
Sore ini, Asti dan Tomi tengah menikmati indahnya pemandangan pantai.
Tadi pagi, group Ralove mengadakan perjalanan ke pantai Anyer untuk mengadakan acara lepas bujang atau lepas lajang.
Acara ini biasanya diadakan untuk merubah status dari bujang atau lajang menjadi tidak bujang lagi.
Acara ini untuk melepas masa lajang Anny dan Ucup yang akan melaksanakan pernikahan diawal bulan depan.
Mereka menyewa sebuah villa untuk bermalam selama satu malam disana.
Tomi mengajak Asti untuk jalan-jalan ke pantai, menghabiskan waktu berdua.
Mereka ingin menikmati suasana sore di pantai, menanti matahari yang akan tenggelam.
Teman-teman yang lain juga menikmati keseruan bermain di pantai dengan pasangan masing-masing.
Ada yang bermain jetski, atau banana boat.
Asma, Maryam, TM, Takdir, Anny dan Ucup memilih untuk bermain banana boat.
Rudy dan Fyth, Indri dan Fajar mencoba bermain jetski.
Wangky dan Hatae, sama seperti Asti dan Tomi, lebih memilih duduk ditepi pantai menikmati pemandangan pantai yang ramai oleh pengunjung.
Pagi tadi rombongan berangkat dari Jakarta dengan menggunakan tiga mobil, beruntung saat berangkat suasana jalanan belum begitu macet, dan kini mereka tengah menikmati suasana sore sambil melihat orang-orang yang sedang bermain air ditepi pantai.
" Jika ke pantai seperti ini, ingat saat kita di Yogya, ya mas? Menikmati suasana pantai ditemani es kelapa muda dan kacang rebus yang dibeli dari penjual keliling. "
Asti mengingatkan Tomi pada saat mereka menikmati suasana pantai di Yogya.
" Iya, aku ingat saat itu aku begitu mengharapkan jawaban cinta yang aku ungkapkan. Aku begitu cemas saat melihatmu hanya terdiam, takut jika kau marah dan membenci aku.
Bukan jawaban cinta yang aku dapatkan, justru kau malah lari meninggalkan aku. "
Tomi mengingat saat ia menyatakan cinta pada Asti, tapi Asti memintanya untuk menunggu jawaban cinta itu.
Karena kesabaran dan rasa cintanya yang tulus pada Asti, akhirnya Asti memberikan jawaban yang membuatnya bahagia.
Asti menerima cinta Tomi karena Asti juga mencintai Tomi.
" Aku ingat mas saat ada pengamen yang menyanyikan lagu Cinta Luar Biasa, waktu itu aku berfikir bahwa lagu itu cocok dengan suasana hati kita yang saling jatuh cinta dan saling memuja satu sama lain."
Asti mengingatkan Tomi pada lagu yang dinyanyikan oleh seorang pengamen.
Asti tersenyum malu saat mengingat bahwa ia juga memuja Tomi dalam hati karena ia malu untuk mengungkapkan perasaannya.
" Iya, benar. Mas ingat lagu itu. " jawab Tomi, lalu Tomi menyanyikan bait lagu itu.
Asti menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Tomi, sesekali Asti juga mengikuti bait lagu itu.
__ADS_1
Mereka terlihat begitu romantis, raut wajah mereka terlihat bahagia.
" Ara, rencananya minggu depan mas dan keluarga mas akan datang kerumah orang tua Ara.
Mas ingin hubungan kita bisa lebih serius lagi. Keluarga mas sudah setuju jika mas akan melamar Ara.
Jika Ara setuju, kita akan bertunangan terlebih dahulu sebab dalam waktu dekat, mas akan bertugas ke daerah."
Tomi menyampaikan rencananya untuk menemui keluarga Asti, karena Tomi berniat untuk melamar Asti.
" Asti setuju kalau mas dan keluarga mas mau datang kerumah, nanti Asti sampaikan pada ayah dan ibu. " jawab Asti sedikit lemah.
" Kenapa? Apa ada yang salah? Apa Ara tidak setuju jika mas melamar dalam waktu dekat? " tanya Tomi yang melihat perubahan raut wajah Asti.
" Tidak apa-apa mas. Kira-kira kapan mas akan bertugas keluar kota?" Asti bertanya mengenai kepergian Tomi untuk keluar kota.
