DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Tomi Si Alien Tampan


__ADS_3

Bu.. di kantong itu ada oleh-oleh dari keluarga yang di Yogya, buka aja. " kata Asti pada ibu sambil menunjuk kantong oleh-oleh yang ia bawa.


" Eh.. Asti, eyang sudah dikabari belum kalau kamu sudah sampai? " tanya ayah yang baru ingat, takut kalau Asti lupa memberitahu eyangnya kalau Asti sudah sampai.


" Sudah yah, tadi Asti telpon eyang saat dalam perjalanan dari bandara ke rumah." jawab Asti.


" Syukurlah kalau sudah, takut eyang cemas nungguin kabar dari kamu. " kata ayah sambil menyalakan televisi.


" Mbak, tolong bawakan pisau atau gunting, untuk motong isolasi. " pinta ibu pada sari, yang sedang berada di dapur.


" Baik, bu." jawab mbak sari.


Tak lama, ia datang membawa sebuah gunting dan menyerahkan pada Asti yang sedang memegang kantong itu.


Asti memotong isolasi yang menutupi resleting agar lebih mudah, setelah selesai Asti mengeluarkan isi kantong dan menaruhnya di lantai.


Asti memisahkan oleh-oleh yang sudah ia siapkan untuk teman-temannya di kampus.


" Ini, daster buat ibu, ini kemeja sama celana pendek buat ayah. " Asti mengeluarkan daster yang ia beli dan memberikan pada ayah dan ibu.


" Ini buat mbak, ya? Lumayan buat tidur malam. " kata Asti pada mbak sari sambil menyerahkan dua daster pada si mbak.


" Wah, terima kasih, non.. Mbak kebagian juga oleh-oleh nya. " kata mbak Sari senang saat menerima oleh-oleh dari Asti.


" Yang ini, dari Tomi buat ayah dan ibu.


Ibu buka aja sendiri. " kata Asti sambil menyerahkan paper back yang dititipkan oleh Tomi pada Asti.


" Wah.. tumben Tomi kasih oleh-oleh, sampaikan rasa terima kasih ayah dan ibu sama Tomi. " kata ibu pada Asti.


Ayah dan ibu sudah tahu jika Asti dan Tomi bertemu saat Asti di Yogya.


Eyang putri menceritakan pada ibu saat Asti mengalami kecelakaan dan eyang bertemu dengan Tomi.


" Baik bu, nanti jika Asti bertemu Tomi akan Asti sampaikan. " kata Asti pada ibu.


Asti membuka kotak yang berisi bros, lalu menyodorkan nya pada ibu.


Asti telah menyimpan bros yang dipilih oleh Tomi kedalam koper saat beres-beres pakaian di Yogya.


" Asti juga membeli bros buat teman-teman, kalau ibu suka ibu boleh ambil, kebetulan Asti sengaja membeli agak banyak. "


Ibu melihat bros yang beraneka macam yang ada dalam kotak itu, lalu mengambil yang berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar, juga yang berbentuk dua tangkai mawar.


" Ibu ambil tiga ya, Asti? Ibu suka yang ini." kata ibu sambil menunjukkan bros yang diambilnya.


" Iya bu, ga papa, ambil aja. " kata Asti pada ibu.


" Mbak, mau bros nya juga nggak? " tanya Asti pada mbak.

__ADS_1


" Ya maulah non kalau dikasih, mana mungkin mbak mau nolak rejeki. " kata  mbak Sari sambil bercanda.


Asti meminta mbak sari untuk memilih bros yang ia inginkan.


Asti memang selalu baik pada asisten rumah tangganya, ia memperlakukan  mbak Sari selayaknya teman.


" Non, mbak ambil dua ya bros nya. " kata  mbak Sari sambil memperlihatkan bros yang diambilnya.


" Iya mbak, ambil aja. " jawab Asti.


" Terima kasih, Non. " kata mbak Sari sambil tersenyum senang.


" Bu, ini oleh-oleh yang mau ibu bagikan ke saudara yang lain simpan aja di dapur ya? Yang untuk teman-teman Asti biar di dalam tas ini aja. " kata Asti pada ibu yang sudah memisahkan oleh-oleh untuk ia bagikan pada teman-temannya.


" Mbak, ini simpan aja ke lemari dapur, biar nanti kalau mereka kesini tinggal dikasihkan aja.


Yang untuk dirumah dipisahkan ya mbak, taruh aja diatas meja makan, biar kalau pengen tinggal ambil. " kata ibu pada Sari.


" Baik, bu. " kata Sari sambil membereskan makanan yang akan ditaruh nya ke dapur.


