Wa'alaikumussalam..

__ADS_1


Belumlah, masa jam segini sudah mau tidur? Belum juga jam delapan.


Saya lagi merapikan tas untuk besok ke kampus. Sekarang apa sudah di Jakarta?"


Asti membalas WA Tomi dan menanyakan keberadaannya.


πŸ“±" Iya, tadi sore saya sudah sampai dirumah.


Besok bu dosen mulai ngajar di kampus ya? " Tomi membalas pesan Asti dan menjawab jika ia telah tiba di Jakarta, dan tengah berada dirumahnya.


πŸ“±" Iya, kebetulan besok saya ada mengajar jam sembilan.


Apa kamu besok ke kampus? "


Asti bertanya, apa besok Tomi akan ke kampus karena Asti berniat memberikan suratnya pada Tomi.


πŸ“±" Saya besok akan ke kampus kedokteran menyampaikan hasil penelitian di Yogya.


Jika masih ada waktu, mungkin siang saya baru ke kampus tempat bu dosen, besok saya tidak ada mata kuliah ibu kan?"


Tomi menjelaskan kegiatannya besok pada Asti.


πŸ“± " Kenapa memanggil saya bu dosen dan tidak memanggil nama saja?


Formal amat chattingan nya.. "


Asti merasa heran, mengapa Tomi memanggilnya dengan bu dosen, biasanya jika mereka hanya berdua ataupun sedang chattingan, Tomi akan memanggilnya dengan nama.


πŸ“±" Ya.. aneh aja, kok kesannya terlalu formal seperti mahasiswa yang sedang memberi laporan tugas pada dosen. "


Kata Asti menyampaikan keheranannya.


πŸ“±" Iya sengaja, saya hanya menggoda kamu aja. Saya ingat waktu pertama saya datang ke rumah kamu, kamu nya jutek banget." kata Tomi menggoda Asti sambil tertawa.


πŸ“±" Bukan saya yang jutek, kamu nya sendiri yang salah, mencari dosen tapi tidak tahu siapa orangnya, mana dikira saya anak ABG.! " Kata Asti membela diri saat dikatakan jika dirinya jutek.


πŸ“±" Iya maaf.. jadi ketahuan banget ya kalau saya tidak pernah masuk ikut mata kuliah kamu, sampai tidak kenal sama dosennya. " kata Tomi dengan perasaan malu.


πŸ“±" Sudahlah, itu masa lalu.. ga perlu di ingat lagi. " kata Asti yang juga merasa malu karena ingat penampilannya waktu itu.


πŸ“±" Siapa bilang ga perlu diingat, justru saya ga mungkin melupakannya, karena saya bisa bertemu kamu dengan penampilan yang apa adanya.


Jika di kampus kan beda, penampilan mu selalu rapi dan formal. " kata Tomi yang membuat Asti jadi semakin malu.


Untung mereka sedang chattingan, jadi Tomi tidak melihat mukanya yang bersemu karena malu.


πŸ“±" Ya sudah kalau begitu, sampai ketemu besok di kampus, saya masih mau menyiapkan materi untuk besok. "

__ADS_1


Asti menulis pesan untuk Tomi, karena saat Asti sedang chatingan dengan Tomi, ada notifikasi dari geng bucin.


Asti memang membedakan nada masuk untuk chatting dari geng bucin.


πŸ“±" Baiklah, selamat belajar tawanan ku, jangan lupa nanti kalau tidur mimpiin aku." kata Tomi membalas pesan dari Asti.


πŸ“± " Nanti aku panggil alien agar hadir dalam mimpi aku, semoga UFO nya bisa mendarat dengan baik dalam mimpi. "


Balas Asti pada Tomi.


Setelah membalas pesan Tomi, Asti membuka group chat geng bucin dan membaca pesan yang masuk.


Sementara setelah Tomi membaca pesan Asti, ia tersenyum lalu meletakkan ponselnya diatas meja kerja yang ada dikamar nya, ia menyiapkan berkas penelitian untuk dibawa ke kampusnya besok.


Asti membuka pesan yang masuk di group chat geng bucin.


πŸ“±Fyth ~ " Hai semua... Sudah pada tidur belum? Masih sore ini, jangan tidur dulu, mentang-mentang besok sudah ngajar lagi.! " pesan masuk dari fyth di geng bucin.


Terlihat sudah ada pesan balasan dari Hatae.


πŸ“± Hatae ~ " Ada apa sih, Fyth? ganggu aja, aku lagi chattingan nih sama bang Wangky. " gerutu Hatae yang membalas pesan dari Fyth.


πŸ“± Fyth ~ " Pacaran aja kerjaan mu, mak! Bukannya tadi sudah ngobrol lama ya waktu ngumpul di cafe? " tanya Fyth pada Hatae.


πŸ“± Indri ~ " Bedalah Fyth.. Kalau waktu di cafe kita kumpul rame-rame, jadi ga bisa romantis-romantisan, betulkan mak? " tanya Indri membela Hatae.


πŸ“± Maryam ~ " Duh yang sama-sama punya gebetan, jadi saling bela..! " kata Maryam menimpali obrolan mereka di group.


πŸ“±Fyth ~ " Eh.. aku pengen cerita nih sama kalian, pengen minta pendapat kalian juga! " kata Fyth serius pada teman-temannya.


πŸ“± Asti ~ " Ada apa nih Fyth? Kelihatannya serius banget, cerita aja sama kita-kita, kalau memang ada masalah nanti kita cari solusinya sama-sama. "


Asti bertanya mengenai permasalahan Fyth dan memintanya bercerita.


πŸ“± Asma ~ " Curhat dong mahh.. . " Asma menggoda Fyth dengan memberi emoticon tertawa pada chat yang dikirimnya.


Fyth ~ " Aku serius ingin bercerita pada kalian, tapi aku harap kalian tidak membully aku, aku hanya minta pendapat dan saran kalian nantinya. Ini tentang Rudy yang bergabung dengan kita tadi.! " kata Fyth pada teman-temannya.


πŸ“± Asti ~ " Dia namanya Rudy atau Doni sih? Saat di pesawat dia bilang namanya Doni. " tanya Asti mengenai nama Rudy atau Doni.


πŸ“± Maryam ~ " Lha miss jutek nanyain nama asli si Rudy, lah kamu sendiri ngaku namanya Tyas. " kata Maryam pada Asti.


πŸ“± Asti ~ " Iya, kalau aku cuma membalik suku kata dari nama aku, As Ti jadi Ty As.


Biar keren huruf " i " nya aku ganti sama huruf " y ".


Kalau Ru Dy jadi Dy Ru, dong..? " kata Asti menjelaskan mengapa namanya berubah menjadi Tyas.

__ADS_1


πŸ“± Hatae ~ " Hahaha... Ada-ada aja miss jutek, kenapa ga sebut miss jutek aja, biar si Rudy ga berani ngajak ngobrol? " tanya Hatae sambil tertawa.


πŸ“± Asma ~ " Kalau Asti menyebut miss jutek, justru si Rudy makin penasaran dan makin banyak tanya, dong? " kata Asma menimpali.


__ADS_2