
" Ada apa dengan Tomi? " tanya mamah dan papah bersamaan.
Terlihat raut khawatir di wajah papah saat melihat keadaan Riki.
Papah menduga bahwa telah terjadi sesuatu dengan Tomi sehingga Riki seperti itu.
" Riki, katakan pada mamah, ada apa dengan Aa" kamu Tomi? " tanya mamah yang sudah mulai menangis saat melihat keadaan Riki.
Suaranya terdengar serak karena berusaha untuk tidak menangis.
Papah membawa Riki dan mamah duduk di sofa yang ada dikamar Riki.
" Sekarang ceritakan pada papah dan mamah, ada apa sebenarnya? " kata papah pada Riki setelah memberi segelas air pada Riki juga pada mamah agar mereka tenang.
Setelah menarik nafas, Riki mulai menceritakan apa yang dia ketahui tentang Tomi.
" Barusan, Riki mendapat telepon dari dokter Atalim, direktur rumah sakit tempat Aa' Tomi dinas sekarang. "
Riki mulia menceritakan pada mamah dan papahnya apa yang disampaikan oleh dokter Atalim pada Riki.
Flashback on.
📱" Hallo, Assalamu'alaikum? benar ini dengan keluarga dokter Tomi? "
tanya seseorang yang menghubungi nomor ponsel Riki.
📱" Walaikumsalam, benar! Saya Riki adik dari dokter Tomi. " jawab Riki pada orang yang ada diseberang telepon.
" Maaf, saya bicara sama siapa? " tanya Riki pada orang diseberang telepon.
📱 " Iya maaf! Saya dokter Atalim, direktur rumah sakit tempat dokter Tomi dinas saat ini. " jawab orang tersebut yang ternyata dokter Atalim, atasan Tomi saat ini.
" Saya mau menyampaikan kabar mengenai dokter Tomi.
Tapi sebelumnya saya minta maaf jika kabar ini merupakan kabar yang tidak baik " kata dokter Atalim yang ingin menyampaikan kabar mengenai dokter Tomi.
📱 " Ada apa dengan kakak saya Tomi dokter? " tanya Riki dengan suara yang terdengar cemas setelah dokter Atalim mengatakan ingin menyampaikan kabar tidak baik tentang Tomi.
📱 " Seperti yang diketahui bahwa dokter Tomi termasuk dalam rombongan yang ikut bakti sosial di sebuah pulau untuk memperingati hari dokter nasional. "
dokter Atalim menghentikan kata-katanya dan menarik nafas dalam.
Ia seperti berat ingin menyampaikan berita ini pada keluarga dokter Tomi, tapi semua harus disampaikan apapun keadaannya.
Riki menunggu apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh dokter Atalim.
" Siang tadi saat rombongan menyeberang dengan menggunakan speedboat, ditengah perjalanan, speedboat yang ditumpangi oleh tim dokter mengalami kecelakaan karena cuaca yang tiba-tiba tidak baik. "
dokter Atalim menyampaikan berita duka itu pada Riki.
__ADS_1
Suaranya terdengar serak, seperti menahan tangis.
Beberapa kali terdengar ia menarik nafas, melonggarkan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
Riki sudah mulai bisa menduga apa yang terjadi, ia berusaha tidak bertanya dan dengan sabar menunggu cerita dokter Atalim selanjutnya.
" Speedboat yang ditumpangi oleh tim. dokter dan penumpang lain terbalik satu jam sebelum sampai di pelabuhan tujuan----"
📱 " Lalu apa yang terjadi dengan mereka semua dokter? apakah mereka semua ditemukan dan selamat? " tanya Riki yang akhirnya tidak sabar mendengar cerita dokter Atalim.
Riki memotong pembicaraan dokter Atalim sebelum dokter itu melanjutkan kata-katanya.
📱" Bersyukur semua penumpang selamat dan dievakuasi dengan menggunakan kapal fery yang mengangkut penumpang dengan tujuan yang sama, tapi.. "
dokter Atalim menghentikan kata-katanya, dia merasa tidak sanggup menyampaikan berita ini pada Riki.
Riki yang tadi merasa lega saat dokter Atalim mengatakan bahwa semua penumpang selamat dan berhasil di evakuasi, mendadak menjadi resah saat dokter Atalim menggantung kalimatnya.
📱" Tetapi, kenapa dokter? " tanya Riki tidak sabar.