" Bu, Asti mau ke kamar dulu ya, Asti mau istirahat sebentar. " pamit Asti pada ibunya.


Ayah Asti sedang menikmati cemilan yang Asti bawa dan secangkir kopi pahit kesukaannya. Ayah hanya mengangguk saat Asti pamit untuk ke kamarnya.


Asti membawa bros dan daster nya ke kamar.


Ia ingin merebahkan dirinya sejenak karena merasa lelah.


Asti masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, lalu mengganti pakaian dengan pakaian santai.


Asti mengambil handphone yang ada di bagian depan tas punggungnya.


Ia mencari nomor kontak Tomi untuk mengabari Tomi jika Asti telah tiba dirumah.


📱" Assalamu'alaikum.. Tom, saya sudah tiba dirumah. "


Asti mengirimkan pesan pada Tomi.


Tak lama, terdengar notifikasi masuk di handphone Asti, dan Asti langsung membacanya.


📱" Waalaikumsalam.. Syukurlah jika sudah sampai dirumah dengan selamat.


Kenapa baru memberi kabar? Apa baru sampai ke rumah? Kok lama? Apa tadi pesawatnya delay? "


Karena baru mendapat pesan dari Asti, Tomi merasa heran, seharusnya Asti telah tiba dirumah sejak tadi.


Karena merasa cemas, Tomi memberondong Asti dengan pertanyaan.


📱" Pesannya banyak banget pak, serasa lagi diinterogasi. Hahaha.. " Asti membalas pesan Tomi dengan bercanda.

__ADS_1


Asti heran mengapa Tomi memberondongnya dengan pertanyaan.


📱" Maaf, saya sedikit cemas dan heran, karena baru mendapat kabar dari kamu, takut ada apa-apa saat di bandara tadi. " kata Tomi merasa tak enak hati.


📱" Tidak apa-apa. Saya telah sampai di rumah sejak tadi, bahkan sudah makan siang. Setelah itu mengobrol dengan ayah dan ibu, melepas kangen.


Oh.. Iya, ayah dan ibu mengucapkan terima kasih untuk oleh-oleh nya. "


Asti menjelaskan pada Tomi agar Tomi tidak merasa cemas.


📱" Syukurlah kalau begitu?


Sekarang lagi ngapain? " tanya Tomi yang merasa lega setelah mendengar penjelasan Asti.


📱" Saya lagi pegang handphone dan berbalas pesan dengan seseorang. "


Jawab Asti sambil tersenyum saat ia mengetik jawabannya.


Diseberang sana, Tomi tengah tersenyum senang saat membaca pesan dari Asti.


Ia merasa gemas dan membayangkan wajah cantik Asti.


Begitu ya? Apa saat sedang mengetik pesan untuk saya juga membayangkan wajah saya yang tampan? " Tomi mencoba menggoda Asti.


Ia ingin tahu jawaban Asti saat ia menggodanya.


Asti tersenyum malu saat membaca pesan Tomi.


" Mengapa Tomi tahu jika aku tengah membayangkan nya?


Apa ia bisa membaca fikiran ku? Ah tak mungkin, aku saja tidak berada didekat nya, jadi mana mungkin ia bisa membaca fikiran ku. "


Asti bermonolog dalam hati, karena tebakan Tomi tepat.


Ia memang tengah membayangkan kebersamaan nya bersama Tomi saat di Yogya.


Tomi menunggu jawaban pesan dari Asti.


Hingga beberapa menit menunggu, namun tidak ada lagi pesan masuk.


Ia merasa cemas, takut Asti marah karena ia menggodanya.


Tomi pun mengirim pesan kembali pada Asti.


📱" Hallo... Apa masih ada orang disana? Atau sudah diculik alien 👽 hingga tidak ada sinyal untuk mengirim pesan ke bumi.? 😀😀" Tomi mencoba bercanda lagi agar bisa meredakan rasa marah Asti jika memang Asti tengah marah padanya.


Asti mendengar notifikasi masuk, ia tersadar telah mengabaikan pesan dari Tomi karena asik dengan fikiran nya.


Asti tertawa saat membaca candaan yang dilontarkan Tomi melalui pesan nya.

__ADS_1


" Iya, fikiran aku tadi sempat diculik oleh alien 👽 bernama Tomi, karena sesaat aku terpana saat ia mengaku bahwa dirinya tampan. 😀😀".


Asti mengirim pesan balasan dari Tomi dengan menyertakan emot tertawa, karena ia memang tertawa  membaca pesan dari Tomi.


__ADS_2