DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 153 Kamu Siapa? Saya Dimana?


__ADS_3

Setelah mengganti baju dan celana yang dikenakan oleh orang yang ditemukan Roni, Roni meminta ibunya untuk mengompres orang tersebut karena tubuhnya terasa panas saat Roni mengganti pakaiannya tadi.


" Bu, bisa minta tolong untuk mengompres orang ini? badannya terasa panas, mungkin dia terserang demam karena terlalu lama didalam air dan kedinginan. "


Pinta Roni pada ibunya.


" Roni sama ayah mau kembali ke kapal untuk mengambil hasil tangkapan ikan." kata Roni lagi pada ibunya.


" Oh iya bu, Roni lihat badan sebelah kanan pemuda ini terlihat memar, sepertinya terkena benturan, mungkin itu juga yang membuat dia menjadi demam. "


Roni menyampaikan pada ibunya jika terdapat memar di tubuh pemuda itu.


" Iya, nanti tunggu adikmu pulang dulu, nanti kita suruh dia memeriksanya.


Dia kan seorang bidan, mungkin bisa membantu memberi obat pada pemuda ini. " kata ibu pada Roni.


" Sekarang adikmu sedang membantu tetangga yang akan bersalin. " lanjut ibu lagi.


" Iya bu, kalau begitu Roni mau menyusul ayah ke pantai untuk mengambil ikan. " kata Roni lalu keluar rumah untuk menyusul ayahnya ke kapal mengambil hasil tangkapan mereka.


Dirumah, ibu merebus sedikit air untuk digunakan mengompres pemuda yang sedang terserang demam.


Karena pemuda itu belum juga sadar, ibu memberikan minyak kayu putih didekat hidung pemuda itu, sambil mengganti kompres yang ibu letakkan di kening sang pemuda.


Tak lama, seorang gadis masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam.


" Assalamu'alaikum. " ucapnya sambil meletakkan tas yang berisi peralatan kesehatan diatas meja didekat televisi.


" Waalaikumsalam. " jawab ibu si gadis.


Ia terkejut saat melihat sang ibu tengah mengompres seseorang.


" Ibu, siapa orang ini? mengapa ia berada dirumah kita? siapa yang membawanya bu? " tanya gadis itu beruntun.


" Sudah selesai membantu yang melahirkannya, Bel? " tanya ibu yang belum menjawab pertanyaan anaknya dan bertanya mengenai pekerjaan anaknya yang membantu persalinan.


" Alhamdulillah sudah bu, semuanya sudah beres. Ibu dan bayinya sehat. " jawab Bella.


" Syukurlah jika demikian. " kata ibu merasa lega karena Bella telah berhasil membantu persalinan tetangga mereka.


" Ayahmu dan kakakmu Roni yang membawanya.


Ibu juga tidak tahu mereka menemukan pemuda ini dimana, karena mereka belum sempat bercerita. " kata ibu yang menjawab pertanyaan Bella tadi.


" Bella, sebaiknya kamu periksa dulu pemuda ini, sejak dibawa ayah dan kakakmu, dia dalam keadaan pingsan.


Suhu badannya sangat panas dan menurut kakakmu ada luka memar di bagian kanan tubuhnya.


Gadis yang dipanggil Bella itu mendekati pemuda itu lalu memeriksa suhu tubuhnya, memang terasa panas.


" Lanjutkan aja mengompres tubuhnya bu, Bella tidak bisa memberinya obat penurun panas karena ia dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


Denyut nadinya juga terasa lemah, tapi semoga ia tidak apa-apa. "


Bella juga memeriksa denyut nadi si pemuda yang terasa lemah.


Ia membantu ibu untuk mengolesi minyak kayu putih pada hidung si pemuda.


" Bu, Bella mau ambil ember dulu ke dapur, mana tahu nanti dia muntah saat tersadar dari pingsannya. " kata Bella sambil berjalan ke arah dapur.


" Ibu juga mau masak air panas buat kopi ayah dan kakak mu, juga teh manis buat orang yang pingsan itu, biar saat dia bangun sudah ada teh hangat. " kata ibu yang mengikuti Bella menuju ke dapur.


Ibu memasak air untuk membuat kopi juga teh.


" Bu, buat bubur sedikit untuk orang itu. Jika dia sadar, kita harus memberinya bubur agar bisa meminum obat.


Besok Bella mau titip obat memar pada teman yang akan berangkat ke kota. "


Kata Bella yang meminta ibu untuk membuat bubur buat pemuda tersebut.