" Rencananya awal bulan depan, makanya mas ingin kita bertunangan sebelum mas berangkat. " Tomi menyampaikan rencana keberangkatannya.
" Apa mas akan berangkat sebelum pernikahan bang Ucup dan Anny? "
Tanya Asti menanyakan kepastian keberangkatan Tomi.
" Mas akan berangkat setelah pesta pernikahan mereka.
Mas mau menghadiri pernikahan Ucup dan Anny dulu, karena tanggal keberangkatan mas tiga hari setelah pernikahan mereka. "
Tomi menjelaskan tanggal keberangkatannya tugas ke luar kota.
" Mas belum tahu pastinya, karena mas menunggu dokter bedah yang akan ditempatkan di sana.
Mas hanya menggantikan sementara aja sampai yang akan ditugaskan sudah siap."
Tomi menjelaskan masa tugasnya agar Asti tidak terlalu cemas.
Ada rasa sedih dihati Asti saat mengetahui jika Tomi akan meninggalkan dirinya.
Tapi Asti tidak bisa berbuat apa-apa, sudah menjadi resiko baginya yang memilih Tomi sebagai pasangan hidupnya.
Asti ingat, saat ia berkunjung kerumah Tomi dan berkenalan dengan keluarga Tomi.
Asti diterima dengan baik disana, ayah dan ibu Tomi sangat ramah, begitupun dengan adik Tomi.
Semua menerima kehadiran Asti.
Ibu Tomi berkata pada Asti bahwa Asti harus siap jika menjadi istri seorang dokter.
Flashback on.
Sore itu, Tomi mengajak Asti ke rumahnya untuk dikenalkan pada keluarganya.
__ADS_1
Tomi mengajak Asti untuk makan malam bersama keluarganya.
Saat Tomi dan Asti tiba dirumah Tomi, Tomi dan Asti mengucapkan salam dan ART dirumah Tomi yang membukakan pintu.
Lalu Tomi meminta Asti menunggu di ruang tamu karena ia akan memanggil ibunya.
" Ara, kamu duduk dulu, tunggu sebentar ya, mas akan panggilkan mama. "
Tomi meminta Asti menunggu karena ia akan memanggil mamanya.
Asti mengangguk lalu duduk di ruang tamu.
Tomi melanjutkan langkahnya ke dalam rumah untuk mencari ibunya.
Tak lama, Tomi kembali bersama seorang wanita paruh baya.
" Ara, kenalkan, ini mama mas Tomi. " kata Tomi pada Asti sambil merangkul pundak wanita paruh baya tersebut.
Asti bangkit dari duduknya, lalu tersenyum dan menyalami tangan mama Tomi dan mencium punggung tangannya.
" Saya Asti, tante. " kata Asti menyebutkan namanya.
" Iya, nak.. Tante mamanya Tomi. " jawab mama Tomi pada Asti.
" Ayo, silahkan duduk. " kata mama Tomi pada Asti.
" Terima kasih, tante. " jawab Asti sambil kembali duduk di kursi yang tadi ia duduki.
" Ara, mas ke kamar dulu ya, mau ganti baju sebentar. " Tomi pamit pada Asti untuk mengganti baju di kamarnya.
" Baik mas. ! " jawab Asti sambil tersenyum.
Setelah Tomi berlalu dari ruang tamu, Asti merasa gugup karena harus duduk berdua dengan mamanya Tomi.
Seorang ART datang membawa minuman dan cemilan untuk Asti dan mama Tomi, lalu menaruhnya diatas meja.
Setelah mempersilahkan nyonya dan tamunya minum, ART tersebut kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
" Jadi Asti ini dosen yang mengajar di Universitas Prambanan, ya? " tanya ibunya Tomi memulai percakapan.
" Iya, tante. " jawab Asti singkat.
Asti berusaha untuk bersikap tenang saat berbicara dengan ibunya Tomi.
" Sudah lama menjadi dosen disana? " tanya ibu Tomi lagi.
" Belum lama sih, tante, baru sekitar dua tahun. " jawab Asti lagi.
" Tadi saat saya melihat Asti, saya fikir Tomi mau memperkenalkan tante pada anak SMA, tante jadi sedikit terkejut.
__ADS_1
Rupanya Asti dosen yang sering diceritakan oleh Tomi. " kata ibu Tomi sambil tersenyum.
Asti tersenyum saat mendengar ibu Tomi yang mengatakan dirinya anak SMA.