DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Perkenalan Maryam Dan Yudha


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Yudha memasuki sebuah rumah sakit.


Yudha berhenti didepan ruang UGD, lalu keluar dan meminta kursi roda pada perawat yang berjaga disana.


" Sus, tolong ambilkan saya kursi roda, ada pasien kecelakaan yang membutuhkan kursi roda. "


Pinta Yudha pada seorang suster.


" Baik, pak. "


Jawab suster, lalu dengan cekatan ia mengambil kursi roda yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.


Perawat itu mendorong kursi roda mengikuti Yudha yang berjalan kearah mobilnya, lalu membuka pintu bagian kiri.


Yudha membantu Maryam keluar dari mobil dan mendudukkannya dikursi roda.


Perawat mendorong kursi roda menuju ruang UGD.


Lalu menaikkan Maryam keatas brankar untuk memeriksa luka-lukanya.


Yudha menunggu Maryam di depan pintu UGD.


Di ruangan UGD, perawat membersihkan luka lecet di lengan dan kaki Maryam.


Seorang dokter menghampiri dan akan memeriksa Maryam.


Saat melihat Maryam, dokter itu terkejut begitu pula Maryam.


" Lho Maryam? " tanya sang dokter yang ternyata adalah Tomi.


" Mas Tomi? " tanya Maryam yang juga merasa heran karena melihat Tomi ada disana.


" Apa yang terjadi? Mengapa kamu bisa lecet-lecet seperti ini? " tanya Tomi yang merasa heran melihat keadaan Maryam.


" Nanti aja saya ceritakan mas, mas Tomi kok bisa ada disini? "


Maryam belum menceritakan kejadian yang menimpanya, dan bertanya keberadaan Tomi dirumah sakit itu.


" Saya memang bertugas dirumah sakit ini sebagai dokter umum. "


Jawab Tomi.


Tomi memeriksa luka -luka yang ada di lengan dan kaki Maryam, lalu meminta suster memberi obat luka setelah dibersihkan.


" Untuk yang di lengan hanya luka lecet, tapi pergelangan kaki sedikit terkilir, nanti pergelangan kaki akan dipasang perban elastis agar pergelangan kaki tidak banyak bergerak.


Sebaiknya untuk membantu berjalan sementara menggunakan kruk, jangan memaksa kaki untuk berjalan karena itu akan sangat sakit dan berbahaya. "


Tomi menjelaskan keadaan lengan dan kaki Maryam serta meminta Maryam untuk menggunakan kruk sebagai alat bantu berjalan.


Beberapa saat kemudian, Maryam telah selesai diobati.


" Semua sudah selesai, luka lecet sudah diobati dan pergelangan kaki sudah diperban.


Sekarang, siapa yang akan mengantarkan Maryam pulang? Tadi kesini sama siapa?


Ini juga ada resep yang harus ditebus. "

__ADS_1


Tomi telah menyelesaikan pekerjaannya mengobati Maryam, ia bertanya dengan siapa Maryam akan pulang.


" Saya kesini tadi sama Yudha, mas. "


Lalu Maryam menceritakan kecelakaan yang terjadi padanya.


" Jadi laki-laki yang sedang duduk didepan itu yang menyerempet motor kamu? "


Tanya Tomi setelah mendengar cerita Maryam.


" Iya, mas. " jawab Maryam singkat.


" Sus, tolong siapkan kursi roda agar Maryam bisa keluar dari ruangan ini. "


Tomi meminta suster menyiapkan kursi roda buat Maryam lalu memindahkan Maryam ke kursi roda.


Tomi keluar dari ruang IGD disusul oleh perawat yang mendorong kursi roda Maryam.


Melihat Maryam keluar dari ruang IGD, Yudha bangkit dari duduknya dan menghampiri Tomi lalu bertanya mengenai keadaan Maryam.


" Bagaimana dengan keadaan Maryam, dok? " tanya Yudha pada Tomi.


" Maryam baik-baik saja, hanya luka lecet dan pergelangan kaki yang terkilir. "


Tomi menjelaskan keadaan Maryam pada Yudha.


" Saya minta tolong ya untuk mengantarkan Maryam pulang.


Maryam ini teman saya sekaligus dosen saya. "


Yudha sedikit terkejut, tidak menyangka jika Maryam seorang dosen.


Melihat penampilan Maryam yang rapi, ia berfikir bahwa Maryam hanya seorang karyawati yang bekerja di sebuah perusahaan.


" Baik dok, saya akan mengantarkan Maryam pulang karena Maryam tanggung jawab saya, saya yang telah membuat Maryam celaka. "


Yudha menyanggupi untuk mengantarkan Maryam pulang karena Yudha merasa ia harus bertanggung jawab.


