
Bab 147.
Cuaca semakin terlihat tidak baik, angin bertiup dengan kencang dan hujan mulai turun.
Speedboat tidak berani melaju dengan kecepatan kencang karena sangat berbahaya saat harus menerjang ombak yang mulai bergelombang tinggi.
" Bagaimana ini? " tanya dokter Radit mulai merasa putus asa dengan keadaan cuaca yang semakin memburuk.
" Tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa mohon keselamatan.
Perjalanan diperkirakan masih Satu jam lagi menunju daratan, itupun jika kecepatan speedboat bisa melaju dengan kencang, jika dalam kecepatan seperti ini mungkin akan lebih dari satu jam. "
Tomi pun tidak bisa menjawab pertanyaan dokter Radit, karena dia sendiri sudah merasa sangat khawatir.
Waktu tempuh untuk mencapai daratan juga semakin lama karena speedboat tidak bisa melaju dengan kecepatan maksimal.
Tomi mengedarkan pandangannya pada penumpang lain.
Terlihat para orang tua memeluk anaknya dengan erat seakan mereka takut terpisahkan.
Sementara ada beberapa gadis remaja yang mungkin akan pulang ke kampung halaman atau ada tujuan lain, saling berpegangan tangan dengan erat.
Mereka juga terlihat menangis dan ketakutan.
Dokter Tyas, dokter Siska dan Mirah sama seperti yang lain, saling berpegangan tangan.
Pakaian yang mereka kenakan juga sudah mulai basah terkena cipratan ombak yang menghantam dinding speedboat yang kecil.
Ada harapan di hati para penumpang saat alat komunikasi pada speedboat menyampaikan pada Kapten kapal bahwa tidak jauh dari kami ada kapal ferry yang akan memberikan bantuan.
Para penumpang diminta untuk pindah menaiki kapal ferry dan akan membawa mereka ketempat tujuan.
Saat Tomi memandang ke arah depan, ia dapat melihat sebuah kapal yang mendekat ke arah mereka.
Semua penumpang merasa gembira dan memiliki harapan untuk bisa lepas dari bencana ini.
Mereka berdoa semoga kapal itu bisa segera mendekat dan mereka pindah ke atas kapal.
Disaat mereka merasakan kegembiraan karena mendengar kabar akan ada kapal ferry yang membantu mereka, tiba-tiba ombak besar dan angin kencang menghantam speedboat dan membuat speedboat miring terkena hantaman ombak.
Semua orang berteriak dengan panik.
Bermacam doa yang mereka ingat terucap dari bibir para penumpang yang mulai jatuh ke dalam laut.
__ADS_1
Tomi dan Radit yang duduk di tepi speedboat langsung terjatuh kedalam laut.
Tomi berdoa dalam hati memohon pertolongan pada yang maha kuasa.
Karena ombak yang kuat membawa tubuh Tomi dan membuat tubuhnya terbentur speedboat yang miring, beberapa kali ia terbentur.
Seluruh tubuhnya terasa remuk dan Tomi berusaha untuk berenang semampunya untuk sedikit menjauh dari speedboat.
Ia masih bisa melihat penumpang lain yang bernasib sama seperti dirinya.
Tomi juga melihat kapal ferry yang semakin mendekat.
" Ya Allah, jika masih Engkau beri kesempatan kepada hamba untuk hidup, maka beri hamba kekuatan untuk bertahan hingga ada orang yang datang dan menolong hamba.
Namun jika sudah waktunya hamba kembali, maka ampunilah segala dosa-dosa hamba. "
Tomi berdoa didalam hati memohon segala sesuatu yang terbaik menurut Allah. Ia pasrah jika memang sudah waktunya ia harus kembali menghadap sang Pencipta.
" Mamah, papah,.. Maafkan dosa dan kesalahan Tomi, ikhlaskan jika Tomi tidak kembali. " Tomi juga memohon maaf pada kedua orang tuanya.
Tomi masih terombang ambing dan berharap akan segera mendapatkan pertolongan.
Kapal yang ia lihat tadi tiba-tiba tidak nampak di pandangan matanya, juga para penumpang yang tadi bersamanya.
Hujan masih turun namun tidak begitu deras lagi.
Tomi bertahan dengan terus berusaha membuka matanya yang sudah terasa perih dan sakit.
