DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 172 Keberadaan Tomi Belum Di Ketahui.


__ADS_3

Setelah merasa tenang dan membasuh muka dengan air agar tidak terlihat jejak air mata, Asti menelepon orang tuanya untuk memberi kabar.


Kring..


Kring..


Panggilan pertama dari Asti belum dijawab oleh orang tuanya.


Asti melihat jam yang ada di ponsel, menunjukkan pukul tiga belas lewat tiga puluh menit, berarti di Jakarta baru puluh dua belas lewat tiga puluh menit.


Ada selisih satu jam antara waktu Jakarta dan Kendari.


Asti meletakkan ponsel di atas meja kecil disamping tempat tidurnya.


" Mungkin ayah dan ibu sedang shalat, karena di sana baru masuk waktu zuhur." kata Asti pada dirinya sendiri.


" Mungkin nanti jika telah selesai shalat ayah dan ibu pasti akan menelepon balik. Sebaiknya aku tunggu ayah dan ibu menelepon balik saja. " kata Asti yang berkata pada dirinya sendiri.


Sambil menunggu telepon dari orang tuanya, Asti merebahkan diri di atas kasur, dan tanpa terasa akhirnya ia terlelap.


Saat tengah tertidur lelap, tiba-tiba Asti mendengar suara ketukan di pintu kamar hotelnya.


Tok..


Tok..


" Assalamu'alaikum, teh Ara. "


terdengar suara Riki yang mengucapkan salam dari luar pintu.


" Waalaikumsalam, iya sebentar! "


jawab Asti saat mendengar Riki mengucapkan salam dari luar.


Asti merapikan penampilannya yang sedikit acak-acakan karena baru bangun tidur.


Ceklek..


Asti membuka pintu kamar hotel dan melihat Riki yang berdiri didepan pintu.


" Iya, Ki, ada apa? " tanya Asti yang merasa heran karena Riki mengetuk pintu kamarnya.


" Maaf ya teh karena sudah mengganggu tidur teteh. " kata Riki yang merasa tidak enak karena sudah mengganggu tidur Asti.


" Iya, tidak apa-apa. " jawab Asti.


" Teh, tadi ayah dan ibu teteh menelepon Riki, katanya sudah beberapa kali menelepon teteh tapi tidak diangkat.


Ayah dan ibu merasa khawatir karena tadi sewaktu teteh menelepon, ayah dan ibu sedang shalat dan tidak mendengar jika teteh menelepon. "


Riki menjelaskan jika tadi ayah dan ibu Asti menghubungi Riki sebab merasa khawatir karena Asti tidak menjawab telepon dari mereka.


" Oh iya, maaf ya Ki, tadi setelah teteh menelepon ayah dan ibu tapi tidak diangkat, teteh rebahan dan malah ketiduran. "

__ADS_1


Asti mengatakan jika dia ketiduran setelah teleponnya tidak diangkat oleh orang tuanya.


" Terima kasih ya karena sudah membangunkan teteh, teteh mau menelepon ayah dan ibu duku. "


Asti pun mengatakan pada Riki jika ia akan menghubungi orang tuanya kembali.


" Kalau begitu, Riki kembali ke kamar Riki, teh. " kata Riki sambil berbalik ke arah kamarnya.


Setelah Riki masuk ke dalam kamarnya, Asti menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya.


Asti berjalan ke arah tempat tidur dan. mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kecil.


Asti melihat ada beberapa panggilan tidak terjawab dan juga beberapa pesan dan ayah dan ibunya serta dari teman-temannya.


Asti mencari nomor ponsel ayahnya dan langsung menghubunginya.


Dalam satu nada dering, panggilan dari Asti langsung dijawab oleh ayahnya.


📱" Assalamu'alaikum Asti, tadi kemana? ayah dan ibu beberapa kali menelepon tapi tidak diangkat.


Pesan ayah juga tidak dibalas, kami jadi. merasa khawatir. Apa Asti baik-baik saja? "


Saat panggilan tersambung, ayah langsung menanyakan keberadaan dan keadaan Asti karena merasa cemas saat mereka tidak bisa menghubungi Asti.


📱" Wa'alaikumsalam. Maaf ayah, ibu, jika ayah dan ibu mencemaskan Asti. Tadi setelah Asti menelepon ayah dan ibu, Asti ketiduran. Rencananya Asti akan menelepon ulang ayah dan ibu, Asti malah terlelap tidur. "


Asti meminta maaf karena telah membuat orang tuanya merasa cemas dan mengatakan jika ia ketiduran.