" Baiklah, terima kasih sebelumnya karena  sudah mau bertanggung jawab.


Ini, ada resep yang harus ditebus sebelum pulang. " Tomi merasa senang dengan sikap tanggung jawab Yudha, lalu memberikan resep yang harus ditebus.


" Baik dokter, terima kasih karena sudah mengobati Maryam, saya akan menebus resep obatnya, sekalian saya pamit untuk mengantar Maryam pulang. "


Yudha menjabat tangan Tomi, mengucapkan terima kasih, lalu pamit untuk mengantarkan Maryam pulang.


Setelah berpamitan, Yudha mendorong kursi roda Maryam menuju apotik, lalu menebus obat sekalian membelikan kruk untuk Maryam.


Setelahnya, Yudha mengambil mobil diparkiran dan meminta suster untuk menemani Maryam di lobi depan ruang IGD.


Setelah mobil berada didepan ruang IGD, Yudha membantu Maryam untuk naik ke atas mobil, lalu perawat mendorong kursi roda yang digunakan oleh Maryam untuk ditaruh kembali ditempatnya.


Setelah Maryam duduk dengan nyaman, Yudha yang sudah duduk dibelakang kemudi melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah sakit.


Yudha fokus membawa mobil yang dikendarai nya.


Sebenarnya ia merasa lelah karena belum sempat beristirahat setelah menjalankan tugasnya sebagai seorang abdi negara.

__ADS_1


Mungkin karena lelah dan mengantuk, sehingga tadi ia tidak fokus dan terjadi kecelakaan itu.


" Dokter Tomi tadi mahasiswa yang kuliah di kampus tempat Maryam mengajar, ya?" tanya Yudha pada Maryam setelah lama mereka terdiam.


" Iya, dia mengambil jurusan Psikologi." jawab Maryam singkat.


" Saya tidak menyangka kalau kamu seorang dosen, saya fikir kamu tadi seorang karyawati.


Sudah lama menjadi seorang dosen? "


Yudha bertanya kembali setelah Maryam kembali terdiam.


" Belum lama sih, baru hampir sekitar dua tahun.


Kalau mas bekerja dimana? Tadi kelihatannya mas lelah sekali. "


Setelah menjawab pertanyaan Yudha,


Maryam bertanya mengenai pekerjaan Yudha.


" Saya seorang Polisi yang bertugas di lapangan, tadi saya baru pulang dari luar kota untuk menangkap seorang buronan. "


Yudha menjelaskan pekerjaannya pada Yudha.


" Pantas mas tidak terlihat seperti seorang polisi, rupanya mas bagian lapangan. Maaf ya mas, karena kecelakaan tadi mas jadi menunda waktu istirahat, malah harus mengantarkan saya pulang. "


Maryam merasa kasihan melihat Yudha yang kelelahan.


" Tidak apa-apa, justru saya yang minta maaf, karena kelalaian saya kamu jadi celaka dan jadi sulit untuk berjalan. "


Yudha merasa bersalah pada Maryam karena telah membuat dia celaka.


Oh.. Iya, motor kamu tadi sudah dibawa ke bengkel oleh teman saya, besok sudah bisa diambil karena tidak ada kerusakan yang parah. "


Yudha memberitahu Maryam jika motornya sudah dibawa ke bengkel dan sudah diperbaiki.


" Terima kasih mas, saya jadi benar-benar merepotkan mas.


Oh.. Ya mas, mengenai biaya perbaikan motor nanti biar Maryam yang menyelesaikan.


Mas beritahu saja dimana motor Maryam diperbaiki.


Besok biar Maryam minta adik Maryam yang ambil ke bengkel. "


Maryam merasa tidak enak hati karena  sudah merepotkan Yudha.


Maryam meminta alamat bengkel tempat memperbaiki motornya agar besok adik lelakinya bisa mengambil motor itu di bengkel.


" Tidak apa-apa, tidak perlu merasa tidak enak hati, justru saya yang tidak enak hati.


Bengkel itu milik teman saya, besok kalau sudah selesai biar diantar langsung kerumah, tidak perlu diambil ke bengkel. "


Yudha tidak ingin merepotkan adik Maryam yang akan mengambil motor ke bengkel, nanti temannya yang akan mengantarkan motor itu kerumah Maryam.


Setelah perbincangan itu mereka terdiam.


Maryam tengah merasakan rasa sakit di pergelangan kakinya juga rasa perih dari luka lecet yang ada di lengan dan kakinya.

__ADS_1


__ADS_2