" Iya, ibu lupa, tadi ibu memang berniat untuk membuat bubur.


Ya sudah, Bella jaga orang itu, ibu mau sekalian membuat bubur sama ikan bakar agar orang itu bisa makan."


Kata ibu yang baru ingat jika ibu memang ingin membuat bubur untuk pemuda itu.


Ibu mulai menyiapkan untuk membuat bubur, ia akan menunggu ayah dan Roni membawa ikan untuk dibakar, agar ada lauk untuk orang tersebut makan bubur.


Bella kembali menghampiri pemuda yang masih pingsan, lalu menaruh ember dibawah kolong tempat tidur.


Bella mengambil ember dan meletakkan dibawah kepala pemuda itu.


Sang pemuda memiringkan tubuhnya, lalu ia memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan.


Mungkin itu air laut yang tertelan oleh pemuda itu.


Setelah memuntahkan isi perutnya, pemuda itu kembali tidur telentang, ia masih memejamkan matanya.


Tubuhnya terlihat menggigil, dan Bella membenarkan sarung yang dikenakan oleh orang itu.


" Bang.. bang...! " kata Bella menepuk-nepuk pipi sang pemuda agar pemuda itu membuka mata dan tidak pingsan lagi.


Mendengar suara batuk dari si pemuda, ibu datang dari arah dapur dengan segelas teh hangat yang tadi dibuatnya.


" Bella, beri orang itu teh hangat ini, beri pelan-pelan menggunakan sendok agar perutnya hangat.


Ibu sedang membuat bubur dulu"


Ibu meminta Bella memberi teh hangat pada pemuda itu.


" Iya bu, ini Bella sedang berusaha membangunnya agar ia tidak pingsan lagi. " kata Bella yang masih menepuk pipi orang itu dengan pelan.


Tidak lama, pemuda itu membuka matanya secara perlahan.

__ADS_1


Ia melihat seorang gadis dan wanita paruh baya ada didepannya.


" Alhamdulillah, dia sudah sadar dan membuka matanya bu. " kata Bella yang merasa senang.


" Iya Bel, cepat beri dia minum, ibu akan menyelesaikan memasak bubur. " kata ibu sambil kembali kedapur.


" Kamu siapa? saya dimana? " tanya pemuda itu dengan suara yang lemah.


" Saya Bella, anak pemilik rumah ini. Sekarang kamu ada dirumah saya. "


jawab Bella lembut.


" Sekarang minum teh hangat ini dulu, agar perut mu bisa terasa hangat."


Bella berusaha menaikkan kepala sang pemuda keatas tumpukan bantal agar ia bisa memberi pemuda itu minum teh hangat.


Setelah posisi kepalanya lebih tinggi, pelan-pelan Bella menyuapi pemuda itu dengan teh manis hangat.


Si pemuda pun menerima air yang diberikan oleh Bella.


Ia meminumnya dengan perlahan.


Hampir setengah gelas ia menghabiskan teh manis hangat itu, lalu menggelengkan kepala saat Bella ingin memberinya teh hangat lagi.


Bella mengerti jika pemuda itu sudah tidak ingin minum.


Bella bersyukur si pemuda sudah sadar dan bisa meminum teh hangat yang diberinya.


Bella menurunkan bantal yang mengganjal kepala pemuda itu agar bisa berbaring dengan nyaman.


" Sebentar lagi, abang makan bubur ya? agar abang bisa minum obat.


Badan abang masih terasa panas. "


Kata Bella sambil memperbaiki kompres juga sarung yang dikenakan oleh pemuda itu.


Setelah pemuda itu terlihat nyaman, Bella menuju dapur untuk menanyakan bubur yang ibu buat.


Bu, ayah dan kak Roni belum pulang? " tanya Bella saat melihat ibu menaruh bubur kedalam mangkuk.


" Belum, mungkin sebentar lagi.


Mereka pasti langsung menjual ikan hasil tangkapannya pada pemilik gudang ikan seperti biasa. " jawab ibu sambil meletakkan mangkuk berisi bubur dan air putih hangat diatas nampan.


Ibu tidak jadi membuat ikan bakar karena ayah dan Roni belum pulang membawa ikan untuk lauk mereka.


" Ayo, kita beri makan dulu pemuda itu, mungkin perutnya sudah lama tidak terisi makanan.


Apa dia tadi banyak minum teh hangatnya? "


Ibu mengajak Bella untuk menemui pemuda itu dan memberinya makan bubur.

__ADS_1


__ADS_2