" Saat ayah dan ibu menelepon Asti tidak mendengar karena ternyata ponsel Asti di silent, saat bertemu dengan dokter Hermawan dan Asti lupa mengaktifkan kembali nada deringnya. "


📱" Iya tidak apa-apa jika Asti tengah beristirahat. Ayah dan ibu merasa cemas, takut jika Asti ada apa-apa di sana. "


Ayah dan ibu memaklumi saat Asti mengatakan jika ia ketiduran.


" Karena merasa cemas, tadi ayah menelepon Riki dan bertanya mengenai keadaan Asti pada Riki. "


Kata ayah yang merasa lega setelah mengetahui keadaan Asti.


" Jadi bagaimana Asti, apa sudah ada kabar mengenai Tomi? "


tanya ayah pada Asti.


📱 " Belum ada kejelasan ayah. Menurut pak Hermawan, dokter Atalim memberi kabar bahwa tin SAR belum menemukan keberadaan mas Tomi.


Tim SAR sudah mengupayakan pencarian, baik di laut maupun di darat.


Tapi keberadaan mas Tomi belum diketahui. "


Asti menceritakan hasil pertemuannya dengan dokter Hermawan kepada orang tuanya.


Ibu Asti yang mendengarkan percakapan antara Asti dan ayahnya tidak bisa menahan air matanya.


Ibu tidak bisa membayangkan kesedihan dan kecemasan yang Asti rasakan saat ini.

__ADS_1


Melihat ibu menangis, ayah menutup speaker ponselnya agar Asti tidak mendengar dan berkata pelan pada ibu.


" Ibu, jangan menangis, kasihan jika Asti mendengar ibu menangis.


Ingat kita harus bisa menguatkan Asti, jika kita lemah, bagaimana dengan Asti?" kata ayah pada ibu sambil mengusap punggung ibu.


Mendengar kata-kata ayah, ibu hanya bisa mengangguk lalu menghapus air matanya dengan menggunakan jilbab yang ibu kenakan


Melihat tangis ibu yang sudah reda, ayah kembali berbicara pada Asti.


📱" Jadi rencana selanjutnya bagaimana? " tanya ayah pada Asti.


📱" Rencananya besok Asti sama Riki akan menemui dokter Atalim juga tim dokter yang kemaren mendapat musibah bersama mas Tomi.


Kami ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya, dan ingin mengetahui kira-kira bagaimana keadaan mas Tomi."


Jawab Asti yang menceritakan rencananya esok hari bersama Riki.


📱" Asti yang sabar ya nak? Asti harus kuat apapun hasil pertemuan besok dengan teman-teman Tomi.


Insya Allah besok akan ada kabar baik. "


Kali ini ibu yang berbicara pada Asti.


Ibu meminta Asti agar selalu kuat dan sabar, walaupun ibu sendiri merasa bersedih dengan nasib Asti saat ini.


Benar kata ayah, bahwa ibu tidak boleh menunjukkan kesedihan pada Asti.


📱" Insya Allah Asti kuat bu! ibu dan ayah jaga kesehatan, do'akan selalu mas Tomi baik-baik saja dan kami bisa segera bertemu kembali. "


Asti berusaha menguatkan diri dan mengatakan pada ibunya jika ia bisa melewati semua ini.


Asti juga meminta pada ibu dan ayahnya untuk menjaga kesehatan mereka dan tidak lupa untuk selalu mendoakan Tomi agar bisa segera ditemukan.


Setelah berbincang cukup lama dengan ayah dan ibunya dan mereka saling menguatkan, Asti mengakhiri panggilan telepon karena hari sudah menunjukkan pukul empat sore dan Asti akan melaksanakan shalat ashar.


📱" Terima kasih ayah, ibu karena selalu ada buat Asti. Asti tutup dulu panggilan teleponnya karena Asti mau shalat ashar, disini sudah waktu ashar. "


Kata Asti yang akan mengakhiri panggilan telepon pada orang tuanya.


📱" Iya nak, jaga diri baik-baik dan teruslah berdoa minta sama Allah yang terbaik untuk Asti maupun Tomi.


Assalamu'alaikum. "


Ibu dan ayah meminta pada Asti untuk menjaga diri dan selalu berdoa pada Allah meminta yang terbaik buat Asti dan Tomi.


Setelah menjawab salam dari ayah dan ibu, Asti mengakhiri percakapan mereka.


Ada perasaan lega karena Asti telah memberi kabar pada ayah dan ibunya.


Asti melihat notifikasi pesan masuk dari teman-temannya di group chat Ralove.


Asti belum membuka dan membalas pesan itu karena ia akan melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu.

__ADS_1


Rencananya, setelah ashar Asti akan membalas pesan dari teman-temannya.


__ADS_2