📱" Semua penumpang berhasil diselamatkan, tetapi dokter Tomi belum ditemukan.
Malam ini, tim SAR kembali melakukan penyisiran disekitar lokasi kejadian untuk mencari dokter Tomi. " kata dokter Atalim yang akhirnya bisa menyampaikan berita itu kepada Riki.
📱" Tidak dokter, tidak mungkin Aa' Tomi tidak ditemukan sementara semua penumpang selamat. " kata Riki dengan suara tercekat.
Ia tidak percaya mendengar berita yang disampaikan oleh dokter Atalim.
Mendengar semua yang disampaikan oleh dokter Atalim, Riki merasa lemas.
Tubuhnya seakan tidak bertulang, ia jatuh terduduk ditepi tempat tidur.
Riki tidak mendengar lagi apa yang disampaikan oleh dokter Atalim.
Hatinya sangat sedih.
Bagaimana ia menyampaikan berita ini pada ke dua orang tuanya, terutama sang mamah yang sejak sore mengkhawatirkan keadaan Tomi.
Riki melihat ponselnya masih tersambung dengan dokter Atalim.
Ia berusaha menenangkan diri untuk berterima kasih atas apa yang disampaikan oleh dokter Atalim
📱" Terima kasih dokter atas apa yang dokter sampai kan.
Saya mohon jika ada berita apapun tentang kakak saya Tomi, tolong hubungi nomor handphone saya ini. "
Riki meminta dokter Atalim menyampaikan jika ada berita terbaru mengenai kakak, Tomi.
📱" Tentu saya akan mengabarkan setiap informasi yang saya dapatkan nanti. Semoga dokter Tomi bisa ditemukan dalam keadaan selamat seperti penumpang lainnya. "
__ADS_1
Dokter Atalim menyampaikan doa dan harapannya untuk keselamatan dokter Tomi pada Riki.
Setelah menyampaikan semuanya pada Riki, dokter Atalim menutup pembicaraan mereka melalui telepon.
Flashback off.
" Itu yang disampaikan oleh dokter Atalim tadi pah, mah! " kata Riki sambil terisak.
" Tomi..! " kata mamah dengan suara lemah.
Tiba-tiba kepala mamah terkulai ke sandara sofa.
Papah dan Riki terkejut melihat keadaan mamah.
" Mah, bangun mah! " kata papah menepuk-nepuk pipi mamah.
" Mamah pingsan pah! Sebaiknya kita pindahkan dulu keatas tempat tidur Riki agar mamah lebih nyaman."
Riki yang menyadari jika mamahnya pingsan, mengajak papah untuk memindahkan mamah keatas tempat tidur Riki.
Dengan pelan, papah memindahkan. mamah ke tempat tidur dibantu oleh Riki.
" Riki, telepon dokter Sela untuk memeriksa mamah. "
papah meminta pada Riki untuk menelepon dokter Sela, dokter keluarga mereka.
" Baik, pah! " jawab Riki yang langsung menghubungi dokter Sela.
Papah menuju kotak obat yang ada dikamar Riki untuk mengambil minyak kayu putih dan diletakkan didekat hidung mamah.
Papah berharap agar mamah bisa segera sadar dari pingsannya.
" Pah, sebentar lagi dokter Sela datang. " kata Riki pada papah setelah menelepon dokter Sela.
" Mah bangun, mah! " kata Riki sambil mengusap-usap tangan mamah.
Papah masih berusaha menyadarkan mamah dengan mengoleskan minyak kayu putih pada hidung mamah.
Juga mengoleskan pada telapak kaki mamah yang terasa dingin.
" Ya Allah, cobaan apa ini? tolong selamatkan Tomi dari marabahaya, dan semoga Tomi segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. " doa ayah dalam hati sambil masih berusaha menyadarkan mamah.
Tak lama terdengar mamah memanggil nama Tomi dengan lirih.
" Tomi.. " kata mamah pelan.
" Mah, mamah sudah sadar? " tanya Riki dengan perasaan yang cemas melihat keadaan mamahnya.
Mamah masih menutup matanya dengan rapat, hanya terdengar suaranya memanggil nama Tomi dengan pelan.
__ADS_1
" Mamah sepertinya belum sadar.
Jam berapa dokter Sela datang? " tanya papah cemas karena melihat mamah yang belum sadarkan diri.