Ia hanya bisa memanjatkan doa dalam hati dan pada akhirnya Tomi tidak mampu mempertahankan kesadarannya karena rasa sakit yang dia rasakan di bagian kepalanya juga karena rasa dingin yang di rasakan oleh tubuhnya.
*
*
Sementara, kapal ferry yang akan memberi bantuan sudah tiba di lokasi kejadian.
Semua penumpang dari speedboat yang jatuh ke laut semua di evakuasi ke atas kapal ferry.
Sebagian penumpang ada yang tidak sadarkan diri, terutama anak-anak dan para wanita.
Beruntung semua penumpang selamat karena kapal ferry segera tiba dan memberikan bantuan.
Radit bangkit dari duduknya, ia berniat mencari teman-temannya yang berada di bagian lain kapal bersama penumpang yang lain.
__ADS_1
Menurut berita dari para awak ferry yang menyelamatkan mereka, semua penumpang speedboat bisa diselamatkan dan tidak ada korban jiwa.
Radit sangat bersyukur dan berusaha mencari teman-temannya untuk tahu keadaan mereka.
Dengan langkah sedikit tertatih karena kakinya yang sakit, Radit berjalan menyusuri ruangan dalam kapal ferry guna mencari keberadaan Tomi dan yang lainnya.
Radit melihat dokter Tyas, dokter Siska dan Mirah yang duduk dipojokan terpisah dengan korban lainnya.
" Dimana dokter Tomi? " tanya Radit pada rekannya yang sedang duduk dan bersandar pada dinding kapal.
Pakaian mereka masih basah karena memang tidak ada ganti, beruntung koper mereka masih ada yang bisa diselamatkan namun semua pakaian juga basah karena koper-koper tercebur ke dalam laut.
Kepala dokter Siska dan Mirah terlihat diperban, kemungkinan ada luka karena benturan.
Juga dokter Tyas yang terlihat ada memar di pelipis bagian kiri.
Mendengar pertanyaan dokter Radit, mereka sangat terkejut.
Terlihat kepanikan di wajah mereka, mereka saling pandang dan melihat ke arah korban yang lain.
" Kami pikir dokter Tomi bersama dokter Radit. " kata dokter Tyas.
" Tidak, saya bersama dengan korban yang lain tapi tidak ada dokter Tomi. "
Kata dokter Radit menjelaskan.
" Bukankah menurut awak ferry ini semua penumpang selamat? Mungkin dokter Tomi bersama dengan korban yang lain. " kata dokter Siska mencoba menenangkan mereka.
" Baiklah, saya akan mencari dokter Tomi ditempat lain. " kata dokter Radit sambil berdiri.
" Dokter Radit, sebaiknya anda istirahat dulu, kaki anda sepertinya tidak baik-baik saja. " dokter Tyas meminta dokter Radit untuk istirahat sejenak karena melihat dokter Radit yang sedikit kesulitan saat akan berdiri. Ia seperti tengah menahan sakit di kaki sebelah kanannya.
" Tidak apa-apa, kaki saya mungkin mengalami memar akibat benturan dengan badan speedboat saat terhempas ombak. " jawab dokter Radit menenangkan dokter Tyas.
" Saya harus memastikan keberadaan dokter Tomi. " kata dokter Radit yang sudah bisa berdiri dengan sempurna walau terlihat jika ia bertumpu hanya pada kaki sebelah kirinya.
Dengan berjalan tertatih-tatih, dokter Radit mencari keberadaan dokter Tomi ke tempat para korban lainnya.
Saat bertemu dengan awak kapal, dokter Radit bertanya mengenai keberadaan para korban.
" Maaf pak, saya mau bertanya keberadaan korban speedboat yang barusan diselamatkan, mereka berada dimana? " tanya dokter Radit pada awak. Kapal itu.
"Apakah semua korban berhasil diselamatkan? " tanya Radit lagi.
__ADS_1
" Korban kecelakaan speedboat berada di lantai atas, anda bisa menggunakan tangga itu untuk naik ke atas. " jawab awak kapal, lalu menunjuk tangga untuk menuju ke atas yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Semua korban berhasil diselamatkan, karena saat dilakukan penyisiran disekitar tempat kejadian sudah tidak ada lagi korban ditemukan. " kata awak kapal menjelaskan pada dokter Radit.